When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
PANTY LINER


__ADS_3

Please jangan lupa tinggalin jempol dan vote nya ya biar authornya makin semangat πŸ€—πŸ™


happy reading..


.


.


"Kamu ngambil barang-barang kita sendirian?"


"Iya.., aku pikir kamu pasti mau mandi dan ganti baju kan.. Oh ya, aku tadi nyewa motor, kamu mau keluar jalan-jalan gak?" Sutra meletakkan ranselnya diatas meja. Ransel yang berisi laptop dan beberapa file pekerjaannya.


"Oke, aku mandi dulu kalau gitu" Kama beranjak ke kamar mandi.


Sembari Kama mandi, Sutra menyalakan laptopnya, mengecek semua email yang masuk dari Malaysia. Ia juga mengirimkan beberapa file ketinggalan yang belum sempat ia kirim kemarin malam.


Berselang sepuluh menit Kama keluar dengan jubah handuk ditubuhnya. Kama membuka kopernya, mengambil beberapa pakaian yang akan dia kenakan serta alat tempur lain. Dari sudut matanya Sutra dapat melihat kegiatan Kama walau ia tampak fokus ke laptop.


Eh, itu.. Itu bra kan?


Mata Sutra menangkap Kama mengambil sepasang pakaian dalam senada warna pink.


Pink? Aduuh, manisnya..


Lalu Kama kembali masuk ke kamar mandi. Mengenakan pakaian, merapikan rambut, serta memoles sedikit wajahnya dengan pelembab dan liptint. Kemudian ia pun keluar dalam keadaan rapi.


"Kamu gak mandi, Mas?" tanya Kama menghampiri Sutra.


"Iya, mandi.." dari laptop Sutra beralih menatap Kama.



"Eh, kok rambut kamu bisa begitu? Gak keriting lagi atasnya?" Sutra terkejut melihat gaya rambut Kama. Ia memperhatikan Kama lekat-lekat.


"Sengaja aku kasi oil biar kempes, males keramas, gak bawa shampo soalnya" jawab Kama.


"Pake shampo hotel aja, kan ada dikamar mandi" saut Sutra.


"Rambutku gak bisa pake shampo asal Mas, ntar jadinya kribo kamu pasti kaget" Kama duduk di tepi ranjang sembari mengecek ponselnya.


Hah, apa iya? Pantas isi kepalanya ga bisa ditebak, ternyata rambutnya pun begitu


"Lagian kenapa sih? Jelek ya?" Kama bertanya balik.


Kamu selalu cantik buatku, babe. Cantik banget!


"Cantik, mirip Chelsea Islan.." celetuk Sutra, pandangan matanya belum bisa lepas menikmati keindahan di hadapannya.

__ADS_1


"Siapa sih itu? Udah sana buruan mandi!" Kama melirik Sutra namun tangannya masih menggenggam ponsel.


Selesai Sutra mandi dan bersiap-siap, mereka pun turun ke bawah. Sutra menemui petugas penyewaan motor dan meminjam helm untuk mereka berdua.


Diatas boncengan Sutra teringat dengan bule yang ngobrol di GWK bersama Kama tadi. Langsung saja ia tanyakan.


"Babe.." panggil Sutra


"Ya"


"Yang ngobrol sama kamu di GWK tadi siapa?" akhirnya rasa penasaran Sutra soal bule tatoan itu akan terjawab sebentar lagi.


"Kamu ngomong apa sih Mas, gak kedengeran?!" Kama merapatkan tubuh ke punggung Sutra tanpa celah sedikitpun, bermaksud agar bisa mendengar dengan jelas ucapan Sutra.


A-aduh.., hangatnya


"Ulangin, tadi kamu ngomong apa?!" perintah Kama.


"I-itu bule di GWK tadi siapa?" Sutra hampir salah tingkah.


"Oh dia, namanya Josh. Usianya udah tiga puluh lebih, jauh banget diatas aku" jawab Kama santai.


"Ngapain dia ngobrol sama kamu?" tanya Sutra lagi.


"Katanya kebetulan lewat, terus ngeliat aku sendiri jadinya nyamperin" Kama melingkarkan tangannya ke perut Sutra, menyandarkan kepala dipunggung laki-laki itu.


"Biang ngirimin aku banyak pesan, Mas.. Aku baru baca waktu kamu mandi" ucap Kama lagi, ternyata gadis itu teringat dengan isi pesan dari ibunya.


"Apa katanya?" Sutra menggenggam tangan kiri Kama yang melingkar diperutnya, sementara tangan satunya mengendarai motor. Berusaha menguatkan gadis yang dicintainya itu.


"Macem-macem.., intinya Biang minta maaf dan mau ketemu secepatnya.." Kama tau kalau kaburnya tadi pagi pasti membuat ibunya sedih.


"Terus sekarang keputusan kamu apa?"


"Kayaknya besok pagi aku balik ke villa itu.. Tapi, malam ini aku masih mau tidur sama kamu, Mas.." ucapan Kama seketika membuat Sutra ngerem mendadak. Untung saja jalanan tidak begitu ramai, dan pengemudi dibekakang mereka bisa langsung menghindar.


"Kenapa, Mas?" Kama terkejut dengan rem mendadak Sutra.


Sut.., sadar Sut.., sadarr! Dia cuma mau dipeluk kayak tadi, bukan ngajak tidur bareng! Otak lo jangan gesrek duluan!


"I-itu, ada kucing tadi.." Sutra beralasan.


"Mana?" tanya Kama lagi.


"Gak tau.., udah gak keliatan lagi.." Sutra kembali menjalankan motornya. Mereka memutuskan mencari warung untuk makan malam.


Selesai makan mereka kembali berjalan-jalan. Kama melihat ada plank terapi ikan dan meminta Sutra berhenti.

__ADS_1


"Mas, nyobain itu yuk.." Kama menunjuk ke papan iklan sebuah tempat pijat dan spa.


"Sekarang?" Sutra menoleh kebelakang dan Kama mengangguk.


Sutra segera memarkirkan motornya lalu masuk bersama Kama. Sesuai permintaan Kama, mereka ingin mencoba terapi ikan Garra Rufa yang katanya bisa melancarkan sirkulasi darah, mengangkat sel kulit mati, bahkan bisa mengatasi stres.


Petugas spa lantas menyiapkan semuanya. Dua buah bak kaca yang berisi air hangat dan puluhan ikan Garra Ruffa diletakkan didepan kaki Kama dan Sutra. Mereka duduk dikursi santai sambil bersandar. Sebelum mencelupkan kaki ke dalam bak itu, petugas spa membasuh dan menyikat kaki mereka lebih dulu sampai bersih. Barulah mereka bisa mencelupkan kaki kedalam bak kaca.


"A-adu-du-duh.." keluh Sutra merasa geli. Ia kembali mengangkat kakinya dari dalam bak.


Babe, ngapain sih kita terapi ikan begini? Permintaan kamu memang aneh-aneh!


"Gak apa-apa, Mas. Jangan diangkat! Celupin lagi!" perintah Kama yang duduk disebelah Sutra.


"Tapi aku geli, *Ba*be.." Sutra bergidik merinding.


"Enggak, enak kok! Paling bentar doank gelinya" Kama menjelaskan, tapi Sutra tetep menggeleng hingga Kama memasang wajah marah sambil melotot barulah laki-laki itu mengalah. Ia terpaksa mencelup kakinya kembali ke dalam bak. Menahan geli sembari menggosok-gosok lengannya karena merinding.


Setelah lima belas menit, terapi ikan selesai. Sutra pun membayar tagihan lalu pergi.


"Mas, mampir di market itu ya.." pinta Kama. Tidak jauh dari mereka ada mini market, lalu Sutra pun berhenti.


Kama membeli beberapa barang yang ia butuhkan, seperti shampo, sikat gigi, tisue baby, pelembab bibir, dan panty liner, serta beberapa cemilan untuk mereka dihotel. Sutra yang berdiri disebelahnya memperhatikan barang-barang itu, penyakit ge-ernya kambuh.


Hihihi, berasa nemenin istri belanja. Eh, tapi kok dia beli pembalut? Itu pembalut kan ya? Apa dia lagi datang bulan?


"Kamu lagi datang bulan ya?" spontan Sutra menanyakannya.


Reflek Kama melirik,


"Ngapain nanya-nanya?" tanyanya kesal.


"Itu, kamu beli itu.." tunjuk Sutra ke panty liner yang dipegang Kama.


"Oh, ini. Bukan! Ini bukan buat datang bulan" jelas Kama


"Terus buat apa?" Sutra penasaran.


"Nampung ompol!" Jawab Kama asal, dia tidak suka Sutra menanyakan sampai sedetail itu.


"Udah jangan nanya-nanya! Yang pasti ini buat perempuan, bukan laki-laki!" tegas Kama lagi lalu meninggalkan Sutra ke kasir.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Diinget ya Sut, ntar kalo berasa mau ngompol, minta panty liner Kama sebiji, terus pakek deh..


Pasti pada kepo kan dengan kegiatan Kama & Sutra malam ini dikamar hotel..

__ADS_1


Yuk, kita kepoin di next eps


__ADS_2