When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
KAMASUTRA PART I


__ADS_3

Tiket pesawat Adrian dan ayah nya tertera pukul 14.00 waktu Kuala Lumpur. Sebelum menuju ke bandara, mereka sempat bertemu dengan Datuk Emran Ibrahim di hotel untuk sarapan bersama.


Datuk Emran sangat puas dengan konsep desain awal yang di berikan oleh Adrian selama dua hari kebelakang. Dia meminta lebih banyak waktu diskusi dengan Adrian sebelum proyek luxury resort mulai di kerjakan,


karena proyek ini adalah proyek impian dari Datuk Emran sendiri yang sudah sejak lama di rencanakan nya sebagai hadiah untuk istri pertama serta anak pertama nya.


"Saye suke sangat la sama konsep awak tu.. Macem nye you mesti bagi banyak time la untuk bejumpe dengan saye.." ujar Datuk Emran di restoran hotel.


"Alhamdulillah, kalau Datuk suka.. Saya akan segera selesai kan semua urusan saya di kampus. Insya Allah dalam dua minggu semua nya selesai, dan saya bisa fokus mengerjakan proyek ini di Kuala Lumpur.." Adrian menjawab dengan penuh keyakinan, ia ingin menunjukkan pada Datuk Emran kalau ia serius dengan proyek yang sedang di kerjakan nya ini.


"Okelah.., saye tunggu you balek secepat nye kat sini. Saye suke anak mude macem you laa, pekerja keras.." ujar Datuk Emran lagi, ia tampak memuji sosok Adrian, arsitek muda yang akan menangani proyek resort impian nya.


"Terimakasih banyak Datuk sudah mau percaya dengan anak saya. Mungkin dua minggu cukup untuk Adrian menyelesai kan tesis nya dan mengundur kan diri dari pekerjaan nya sebagai asisten dosen.." sambung Mr.William


"Iye ke? Saye tak salah dengar? You penolong profesor?" tanya Datuk Emran sedikit terkejut


(penolong profesor \= asisten dosen)


"Ah iya Datuk, setahun belakangan saya mengisi waktu dengan menjadi asisten dosen di kampus strata 1, sambil terus menyelesai kan studi saya di strata 2. Dan alhamdulillah studi saya sudah selesai, hanya tinggal pengajuan untuk sidang akhir saja.." jawab Adrian


"Saye tak salah pilih you lah kalau begitu.., hahaha.." ujar Datuk Emran yang di akhiri nya dengan tawa.


Adrian dan ayah nya saling pandang, sesungguh nya mereka tidak paham apa yang lucu dari pembicaraan mereka dengan Datuk Emran barusan, namun karena ingin menghargai klien, mereka pun harus ikut tertawa bersama nya.


πŸƒπŸƒπŸƒ

__ADS_1


Di ruang tunggu bandara ponsel Adrian bergetar, ada panggilan telepon dari Chelsea


"Hallo Adrian.." suara Chelsea mengawali telepon


"Ya Chelsea.., gimana kabar kamu?" tanya Adrian


"Aku udah baik kan kok, besok kayak nya udah boleh pulang dari rumah sakit. Oh ya, kamu di mana nih? Kapan balik ke Depok?"


"Aku lagi di bandara, Chel.., besok mungkin udah balik ke Depok"


"Asiiik, besok kita bisa ketemuan doonk.. Kamu bawain aku oleh-oleh kan?" suara Chelsea tampak senang mendengar kabar Adrian akan pulang.


"Hehehe, kamu beneran udah sembuh? Seneng banget kayak nya, aku gak sanggup loh kalo harus gendong kamu yang pingsan. Soal oleh-oleh, maaf ya aku gak bawain kamu apa-apa Chel.. Aku kesini ada kerjaan soal nya, bukan buat jalan-jalan" terang Adrian


"Iya serius.., kalo ada kamu aku pasti sembuh, hehehe. Yauda deh kalo gak ada oleh-oleh juga gak papa kok, tapi kamu janji ya, besok kita ketemu" ujar Chelsea yang masih juga ngotot ingin bertemu Adrian besok.


"Yaaaah, Adriaaaaan..." rengek Chelsea


"Hehehe, iya-iya, aku becanda.. Besok kita ketemuan di kampus ya" ujar Adrian lagi dengan tawa renyah nya.


Suara Chelsea berubah senang setelah mendengar kalimat terakhir Adrian, dan sambungan telepon pun usai.


Mr.William yang dari tadi mendengar percakapan Adrian di telepon, bertanya


"Hei boy, who's that? Fantastic girl?"

__ADS_1


(hei nak, siapa itu? gadis luar biasa?)


"Hehe, no ayah. Tadi itu temen Sutra, Chelsea nama nya" ujar Adrian


"Hmm, ok.. So, how about fantastic girl? Where is she?"


(hmm, oke.. jadi, bagaimana dengan gadis luar biasa? Dimana dia?)


Adrian melirik jam tangan nya, pukul 1 siang


"Seperti nya Kama udah balik ke kostan nya ayah, sejak dua jam yang lalu"


"Kama? Her name is Kama?" tanya Mr.William terkejut


"Hehehe, iya ayah..." Adrian tertawa geli menjawab nya.


"Kama and Sutra? Oh, God.. This is real..?? hahaha.. I thought of Kamasutra.. hahaha.." Mr.William terkekeh tak henti karena nya



πŸ‚πŸ‚πŸ‚


TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI πŸ˜ŠπŸ™


KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT πŸ€—

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)


I Love U 😘


__ADS_2