When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
MENIKAH


__ADS_3

Please jangan lupa tinggalin jempol dan vote nya ya biar authornya makin semangat πŸ€—πŸ™


happy reading..


.


.


Lima menit Sutra dan Datuk Emran terdiam, namun mata mereka tak lepas saling pandang. Tidak satupun dari mereka yang bersuara. Masing-masing sibuk dengan isi kepalanya sendiri. Sutra dengan ketakutannya, sementara Datuk Emran dengan keseriusannya menanggapi jawaban Sutra.


Memang benar kalau Datuk Emran sangat tidak suka dengan hubungan yang disebut pacaran. Namun ketika ia mendengar jawaban pasti dari mulut Sutra, ia lantas terdiam. Ia belum siap menikahkan anak gadis satu-satunya itu. Baru beberapa jam mereka bertemu kembali setelah perpisahan yang panjang, sekarang sudah harus dipisahkan lagi jika ia menikahkan Kama pada Sutra.


Tapi disatu sisi ia senang mendengar jawaban Sutra. Laki-laki yang ada dihadapannya sekarang cukup gentleman dengan niatnya. Walau ia tau kalau Sutra baru berusia dua puluh empat tahun, tapi laki-laki itu sudah berani memutuskan untuk menikahi Kama. Dan memang jawaban itulah yang sesungguhnya ditunggu oleh Datuk Emran.


Untuk soal ekonomi, Datuk Emran tidak meragukan Sutra sama sekali. Kemampuan gambar dan ide cermerlang dari Sutra saja sudah mampu membuatnya begitu tertarik dan memilih laki-laki itu sebagai pemenang tender proyek resort miliknya di Kuala Trengganu, Malaysia.


Dan dari hasil pengerjaan proyek itu Sutra bisa membeli sebuah apartemen mewah. Uang yang lumayan cukup untuknya menghidupi Kama. Walau tidak sebanding dengan apa yang akan diwariskannya pada Kama nanti.


"Yu dah yakin betol dengan cakap yu barusan?" suara Datuk Emran sudah mulai stabil sekarang.


"Ya-yakin Datuk" jawab Sutra terbata-bata.


"Yu tak usah takot lah sama ai, Adrian.. Ai tak nak bunuh yu, hahaha.." akhirnya Datuk Emran bisa tertawa lepas sekarang. Pria paruh baya itu sudah menyaksikan penampilan calon menantunya yang mirip seperti kainlap basah sanking takutnya.


Keringat jagung yang menetes dari kening Sutra belum juga berhenti. Bahkan tawa Datuk Emran membuatnya semakin takut. Sama sekali tidak menenangkan. Degup jantungnya pun belum bisa stabil, seperti menanti vonis berat dari hakim.


"Ai tak pisahkan kalian berdue. Tapi ingat, ai tak nak dengar kabar burok dari yu! Tak de point kalau yu try sakitkan hati anak gadis ai!" tambah Datuk Emran.


"Dan satu hal lagi! Tak de macam-macam dengan Kama! Dah cukop bepegang tangan saje! Tak boleh yang laen! Paham ke?!" kembali Datuk Emran menegaskan, dan dijawab cepat oleh Sutra dengan anggukan.


"Paham, Datuk" ucapnya kemudian.


Alhamdulillaaah..., akhirnya aku bisa bernapas lega. Datuk Emran mau menerimaku sebagai kekasih anaknya. Tapi pupus sudah kesempatanku untuk bermesraan dengan Kama lagi. Eh, kok aku malah mikir kesitu ya, heee..


Gak apa-apa lah, masih untung aku sudah merasakan ciumannya tadi malam. Betul-betul keberuntungan yang indah buatku. Dan jangan sampai Datuk Emran tau soal itu, bisa-bisa aku dibunuhnya saat ini juga!


"Lepas ni, yu bagi tau lah kat orangtua yu, macemane pekara lanjutan niat yu dengan Kama" baru semenit Sutra bisa bernapas lega, Datuk Emran sudah mulai dengan kejutan baru.


What? Jadi ini belum selesai? Dia tetap tidak mengijinkan kami pacaran. Oh God.... Kami mau dinikahkan????

__ADS_1


Aku sih setuju seribu persen, tapi Kama, apa dia mau? Apa dia setuju? Aaah, aku gak sanggup membayangkannya


"Ai tak nak tunggu lame, ai bagi yu mase tiga bulan, pastikan segera!" sambung Datuk Emran lagi.


Apa?? Serius?


"Ma-maksud Datuk, dalam tiga bulan ini saya sudah harus menikah dengan Kama?" mata Sutra terbelalak. Senang bercampur takut ia rasakan saat ini. Senang karena bisa menikahi gadis pujaannya dalam waktu dekat dan bisa menumpahkan segala cinta serta khayalan dewasanya selama ini. Kaki geleterannya akan berbahagia. Namun Sutra juga takut, apakah gadis pujaannya itu bersedia menikah dengannya.


"Apelah isi otak yu ni?! Nak kawen saje, iye?! Ai cakap yu bagi tau kat orangtua yu pasal tu, bukan langsung kawen!" Datuk Emran membentak Sutra, membuatnya semakin takut saja.


"Yu mesti rundingkan dulu pasal kawen tu kat orangtua yu. Ai yakin betol mereka tak tau pasal ni, so ai bagi mase tiga bulan, tak lebih. Lepas tu ai undang mereka ke KL, nak cakap serius untuk langkah selanjotnya. Dah paham ke?" kembali Datuk Emran menjelaskan maksud yang sesungguhnya.


"Paham, Datuk" sekarang Sutra sudah bisa benar-benar bernapas lega. Setidaknya dalam waktu tiga bulan ia bisa membujuk orangtua serta kekasihnya untuk mau menikah sesuai dengan apa yang telah ia ucapkan pada Datuk Emran.


"Aiman.." Datuk Emran memanggil orang kepercayaannya lagi.


"Ya, Datuk.." jawab Aiman.


"Panggil mereka semua kesini" perintah Datuk Emran.


Berselang lima menit semuanya sudah berkumpul diruang tamu villa. Datuk Emran, Sutra, Kama, Ida Ayu, Wayan, serta Lulu.


Kama langsung melihat kondisi kekasihnya yang agak berantak. Baju kemeja yang dipakai Sutra sudah basah dari leher hingga dada.


"Abah dah cakap serius dengan Adrian. Abah tak pisahkan kalian bedue. But Abah nak satu hal dari Kama, boleh?" Datuk Emran berdiri, ia meminta sesuatu dari Kama.


"Apa?" tanya Kama.


"Boleh tak Abah pelok Kama sekarang? Abah rinduu sangat dengan putri kecil Abah.." inilah yang sesungguhnya diinginkan Datuk Emran sejak awal. Memeluk putri kecilnya, putri satu-satunya yang ia miliki didunia ini.


Ida mengusap lembut bahu Kama, menatap mata gadis itu dengan senyum seolah mengatakan, "ayolah nak.., peluk Abah, Abah betul-betul rindu dengan Kama.."


Pelan-pelan Kama berjalan mendekati Datuk Emran. Pria paruh baya itu sudah membuka tangannya, menunggu dengan rasa haru campur rindu yang tak terungkap lagi bagaimana besarnya. Perpisahan mereka yang sudah terjadi selama sepuluh tahun begitu menyiksa batin seorang ayah seperti Datuk Emran.


Kama sudah masuk dalam pelukan ayahnya sekarang. Ia melingkarkan tangannya dipinggang pria paruh baya itu. Walau usianya sudah lima puluh tahun namun tubuhnya tetap kekar dan kokoh. Masih sangat layak melindungi dua orang perempuan yang begitu dicintainya dalam hidup, yakni Kama dan Ida.


Perasaan haru juga menjalar ke setiap mata yang memandang mereka. Terutama Ida dan Lulu. Airmata dua orang wanita yang sudah menjadi ibu itu bergantian menetes. Mereka paham betul bagaimana rasanya terpisah dengan anak. Jangankan sepuluh tahun, sehari saja sudah begitu menyiksa.


"Abah minta maaf.., Abah betol-betol minta maaf.." ucap Datuk Emran lirih. Airmata penyesalan akhirnya lolos dari sudut matanya.

__ADS_1


"Kama sudah maafin Abah sekarang.. Tapi Kama minta satu hal, tolong jangan buat Biang sedih lagi. Sudah cukup airmata yang Biang keluarkan selama sepuluh tahun ini.." ucapan itu keluar dari anak remaja yang tampak seperti orang dewasa. Keadaan yang memaksa Kama tumbuh lebih cepat dari usianya.


Sontak tangis Ida makin deras, wanita paruh baya itu melangkah cepat memeluk Kama dari belakang. Sekarang ayah dan ibu itu mengapit Kama ditengah-tengah mereka.


Anak gadis satu-satunya yang Ida miliki yang begitu memikirkan perasaannya. Sungguh anugerah terindah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Airmata yang ia luruhkan selama ini tidak pernah sia-sia. Kama tumbuh menjadi gadis yang begitu menghargai dan mencintainya. Bahkan belahan jiwanya pun sudah kembali hadir dalam hidupnya sekarang. Tidak ada yang sia-sia didunia ni. Setiap harap pasti akan terjawab oleh Sang Pemilik Segalanya.


"Abah janji, tak de lagi kesedihan untok kite. Insya Allah Abah gantikan mase yang lewat tu dengan kebahagiaan" jawab Datuk Emran dengan penuh keyakinan.


"Makasih Abah.." Kama mengeratkan pelukannya. Hatinya sudah lega sekarang. Keluarganya kembali utuh. Ada ayah dan ibu sekaligus. Dan masih ada bonus satu orang lagi yang begitu special, hadiah dari Tuhan untuk tekanan psikis yang ia alami selama sepuluh tahun ini. Orang itu adalah Sutra Adrian Zanyar. Bule-jawa yang tergila-gila bahkan sudah gila betulan karena terlalu mencintai Kama.


"Artinya Abah dan Biang bisa tinggal bersama lagi kan?" Kama melonggarkan pelukannya, menarik ibunya yang sebelumnya ada dibelakang menjadi berdampingan dengan ayahnya.


Datuk Emran tersenyum,


"Kama setuju?" tanyanya yang dijawab dengan anggukan cepat oleh Kama.


"Abah dan Biang wajib kawin balek. Dah terlalu lame mase pisah tu, dah jatoh talak" Datuk Emran menjelaskan.


"Kama gak tau apa itu talak, tapi kalau memang harus menikah lagi, yaudah menikah aja sekarang" jawab Kama semangat. Matanya menatap ayah dan ibunya bergantian, menunggu jawaban bahagia atas permintaannya barusan.


"Hahaha, macemane, Sayang? Paham betol anak gadis kite ni tampaknye.." gelak tawa Datuk Emran beriringan dengan godanya pada mantan istrinya, Ida Ayu.


"Ape lah Abang ni.., maluu!" Ida memalingkan wajah menahan malu didepan Kama dan yang lainnya. Sontak semua orang yang ada disitu ikut tertawa kecil melihat reaksi Ida Ayu. Termasuk Sutra, laki-laki itu bahkan terinspirasi dengan kalimat menggoda Datuk Emran pada ibu Kama.


Kira-kira kalau aku berucap begitu pada Kama, reaksinya bagaimana ya? Senang atau marah? Atau aku ditinggal pergi? Hm.., kapan-kapan boleh juga nih dicoba.. hihihi


"Besok pagi Abah nak cari tuan kadi yang bisa menikahkan Abah dengan Biang.." Datuk Emran merangkul bahu Kama dengan penuh bahagia. Reflek semua orang disitu pun turut bahagia bersama.


Akhirnya keluarga Kama bersatu.


--- END ---


Oke readers.., Kama dan Sutra sudah direstui oleh kedua orangtuanya. Dan keluarga Kama pun sudah kembali bersatu. Mereka semua berbahagia dengan pasangannya masing-masing.


Terimakasih untuk para pembaca setia dan semua yang sudah dukung cerita ini. I love you all..


Maaf kalau ada kalimat yang menyinggung atau kebetulan sama dengan kenyataan, karena cerita ini murni karangan belaka.


Sesion keduanya mungkin akan banyak berisi konten dewasa karena bercerita tentang kehidupan pernikahan mereka. Tau sendiri kan kalau Sutra aslinya gesrek, cuma gak tersalurkan aja selama ini 🀣🀣

__ADS_1


Sekali lagi terimakasih utk semua yang sudah mendukung karyaku yang satu ini. I love you all πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ€—


Yuk, kita sambung di SEASON 2 πŸ‘‡πŸ‘‡


__ADS_2