When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
HAPAL UNDANG-UNDANG


__ADS_3

Please jangan lupa tinggalin jempol dan vote nya ya biar authornya makin semangat πŸ€—πŸ™


happy reading..


.


.


"Saya gak mau tunangan!" ucap Kama


"Loh, ke-kenapa..? Apa saya terlalu memaksa..?" Sutra bertanya pelan-pelan. Ya, pelan-pelan, karena memang beginilah cara menghadapi Kama si cewek moody-an. Hanya gadis itu dan Tuhan yang tau kapan mood nya bagus, kapan tidak.


Persis kayak naik betor (becak motor) di Sumatera Utara. Hanya si supir dan Tuhan lah yang tau kapan dia mau nikung kekiri maupun ke kanan. Lampu sen gak fungsi! Intinya jangan berkendara dibelakang betor kalau gak mau nyusruk bablas yang berujung ribut dan pasti dia pemenangnya. Aaah, sial deh pokoknya! Hahaha


"Menurut saya tunangan itu bukan jaminan mas.. Gak ada kepastian apapun disitu. Buktinya tante Lulu. Dia sudah bertunangan dengan orang lain sebelum kenal dengan Aji"


Wah, gawat! Bener juga yang Kama bilang


"Terus saran kamu gimana?"


"Tujuan mas apa dulu nih..? Mau menikah? Atau cuma ingin mengikat?"


Hm, aku diajak debat ya? Menikahlah pasti.., sekarang pun mau! Padahal menikahnya sama dia, mestinya dia tau donk aku memilih apa. Tapi dia memang cewek pintar, semua kalimatnya realistis, bukan baper


"Kalau mau menikah, kita bicarakan tiga tahun lagi. Karena menurut UU No. 16/2019 tentang Perubahan atas UU No. 1/1974 tentang Perkawinan telah menaikkan usia minimal menikah untuk perempuan dari 16 tahun menjadi 19 tahun" jelas Kama


Apa?? Gilak, dia sampai hapal nomor undang-undangnya. Aku saja gak tau soal begituan.. Tapiiii, menunggu tiga tahun, apa aku bisa???


Aaaaahhhhh...


"Aaaahhhhhh...." desah Sutra pelan namun Kama masih bisa mendengarnya.


"Mas kenapa?"


"Ha, ee ini.. Arrgh..arrgh.., tenggorokan saya seret! Pengen minum. Ntar keluar tol kita mampir mini market sebentar ya.."


"Oke. Terus balik ke pembahasan kita tadi.."


Oh ya ampun, memang dia pintar betul. Fokus dengan topik yang dianggapnya menarik


"Kalau cuma ingin mengikat, itu sia-sia menurut saya. Karena akan lebih menyakiti satu sama lain kalau tidak jodoh.." sambung Kama lagi


Ya Allah..., jodohkan lah hamba dengan perempuan rambut keriting yang bernama Kama Leandra Rahayu, ya Allah... Hamba mohon ya Allah..., jangan tukar sama yang lain ya Allah.. Aamiiin Amiin Aamiiiiin..


"Jadi tujuan mas yang mana?" Kama kembali bertanya


"Mengikat.., mengikat dalam pernikahan!" jawab Sutra pasti


Deg-deg-deg-deg


Jantung Kama kembali berpacu. Kalimat serius dan spontan yang sering keluar dari mulut Sutra selalu mampu memacu adrenalin Kama hingga jantungnya berdetak diatas normal.

__ADS_1


Apa sih..??? Selaluuu aja bikin ser-seran!


"Yaudah kalau gitu tunggu tiga tahun lagi!" jawab Kama sedikit sewot. Gadis itu salah tingkah dengan kalimat Sutra sebelumnya


Loh, kok dia jadi marah ya..?? Hihihi, aneh, tapi aku cintaa.. Cinta dengan semua keanehannya. Paket komplit extra-extra hot dia ini!


"Bismillaah.. Insya Allah saya bisaa.." ucap Sutra dengan senyum yang begitu lebar dibibirnya.


πŸƒπŸƒπŸƒ


--- Quiny Pov ---


Aku dan Melisa baru saja sampai di PIM (pondok indah mall), diantar oleh supir ayah. Sampai di mall kami langsung menuju ke Amazone (amazing town), tempat bermain game dan arena permainan anak.


Satu jam sudah aku dan Melisa bermain game disini, sampai akhirnya Melisa mulai capek.


"Hahaha, gue capek Quin.., kalah mulu game balapan sama tuh anak!" Melisa menunjuk ke arah anak cowok yang usianya kira-kira masih 12 tahun.


"Kita stop dulu yuk.., nyari makan.." ajak Melisa


"Bentar-bentar satu lagi ya Mel.., i want to try pump it up dulu.." aku langsung naik keatas lantai dance. Pump it up adalah game ngedance mengikuti layar.


Tiba-tiba seorang cowok kurus tinggi juga naik ke lantai dance yang satunya disampingku.


"Kita tanding yuk..." ucap cowok itu.


Huh, dia nantangin! Oke, siapa takut!


Walau aku tidak mahir bermain pump it up, tapi setidaknya aku selalu menyempatkan diri bermain ini setiap kali kesini. Sudah lumayan terlatih lah kira-kira. Aku langsung mengangguk dan kami kompak menggesek kartu main agar game mulai start. Setelah kami sepakat memilih lagu, kami kembali kompak menekan tombol play dengan kaki untuk mulai bertanding.


1... 2.. 3.. Go!


"Ayo, Quiiin.. Lo pasti menaang!" teriak Melisa menyemangati. Sepertinya makin banyak orang berkumpul menonton pertandingan kami. Aku berusaha fokus pada layar agar tidak ada tanda yang terlewat satupun. Sesekali kulirik laki-laki yang mengajakku bertanding ini, dia memang asli jago nge-dance. Bahkan tangannya pun ikut bergerak persis band asal Korea.


Oh my God! I will lose..!


Lima belas menit berlalu kami akhirnya selesai di lagu yang kedua.


"Yes, i finally won!" teriakku setelah lagu kedua berakhir dengan aku pemenangnya. Akhirnya posisi kami seri, karena diawal tadi dia menang telak. Aku terlalu terkesima dengan gerakannya sampai tidak fokus dengan layarku sendiri.


"Once again?" tanyaku padanya dan dia tertawa lepas. Cukup manis lah untuk ukuran cowok lokal. Dia memiliki lesung pipi yang posisinya aneh menurutku, terletak dipipi atas dibawah mata. Matanya menyipit habis saat dia tersenyum.


"Hahaha.., gak deh, ntar aku kalah.. Udah lama gak latihan soalnya.." jawaban cowok itu membuat kerumunan orang yang menonton pun bubar. Pertunjukkan sudah selesai.


"Eh ya, kenalan donk.. Namaku Mirro Alfian.., kamu?" cowok itu menanyakan namaku sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


"Quiny.." jawabku singkat


"Kalau kamu?" dia beralih menanyakan Melisa


"Melisa Calista.." Melisa menyambut tangannya dengan antusias.

__ADS_1


Hih, kurang kerjaan memang anak itu!


"Yaudah yuk, Mel.., kita cari makan. Tadi kan lo bilang laper" aku menarik tangan Melisa untuk pergi dari situ


"Eh, ntar dulu Quiny.." dia memanggil namaku


Mau apa dia?


Aku berhenti dan menoleh padanya.


"Apa?"


"Minta nomor hape nya donk.., siapa tau bisa ngelanjutin pertandingan tadi.. Biar aku latihan dulu dirumah.." senyum mata sipitnya kembali dia tunjukkan. Entah kenapa aku jadi teringat dengan Adrian. Ya, Adrian yang sudah punya pacar dan hampir melupakanku.


"Kamu udah punya pacar?" tanpa basa-basi langsung saja kutanyakan hal itu


Tapi Melisa menegurku,


"Eh apaan sih lo, Quin.. Baru juga kenal udah nanyain itu. Malu tau!" bisik Melisa


"Udah tenang aja! Gue punya rencana" jawabku berbisik pada Melisa


"Hehehe, maksudnya gimana nih?" tanya cowok itu dengan tertawa kecil


"Jawab aja dulu!"


"Aku jomblo akut.." akhirnya dia menjawab pertanyaan itu


Gotcha! Baguslah.., dia bisa ku jadikan pacar main-mainku! Memangnya Adrian saja yang bisa punya pacar! Huh, si Kama yang wajahnya sama sekali gak cantik itu!


Aku langsung memberikan nomor ponselku pada cowok yang bernama Milo itu.


"Udah aku chat wa tuh.., liat deh.. Save nomorku ya.." lagi-lagi dia kembali tersenyum


"Siapa tadi nama kamu? Milo ya?" tanyaku memastikan sambil mengecek notif wa ku


"Hahaha.." dia kembali tertawa lepas


"Mirro, Quiiin... Mirro! Bukan Milo!" saut Melisa dari sampingku


"Oh iya, sorry.." aku tersenyum karena berhasil mendapat sasaran untuk kujadikan pacar. Semoga saja dia anak baik-baik, jadi aku gak perlu duel kalo dia macam-macam denganku.


Oh iya, sebagai info, aku ikut ekskul taekwondo di sekolah sejak masih SMP. Itulah kenapa tidak ada cowok yang berani melawanku disekolah walau sudah kukasari.


"Gak papa kok.., dipanggil Milo juga boleh.." lagi-lagi dia tersenyum.


Huh, cowok penebar pesona!


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Buat Sutra, semoga doanya dikabulkan Yang Maha Kuasa ya...Aamiiin...

__ADS_1


Oh my God! Quiny mau nyaplok cowok dari tempat main game di mall..??


Gimana nih gaes?? Mau apa Quiny sebenarnya??


__ADS_2