When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season 2 - Chelsea Gila


__ADS_3

Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas πŸ™πŸ€—πŸ˜˜


-


-


Kedatangan Dega dan Chelsea ke rumah sakit, tidak membuat Kama jengah atau terganggu sama sekali. Ia sudah cukup stres dengan keadaan Sutra, belum lagi sekarang ia harus menerima kenyataan kalau suaminya itu hilang ingatan.


Walau sekarang Chelsea sedang histeris mengetahui kenyataan pernikahan mereka, tapi Kama sama sekali tak perduli. Yang ia pikirkan hanya satu, yakni Sutra. Bagaimana caranya membuat dan membantu suaminya untuk sembuh seperti semula.


"Maaf, Bu, biar Kama aja yang jelasin ke Chelsea" Kama mengambil inisiatip agar Ajeng tidak semakin bingung dengan apa yang sedang terjadi.


"Chels, Ga.., kita ngobrol diluar yuk. Kasian Mas Adrian, biar dia istirahat. Aku khawatir kepalanya sakit lagi" pinta Kama


"Diluar nanti aku akan jelasin semuanya, aku janji" tambah Kama lagi.


Babe, ngapain kamu perduliin perempuan gila ini? Aku gak mau dia berbuat kasar lagi sama kamu!


"Bu, Kama titip Mas Adrian sebentar ya.." Kama pamit pada Ajeng, dibalasnya dengan anggukan.


"Tunggu, kalian mau ngobrol apa? Aku gak mau ada keributan ya! Kalau sampe terjadi hal yang gak enak, aku gak akan maafin siapapun dari kalian! Walau aku lupa semuanya tapi aku gak bodoh, aku bisa rasain siapa yang tulus denganku!" Sutra menyahut dengan tegas, mengantisipasi sikap bar-bar Chelsea sebelum terjadi.


Ajeng masih terpaku mengamati kelakuan empat anak-anak dihadapannya.


"Tenang Bro, gua yang tanggungjawab" Dega meyakinkan.


Mereka bertiga lantas keluar dari kamar, meninggalkan Sutra dan Ajeng berdua.


"Astaga, Ibu pikir kalian semua temenan, eh malah jadi ribut begitu. Yaudahlah, kamu gak usah ikut mikir ya Sut, Ibu yakin Kama pasti bisa ngobrol baik-baik dengan gadis itu. Sekarang kamu istirahat aja, sebentar lagi dokter dateng kok" Ajeng mengusap tangan Sutra, memintanya rilex dan menyerahkan masalah pada Kama.

__ADS_1


Tapi Sutra tidak bisa tenang semudah itu. Chelsea bukan tipe perempuan yang bisa cooling down, dia pasti akan melakukan tindakan kasar pada Kama.


"Bu, ada yang mau Sutra bilang. Tapi janji Ibu harus dengerin dan jangan marah" tiba-tiba Sutra berinisiatip mengatakan yang sejujurnya pada Ajeng agar ia bisa menjelaskan bagaimana sebenarnya seorang Chelsea itu. Sutra menatap serius pada ibunya.


"Loh, ada apa lagi ini?" Ajeng terperangah, mendadak anak laki-lakinya yang tampak datar dan linglung akibat amnesia, malah mengajaknya ngobrol serius.


"Ini penting, Bu! Janji ya.." pinta Sutra sedikit memelas.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Kama mengajak Chelsea dan Dega ke taman yang ada di halaman belakang rumah sakit. Tidak begitu ramai orang disana, jadi merrka bisa leluasa ngobrol tanpa takut diperhatikan siapapun.


"Duduk yuk.." Kama mengajak Chelsea duduk di kursi taman.


"Cepetan jelasin ke gue!" tanpa basa basi Chelsea minta penjelasan.


"Sebenernya ini bukan urusan lo sih Chels, tapi karena gue menghargai lo, terpaksa gue harus cerita" ucap Kama.


"Iya, santai Ga, gak apa-apa kok" sambung Kama.


"M..., dua minggu yang lalu gue dan Mas Adrian udah menikah-" Kama belum selesai bicara Chelsea sudah teriak.


"Gak! Gak mungkin! Lo bohongin gue kan?!" roh jahat Chelsea pelan-pelan menguasai tubuhnya.


Astaga, maaf gaes. Othor hampir berubah genre jadi horor. Hahaha. Maaf ye...


"Chels, aduuh, santae... Jangan treak gitu" Dega buru-buru mendekati Chelsea, memegang bahunya yang naik turun karena mulai emosi.


"Chels, gimana ya bilangnya. Dari awal gue gak pernah deketin Mas Adrian, gue juga gak pernah nyari perhatian dia, yang ada gue malah menghindari dia. Sumpah gue gak tau sama sekali soal hubungan lo dengan dia. Yang gue tau dulu waktu lo pertama kali nembak dia, lo langsung ditolak secara halus. Setelah itu gue gak tau menahu apapun lagi"

__ADS_1


"Lo jangan salah paham Chels, gue gak pernah ngerebut Mas Adrian dari lo. Karena kalian juga gak punya hubungan yang jelas kan? Gue deket sama Mas Adrian tanpa disengaja, dan bukan kemauan gue. Kalo lo tanya ke gue, dari awal gue gak suka dengan tipe cowok seperti dia, apalagi dengan kepopulerannya dikampus. Bener-bener bukan tipe gue. Dan gue gak berminat sama sekali dengan yang namanya cowok"


"Huh, munafik lo! Gak minat tapi kalian sampai menikah?!" saut Chelsea.


"Empat bulan Mas Adrian deketin gue Chels, dan akhirnya karena sesuatu hal hati gue luluh. Tapi ternyata baru aja mulai pacaran, orangtua gue gak setuju. Mereka menuntut hubungan yang jelas diantara kami atau memilih untuk pisah. Dan Mas Adrian langsung melamar gue saat itu juga. Sampai akhirnya kita menikah dua minggu yang lalu" airmata Chelsea seketika menetes. Entah airmata sungguhan atau bukan hanya gadis itu yang tau.


"Gue minta maaf udah bikin lo sedih, Chels. Walau gue gak tau gimana rasanya patah hati, tapi liat lo sampai menangis itu artinya pasti hati lo sakit banget..."


"Sejujurnya gue ini nerd, dan juga introvert. Gue jauh dari kata cantik. Sama sekali gak bisa dibandingkan dengan diri lo yang super cantik, pintar dan populer. Bahkan seujung kuku lo pun, gue enggak" tangis Chelsea sedikit reda berkat pujian Kama mengenainya.


"Tapi bukan mau gue semua ini terjadi, Chels. Gue cuma peran, yang mengatur tetap Sang Pemilik Kehidupan" entah anugerah dari mana, yang pasti Kama bisa bicara begitu panjang dan bijak saat ini.


"Tuhan yang menyatukan hati kami berdua hingga ke pernikahan. Bukan gue ataupun Mas Adrian. Jadi gue harap sekarang lo mau mengerti ya Chels" Kama mengusap punggung tangan Chelsea, namun langsung ditepis olehnya.


"Gak usah pura-pura baik lo! Gue gak butuh dikasihani! Selama hidup gue, apapun yang gue mau pasti gue dapetin, termasuk Adrian! Terserah kalian mau mengaku sudah menikah ataupun enggak, gue gak perduli! Niat gue tetap sama. Cepat atau lambat gue akan ambil Adrian dari lo! Anggap aja sekarang gue lagi nitipin dia, jadi lo manfaatin deh waktu sebaik mungkin sampai limitnya habis!" ternyata tangis sedih Chelsea tak serta merta membuat otak gilanya jadi waras.


Kama memiringkan kepalanya, ia mengerutkan dahi pertanda heran. Ternyata perempuan di hadapannya ini memang tidak bisa di ajak ngobrol baik-baik. Percuma ia sudah menjelaskan panjang lebar, toh Chelsea tetap bernapsu memiliki Sutra didalam benaknya.


Huh, dasar gila!


"Yaudah lah Chels, kayaknya percuma ngomong baik-baik sama lo. Terserah lo deh mau bilang apa. Gue gak perduli. Yang jelas sekarang gue udah gak punya waktu ngeladenin lo lagi. Suami gue sakit dan dia butuh gue di sampingnya" Kama sudah kehabisan kata sabar meladeni Chelsea.


Chelsea melirik, ia jengah mendengar kata-kata 'suami' dari mulut Kama.


"Gue mau balik ke kamar. Tolong lo jauh-jauh deh, jangan gangguin kita! Bye..." Kama beranjak dari kursi.


"Gue duluan ya Ga!" ucapnya lagi sambil berlalu pergi.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚

__ADS_1


Tampaknya Chelsea pantang mundur sebelum perang dunia nih gaes..


__ADS_2