When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season 2 - Konspirasi


__ADS_3

Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas πŸ™πŸ€—πŸ˜˜


-


-


Jam 10 pagi ini Kama dan Ida sudah bersiap menunggu jemputan Ajeng di loby apartemen. Mereka di temani oleh Sutra, sementara Datuk Emran sedang rapat tell confrence di unit kamarnya.


"Adrian, Biang udah siapin makanan di meja. Tapi Abah gak suka makan makanan yang dingin, kamu bisa tolong Biang angetin kan? Masukin ke oven aja sama mangkuknya, atur suhunya dan cukup 5 menit udah anget kok. Udah bisa di makan" Ida meminta tolong pada Sutra.


"Oke, Biang, berees... Kalau yang di tinggal nemenin Abah itu Kama, pasti dia kebingungan sama pesan Biang, hehehe" Sutra sengaja mencandai istrinya, yang di balas Kama dengan tatapan sinis.


"Hehehe, iya bener. Jadi kamu udah hapal donk ya kalau anak Biang gak bisa masak apa-apa" Ida mengusap punggung Kama agar ia berhenti memandang Sutra dengan tatapan begitu.


"Tapi Kama udah mau belajar kok Biang. Kemarin kita masak bareng waktu nginap di Depok" sekarang Sutra tersenyum menatap Kama. Ia teringat dengan moment masak bersama Kama kemarin.


"Wah, pinter anak Biang. Gitu donk, mau belajar masak buat suami" Ida mengacungkan jempol pada Kama. Ia betul-betul mengapresiasi perubahan Kama.


Tin Tin !


Ternyata mobil Ajeng sudah datang. Ida dan Kama pun keluar gedung dan langsung naik ke mobil. Sementara Sutra hanya mengantar dan memandangi sampai mobil yang mereka naiki hilang dari pandangan.


Saat Sutra berbalik badan untuk masuk ke dalam gedung apartemen, seseorang memanggilnya.


"Adrian!" panggil seorang laki-laki tinggi dengan kemeja hitam.


Adrian berbalik dan melihat ke asal suara.


"Benar Adrian kan?" sapa laki-laki itu lagi.


"Ya benar, anda siapa ya? Apa saya kenal?" Sutra mencoba mengingat orang itu. Apa mungkin dia pernah melihat sebelumnya atau pernah kenal dimana.


"Perkenalkan saya Azfar, kita baru pertama kali bertemu. Bisa kita ngobrol sebentar?" saut laki-laki itu.


Aneh, siapa orang ini. Gimana dia bisa tau kalau aku ada di apartemen ini?


"Boleh, ayuk kita ngobrol di loby" Sutra mengajak laki-laki itu masuk ke dalam gedung, duduk di sofa yang tersedia di sana.


Azfar mengikuti langkah Sutra di belakang hingga mereka duduk dengan posisi berhadapan di sofa. Kebetulan pagi itu loby sepi, hanya mereka berdua yang duduk di sana. Keamanan gedung, selalu stand by di pintu masuk, sementara resepsionis gedung berjarak 8 meter dari sofa. Jadi tidak bisa mendengar dan terlalu memperhatikan mereka.

__ADS_1


Azfar mengeluarkan besi kecil berbandul di kedua ujungnya dari kantong celana. Ia lantas memainkan benda itu dengan satu tangan sejajar dengan meja.


"Ah, ya, saya dengar dari teman kalau Mas Adrian ini seorang arsitek, benar kan?" Azfar membuka obrolan, sembari satu tangannya memainkan besi berbandul itu.


Fokus Sutra terpecah. Awalnya ia bingung dengan kelakuan orang di depannya yang memainkan benda aneh di tangan. Namun begitu laki-laki itu bertanya, Sutra merasa sedikit tenang karena pertanyaan menyangkut profesinya.


"Iya, benar" jawab Sutra.


"Good, kalau gitu saya ketemu orang yang tepat. Kebetulan saya pengusaha property di Surabaya" sambung Azfar.


Mata Sutra terus berpindah ke wajah dan permainan tangan Azfar hingga membuatnya sedikit pusing.


"Saya ingin menawarkan kerjasama untuk Mas, gimana? Saya harap Mas Adrian berkenan ya..." gerakan permainan besi bandul di tangan Azfar semakin cepat.


"Boleh, kapan kita mulai?" di luar dugaan, tiba-tiba saja Sutra menyetujui obrolan bisnis yang baru lima menit itu. Entah apa yang ada di pikirannya yang jelas Sutra sudah mengiyakan.


"Hari ini bisa Mas? Kita berangkat sekarang?" Azfar langsung menangkap kesempatan untuk membawa Sutra pergi. Dan parahnya Sutra mengangguk lalu mereka langsung berjabat tangan sembari berdiri bersama.


"Ayo mari Mas, mobilnya sudah menjemput" tak di sangka sebuah mobil SUV sudah berhenti di luar gedung. Azfar langsung menggiring Sutra naik bersama dengannya.


Tak ada yang patut di curigai dari gelagat mereka. Sutra bergerak tanpa paksaan sama sekali. Ia bahkan melangkah dengan kompak bersama laki-laki itu, seolah mereka adalah teman lama.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Chelsea baru saja membuka matanya perlahan. Ada sesuatu yang menimpa dadanya hingga terasa sesak. Saat matanya sudah terbuka sempurna ia baru melihat kalau yang menimpa dadanya itu adalah sebuah tangan.


Sontak gadis itu menoleh ke kiri. Ternyata tangan yang menimpa dadanya adalah tangan Dega.


Apa? Dega? Gimana ceritanya? Kok bisa?


_flashback on_


"Chels, udeh udeh.., lu udeh parah banget ntu!" Dega menghentikan aksi minum-minum Chelsea pada gelas red wine yang kedua.


Ya, gadis itu minta di temani oleh Dega minum-minum. Mereka tidak pergi kemana-mana, melainkan memesan minuman beralkohol lewat security gedung untuk membelikannya. Tentunya dengan uang tip yang lumayan besar.


Chelsea memang bukan wanita yang polos seperti Kama. Sesekali ia juga mengkonsumsi coctail (minuman beralkohol yang di campur dengan bahan-bahan lain yang beraroma), di acara party beberapa temannya.


Namun kali ini berbeda. Ia minum minuman beralkohol tanpa campuran, hanya es batu sebagai tambahan.

__ADS_1


"Apaan sih Ga! Berisik banget! Aku gak mabok, kok! Mending kamu temenin aku minum!" Chelsea menyodorkan gelas lain. Ia menuangkan botol yang bertuliskan vodka ke dalam gelas berisi es batu.


"Eh, kagak-kagak, gua kagak minum!" semula Dega menolak ajakan Chelsea. Namun Chelsea terus memaksa. Ia mengoceh tanpa henti mengatai Dega, hingga akhirnya Dega tersulut dan langsung menghabiskan segelas dengan sekali tenggak.


"Dah, puas lu!" seru Dega sembari melotot pada Chelsea.


"Belum! Segitu doank, masa kalah sama cewek, hahaha. Cemen banget sih!" Chelsea menertawai Dega.


"Yaudeh nih, tuang lagi! Udeh terlanjur gua dosa gara-gara elu! Sesendok ame sebotol juge dosa nye sama kan" saut Dega tak mau kalah. Ia merasa sudah terlanjur kecipratan, kenapa tidak sekalian basah saja.


Akhirnya Chelsea dan Dega menghabiskan satu botol masing-masing. Mereka seolah bertanding siapa yang paling kuat di antara mereka, hingga tanpa mereka sadari apa yang mereka minum sudah menguasai diri mereka sepenuhnya.


Chelsea terkulai lemas di atas dada Dega dengan posisi yang tidak karuan. Gadis itu menaiki tubuh Dega lebih dulu lalu tergeletak di atasnya sembari memeluk Dega di atas sofa. Ya, mereka saling timpa menimpa di sana.


Semula Dega hanya diam, namun tanpa sengaja ia berbalik hingga tubuh Chelsea jatuh ke bawah sofa bersama dengannya. Kini giliran Dega yang menimpa Chelsea.


"Aaawww! Sakiiiit..." keluh Chelsea dengan suara manja. Efek alkohol membuat suaranya tertahan dan sedikit bergetar, seolah sengaja bermanja-manja, padahal tidak sama sekali.


Mendengar itu Dega jadi terpancing. Bukannya turun dari atas tubuh Chelsea ia malah dengan berani mencumbui gadis itu. Gadis yang sudah menyita waktu dan pikirannya selama 6 bulan belakangan. Membuat ia lupa menabur harapan dengan cewek-cewek lain seperti yang biasa ia lakukan.


Tak taunya cumbuan Dega bak gayung bersambut. Kolaborasi bibir dan lidah Dega yang pintar bermain membuat Chelsea menikmati bahkan membalas dengan sangat baik. Ia seperti melihat wajah Sutra disana yang sedang memcumbuinya. Rasa bahagia bercampur napsu kian menjadi-jadi di benak Chelsea.


Cumbuan itu kini menuntut yang lebih. Dengan khayalan mata masing-masing mereka lantas sepakat melanjutkan aktifitas itu di dalam kamar.


"Di kamar aja yuk..., biar leluasa..." ajak Chelsea dengan suara manja, yang masih terus memandang Dega sebagai Sutra.


Tanpa menjawab sepatah kata pun, Dega lantas menggendong Chelsea menuju kamar dan meletakkan gadis itu di atas ranjang. Dega membuka satu persatu baju yang menempel di tubuh Chelsea tanpa melepas cumbuan mereka. Begitu pula dengan Chelsea. Ia membantu Dega melepas pakaian. Mereka kini bak sepasang kekasih yang saling mencinta dan menginginkan satu sama lain.


_flashback off_


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Oh my God 😱😱


Sutra kemana? Kemana Sutra?? Beneran di bawa Ke Surabaya???


Dega?? 🀀😍


Woaaa, menang banyak bro..

__ADS_1


Kita doain semoga Dega dan Chelsea langgeng yuk 🀣🀣


__ADS_2