
Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas ππ€π
-
-
Sekarang hanya pakaian dalam yang melekat ditubuh mereka masing-masing. Kama sampai terkejut saat melihat tonjolan dibalik celana dalam suaminya. Ada makhluk aneh disitu, yang besarnya persis seperti botol minyak kayu putih cap La*ng ukuran besar.
Maklumlah ya, bule. Sizenya diatas normal orang lokal nusantara. Makanya kita sebut saja dia komodo Lang. Sang prajurit tempur import yang belagak paling tangguh tapi belum pernah bertempur sekalipun. Jangankan bertempur, latihan bersama komandan pun dia belum pernah. Sungguh malang nasibnya.
Mata Kama melotot memandangi posisi itu. Tapi Sutra cepat-cepat mengalihkan perhatiannya. Sutra mengajak Kama duduk ditepi bathtub dan kembali menuangkan wine sedikit digelas kaca yang telah kosong.
Efek alkohol tidak boleh lepas dari mereka agar malam yang indah ini tidak putus ditengah jalan. Begitulah kira-kira yang ada diotak Sutra. Wah, pintar juga laki-laki satu ini memanfaatkan keadaan istrinya.
"Minum, Babe..." Sutra menyerahkan gelas berisi wine pada istrinya yang lugu bin bodoh itu.
Langsung Kama menerimanya dengan senang hati. Rupanya perempuan itu sudah ketagihan dengan sensasi fly dari wine yang di minumnya. Tapi Sutra tidak serta merta melakukan hal yang sama. Otak laki-laki itu sudah mulai pintar sekarang. Ia tidak mau melewatkan malam yang indah ini tanpa kesadaran sedikitpun yang akan membuatnya lupa part of part.
Akal bulus ni si Sutra. Pasti diajarin sama playboy cap panah, si Dega. Eh, apa kabarnya ya Dega dengan Chelsea? Ada yang pengen tau gak? Next, kita bahas tentang mereka ya. Karena Dega terpaksa tidak hadir diacara pernikahan Kama dan Sutra karena alasan yang mengerikan. Tapi tenang, gak ada hubungannya dengan setan kok. Karena cerita ini tidak berubah genre jadi horor.
Oke, kita lanjut ya.
Sutra bangkit dan mengambil handuk, mengeringkan tubuh perempuan tercantik dan tersexi yang ada dihadapannya saat ini. Setiap bagian tubuh Kama dari atas hingga kaki lengkap disentuhnya dengan handuk. Membuat komodo Lang semakin menjadi-jadi. Seandainya anak buah boleh mendahului komandannya, pasti komodo Lang yang pertama melakukannya. Menerobos keluar tanpa ijin sang komandan.
Wajah Kama semakin merona saja. Ia terus tersenyum lebar memandang suaminya. Setelah tubuh mereka berdua kering, Sutra mengajak Kama keluar dari kamar mandi menuju ranjang.
"Yuk, mau aku gendong?" tanya Sutra dengan suara berat, lantaran terlalu banyak menelan salivanya sendiri.
__ADS_1
Kama lantas menggeleng malu dengan mata sayunya. Mata mabok sih kalau bahasa pasarannya. Mereka sampai di ranjang king size dengan taburan bunga berbentuk hati diatasnya.
Kalau saja Sutra tidak terpengaruh alkohol, nyalinya pasti tidak akan sampai ke tahap ini. Apalagi membayangkan wajah macan dan anak macan yang mengamuk. Buyar semuanya.
Sutra mendudukkan Kama ditepi ranjang. Tubuh Kama pun bereaksi, ia tidak tinggal diam. Perempuan itu mengalungkan kedua tangannya dileher Sutra dan mengangkat kedua kakinya diatas paha suaminya, hingga komodo Lang ikut menyundul paha Kama.
Sluuurrrph, enak 'ndan.. Mulus banget! Liciiin
Udah lu diem dulu! Ini giliran gue! Jangan ngelunjak lu jadi bawahan!
(cuma disini ada dialog dalam hati antara komodo dengan komandannya, hahaha)
Posisi kedua insan itu sudah wow sekarang. Maksudnya sudah luar biasa, tidak pernah terbayangkan oleh mereka sebelumnya akan melakukan seperti itu.
Tak mau kalah Sutra melingkarkan tangannya dipinggang Kama, menariknya lembut agar sentuhan skin to skin mereka semakin lengkap.
Kama menghisap dan melu-mat bibir suaminya satu persatu dimulai dari atas. Menikmati daging empuk milik Sutra dengan penuh gairah. Ya, Kama sudah bergairah sekarang. Gelas wine kedua sudah menjadikannya persis bintang film blue mode slow.
Jangan ganas-ganas, ntar gak asik mainnya. Slow but sure akan lebih berasa disetiap partnya.
Ciu-man panas ronde satu mereka berlangsung selama lima belas menit, hingga mereka terengah-engah kehabisan oksigen.
"Hah..hah..hah..." suara napas mereka beradu.
Selanjutnya tatapan mereka seperti saling memahami satu sama lain. Mereka berdua berpindah posisi naik diatas ranjang dan masuk ke dalam selimut.
Kama memulai kembali aksinya. Ia naik keatas dada Sutra dan meraih bibir suaminya lagi dan lagi. Mengulang hisapan dan lu-matan yang sudah membuatnya ketagihan.
__ADS_1
Loh, tunggu dulu! Ini apa gak salah ya? Kok jadi Kama yang aslinya kalem malah jadi liar begitu?
Yes! Gak salah kok. Itu memang Kama yang menguasai aksi ranjang mereka saat ini. Gairahnya sudah naik, birahinya berkejar-kejaran, ingin menikmati sensasi nikmat bersama laki-laki yang sudah menjadi suaminya itu.
Nah loh, pelajaran ini. Hati-hati sama orang yang tampak kalem dan sok cool, gak taunya punya hasrat membludak yang gak abis-abis. Intinya don't judge someone by the cover, karena sampul belum tentu sama dengan isinya.
Jangan ditanya bagaimana bahagianya Sutra saat ini. Ia membiarkan istri lugunya itu menjadi penguasa disetiap gerakan sembari menikmati setiap gesekan dari dada hingga paha Kama yang naik turun diatas tubuhnya.
Semakin lama ciuman Kama semakin liar. Ia memainkan lidahnya didalam rongga mulut Sutra dengan lihai. Entah dari mana Kama mempelajari itu, yang pasti gerakannya mengalir begitu saja. Membuat Sutra membalasnya dengan tidak kalah panas. Laki-laki itu sampai mengapit badan Kama dengan sebelah kakinya.
Heh, Sutraaaaa! Awaaaasss, rem jangan sampe blong! Author sekedar mengingatkan poin kedua di perjanjian pranikah kalian berdua.
Nih, beginilah author yang kelewatan. Orang lagi asik melewatkan step by step, dia koar-koar mengingatkan hal yang gak perlu diingat. Sungguh terlalu! Sampai hati kau thor! Kayak gak pernah ngalamin aja! Baru juga mau naik ke puncak Monas, tapi keburu dilempar tali tambang hingga tertangkap.
Komodo Lang yang ikut bergesekan karena komandannya mengapit, tampak semakin buas. Dia berteriak-teriak minta keluar sampai ngences membasahi sarung penutupnya alias celana dalam. Hahaha. Luarbiasa pertahanan sang komandan. Ia rela menghalau rasa membara sendirian tanpa melibatkan anak buahnya. Patut dicontoh komandan yang begini. Rela mati demi melindungi anak buahnya.
πππ
Oh no..., masuknya karakter baru yakni komodo Lang semakin menambah konflik dalam cerita ini, benarkah demikian?? π€£π€£
Apakah Komodo Lang sanggup bertahan dibawah sana? Atau ia akan menggigit kain penutupnya hingga terobek-robek tak berbentuk lagi?
Saksikan kisahnya di next episode..
Cekidot gaes.. π€π
__ADS_1