When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
SALAH PAHAM


__ADS_3

Tak terasa Kama sudah menghabiskan waktu selama 3 jam bersama Adrian di kamar nya. Pelan-pelan Kama mulai terbiasa dengan pak Adrian, walau tetap dengan sikap sok cuek nya.


Adrian dan Kama juga tampak sarapan bersama. Adrian memesan nasi uduk dan teh manis hangat lewat ojek online, dia tau kalau Kama tidak selera dengan sarapan yang disediakan rumah sakit.


Sambil makan mereka ngobrol macam-macam, walau kebanyakan topik nya seputar kampus. Adrian juga menceritakan pengalaman nya menjadi mahasiswa magister hingga sampai ke tahap pengerjaan tesis seperti sekarang ini.


Tak berapa lama Aji dan tante Lulu datang. Mereka masuk ke kamar rawat Kama dan mendapati Kama dan Adrian sedang duduk di meja makan, dengan box makanan yang sudah kosong dihadapan masing-masing.


Seketika tante Lulu tersenyum dengan kedua nya. Tante Lulu merasa sangat bahagia, dalam benak nya, Kama ponakan yang sangat pintar mencari kekasih, memilih cowok yang sangat tampan yang ada di dunia ini.


"Hai, pagii" sapa tante Lulu dengan senyum bahagia


"Ah ya, pagi, tan-te" Adrian langsung menjawab, namun dia sedikit ragu harus memanggil istri aji dengan sebutan tante ato apa


"Pagi tante" jawab Kama menyusul


"It's ok, panggil tante boleh kok" tante Lulu kembali tersenyum, dia sangat menyetujui Adrian memanggil nya tante karena menurut nya Adrian adalah kekasih keponakan nya.


Tante lulu dan aji berjalan mendekati Kama dan Adrian, mereka berdua ikut duduk di meja makan segi empat,


dengan posisi saling berhadapan, Kama berhadapan dengan Adrian, dan aji berhadapan dengan istrinya Lulu.


Sejak datang aji hanya diam. Pandangan aji terus tertuju pada Adrian sambil sesekali menatap kesal ke istri nya yang terus saja tersenyum pada Adrian. Kama merasa suasana agak tegang lantaran sikap aji, dia berpikir kalau aji masih saja cemburu buta ke tante Lulu


"Aji sama tante, udah sarapan?" tanya Kama membuka obrolan, bermaksud mencairkan suasana hati aji


"Off course, sayang. Kita kan selalu sarapan di rumah di temenin baby Jason" hanya tante Lulu yang menjawab, aji masih tetap diam


"Aji mau teh? Nih..." Kama menyodorkan cangkir teh milik nya yang di order Adrian tadi, yang kebetulan belum di minum.


Dengan terpaksa aji menerima cangkir teh dari Kama, pasal nya Kama menyodorkan cangkir itu langsung ke depan hidung aji


"Mck, iya..!" seketika aji menghabiskan teh itu dalam sekali tegukan dan kembali memandang Adrian seperti sebelum nya.


Kama tidak menyangka bahwa aji betul-betul cemburu dengan Adrian hingga bisa menghabiskan teh dalam sekali teguk. Lantas Kama berniat untuk memperkenalkan ke aji siapa sebenar nya Adrian, agar aji tidak terus salah paham, pikir nya.

__ADS_1


"Aji..! Udah deh. Dia ini pak Adrian, dosen Kamaa"


"Aji tau.." aji menjawab datar namun pandangan mata nya masih juga tidak lepas dari Adrian.


Kama terkejut, ternyata aji sudah tau bahwa Adrian itu dosen nya, lantas kenapa cemburu aji belum juga reda? Kalau terus begini, bisa-bisa aji bertengkar dengan tante Lulu, aku harus cari cara biar aji percaya dan berhenti cemburu! pikir Kama


"Dia.., dia pacar Kama.." hanya itu yang terlintas di pikiran Kama, agar bisa membuat aji berhenti untuk cemburu buta


Mendengar pernyataan itu, sontak aji dan Adrian terkejut. Mata mereka berdua melebar sempurna. Dan seketika itu juga atmosfer di atas meja makan jadi semakin gak karuan. Masing-masing dari mereka bergulat dengan pikiran nya.


Dalam pikiran aji, dia terkejut lantaran mengetahui ponakan nya Kama punya pacar, padahal yang dia tau dari dulu Kama gak mau pacaran, apalagi dengan laki-laki seperti Adrian yang wajah nya, aaah..menyebalkan menurut aji,


wajah yang bisa memikat semua wanita! Dan lagi waktu bicara serius dengan Adrian tadi malam, Adrian tidak sedikitpun menyebut bahwa mereka pacaran.


Sementara Adrian, dalam pikiran nya dia tak menyangka Kama mengakui nya pacar, apa ini berarti Kama diam-diam juga menyukai nya, dan bertindak cepat dengan menganggap kedekatan mereka sebagai pacaran?


Aaah..ini terlalu cepat, aku belum siap mental menembak Kama, malah udah keduluan, batin Adrian ke ge-erran


"Hahaha.., hahaha.." gelak tawa tante Lulu seketika memecah ketegangan yang terjadi akibat pengakuan Kama tadi.


Lantas aji jadi merasa malu karena terus di tertawa kan oleh istri nya,


"Luluuu, stop" aji menegur lembut istri nya


"Ok, ok.. I'm so sorry, honey. Tapi kamu beneran lucu tau. Kenapa harus terkejut? Wajar kan kalo Kama pacaran.." tante Lulu menjelaskan ke aji seraya melirik Kama di akhir kalimat nya


"Tapi dia masih 16 tahun, Lulu.., eh 15.." "Minggu depan kan kamu ulang tahun, Kama?" aji menjawab Lulu seraya bertanya ke Kama


Adrian tetap saja duduk diam diantara perbincangan mereka. Rasa terkejut campur bahagia nya belum juga reda, pikiran nya berputar kemana-mana, menebak-nebak sejak kapan Kama mulai menyukai nya. (hahaha, Adrian ke Ge-eRan!)


"Eh, tapi tunggu dulu.Hei, laki-laki jelek! kenapa tadi malam kamu gak bilang ke saya kalau kalian pacaran?!" seketika aji mengingat Adrian, dia beralih menanyai Adrian, membuat lamunan Adrian tentang Kama buyar


"Ah, ee....." Adrian bingung, tidak tau harus menjawab apa, segala hal tentang diri nya sudah dia ungkapkan pada aji tadi malam, namun dia tidak tau bahwa hari ini status hubungan nya dengan Kama sudah berubah menjadi pacaran


"Kita baru jadian aji. Tadi pagi waktu Kama bangun tidur" Kama menangkap kebingungan Adrian, dia segera menggantikan Adrian untuk menjawab pertanyaan aji, karena memang semua kesalah pahaman ini terjadi akibat ulah nya sendiri.

__ADS_1


Namun aji bukan lah orang yang mudah percaya begitu saja, dia tipe orang yang kepo, dia akan bertanya sampai tuntas, atau akan mencari tau lewat jalan lain sampai tuntas


"Oh ya, jangan bilang kamu tidur disini ya tadi malam!!" aji berujar tegas, dia lantas mencurigai Adrian mencari kesempatan untuk bermalam di kamar rawat Kama tadi malam


Mata Adrian kembali terbelalak, dia kaget dengan kecurigaan aji terhadap nya


"Apaan sih aji! jangan neting (negatifthinking) , deh.. Kama juga gak tau kalau pak Adrian masih di rumah sakit, sampai Kama selesai beres-beres dan keluar kamar karena bosan, baru Kama liat dia duduk di kursi ruang tunggu.." kama segera menjelaskan panjang lebar hingga membuat Adrian kembali tenang


"Terus dia nembak kamu? Ngapain kamu terima dia??" aji masih juga bertanya bahkan sampai ke kronologis jadian


Untuk kesekian kali nya mata Adrian terbelalak, ini sudah tiga kali sejak pengakuan Kama di awal tadi. Entah harus berapa kali lagi dia terkejut dibuat om dan ponakan ini, pikir nya


Di sisi lain, Kama mulai kesal pada aji, penyakit kepo aji memang gak pernah berkurang sedikitpun, pikir Kama


"Oh, jadi aji mau tau sampe situ? Oke! Ya, pak Adrian nembak Kama. Dan langsung saat itu juga Kama terima. Kenapa? Karena dia terlalu baik, dia bahkan gak tidur semalaman karena kawatir dengan Kama. Dia juga terus merasa bersalah karena hampir menabrak Kama kemarin, sampai dia benar-benar terpukul.. Ohya satu lagi, biar aji tau! Taksi onlen yang kemarin nganter Kama ke rumah aji, itu juga pak Adrian!" dengan menggebu-gebu menahan kesal Kama berucap semua nya ke aji.


Sedetik kemudian Kama tersadar kalau semua ucapan nya ke aji, terlalu berlebihan. Semua ini gara-gara niat nya yang ingin meredakan rasa cemburu aji,


tapi malah membuat nya masuk dalam masalah baru.


Oh Tuhaaaan, bagaimana nanti aku menjelaskan semua kesalah pahaman ini ke pak Adrian? Semoga saja dia mau mengerti keadaan nya, pikir Kama lagi


Di sisi lain, Adrian tertegun dengan ucapan Kama barusan. Adrian menatap Kama, dia terperangah Kama bisa menjelaskan sampai begitu ke aji. Ternyata Kama menilai diri nya terlalu baik, hingga Kama mengakui bahwa mereka pacaran.


Aji terdiam di tempat duduk nya. Dia menyimak dengan jelas ucapan Kama barusan. Walaupun masih ada sedikit keraguan di hati nya, namun dia mencoba untuk percaya lantaran Lulu istri nya terus saja memandang tak enak pada nya sejak tadi.


"So, honey, where is the doctor? Kama pasti udah bosan disini, bener kan?" pertanyaan tante Lulu seketika memecah ketegangan mereka masing-masing


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI πŸ˜ŠπŸ™


KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT πŸ€—


JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)

__ADS_1


__ADS_2