When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
APARTEMEN 11CE


__ADS_3

--- Kama Pov ---


Untung saja jarak klinik dari kost ku hanya 10 menit, soal nya aku takut melihat keadaan si dosen freak itu, takut kalau dia tiba-tiba mati dan aku jadi viral di berita karena kebetulan sedang bersama nya.


Sampai di klinik, suster jaga langsung membopong nya dan memeriksa keadaan nya. Aku baru sadar kalau aku hanya membawa ponsel di saku celana ku. Gimana nanti aku bayar biaya perobatan? Ah tp gampang lah, nanti aku akan meninggalkan ponsel sebagai jaminan.


Mungkin sekitar 15 menit si dosen freak itu di dalam kamar rawat hingga suster keluar memanggil ku,


"Maaf, mbak siapa nya ya? Pacar nya?"


"Eh, bukan!" enak saja dia mengatai ku pacar nya


"Teman nya?"


"Bukan!"


"Keluarga nya?"


"Bukan juga!"


"Looh, trus mbak siapa nya?" jelas aku orang yang nolong lah sus.


"Saya muridnya"


"Oooh jadi mas ganteng itu guru ya. Guru dimana, mbak? saya mau donk jadi muridnya juga" huuhh bahkan suster ini pun ga luput dari pesona si dosen freak itu.


"Terus dosen saya itu kenapa, sus? Sampe pingsan gitu" aku penasaran


"Oooh jadi mas ganteng itu dosen ya" dengan mata yang berbinar suster ini malah tidak menjawab pertanyaan ku sama sekali. Kayak nya semua perempuan wajib tergila-gila pada si freak itu.


"Apa dia harus rawat inap ya, sus?"


"Enggak kok mbak... Itu mas ganteng nya udah sadar. Tekanan darah nya rendah. kecapean, katanya udah 4 hari kurang tidur. Tadi udah saya suntik penambah darah. Dan dia juga belum makan. Mbak bisa anterin mas ganteng nya pulang kan? Dia belum boleh nyetir ya. Sekalian makan nya jangan lupa ya mbak. Aduuuh kasiannya mas ganteng. Atau saya aja ya yang nganterin mas nya pulang?"


"Ga usah sus, makasiiih" suara dosen freak itu membuat ocehan suster berhenti.

__ADS_1


"Oh ya, berapa sus biaya nya?" sambung dia lagi dengan senyuman maut yang bikin suster keliyengan


"Eng-gak usah mas ganteng. Gak papa kok. Cepat sembuh yah mas ganteeeng" tidak ku sangka wajah tampan nya bisa membuat biaya perobatan jadi gratis, hihihi.


"Jangan sus, ini.., terimakasih sebelumnya" dosen freak meninggalkan tiga lembar uang seratus di meja suster dan segera mengajak ku pergi dari situ.


Dia masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi sebelah supir. Itu artinya dia menyuruh ku menyetir mobil nya lagi,


"Maksud bapak saya yang nyetir?"


"Kan kamu dengar apa kata suster tadi"


Aku menghela napas. Haah.. salah apa aku sampai harus berurusan dengan nya malam ini?!


"Terus ini mau kemana? Saya ga tau jalan pak"


"Saya lapeer banget! Seharian saya belum makan gara-gara kamu.." iiih, apa-apaan kalimat nya!


"Kok gara-gara saya?"


Ya ampuun, enteng nya dia menjawab begitu. Kayak nya dosen freak ini sudah mulai erorr deh, apa hubungan dia gak makan dengan pesan yang gak ku balas...??????


πŸƒπŸƒπŸƒ


Kami sempat singgah di KFC drive thru sebelum menuju ke rumah nya. Ya, aku terpaksa mengantar kan nya pulang karena melihat keadaan nya yang benar-benar lemah saat ini. Padahal bisa saja ku tinggal kan dia di klinik biar jadi bahan cem-ceman suster, tapi aku gak tega, kondisi fisik nya sangat lemah akibat sok jago untuk gak tidur berhari-hari. Dia merasa dirinya seperti highlander mungkin.


Akhir nya kami sampai, ternyata dosen freak ini tinggal di Lippo Homes Condominium, tidak jauh dari UI. Lumayan juga nih harga sewa nya, aku pernah liat di iklan online.


Dia memandu ku sampai masuk ke parkiran basemant apartemen. Begitu mobil nya terparkir rapi, aku bergegas membantu nya turun dan menuju lift. Haah..aku udah kayak asisten pribadi nya saat ini. Menyebalkan!


Kami sampai di lantai 11 apartemen. Keluar dari lift berbelok ke kanan dan terus berjalan hingga ke ujung koridor. Terlihat unit kamar yang bertuliskan 11CE di depan pintu nya. Segara dia menempelkan kartu akses masuk agar pintu kamar nya terbuka.



Aroma maskulin menyeruak dari dalam kamar. Hmm..kamar nya lumayan rapi untuk ukuran cowok. Tapi kok cuma ada satu kasur ya? Apa dia tinggal sendirian disini?

__ADS_1


Aku membantu nya berjalan hingga ke sofa.


"Maaf, ya.. Buku-bukunya berantakan.." terlihat ada dua tumpuk buku di atas meja kecil nya. Kayak nya itu buku-buku yang membuat nya gak tidur berhari-hari.


Aku membantu nya lagi dengan memindah kan tumpukan buku itu ke rak di dekat tv


"Yaudah bapak makan deh, saya mau pamit pulang"


"Tapi kamu harus tanggung jawab.." aku kaget, dengan maksud omongan nya. Apa mungkin soal.., pintu mobil nya yang ku pukul sandal tadi ya?? Waah, berapa banyak aku harus ganti rugi? Semoga aja aku gak harus sampai jual ponsel gara-gara itu.


"Maksud bapak, soal pintu mobil ya?" ku beranikan diri bertanya, tapi dia malah tersenyum geli melihat ku. Hiih, aku gak suka melihat senyum nya! Apa maksud dia menertawai ku?!


"Bukan.."


"Terus saya harus tanggung jawab apa?" kalau bukan soal pintu, soal apa lagi ya


"Kan tadi sudah saya bilang. Saya belum makan gara-gara kamu. Saya nungguin kamu balas pesan saya"


Hahh?? Apaa?? Jadi dia serius soal itu?? Oooh.. aku sungguh gak bisa berkata apa-apa lagi. Benar-benar FREAK!


"Sebenarnya dari siang tadi saya mau minta tolong sama kamu.."


"Bapak mau minta tolong apa..?" mungkin wajah ku mirip jelmaan dewi penolong


"Tolong temenin saya makan" mulut ku sampai ternganga, mata ku pun seperti mau keluar sanking kaget nya mendengar kalimat nya barusan. Sumpah, dia positip freak!!


"Jangan melotot gitu donk, muka kamu jadi keliatan aneh. Yuk temenin saya makan. Tadi saya order paket berdua soal nya" huuuufffttt, no komen!


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI πŸ˜ŠπŸ™


KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT πŸ€—


JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)

__ADS_1


__ADS_2