
TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI ππ
TINGGALIN JEMPOL DAN VOTE NYA JUGA YA (he..he..he)
I Love U π
.
.
.
Sutra menggenggam tangan Kama yang duduk disebelahnya.
"Besok saya naik flight malam jam delapan.. Tapi paginya kita kencan dulu ya.. Kencan pertama setelah jadian.." ujar Sutra memandang lurus ke depan, jantungnya berdetak cepat sanking bahagianya bisa duduk sedekat itu dengan Kama.
Kama sendiri tak kalah gugup, hatinya berbunga-bunga. Duduk berdampingan dengan orang yang disukai, dengan lengan saling menempel menimbulkan sensasi berbeda bagi Kama. Ini pertama kalinya terjadi dalam hidup gadis itu. Rasa hangat dari badan Sutra menjalar hingga pipi Kama pun ikut terasa panas. Apalagi ditambah dengan genggaman erat tangan Sutra dipangkuannya.
Sementara itu dibelakang kakinya, banyak grandong, eh banyak nyamuk yang silih berganti nyipokkin betis Kama sampai tidak terasa krenyes lagi olehnya. Untung halaman rumah Sutra gak ada lintah, kalau gak, mungkin betis Kama udah langsing dikenyot lintah tanpa ia sadari. Aaah, cintaa memang bikin semuanya jadi indah. Dipatok uler naga sekalipun rasanya nikmat sampai ke ubun-ubun kepala kayaknya. Bener kan? Hayoo, yang udah dipatok duluan, coba jelasin.., hihihi.
"Sebenarnya saya kerja di perusahaan ayah saya dua tahun belakangan ini.., dan alhamdulillah kami bisa menang tender untuk pembangunan luxury resort di Kuala Trengganu Malaysia.."
"Rencananya dua bulan lagi proyek akan jalan, jadi mulai hari Senin saya sudah harus menyusun konsep sekaligus perencanaan anggarannya.. Jujur ini proyek besar pertama yang saya tangani, agak deg-deg an sih, tapi asalkan kamu terus disamping saya, insya Allah saya bisa.." jelas Sutra
"Loh, saya kan kuliah, mana mungkin bisa nemenin ke Malaysia.." saut Kama yang langsung mendapat lirikan cinta dari Sutra.
"Hehehe, gemesin banget sih kamu! Saya hampir lupa kalo kamu seumuran dengan Quiny. Harusnya masih anak SMA ya.." Kama mencebikkan bibirnya, ia tau maksud Sutra mengatainya 'anak kecil'
"Kalo kamu udah lulus kuliah, langsung saya nikahin! Bukan saya pacarin kayak gini.." Kama terdiam, jantunganya kembali deg-deg an.
Hii, apaan sih! Bikin deg-deg an terus..
"Saya bukan minta kamu temenin secara langsung kok.., tapi kamu temenin hati saya.., saya titip sepenuhnya sama kamu, bisa kan..?" Sutra mulai bertanya serius, ia menatap Kama lekat-lekat.
"Kamu janji ya.., mulai hari ini jangan cuekin saya lagi.. Yaa sih, saya ngerti kalo kamu aslinya memang cuek, tapi pliis untuk saya pengecualian ya.., bisa kan?" Kama mengangguk pelan
"Janji ya kamu harus balas pesan dan angkat telepon saya secepatnya.." pinta Sutra dan lagi-lagi Kama mengangguk.
"Nice .., gitu donk.." Sutra mencubit lembut pipi Kama dengan gemas.
"Iih, apaan sih! Jangan cubit-cubit ah!" sewot Kama
"Biariin, nyubit pacar sendiri juga, masa gak boleh.." jawab Sutra santai
"Gak..!" saut Kama
"Terus bolehnya apa?" Sutra kembali menatap Kama
__ADS_1
"Sutraaaa..." suara Ajeng tiba-tiba memanggil dari dalam rumah. Reflek mereka berdua melepaskan genggaman tangan nya dan berdiri berbarengan.
"Dipanggil ibu.., yuk kita kedalam.." Sutra mengajak Kama masuk, ia kembali memakai jaketnya yang menutupi kaki Kama tadi.
Kama dan Sutra masuk ke dalam, mereka melihat orangtua mereka sudah saling berjabat tangan. Sutra pun melirik jam tangannya. Tepat jam sepuluh malam.
Yaah, cepatnya waktu berlalu. Padahal aku masih ingin ngobrol berdua dengan Kama..
"Om dan tantenya Kama mau pamit pulang, nak.. Udah jam sepuluh, mereka takut kemalaman di jalan.." ujar Ajeng
"Ah iya benar.. Besok kan Adrian bisa ketemu lagi dengan Kama.." sambung aji dengan ramah.
Eh, tumben Aji jadi ramah begitu denganku.. Biasanya jutek terus.. Baguslah, sekalian aku ijin mengajak Kama pergi besok..
"Ee, iya Aji.. Besok pagi saya dan Kama sudah janjian mau pergi.., boleh kan Aji?" tanya Sutra
"Tentu boleh donk.. Asalkan dengan Adrian, Aji pasti kasi ijin.." saut Aji lagi
"Ternyata dua tahun lalu kita pernah rekanan dengan Pak Wayan waktu proyek di Bali.., ayah baru tau.." Mr.William menjelaskan pada Sutra
"Proyek di Bali..? Maksud ayah, The W villa?" tanya Sutra memastikan. Dua tahun yang lalu mereka memang pernah menangani pembuatan villa eksklusif di Bali, dan Mr.William pun mengiyakan.
Ooh, jangan-jangan orang lokal yang jadi konsultan waktu itu, adalah Ajinya Kama.. Wah, gawat! Aku kan sempat ribut dengannya waktu itu! Hampir pukul-pukulan. Dia masih ingat tidak ya..
"Hahaha, iya, kamu ingat ya.. Kita sempat salah paham sedikit waktu itu.. Siapa yang sangka ternyata kita sudah kenal lama ya, Adrian.. Anak muda yang penuh tanggung jawab, tidak pernah meninggalkan proyek sehari pun.." puji Aji pada Sutra.
Duh! Dia ingat juga rupanya!
"Ah ayah jangan muji terus, malu.., hehe.. Saya minta maaf soal waktu itu ya aji.." ujar Sutra pada ayahnya dan pada Aji.
"Oh gak apa-apa kok. Biasa itu dilapangan memang sering seperti itu.."
"Oh iya, Mbak jangan lupa, kapan-kapan mampir di restoran saya.." giliran Lulu yang bicara pada Ajeng
"Boleh.., gimana kalau dua minggu lagi? Setelah Adrian selesai sidangnya.." saut Ajeng
"Waah, serius mba? Biar saya hubungi managernya.." tanya Lulu
Ajeng menatap suaminya meminta persetujuan.
"Gimana sayang? Bisa..?"
"Off course, safe the date!" Mr.William setuju
"Oke, dua minggu lagi kita ketemu di restoran saya ya, mba.." saut Lulu antusias
"Kalau gitu kita pamit dulu.." Lulu memeluk Ajeng mengucap pamit, lalu kemudian menyalami Mr.William
"Kamaa.." panggil Ajeng
__ADS_1
"Ah, iya bu.." Kama mendekat pada Ajeng
"Sinii.." Ajeng melebarkan tangannya, agar bisa memeluk Kama.
"Kamu memang pendiam atau masih malu-malu?" Ajeng mengelus rambut Kama dalam pelukannya.
"Nanti main kesini lagi ya.., ibu belum sempat ngobrol sama Kama.." sambung Ajeng lagi
"Ah, iya bu.." jawab Kama
Setelah semua berpelukan dan bersalaman, mereka pun beranjak keluar beriringan. Entah kenapa mata Ajeng melihat betis Kama, ada pemandangan aneh disana.
"Kama.." tegur Ajeng lagi
"Iya bu.."
"Betis kamu kenapa? Kok bentol-bentol gitu..?"
Sontak Kama memutar pandangan ke belakang, ia melihat betisnya.
"O-ohh, inii.., ee, digigit nyamuk bu.."
"Loh, kok bisa? Dimana? Memangnya diruang tamu tadi banyak nyamuk?" tanya Ajeng heran
"Ituu kerjaan Sutra tadi, bu.." Sutra akhirnya menyahut dari belakang
"Tadi Sutra ajak Kama duduk di kursi taman depan.."
Plak !
Ajeng memukul bahu Sutra.
"Kurang kerjaan banget sih kamu, Sut! Kamu apa gak liat Kama pake mini dress?!"
"Eh, ee, gak papa kok bu.. Nanti juga ilang bentolnya.." saut Kama
"Hihihi, it's ok, mba.. She is strong.. Digigit uler juga Kama kuat kok.." Lulu tertawa menimpali.
Tuh kan betul.., Lulu juga sependapat kalo Kama kuat walau digigit uler naga sekalipun. Asal jangan uler yang laen, gak akan kuat Kama kalau itu! Udahlah biar aku saja, wkwkwk.
"Tante, apaan sih.." bisik Kama
"Yaudah, kami pamit ya mba.. Sampai ketemu dua minggu lagi.. Nanti kita kabar-kabar di wa ya mba.." Lulu mengucap salam, seraya memegang Kama berjalan ke mobil.
πππ
Aiiih, unch-unch..
Sutra menitipkan hatinya penuh pada Kama..
__ADS_1
Sweet banget sih!
Sampe digigit grandong, eh digigit nyamuk pun gak berasa si Kama..