When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
SI PENGGANGGU


__ADS_3

Please jangan lupa tinggalin jempol dan vote nya ya biar authornya makin semangat πŸ€—πŸ™


happy reading..


.


.


Kama melambaikan tangan dan tersenyum ke arah Stella.


"Serius Kam, itu temen lo?" Mini bertanya heran. Ia memperhatikan penampilan Stella yang memakai baju serba ketat. Jauh dari kategori untuk menjadi teman Kama.


"Yah, mau gak mau lah.. Terpaksa kenalan.." jawab Kama pada Mini


"Lo utang penjelasan ya!" saut Mini lagi


"Waoww.., ketat banget! Kenalin ke gue donk, Kam.., heee.." Reyhan berbinar menatap Stella


Ketika Stella sudah berada tepat didepan Kama, seseorang yang menyetir di sebelahnya turun. Ternyata orang itu adalah Daniel, si mata sipit yang dibenci oleh Sutra.


"Hai, Kam.. Hai, semua.. Kenalin namaku Stella, temannya Kama.." Stella menjabat tangan Mini dan Reyhan bergantian


"Aku, Mini.."


"Aku, Reyhan.. Reyhan Wiyoko.." mata Reyhan tak lepas memandang kemolekan Stella, apalagi ditambah dengan pakaian serba ketat yang dikenakannya.


Dari mobilnya Daniel berjalan mendekati Kama dan teman-teman.


"Hai, Kam.. Kita ketemu lagi.." tegur Daniel


"Eh ya, kenalin, gue Daniel.." Daniel menjabat tangan Reyhan dan Mini bergantian


"Sampai sore gini ya kuliah kalian..?" Stella memulai obrolan


"Gak kok.. Khusus hari Kamis doank" Reyhan cepat-cepat menjawab


"Ooh, kalau besok masih ada kuliah?" tanya Stella lagi


"Gak ada. Kita kuliah seminggu cuma empat hari" jawab Reyhan lagi, namun Mini menyikut perutnya dan melotot saat Reyhan mengaduh kesakitan.


"Heh, dia bukan nanya sama lo! Tapi Kama!" bisik Mini sewot ke Reyhan


"Terus, ini kamu mau pulang ya Kam?" giliran Daniel yang bertanya


"Barengan aja yuk Kam.., biar kita anterin.." sambung Stella


Daritadi mereka mengoceh tak henti! Aah, aku ngantuk


"Gak usah, kostan ku deket kok. Jalan kaki bentar nyampe" jawab Kama


"Ya maksud kita jalan-jalan dulu.. Nongkrong sore gitu.." jelas Stella


"Boleh juga tuh.. Yuk, Kam.." Reyhan menyahut omongan Stella

__ADS_1


"Eh tapi, kita boleh ikut kan..?" sambung Reyhan lagi yang membuat Mini kembali menyikut perutnya dua kali lebih kencang.


"Aduuh! Sakit Min..." rengek Reyhan


"Maaf ya Stella, temen kita yang satu ini memang rese'.." Mini tidak mengindahkan rengekan Reyhan


"Hehehe, gak papa kok.." ucap Stella


"Oh ya, kalian ikut aja sekalian, biar makin rame.." sambung Daniel


Kama yang tadinya mau pulang, karena bujukan Reyhan akhirnya setuju untuk ikut nongkrong di cafe bersama Stella dan Daniel. Mini berangkat dengan Reyhan naik motor, sementara Kama menumpang di mobil Daniel. Mereka memutuskan untuk nongkrong disebuah cafe dekat dari kampus yang bernama What's up cafe.


Sampai di cafe, entah kenapa Stella terus meladeni Reyhan dan Mini ngobrol. Gadis itu seolah ingin menjauhkan Mini dan Reyhan dari Kama, agar temannya Daniel bisa punya waktu berdua dengan Kama. Mereka duduk di meja yang bersebelahan. Stella, Reyhan dan Mini duduk semeja. Sementara Daniel dan Kama di meja sebelah yang sengaja didempetkan. Kama dan Daniel duduk berhadapan.


"Aku gak nyangka kita bisa ketemu lagi Kam.. Tiba-tiba siang tadi Stella ngajak aku kerumah om nya yang di Depok.., eh gak taunya dia sekalian janjian ketemu kamu.." Daniel membuka obrolan sekaligus menjelaskan tentang alasan dia datang bersama Stella


"Ooh.." jawab Kama singkat


"By the way, kamu udah semester berapa Kam" tanya Daniel lagi


"Baru satu.."


"Wah, anak baru donk kalau gitu.. Terus si Sutra itu senior kamu ya?" Daniel mulai bertanya soal Sutra


"Bukan.."


"Loh, tapi Stella bilang dia juga kuliah di UI kan.. Atau mungkin kalian beda fakultas ya.."


"Dia dosen dikampusku.." jawaban Kama sukses membuat Daniel terkejut. Dia tak menyangka kalau Sutra yang wajahnya terlihat masih muda itu ternyata adalah seorang dosen.


"Kamu kegiatannya apa?" Kama bertanya balik. Gadis itu sempat melihat wajah kaget Daniel yang mengetahui profesi Sutra seorang dosen.


"A-aku..? Hmm, aku masih semester enam di Trisakti.." sedikit gagap Daniel menjawab


"Gak jauh beda lah umur kita.., paling juga jarak 3 tahun" sambung Daniel lagi


"Hehehe, aku masih enam belas tahun.." Kama tertawa kecil menjawab


"A-apa? Gak salah tuh?" Daniel semakin terkejut dengan pengakuan Kama


"Tanya aja sama mereka.." Kama menunjuk ke arah Mini dan Reyhan lewat gerakan matanya.


Ternyata sejak awal Mini terus memperhatikan Daniel, ia sudah curiga dengan maksud tujuan Daniel yang lebih dari sekedar berteman dengan Kama. Demi rasa cinta kasihnya dengan idola kesayangan nya, yakni pak Adrian, Mini harus mengawasi Kama untuk kebaikan hubungan percintaan mereka.


"Kenapa? Mau tanya apa?" Mini menyahut dari tempat duduknya. Sedetik kemudian Mini sudah berpindah dan duduk tepat disamping Kama. Sementara itu kepindahan Mini membuat Reyhan semakin semangat ngobrol dengan Stella.


Emang dasar kadal gurun si Reyhan! Ngeliat yang serba ketat langsung bergetar seluruh jiwaraganya, hahaha.


Yah, dia pake pindah lagi duduk disebelah Kama. Gimana sih Stella..?! Udah gue bayar jugak! Masa gak bisa ngatur gitu doank!


"Eh, enggak.. Aku cuma kaget aja waktu tau Kama masih enam belas tahun. Hehehe, gak nyangka" Daniel menjawab dengan beralasan


"Jarak lima tahun donk usia kita.. Persis kayak papi sama mami aku.., cocok! sambung Daniel lagi.

__ADS_1


Mini melirik ke arah Reyhan lebih dulu sebelum menjawab ucapan Daniel. Soalnya hubungan Kama dengan Sutra sudah mereka sepakati untuk tidak diketahui siapapun dikampus kecuali Mini.


Setelah dirasanya aman, dan Reyhan tidak memperhatikan, Mini baru menjawab,


"Maksudnya apa nih? Kama udah punya pacar loh, kak.."


Kayaknya ni anak satpamnya Kama..


"Yang namanya Sutra itu ya.." ucap Daniel sambil menahan tawa mengingat kata kamasutra


"Nah, itu tau!" saut Mini


Apaan sih cowok ini! Pake gangguin pacar idola gue!


"Apa gak terlalu tua buat Kama.. Apalagi kan dia dosen kalian.. Jangan-jangan dia cuma mainin Kama doank!" Daniel mulai mengeluarkan racunnya, mencoba mempengaruhi pikiran Kama


Eh, kurang ajar! Seenaknya aja dia ngejudge idola gue!


"Kalau dia cuma main-main, memangnya kenapa? Apa urusannya sama kamu?" kali ini Kama yang bertanya, dia sudah mulai bosan mendengar ocehan Daniel sejak tadi


"Ya aku gak mau donk liat cewek yang aku taksir sedih.., apalagi karena cowok kayak gitu! Gak penting!" jawab Daniel percaya diri.


Namun jawabannya itu membuat Kama tertawa,


"Hahaha.."


Loh, kok Kama malah ketawa?


"Sorry ya Dan, kayaknya kita gak cocok deh temenan. Semudah itu kamu ngejudge orang lain, apalagi itu pacarku!" sambung Kama dengan nada serius


"Dan perlu kamu tau, dari awal aku sebenarnya gak suka ngobrol sama kamu. Semua pertanyaan kamu itu basi! Aku gak suka! Jadi sekarang aku pamit pulang ya.., maaf kalau ada kalimatku yang menyinggung kamu.." Kama menarik Mini pergi dari situ setelah mengeluarkan kalimat terakhirnya.


Kurang ajar! Sombong banget jadi cewek! Awas lo ya Kama! Gak ada yang gak bisa gue dapetin di dunia ini! Gue pastiin lo bakal nyesal dan mohon-mohon untuk jadi cewek gue!


"Loh, ada apa nih?" Stella terkejut melihat Kama dan Mini pergi meninggalkan Daniel.


"Eh, aduh, maaf ya Stell.., ntar kita sambung lagi! Aku mau ngejar Kama dan Mini dulu.." Reyhan beranjak dari kursinya untuk mengejar Mini dan Kama


"Kenapa sih Dan? Kok Kama pergi sama temennya?" Stella bertanya mendekati Daniel


"Diem lo! Gak becus!" umpat Daniel


"Yaah, kok jadi gue.." rengek Stella


"Liat aja, gue pasti bisa dapetin Kama! Pasti! Cewek sialan! Nantangin gue, lo! Bakal gue bikin lo nangis-nangis mohon sama gue!" umpat Daniel lagi


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Oh my God 😱


Si Daniel mau ngapain Kama gaes??


Oh, no..no..no..

__ADS_1


Yuk, kita kepoin di next episode


__ADS_2