When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season 2 - Empuk


__ADS_3

Kama yang sejak tadi memegang ponsel langsung menekan nomor kontak ayahnya.


"Abah dimana?" tanya Kama begitu telepon tersambung.


"Waalaikumsalam, anak Abah..." Datuk Emran menyindir, ia menjawab salam yang tidak diucapkan oleh Kama.


"Oh, maaf. Assalammualaikum Abah. Abah dimana?" Kama meralat kalimatnya, lalu kembali bertanya.


"Abah on the way nak kesane. Ada kabar baru ke?" tanya Datuk Emran.


"Kama mau minta tolong Bah, bisa?"


"Pasal ape tu? Cakap lah" tanya Datuk Emran lagi.


"Kama mau pinjem satu orang anak buah Abah buat ngawasin seseorang. Jangan sampe dia gangguin Kama, soalnya Kama mau fokus ngurusin Mas Adrian" pinta Kama. Ternyata ia meminta bantuan ayahnya untuk menangani Chelsea.


"Okelah kalau macam tu. Send pic dan namanye ke ponsel Abah sekarang" tanpa basa basi Datuk Emran mengiyakan. Pria paruh baya itu bahkan sangat senang direpotkan oleh putri tercintanya itu.


πŸƒπŸƒπŸƒ


"Astaga Sutraaaaaaa...!" suara Ajeng menggema didalam kamar rawat. Wanita paruh baya itu menahan kesal mendengar pengakuan anak laki-lakinya. Ingin rasanya ia menjewer telinga Sutra, namun luka dikepala Sutra membuat Ajeng mengurungkan niatnya.


Ternyata Sutra sudah mengaku pada Ajeng kalau ia hanya pura-pura amnesia demi bermanja-manja pada istrinya, Kama.


Ini masih perjuangan komandan. Gimana pula perjuangan Komodo Lang nantinya? Lawan yang harus mereka taklukan sekuat Aji Pamungkas. Oh maaf, salah! Itu film Legenda Gunung Merapi. Hahaha


"Ibu pleaseeee, kan tadi udah janji gak marah..." rengek Sutra dengan wajah sedih. Jurus paling ampuh miliknya setiap kali berhadapan dengan Ajeng.


"Kamu tuh ya! Udah bikin ibu khawatir! Bikin ibu sedih! Gak taunya cuma pura-pura!" omel Ajeng.


"Bu pleaseee..., Sutra janji ini gak akan lama. Tapi Ibu mau ya kita kerjasama. Demi Sutra, Bu..., demi pernikahan kami yang mau diobrak-abrik sama perempuan gila tadi" jelas Sutra lagi. Dia sampai membawa Chelsea untuk memperkuat alasannya.


Ternyata selain sebagai perusak Chelsea juga bisa dijadikan sebagai ganjalan. Mirip meja makan warung yang miring sebelah, harus diganjal pake batu biar rata. Ini yang suka makan di kaki lima pasti pernah mengalaminya. Hahaha.


Beberapa saat Ajeng hanya diam sambil terus melotot. Tapi setelah ia pikir lagi, ia juga tidak mau melihat pernikahan anak kesayangannya yang baru dua minggu itu berantakan karena orang lain.


"Dua minggu! Ibu kasi kamu waktu dua minggu dan sandiwara ini harus sudah selesai, paham?!" akhirnya Ajeng setuju walau dengan batas waktu.


"Oke, thank you my Queen" Sutra memeluk Ibunya dengan senyum bahagia.

__ADS_1


Ceklek !


Pintu kamar terbuka. Kama muncul dari sana. Sontak Sutra melepas pelukannya dari Ajeng.


Kama yang baru saja masuk, menangkap ada sesuatu yang aneh dari mertua dan suaminya itu. Ajeng berdiri disamping ranjang Sutra dengan begitu dekat namun mereka hanya diam saling pandang.


"Kenapa, Bu? Mas Adrian kenapa?" tanya Kama heran, ia melangkah cepat mendekati mereka.


"E-enggak, Ibu cuma kangen sama anak Ibu. Pengen peluk" Ajeng menarik bahu Sutra dalam pelukannya.


Ah ya ampun, Sutraaaaa! Ibu terpaksa harus ikut-ikutan jadi tukang bo'ong! , gerutu Ajeng kesal dalam hati.


"Ooh..." Kama jadi lega. Ternyata suaminya baik-baik saja.


"Gimana tadi Kam?" Ajeng melonggarkan pelukannya.


"Gak ada masalah kok Bu. Semua baik-baik aja. Mungkin awalnya Chelsea kaget, tapi setelah itu dia santai dan menerima penjelasan Kama" Kama berbohong agar Sutra tidak perlu berpikir macam-macam.


"Terus sekarang mereka dimana?" giliran Sutra yang bertanya. Ia ragu kalau Chelsea bisa semudah itu menerima penjelasan Kama.


"Udah pulang, Mas. Mereka cuma titip salam buat kamu sama Ibu" gaya santai Kama tidak berubah. Ia bahkan menambahkan senyum diakhir kalimatnya.


"Tapi ngomong-ngomong, mereka siapa sih?" acting Sutra kembali dimulai. Lagak pura-pura lupanya, ia mainkan. Ajeng hanya melirik tak habis pikir. Entah siapa yang mengajari anak laki-lakinya itu sampai pintar sekali berbohong.


"Yang cowok, namanya Dega. Dia sahabat kamu Mas... Nah yang cewek, namanya Chelsea. Dia fans garis keras kamu. Orang yang cinta mati sama kamu" jelas Kama.


"Ibu, pamit keluar sebentar ya. Mau nyari angin, sekalian mau telepon Ayah" saut Ajeng kemudian. Wanita paruh baya itu masih ingin mencerna sandiwara Sutra yang sudah melibatkan dirinya juga.


"Eh, iya Bu. Abah dan Biang juga sudah dijalan mau ke rumah sakit" Kama memberitahu.


"Bagus deh, jadi Ibu ada temennya. Gak pusing sendirian" Ajeng kembali melirik Sutra, lalu beranjak keluar kamar.


Sepeninggal Ajeng, Kama bertanya,


"Ibu kenapa Mas? Kok pusing?"


"Mungkin gara-gara aku. Aku banyak lupa dengan semua kenangan kami" Sutra menunjukkan wajah penuh penyesalan, membuat Kama ikut tidak tega dan mengelus bahunya.


Aww-aww! Yang gemes dengan acting Sutra mohon bersabar. Jangan tanya dimana dia belajar, karena gurunya adalah author sendiri. Kelas acting dibuka setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu ya guys. Hihihi.

__ADS_1


"Sabar ya Mas, kamu jangan sedih. Aku yakin secepatnya kamu pasti sembuh! Yang penting kamu gak boleh nyerah..." Kama seolah mengerti apa yang dirasakan suaminya.


Aduh, Kama polos banget. Ini salah satu bentuk kebucinan yang ada pada dirinya. Percaya dengan pasangan 100 persen tanpa cari tau sana sini lagi. Dia gak tau kalau faktanya dia sudah menikah dengan komandan Komodo.


"Peluk aku donk, Babe. Kamu kan istri aku. Aku butuh ketenangan" pinta Sutra. Ini salah satu keuntungan berpura-pura amnesia baginya. Bisa meminta hal yang sulit ia dapatkan jika dalam keadaan normal.


Mau tidak mau Kama pun menurut.


"Eh, i-iya, sini.." dengan gagap Kama membuka tangannya, mendekat lalu melingkarkan tangannya dibelakang pundak Sutra.


Tangan Sutra yang besar lantas melingkar dipinggang Kama. Menariknya hingga menempel tanpa jarak sedikitpun. Kepalanya ia sandarkan tepat di atas dada Kama.


Uhmnnmm..., empuknya Babe.. Coba kalau dari awal nikah aku bisa begini, kan gak perlu pura-pura amnesia kayak sekarang. Uuuh, jadi pengen amnesia terus


Saat itu juga jantung Kama bereaksi. Detaknya naik tiga kali lipat. Berpelukan dengan Sutra yang sudah sah menjadi suaminya bukan hal biasa buat Kama. Walau sudah beberapa kali mereka melakukan, namun posisinya tidak pernah seperti ini. Ini pertama kalinya Sutra menempel di dada Kama, dan dipastikan Sutra bisa mendengar jelas detak jantung Kama yang memburu.


"Babe, kamu deg-degan ya?" pertanyaan itu keluar dari mulut Sutra sembari ia tersenyum. Untung Kama tidak bisa melihat.


"E-enggak kok..." Kama mengelak.


"Aku bisa dengar detak jantung kamu, Babe. Kenapa, kok deg-degan pelukan sama suami? Memang sebelumnya kita gak pernah begini ya?" semakin lama pertanyaan Sutra semakin menjebak Kama. Laki-laki itu sengaja membuat Kama membuang semua ego dan rasa malunya terhadap suaminya sendiri. Sutra lantas melonggarkan pelukannya.


"Ha, m..., gak, eh bukan gitu maksudnya. Tapi..." Kama benar-benar gagap sekarang, bolamata berputar kesana kemari. Ia bingung harus menjawab apa.


"Duduk sini, Babe..." Sutra menepuk ranjangnya, lalu menarik lembut tangan Kama.


"Coba sekarang kamu cerita ke aku kapan pertama pertama kali kita pelukan, dan pertama kali kita ciu-man? Aku pengen simpan memori itu di kepalaku" Sutra menatap lekat manik mata hazel milik Kama. Menikmati indahnya makhluk ciptaan Tuhan yang membuatnya begitu tergila-gila.


Kamu beneran mempesona, Babe. Apalagi dengan wajah malu-malu gitu. Rasanya aku pengen cium kamu, dekap kamu, dan gak ngelepasin kamu sedikitpun!


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Aaaauuww, so sweet 😍😍😍


Ternyata jadi amnesia bikin Sutra menang banyak, dia bisa minta apapun dengan Kama tanpa harus mikir efeknya


Kalau kata rapper Iwa K


"Bebaaasss...lepaaasss..."

__ADS_1


Eh, astaga! Ketauan lah othor anak taun jebot! Yang didengerin lagunya Mas Iwa K , tolong angkat tangan, kita lonjak bareng-bareng 🀣🀣


__ADS_2