When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Seaaon 2 - Nyangkut & Kejepit


__ADS_3

Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas πŸ™πŸ€—πŸ˜˜


-


-


Haah??? Apa ini????



Dekorasi kamar khusus pengantin tampak begitu romantis dihadapan mata sepasang pengantin baru itu.


"Ini pasti permintaan kamu kan, Mas?!" Kama yang terkejut langsung menuduh kalau dekorasi itu adalah permintaan Sutra.


"Ha, apa? Enggak! Aku juga baru liat kok. M..., mungkin memang begitu prosedurnya kamar pengantin" saut Sutra jujur. Semula ia merasa terpesona dengan cantiknya kamar pengantin mereka, membuat suasana jadi romantis dan mungkin bisa berbuah manis bersama dengan istrinya yang begitu menggoda ini. Tapi pikiran itu sirna bersamaan dengan pertanyaan menuduh Kama.


Semenit kemudian tiba-tiba ponsel Kama berbunyi. Muncul nama 'Tante Lulu' dilayar.


"Hallo, ya Tante.." saut Kama mengangkat telepon sembari duduk di sofa berwarna putih.


Gaun mini yang dikenakan Kama otomatis terangkat naik. Gadis itu juga tidak hati-hati dengan posisi duduknya, membuat bagian tipis segitiga berwarna cream terlihat mengintip.


Ohh.., warna cream! Aaahh, gawat! Bereaksi lagi dia! Aku harus buru-buru ganti pakaian, kasian dia kejepit dibawah


"Eh pengantin baru, gimana suka gak sama dekorasi kamarnya?" Lulu bertanya diujung telepon.


"Ha, kok Tante tau?" tanya Kama balik.


"Iya donk, kan Tante yang request ke manager hotel. Kebetulan Tante kenal orangnya, hihihi..." tawa kecil Lulu membuat raut wajah Kama berubah.


Oh pantes! Rupanya ulah Tante Lulu


"Tante ada-ada aja. Kama gak suka dekorasi beginian Tante. Kelopak bunga berserakan dilantai, bikin kotor jadinya" Kama melihat Sutra membuka koper, mengambil beberapa pakaian dan beranjak ke kamar mandi. Ia lantas memberi kode untuk stop pada suaminya itu.


"Diih, kamu gak romantis banget sih Kam. Yaudah deh, selamat malam pengantin ya. Bilang sama Adrian pelan-pelan aja itunya, hihihi... Kalau butuh apa-apa ketok kamar Tante, masih satu lantai kok, bye"


Klik!


Lulu langsung menutup teleponnya.

__ADS_1


Ngomong apa sih Tante Lulu? Aku gak ngerti


Kama lalu meletakkan ponsel diatas meja. Ia bangkit dan meraih kopernya.


"Mas nonton tv aja dulu, biar aku yang duluan mandi, udah gerah banget ini" pintanya pada Sutra.


Ah, ya ampun Babe, kamu gak tau aku udah kesempitan


"Kok masih berdiri sih? Duduk donk sana! Nonton tv kek, atau paling gak main hape gitu" seru Kama lagi membuyarkan pikiran Sutra.


"Ah, iya-iya" mau tidak mau Sutra mengalah. Ia berjalan menghempaskan dirinya diatas sofa. Sementara Kama masuk ke kamar mandi dengan beberapa pakaian ditangannya.


Didalam kamar mandi Kama melihat pemandangan yang tak kalah mengejutkan. Lampu kamar mandi sengaja dibuat redup, agar cahaya lilin bisa menjadi sumber penerangan utama.



Kelopak bunga mawar bertaburan dilantai, disekeliling bathtub hingga diatas busa sabun yang tampak sudah disiapkan. Tak hanya sampai disitu, tersedia satu botol minuman serta dua gelas yang sudah berisi dipinggir bathtub. Sepertinya minuman itu disiapkan untuk dua orang.


Dih, Tante lulu, sampai segininya ngerequest dekor. Kan sayang tu bunga-bunga dijadiin sampah.


Kama lalu menggantung baju tidurnya. Ia membawa tangannya kebelakang untuk meraih resleting gaunnya. Tapi baru seperempat jalan resletingnya tersangkut di renda gaunnya. Ingin rasanya ia tarik saja, tapi sayang karena pasti merusak gaun pernikahan yang menurutnya simple dan elegan itu.


Eh, Kama. Kenapa?


Sutra buru-buru masuk ke dalam kamar mandi, khawatir terjadi sesuatu pada Kama. Tapi hal indah menyambut pandangan matanya.


Wah keren...! Pas untuk pengantin baru. Aaah, cuma dalam mimpi buatku!


Sutra sempat berdecak kagum dengan dekorasi kamar mandi, namun cepat-cepat ia tepis.


"Kenapa, Babe? Kamu kenapa?" belum selesai Sutra menikmati indahnya dekorasi kamar mandi, ia sudah disajikan dengan yang tidak kalah indah lagi. Punggung eksotis Kama yang terbuka lebar hampir setengahnya.


"Tolong bukain donk Mas, nyangkut" pinta Kama santai sembari membelakangi Sutra, ia menarik rambut keritingnya kedepan agar punggungnya tanpa penghalang.


Oh, no...! Aduuh, dia bangun lagi.. Sssshhhhh..., sakiiiitttt


"Kok diem sih, Mas... Ayo donk buruan bukain" memang Kama ini istri sadis yang sangat gak romantis. Tega banget suami disuru bukain jalan menuju surga kayak begitu. Penyiksaan yang sungguh tragis. Walau gak menyiksa dengan tangan tapi Sutra terhunus sampai ngilu-ngilu.


"Eh, i-iya Babe..." sambil menelan salivanya Sutra meraih resleting gaun Kama. Sanking gugup dan kuatnya rasa ingin mematuk (ahahaha, komodo apa yang bisa mematuk?), tangan Sutra gemetar. Bukannya terbuka, resleting gaun Kama pun malah semakin tersangkut parah.

__ADS_1


"G-gak bisa Babe..." jawab Sutra sembari beberapa kali membenarkan posisi kaki agar komodo bertemu sedikit ruang untuk bernapas.


"Gimana sih, begitu aja gak bisa?!" Kama mulai kesal. Badannya sudah lengket, gerah ingin mandi sejak tadi.


"I-iya, kayaknya ma-makin nyangkut" suara Sutra semakin terbata. Ia sudah tidak kuat menahan sempitnya ruang gerak dibawah sana. Tampaknya komodo sudah mulai menjerit.


Daan.., tolong ndan.., tolooongin aink...


Mohon maaf, itu komodo bukan asli Sunda kok. Cuma lagaknya aja make bahasa Sunda.


"Kamu kenapa, Mas? Kok jadi gagap gitu?" sontak Kama berbalik, ingin tau apa yang terjadi dengan suaminya.


"Eh, enggak! Gak apa-apa!" gerakan cepat Kama membuat Sutra hampir hilang akal. Karena takut Kama melihat bagian celananya yang menonjol sempurna, Sutra buru-buru duduk di tepi bathtub sembari menyilangkan kakinya.


Tapi lagi-lagi pemandangan yang ia dapati seperti bonus ganda penghancur jiwa. Belahan dada Kama menyembul dikarenakan gaun yang dipakainya sudah terbuka seperempat.


Oh my God...! Ini dia pintu surgaaaaaa.....


Hampir saja liur Sutra menetes.


Sluurrph!


Cepat-cepat ia telan balik. Tangannya asal meraih gelas minuman dipinggir bathtub dan langsung menenggaknya sampai habis. Berharap otak dan birahinya bisa kembali normal. Namun ia baru sadar kalau yang diminumnya adalah minuman dahsyat pembawa petaka. Bukannya menurunkan birahi tapi bisa menaikkannya hingga tiga kali lipat.


"Aaarrrkhh..." frustasi Sutra mengacak rambutnya. Wajahnya tampak kacau. Tapi Kama tidak perduli.


"Babe, aku aja yang mandi duluan boleh ya..." rengek Sutra sebelum efek minuman menguasainya.


"Iih, gak mau! Aku udah gerah, Mas" Kama menolak.


"Pokoknya kamu akalin deh gimana bukanya, cepetan!" Kama kembali membelakangi Sutra, meminta suaminya melanjutkan buka resleting.


Baaabeeee....., hiks matii aku! Aku gak tau gimana efek wine itu ke tubuhku. Aku takut bisa maksa kamu kalau terus gini Babe.... Huwaaaaaaaa..., somebody help me......!


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Wah, gawat..


Apakah hal yang diinginkan Sutra akan terjadi???

__ADS_1


Kalau iya, hitungannya pemaksaan atau ikhlas sih gaes?? Tolong pencerahannya 😁🀣


__ADS_2