When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
BAHU MULUS EKSOTIS


__ADS_3

Please jangan lupa tinggalin jempol dan vote nya ya biar authornya makin semangat πŸ€—πŸ™


happy reading..


.


.


Tanpa ia sadari ternyata Sutra sudah tidur selama dua jam. Laki-laki itu terbangun jam enam sore diatas ranjang Kama.


Astagaa.., mau tidur sebentar malah sampe dua jam! Kayaknya aroma ranjang Kama yang bikin aku jadi nyenyak, berasa dipeluk olehnya.. Ahahaha, pikiranku..


Sutra beranjak ke kamar mandi untuk menyegarkan badannya. Ia membawa handuk yang diambilnya dari dalam ransel.


Setelah menanggalkan baju, Sutra menyalakan shower agar tubuhnya tersiram penuh. Diliriknya ke rak sebelah kanan, ada botol cokelat yang tertulis shower gel disana. Ia lantas menekan keluar hingga cairan sabun keluar dari botol itu.


Aroma cokelat menyeruak, Sutra sampai terpesona sesaat menghirup aroma itu.


Jadi ini aroma sabun Kama.. Aaah, aku gak sanggup membayangkan dia mengoleskan sabun harum ini ke badannya


Berselang lima menit Sutra selesai dengan mandinya, ia mengeringkan badan dengan handuk dan memakai kembali pakaiannya kecuali bagian atas.


Ya, Sutra keluar dengan bertelanjang dada dengan rambut yang agak basah. Dada bidangnya terpampang nyata, layaknya roti sobek yang siap dicomot dan dinikmati langsung tanpa tambahan apapun. Sudah terlalu enak soalnya, hihihi.


Tiba-tiba disaat yang bersamaan Kama membuka pintu kamar, berniat membangunkan Sutra. Namun yang ia dapati adalah Sutra yang bertelanjang dada berdiri menghadapnya sambil mengusap-usap kepalanya dengan handuk, sedang mengeringkan rambut.


"Eh..! Ngapain kamu, Mas?!" Kama berteriak, ia buru-buru balik membelakangi Sutra.


Astagaaa, mati aku! Udah dua kali aku ngeliat dia telanjang dada! Dia ngapain sih kayak gitu?!


"Ha, mm, kamu.. Saya baru selesai mandi.." jawab Sutra polos


"Kok gak bilang sih!" saut Kama kesal, gadis itu bertahan dengan posisinya


"Loh, maksud kamu saya harus ijin dulu kalau mau mandi?" Sutra makin heran, ia menghentikan gerakan tangannya. Melipat handuk dan memasukkannya kedalam pouch yang terletak diatas ranjang


"Ya, gak gitu.. Tapi kan harusnya kamu kunci pintunya!"


"Aku kunci kok.. Sumpah, tadi kamar mandinya aku kunci.." Sutra berjalan mendekati ransel, mengambil kaosnya yang masih bersih dan memakainya


"Yaudah, kalo gitu buruan pake baju!" perintah Kama. Sutra berjalan mendekati Kama, menyentuh bahu sebelah kanan Kama.


"Esshhtt, aaww!" teriak Kama

__ADS_1


"Loh, kamu kenapa? Aku cuma sentuh pelan kok.." reflek Sutra mengangkat tangannya, ia terkejut, sudah dua kali dia menyentuh bahu Kama dan Kama kesakitan.


"Pake dulu bajunya! Aku gak mau balik kalo Mas belum pake baju!" tegas Kama


"Udah daritadi, Babe.." Sutra mengelus lengan Kama. Gadis itu segera berbalik.


Ya ampuun, setuhannya dingin! Pasti karena dia baru selesai mandi


Sutra mengajaknya duduk dipinggir ranjang.


"Sini.." Kama menurut, sambil menahan debaran jantung yang luar biasa kencang. Semenjak mereka pacaran, Kama sudah banyak menurunkan egonya.


"Itu kenapa? Kamu kayaknya kesakitan" Sutra menunjuk ke bahu Kama


"Cuma lebam dikit" jawab Kama berusaha santai menatap lurus kedepan, memilih untuk menenangkan debaran jantungnya daripada harus menambah ritmemya lagi dengan bertatapan.


"Terbentur?" Kama mengangguk


"Kapan?" Sutra makin penasaran


"Tadi waktu ngobrol sama Chelsea"


"Apa? Kamu diapain sama dia? Pasti gara-gara dia kan..?" Sutra memburu Kama dengan pertanyaan, dibalas lirikan olehnya


Kurang ajar perempuan itu! Dia udah gak bisa dilembekin! Apa yang dia lakukan sampai Kama kesakitan?!


"Boleh lihat gak? Biar aku percaya kamu gak apa-apa" pinta Sutra, ia begitu penasaran dengan kondisi bahu Kama


"Ha?" Kama membulatkan bibirnya.


Serius? Apa iya aku harus menurunkan lengan bajuku agar dia bisa melihat bekas lebamnya?


"Pleaseee..." pinta Sutra


Ragu-ragu Kama menurutinya, ia menurunkan pelan lengan baju sebelah kanannya, memperlihatkan bahu mulus eksotis yang ia punya. Sutra lebih mendekat, ia betul-betul ingin melihat hasil perlakuan Chelsea pada Kama.


"Ini pasti lumayan keras terbenturnya, Babe!" Sutra meletakkan tangannya dilengan Kama, menatap lekat bahu lebam Kama hingga tercium aroma tubuh gadis itu. Sayup-sayup parfum memikat Kama masih jelas menempel, menyeruak dari belakang lehernya.


Hmm.., harumnyaaa.. Kulitnya juga mulus.. Eksotis! Aaah, otakkuuuuu!


"Gak terlalu kok.." jawab Kama canggung


"Udah kan?" Kama lantas menarik kembali lengan bajunya, ia begitu gugup. Permintaan Sutra barusan membuat ritme jantungnya tiga kali lebih cepat, bahkan lebih cepat dari saat ia memergoki Sutra yang bertelanjang dada.

__ADS_1


"Ah ya, udah.." ucap Sutra


Kalau lebih lama lagi mungkin aku yang gak kuat! Huuuuffffttt..., ya Allah.., kuatkanlah hamba-Mu ini agar sanggup menunggu tiga tahun lagi..


"Tadi Chelsea kesal, dia sampai dorong aku ke pagar. Kayaknya karena itu jadi lebam. Tapi gak papa lah, ntar juga kempis kok" Kama bergeser sedikit, mengatur jaraknya dengan Sutra


"Kurang ajar si Chelsea itu!" Sutra marah


"Mas gak perlu marah, udah lewat! Dan jangan lakukan apapun sama dia!" tegas Kama


"Oke, aku turutin kamu, Babe.. Tapi sekarang aku mau pergi sebentar ya, mau beli obat oles ke apotik, biar lebamnya cepet kempis"


"Gak usah.., aku sering kebentur kok dan pasti kempis dengan sendirinya" saut Kama polos


"Hah? Kamu ngapain aja sampe kebentur-bentur, Babe?" Sutra kaget dengan pengakuan Kama


"Ya macem-macem lah! Pake ditanya.. Udah ah, yok keluar!" Kama bangkit dari duduknya, namun sedetik kemudian gadis itu kembali terduduk lantaran Sutra menarik tangannya.


"Babe.., aku udah baca soal usia menikah dalam Islam." ucap Sutra. Selama di KL setiap malam sebelum tidur ia membaca artikel tentang menikah dalam Islam.


Aku gak kuat kayaknya, babe.. Hiiikss.. Aku udah gak karuan abis liat bahu kamu.. Aaaahhh...


Halah Sut..Sut.. Rupanya gak kuat juga nunggu tiga tahun. Pakai nyari celah biar ada alternatif lain yang meringankan penantianmu! Dodol garut! Hahaha


Kama memiringkan kepalanya, ia heran Sutra bisa kembali membahas soal itu.


"Aturannya simple, gak pake undang-undang. Selama kamu dan aku sudah baligh, kita bisa menikah kapanpun.." Sutra mengakhiri kalimatnya dengan senyum.


"Baligh itu apa?"


"Dalam hukum Islam, baligh itu artinya telah sampai usia seseorang pada tahap dewasa. Dan rentang usia memasuki baligh adalah 9 - 15 tahun" jelas Sutra


Wah, gawat! Aku udah baligh donk kalau gitu.. Iiih, apa aku siap menikah dengan dia? Jadi istrinya??


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Azeeeek, makin seru aja nih..


Udah bahas-bahas nikah!


Sutra udah gak kuat nahan selera soalnya..


Kira-kira jawaban Kama apa ya?

__ADS_1


Yes or No....


Kepoin yuk di next episode


__ADS_2