When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season 2 - Kama Cuek Abis


__ADS_3

Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas πŸ™πŸ€—πŸ˜˜


-


-


"Kenapa Mbak Yoss?" tanya Kama penasaran.


"Oalah Mbak, wes ganti mobil toh. Aku yo pengen naek yang kuning ndak kesampean.." Mbak Yoss merengek mengingat mobil sport kuning milik Sutra.


"Mobilnya pilem transpormerr iku loh mbak.. Sopo iku jenenge, m..., bambelbi (bumblebee) yo kalo aku ndak salah?" sambil mengingat-ingat Mbak Yoss berceloteh.


Astagaaa, aku kira apaan. Dasar aneh Mbak Yoss!


Hahaha, ada-ada aja penjaga kost kamu, Babe


"Ya ampon Dek.., opo toh kamu ini! Koyo ngono! Tak kirain si Mbak e kelupaan sesuatu!" Mas Deko sontak menegur istrinya yang norak.


"Udah Mbak, Mas, ndak usah didenger iki. Wes jalan, hati-hati yo.." Mas Deko pun mempersilahkan mereka berangkat.


Jarak yang tidak begitu jauh, membuat Kama dan Sutra sampai dengan cepat di apartemen laki-laki itu. Setelah memarkirkan mobil mereka langsung membawa barang-barang Kama ke lantai 11, unit apartemen Sutra.


"Mas, sampe kapan kita tinggal disini?" pintu apartemen baru saja dibuka, tapi Kama sudah bertanya demikian.


"Cuma seminggu kok, Babe. Aku udah cari apartemen yang sesuai mau kamu. Dua kamar kan.." Sutra meletakkan koper Kama ditepi ruangan.


Beginilah nasib menikahi Kama. Perempuan itu menuntut suaminya untuk pisah kamar, alias pisah ranjang. Belum ada sedikitpun dipikiran Kama untuk tidur satu kamar dengan suaminya. Makanya ia buru-buru menanyakan kapan mereka akan pindah.


"Dimana?" tanya Kama lagi sembari duduk di sofa.


"Disini juga, cuma beda lantai doank. Tapi baru minggu depan bisa serah terima kunci" Sutra membuka lemari didapur mini miliknya.


"Kamu mau aku bikinin teh atau chocolate?" tanya Sutra. Keadaan sudah terbalik. Disinilah ada seorang suami yang menyiapkan minuman untuk istrinya.


"Chocolate aja" Kama melipat kakinya diatas sofa sembari matanya berkeliling memandang unit apartemen tempat tinggal suaminya.


"Kamu tinggal sendirian tapi rapi juga ya kamarnya, Mas" Kama lalu berkomentar.


Sambil membawakan dua buah cangkir, Sutra tersenyum.

__ADS_1


"Udah kebiasaan aku dari kecil, Babe" jawab Sutraa sembari menerima cangkir berisi hot chocolate.


"Besok kan hari Sabtu, kamu mau ngapain nih rencananya?" sekarang mereka sudah duduk bersebelahan di sofa dengan posisi Sutra menghadap ke Kama.


Kama mengangkat bahunya, tidak tau.


"Kita belanja bahan makanan yuk.. Masak bareng gitu.." seminggu sebelum menikahi Kama, Sutra banyak melihat referensi kegiatan romantis pasangan muda di google. Masak bareng menjadi salah satu daftarnya.


"Gak ah, aku gak bisa masak" ternyata jawaban Kama mengecewakan. Perempuan itu langsung menolaknya mentah-mentah.


Huh, Babe, kamu ini gak ada romantisnya sedikitpun! Aku kan bilang masak bareng, bukan nyuru kamu yang masak! Tapi ya udah lah


"M..., gimana kalau kita jalan-jalan ke Puncak, mau gak? Kan deket tuh dari Jakarta" Sutra masih punya ide lain.


"Bukannya setiap weekend jalan menuju Puncak macet ya? Aku sering liat beritanya di tv kostan. Sampe pakai sistem buka tutup" Kama menjawab apa yang ia ketahui.


"Iya sih, macet bentar gak apa-apa lah Babe, yang penting kan moment jalan-jalannya sama kamu" senyum khas nya ia keluarkan.


"Gak ah, males" Kama menyeruput minumannya.


Hadeeh, ni cewek! Gak asik banget!


"Yaudah kalo gitu, gimana kalau kita pergi nonton aja?" harus diacungi jempol kegigihan Sutra menghadapi Kama.


"Terus kita ngapain donk, Babe?" Sutra mengerutkan dahinya


"Oh iya, aku baru inget. Aku ada janji ketemu dengan Mini, Mas" jawab Kama santai, Ternyata memang bukan rezeki Sutra menghabiskan hari Sabtu dengan Kama.


Astagaaaaaaaaa


"Yaudah, besok aku anterin" Sutra lantas menghabiskan minumannya dengan sekali teguk. Pertanda kalau ia sudah mulai kesal menghadapi sikap cuek istrinya.


Sementara Kama, seperti biasa, ia tidak perduli dan merasa tidak melakukan apapun yang membuat mood suaminya jadi berantakan.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Hari ini Kama janji bertemu dengan Mini di Taman Lingkar, tempat ngedate pertama Ia dengan Sutra waktu itu. Mereka sampai disana lebih dulu, lalu duduk di anak tangga yang menghadap ke danau.


__ADS_1


Tempat itu sudah jadi space favorit bagi Kama. Tenang, damai dan menyatu dengan alam. Walau tempatnya terbuka namun beberapa pohon rindang besar yang ada disitu membuatnya jadi teduh keseluruhan.


"Aku jadi inget waktu pertama kali kita ngedate disini, Babe" Sutra mengawali pembicaraan.


"Yang mana?" Kama malah bertanya.


"Masa kamu gak inget sih, yang aku nitipin materi sekaligus tugas mata kuliah itu loh" Sutra mengingatkan.


"Ooh.." maksud hati ingin nostalgia tapi jawaban Kama begitu singkat.


Seessshh, begitu doank jawabannya


"Waktu itu sebenernya aku pengen ngajak kamu jalan, Babe. Tapi gak jadi, takut kamu salah paham" tapi jangan panggil Sutra kalau dia langsung menyerah.


"Syukur gak jadi, karena aku pasti salah paham" jawab Kama santai sembari memandang danau yang tenang.


Kira-kira sedalam apa ya danaunya?


Bukannya perduli dengan obrolan suaminya, Kama malah memikirkan seberapa dalamnya danau didepan matanya.


"Kama..." tiba-tiba suara Mini terdengar memanggil. Gadis itu datang dari arah belakang mereka.


"Eh, Min, sini.." Kama meminta Mini duduk disebelah kirinya.


"Sori ya gue telat" ucap Mini kemudian.


"Gak apa-apa Min, kita juga baru nyampe kok" Kama lalu menoleh ke suaminya.


"Mas, aku mau ngobrol berdua sama Mini. Kamu bisa pergi dulu kan? Ntar aku telepon kalau udah selesai" ia meminta Sutra meninggalkan mereka.


Ha, seenaknya aja dia, sampai ngusir aku! Mau ngomong apa sih sampe aku gak boleh tau?! Uh, untung cinta, mau gak mau aku harus nurut! Lama-lama aku persis jadi bucin kalau gini


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Tega bener sih Kama!


Cueknya kebangetan! Dasar cewek introvert!


Tapi apa sih yang mau Kama dan Mini obrolin?

__ADS_1


Kok Sutra gak boleh tau??


Yuk kita kepoin di next episode gaes


__ADS_2