
Dega baru saja menurunkan Sutra di lobi tower apartemen nya. Lantas ia pun masuk, saat membuka pintu kaca loby ia bertemu dengan security gedung dan menyapa nya
"Malem pak, Ucup.."
"Ah ya mas Sutra.., malem" jawab security gedung yang bernama Ucup
Kemudian Sutra kembali berjalan menuju lift yang letak nya di sebelah kanan meja reseption. Tak lupa Sutra juga melempar senyum charming nya kepada mba-mba reseptionis di sana. Membuat mereka terpana hingga menetes kan airmata kebahagiaan menatap Sutra, sampai sosoknya menghilang masuk ke dalam lift.
Setelah mata mba-mba reseptionis dibanjiri pemandangan indah lewat wajah tampan Sutra, salah satu dari mereka tersadar,
ia baru ingat kalau ada titipan untuk Sutra tadi sore.
"Astagaaa, gue lupa ngasi tau mas ganteng, kalau ada titipan buat nya" ucap mba reseption satu ke teman nya seraya menepuk jidat
"Yaaah, elo ada-ada aja. Orang nya keburu naik tadi" jawab mba reseption dua
"Gue susul, atau gue telfon ke kamar nya ya..?" tanya mba reseption satu
"Susul? hihihi, ucul lo! Emang dasar mau lo itu siih..! Ntar kena tegur management baru lo tau rasa. Udah di telfon aja ke kamar nya, biar dia turun" jawab mba reseption dua
Mba reseption satu segera mengangkat gagang telfon dan menyambung kan nya ke unit kamar Sutra. Namun tidak ada jawaban. Ia lantas mengulangi nya lagi hingga Sutra mengangkat telfon.
"Hallo" jawab Sutra
"Hallo, maaf mas, saya Rini, saya lupa ngasi tau kalau ada titipan buat mas nya di lobi tadi sore" ucap mba reseption
"Ah ya, mba Rini gak apa-apa. Titipan buat saya? Dari siapa ya mba?" tanya Sutra lagi
"Ee.., aduh saya lupa mas. Tunggu ya saya liat note nya dulu"
"Uudah gak usah mba, ntar saya ambil ke bawah aja"
__ADS_1
"Oke mas, terimakasih" ucap mba Rini seraya menutup telfon nya
Sutra bergegas mandi setelah itu, badan nya sudah lengket karena seharian di luar. Tak lupa dia juga melaksanakan solat isya sebelum akhir nya turun untuk mengambil barang titipan yang di katakan mba reseptionist.
Ting!
Pintu lift terbuka, dan Sutra keluar dari sana. Ia mengenakan kaos dalam oblong berwarna hitam dan celana tidur panjang warna abu. Hanya dengan tampilan sederhana begitu saja, ketampanan Sutra tidak berkurang sedikit pun.
Namun malah bertambah sexi di mata perempuan. Pasal nya kaos oblong yang dikenakan Sutra saat ini, berhasil membentuk lekuk tubuh atletis nya dengan sempurna. Gimana reaksi Kama ya kalau dia ngeliat Sutra dengan modelan begini? Bakal terpana atau gak perduli?
Lantas Sutra pun segera berjalan mendekati meja reseption. Tampak kedua mba-mba reseptionis berdiri memandangi Sutra sejak ia keluar dari lift tadi. Bahkan salah satu dari mereka sampai mengeluarkan darah dari hidung nya.
Haduuh, ambulance ambulance tulungiiiin.
"Eh, mba, itu.., hidung nya berdarah" suara Sutra menyadarkan mereka berdua. Sutra segera mengambil tisue yang tersedia di atas meja reseption dan menyodor kan nya kepada mba tersebut.
"Ah, i-iya mas, makasiih.." jawab mba reseption menerima tisue dari Sutra, ia segera menyeka darah yang keluar dari hidung nya. Ia begitu terpesona memandang Sutra mimisan.
"Eh iya Din. Lo kenapa? Duduk dulu deh..."
"Mba sakit ya? Ijin aja ke management, biar bisa pulang lebih awal" Sutra mengusulkan
"Eng-gak.. Saya gak papa mas, udah biasa" jawab mba reseptionis itu
"Masa? Lo yakin gak kenapa-kenapa, Din?" tanya mba Rini
Lantas mba reseption yang mimisan itu menarik teman nya dan berbisik,
"Udah jangan banyak tanya! Gue mimisan karena ngeliat dia yang kelewat ganteng! Buruan kasi barang nya! Ato gue bisa pingsan keabisan darah!"
Mba Rini pun sedikit menyungging kan bibir nya. Ia berusaha menahan tawa setelah mendengar bisikan teman nya. Lantas dengan segera mba Rini mengeluarkan barang titipan untuk Sutra dan menyerah kan nya.
__ADS_1
"Ini barang nya mas, barusan saya liat note, barang nya diantar oleh cewek bernama Kama Leandra Rahayu, kata nya dia mahasiswa mas di UI" ucap mba Rini
Sutra nampak kaget, mata nya melebar, ia tak menyangka mendengar nama Kama yang disebut kan.
"Kama? Tadi mba sendiri yang nerima barang nya? Cewek yang rambut nya keriting kan?"
"Ia bener, saya mas, saya juga minta kartu mahasiswa nya, untuk saya catat nama lengkap nya" jawab mba Rini
"Oh, oke, makasih mba" ucap Sutra dengan senyuman lebar seraya mengambil kantungan itu dan segera pergi.
Sutra melangkah masuk ke lift tanpa menghilang kan senyuman di bibir nya sejak tadi. Ia terus memandangi kantungan kertas yang ada di tangan nya, masih tak percaya kalau Kama memberikan barang itu pada nya, bahkan mengantar kan nya hingga ke apartemen.
Rupanya dia masih ingat alamat ku. Ah ya tentu lah, kan malam itu dia mengantar ku pulang. Tapi, isi nya apa ya..? Aah, dia benar-benar bikin jantung ku gak tenang, pikir Sutra
Akhir nya Sutra sampai di dalam kamar nya. Ia segera duduk di sofa dan membuka perekat di kantungan itu untuk mengeluarkan isi nya. Tampak sebuah kotak berisi action figure disana.
Sutra mengerut kan dahi, ia bingung dengan apa yang ia terima saat ini. Diletak kan nya kotak itu di atas meja, sambil terus ia pandangi. Bertanya-tanya, ada apa dengan action figure captain america? Kenapa Kama memberikan itu pada nya? Maksud nya apa ya?
Sutra lantas mengambil ponsel di saku celana nya, berfikir untuk menelfon Kama atau paling tidak sekedar mengirim pesan untuk menanyakan perkara captain america itu. Namun niat itu di urungkan nya,
sebab ia tidak mau Kama menganggap nya cowok lembek yang seketika melupakan kejadian tadi siang.
Hm, mungkin sebaik nya besok saja ku tanyakan langsung, pikir Sutra
πππ
TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI ππ
KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT π€
JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)
__ADS_1
I Love U π