
Please jangan lupa tinggalin jempol dan vote nya ya biar authornya makin semangat π€π
happy reading..
.
.
Matahari tenggelam dengan sempurna, saat Sutra pamit pulang pada Lulu.
"Tante, saya pamit pulang ya.. Makasih udah dibolehin tidur sore tadi.." senyum Sutra mengembang, ia begitu bahagia bisa tidur diranjang yang penuh dengan aroma Kama.
"Loh, kok kamu pulang sekarang? Makan malam dulu yuk.., udah tante order tuh.." Lulu menunjuk ke meja makan
"Sekalian ada yang mau tante omongin, penting!" sambung Lulu lagi
Kama yang berdiri disamping Sutra langsung berekasi, ia segera mendekati Lulu.
"Hal penting apa sih, Tante?" tanyanya penasaran
"Makan dulu yuk.." Lulu mengelus kepala Kama, membuat gadis itu makin curiga. Pasalnya Lulu tidak pernah seperti ini, bersikap tenang namun menyembunyikan sesuatu.
Sutra menangkap raut wajah aneh Kama. Ia lantas mengikuti permintaan Lulu. Mereka bertiga makan malam bersama dengan menu chinese food yang diantar dari restoran milik keluarga Lulu.
Kama dan Sutra duduk bersebelahan di meja makan, sementara Lulu berseberangan dengan Kama. Di kursinya Kama terlihat kurang menikmati makanan, gadis itu hanya mengambil sedikit makanan ke atas piring, bahkan tidak menghabiskannya. Walau sikapnya tenang namun Sutra tau sesungguhnya ia begitu penasaran dengan hal penting yang ingin disampaikan oleh Lulu.
Berselang sepuluh menit, mereka bertiga menyudahi makannya. Lulu menenggak segelas air putih sebelum ia mulai bicara.
"Huuufffttt.., sebenernya Tante berat ngomongin hal ini. Tapi mumpung Adrian ada disini, kayaknya ini waktu yang tepat!" ucap Lulu masih memegang gelas kosong bekas ia minum
Waduuuh, ada apa ya ini? Apa jangan-jangan aku mau dinikahin sama Kama? Aaah, alhamdulillaaaah...
__ADS_1
"Ada apa sih, Tante?" Kama memburu
"Sebenernya.., kemarin Aji berangkat ke Bali.. Dia-" ucapan Lulu terpotong
"Ngapain? Biang? Biang kenapa, Tante?" Kama semakin mendesak, ia makin tidak karuan mendengar kata Bali.
Oh, ternyata bukan mau dinikahin. Mck, harapanku terlalu tinggi! Tapi, ada apa ya dengan ibunya Kama?
"Kam, please, calm down..! Biarin Tante ceritain dulu sama kamu," saut Lulu dan Kama mengangguk
"Aji berangkat ke Bali atas permintaan Biangmu.. Ada masalah soal sertifikat cottage kalian yang tertahan di notaris. Tante gak paham betul gimana ceritanya, Tante pikir itu masalah kecil.., cuma soal surat menyurat yang gak dipahami Biangmu. Tapi tadi Aji ngabarin lagi dan cerita kalau itu adalah masalah besar.. Sertifikat cottage kalian diduplikasi oleh mafia tanah.. Sore tadi anak buah mafia itu datang, mereka mengusir semua orang yang ada disitu, bahkan penyewa kamar pun mereka usir, minta dikosongkan segera.." jelas Lulu
"Gak mungkin, Tante! Dari Kama lahir cottage itu kepunyaan Dadong dan Pekak! Dan sekarang sudah pasti menjadi milik Biang.. Cuma Biang satu-satunya anak mereka!" Kama membantah, ia tersulut emosi mendengar Biangnya diusir.
Sutra yang disebelah Kama mengusap-usap lembut bahu gadis itu, mencoba menenangkannya.
Aku bisa merasakan kecemasan Kama
"Tante tau, Sayang.. Aji sudah lebih dulu menceritakan itu. Tapi mereka gak perduli, mereka bahkan membawa aparat kepolisian beserta bukti sertifikat palsu yang mereka akui keasliannya 100 persen!" ucap Lulu lagi
"Aji sudah membawa Biang dan semua pekerja lain ketempat yang aman.., malam ini mereka bisa istirahat dengan nyaman" Lulu mendengar kabar kalau malam ini suaminya sudah membawa mereka semua kerumah kerabatnya.
"Kama harus pulang, Tante! Kama mau nemenin Biang! Biang pasti butuh Kama! Cuma cottage itu satu-satu sumber penghasilan Biang, dan bukan cuma untuk Kama.. Banyak pekerja yang hidup dari situ, dan sebagian besar diantara mereka sejak awal sudah tinggal bersama kami.." tegas Kama
"Loh, terus kuliah kamu gimana? Gak usah ah, sudah ada Aji kok disana.. Kamu percayain semua ke Aji, oke..?!" Lulu mencegah
Wajah Kama mulai gelisah, ia merasa tidak tenang dengan keadaan yang baru saja ia dengar. Disatu sisi ia ingin menolong dan menemani Biangnya, namun disisi lain ia juga harus memikirkan kuliahnya. Kama lantas menoleh ke arah Sutra, seolah ingin mengatakan, "Tolong aku, Mas.."
Aku gak bisa diam aja, harus ada hal yang bisa aku lakukan untuk menolong pacarku!
"Biar Adrian yang urus ijin kuliah Kama, Tante.." Sutra memberikan solusi yang mampu ditanganinya
"Tapi gak bisa lebih dari dua minggu.., karena absensi kelulusan mata kuliah harus diatas tujuh puluh persen" Sutra menatap Kama, memberi pengertian, yang dibalas anggukan cepat oleh gadis itu.
__ADS_1
"Oke, kalau gitu Tante ijinin Kama nyusul ke Bali, tapi..." masih ada hal lain yang Lulu khawatirkan
"Tapi apa Tante?" Kama memburu
"Tante gak bisa temenin Kamu, sayang.. Baby Jason gak mungkin Tante tinggal.." jelas Lulu
"Gak papa kok Tante.., itukan sama aja seperti Kama pulang kampung" Kama menjawab santai, perasaannya sudah lebih lega karena dibolehkan pulang ke Bali
"Tante gak setuju, Kam.. Ini bukan perkara biasa. Disana kamu akan berurusan dengan mafia tanah, mereka bukan orang sembarangan! Pokoknya kamu gak boleh berangkat sendirian! Biar Tante telepon Papa Tante dulu, Tante mau pinjam bodyguardnya satu!" Lulu beranjak dari tempat duduknya untuk mengambil ponsel.
Wah, gawat! Benar kata tante Lulu, Kama akan berurusan dengan mafia tanah. Bagaimanapun caranya aku harus temani dia!
Namun Sutra lebih dulu menahan Lulu dengan kalimatnya, "Tante, maaf kalau saya lancang.. Seumpama saya bisa, apakah saya boleh menemani Kama berangkat ke Bali?"
"Kamu yakin Adrian? Terus keluarga kamu gimana? Apa mereka ngijinin?" tanya Lulu serius.
Semoga ayah dan ibu kasi ijin, ya Allah..
"Sangat, Tante! Adrian akan bertanggung jawab penuh pada Kama! Sekarang juga Adrian akan kabari ke rumah, mereka pasti mau mengerti.." Sutra meyakinkan Lulu
"Mas, jangan becanda! Proyek kamu di KL gimana?" bantah Kama, ia tidak mau mengacaukan pekerjaan pacarnya.
"Aku akan minta ijin, Babe.. Semua file yang mereka butuhkan akan aku kirim via email, dan kalau masih ada yang kurang bisa aku kerjakan di Bali kan.." Sutra tersenyum ia tidak mau membiarkan kekasihnya menghadapi masalah sendirian.
"Gini aja deh.., malam ini Adrian selesaikan dulu urusan ijin kampus, proyek kamu dan keluarga kamu. Besok pagi Tante tunggu jawabannya, oke?" Lulu memberi solusi
"Oke, siap Tante" jawab Sutra yakin sembari beranjak dari duduknya, bergegas pamit pulang
πππ
Duh, kasian ibunya Kama
Apakah cottage milik mereka akan kembali ketangan mereka lagi?
__ADS_1
Dan apakah Sutra mendapatkan ijin dari orangtuanya ntuk pergi menemani Kama??