When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
CEMBURU


__ADS_3

Please jangan lupa tinggalin jempol dan vote nya ya biar authornya makin semangat πŸ€—πŸ™


happy reading..


.


.


Kama dan Sutra sudah kembali ke hotel tepat pukul sepuluh malam. Kama langsung saja masuk ke kamar mandi, bersih-bersih dan sikat gigi. Kebiasaan yang dilakukannya setiap kali mau tidur.


"Aku udah beres, kamu gak sikat gigi Mas?" tanya Kama begitu ia keluar dari kamar mandi.


"Ha, oh iya.. Aku sekalian mau wudhu, belum solat isya" awalnya Sutra heran, baru jam sepuluh Kama sudah menyuruhnya sikat gigi.


Mau apa dia? Kok nyuru aku sikat gigi?


Lima belas menit berlalu aktifitas Sutra pun selesai. Ia lantas menyalakan tv dan masuk dalam selimut di ranjang yang kosong. Sementara Kama masih sibuk mengotak atik ponselnya diatas ranjang yang satu lagi.


"Babe.." panggil Sutra.


"Ya.." jawab Kama sembari terus fokus pada ponselnya.


"Itu si bule tatoan minta-"


"Mas, besok absensi aku gak bermasalah kan? Kamu beneran udah lapor ke jurusan?" Kama memotong kalimat Sutra, ia kawatir dengan absensi kuliahnya.


"Hmuuufft, gak apa-apa, udah aku lapor kok.." Sutra menghembus napas panjang.


Dia memang hobi memotong pembicaraanku!


"Bagus deh kalo gitu. Aku takut aja nilaiku anjlok gara-gara absen" Kama memang selalu menomor satukan study nya sejak dulu.


"Eh, beneran di follow" celetuk Kama lagi. Entah kenapa jarinya membuka akun instagram miliknya saat itu, dan ternyata Josh Cerrada sudah mengikuti akunnya.


"Follow apa?" saut Sutra bingung. Dari bicara absen nyamber ke follow, kan gak nyambung.

__ADS_1


"Instagram aku difollow sama Josh" Kama menjawab santai.


Hah? Itu kan yang mau aku tanya tadi, eh malah udah difollow! Brengsek tu bule! Mau apa dia?!


"Terus, kamu follback?" Sutra ingin tahu respon Kama.


"Hm-m.." kembali dengan santai Kama mengiyakan.


Huh, dasar! Ternyata kamu sama aja, Babe!


Reflek mood Sutra jadi jelek, rasa cemburu menjalar dan membakar hatinya hanya gara-gara follow dan follback. Ia langsung menekan tombol off di remote tv, meletakkannya diatas meja, lalu masuk ke selimut lebih dalam. Membenamkan dirinya hingga ke leher, lalu membelakangi Kama berniat untuk tidur saat itu juga.


Sementara Kama masih sibuk dengan ponselnya. Ia membalas beberapa personal message dari teman sekolahnya dulu lewat instagram. Ia juga tak lupa mengabari Mini tentang ketidakhadirannya selama seminggu ke depan, dan berjanji akan menceritakan semuanya pada Mini ketika ia kembali masuk nanti.


Niat Sutra yang ingin tidur tidak tercapai sama sekali. Ia bahkan semakin kesal karena Kama hanya cuek dan tidak bertanya apapun padanya. Bahkan Kama tidak tau kalau ia sedang kesal lantaran cemburu. Di intipnya Kama sekilas, gadis itu sesekali tersenyum sembari mengotak atik ponselnya.


Pasti dia sedang berkirim pesan dengan bule sialan itu! Kurang ajar! Aku harus temui dia secepatnya!


Padahal faktanya Kama sedang berkirim pesan dengan Mini. Mini menceritakan kalau ia baru saja pulang liburan ke Puncak bersama Reyhan. Dan sialnya motor butut Reyhan mogok saat perjalanan pulang, hingga mereka terpaksa berjalan kaki sampai ketemu bengkel yang buka.


Sanking kesalnya, Sutra tiba-tiba saja duduk dan menghempas selimutnya hingga jatuh ke lantai. Menarik perhatian Kama untuk bertanya.


"Kamu kenapa, Mas?"


"Huuh! Kepanasan!" Sutra menghembus napas kasar. Ia lantas bangkit, keluar menuju balkon kamar. Mencari udara segar agar panas dihatinya bisa mereda.


Berselang lima menit Kama meletakkan ponselnya di atas nakas. Ia sudah selesai ngobrol lewat chat dengan Mini. Ia lantas mengambil dua buah minuman kaleng yang dibelinya di minimarket. Membukanya satu dan langsung meminumnya hingga habis setengah kaleng, lalu menyusul Sutra ke balkon.


"Mas, nih.." Kama menyerahkan satu minuman kaleng yang masih baru pada Sutra.


Tapi Sutra malah terkejut dibuatnya. Ia tak menyangka Kama menyerahkan minuman kaleng beralkhohol padanya.



Apa ini? Bir? Kapan dia beli bir?

__ADS_1


"Kok kamu bisa beli ini? Aku gak liat tadi dikeranjang belanjaan kamu" langsung saja Sutra bertanya.


"Oh, itu tadi ada promo di kasir. Beli dua hemat sepuluh ribu" jawab Kama santai.


Hah? Hemat sepuluh ribu katanya? Aku gak habis pikir dengan isi kepalanya! Cuma karena hemat sepuluh ribu lantas dia mau minum bir?


Sutra melirik kaleng ditangan Kama yang sudah terbuka.


"Udah kamu minum?" tanya Sutra khawatir.


"Udah setengah. Agak aneh sih rasanya. Gak kayak kopi yang biasanya" Kama lalu duduk disamping Sutra.


"Kopi? Memangnya kamu gak baca tulisannya? Itu isinya bir, Babe!" Sutra menggelengkan kepala, tak percaya kalau Kama seceroboh itu.


Kama lantas mengangkat kaleng ditangannya hingga sejajar dengan mata. Membaca tulisan di kaleng minuman itu.


"Eh, iya ya.. Yaudahlah mau gimana lagi, aku gak perhatiin tadi. Aku pikir kopi, karena kalengnya warna cokelat kan" jawab Kama santai. Ia bangkit dan membuang kaleng itu ke tempat sampah disudut balkon.


"Lagian baru keminum setengah doank, kok" sambung Kama lagi. Sekarang ia sudah kembali duduk disebelah Sutra.


Ya Allah, betapa cerobohnya dia. Aku jadi khawatir biarin dia kemana-mana sendiri!


Mereka lantas duduk menikmati hembusan angin malam di balkon kamar. Melihat lampu-lampu cantik yang berasal dari taman belakang hotel.


"Kayaknya kamu bener, Mas. Emang panas ya cuacanya" efek alkohol dari bir yang diminum Kama mulai bereaksi, tubuhnya terasa panas. Gadis itu mengangkat tangannya, membuka kaos lengan panjang rainbow yang ia kenakan.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Omoo..omooo...


Kama mau ngapain gaes???


Maen buka-buka aja... 😱


Kira-kira gimana sih reaksi Sutra ngeliat itu??? Ada apa dibalik kaos rainbow itu??

__ADS_1


__ADS_2