
Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas ππ€π
-
-
Permainan pun berulang dari awal. Persis seperti tadi. Saat Kama sudah membuka mulutnya, gerakan mereka jadi berkesinambungan, seolah berirama. Mata yang terpejam membuat adegan french cup menjadi begitu penuh perasaan.
Detak jantung Sutra yang berkejar-kejaran, menarik keberaniannya untuk menambah gerakan lain. Ya, jemari Sutra mulai bergerilya. Satu tangannya menopang kepala Kama, sementara satunya lagi menjalar, menelusup kebalik celah kaos kedodoran Kama.
Pinggul? Oh, itu tadi sudah. Sutra ingin yang lebih. Laki-laki itu sudah tidak menahan-nahan lagi. Reaksi asam amino tinggi dari seafood sudah mengisi penuh semangat dan keberaniannya. Sentuhan jemari Sutra naik perlahan dari pinggang Kama menuju ke atas sedikit demi sedikit. Teraba oleh Sutra lekukan tubuh Kama, membuat tekanan darahnya makin cepat.
Begitu pula dengan Kama. Tanpa sadar kedua tangan Kama sudah hinggap di dada bidang Sutra, meraba bentuk dan lekukannya perlahan. Memang betul yang disebut dalam artikel google soal seafood. Karena jelas terbukti pada Kama sekarang.
Kama yang kaku sudah melepas logikanya. Rasa malu yang selalu menghantuinya pun kalah di hantam ombak cinta yang begitu besar dari Sutra.
Ya, kita akui gerakan Sutra begitu nikmat. Sentuhannya pun memabukkan, membuat Kama tertarik semakin dalam.
Jemari Sutra sudah sampai pada pengait kain yang menyangga dua gundukan milik Kama. Hanya dengan sekali hentakkan pengaitnya pun terlepas, membuat dua buah isinya terbebas dari tawanan.
"Maass..." ucap Kama di sela-sela pagutan mereka. Tidak jelas juga itu ucapan atau desahan. Bentuknya sama, berair di rawa-rawa. Eh, maksudnya serak-serak becek. Mungkin lantaran Kama lagi keenakan di kenyot.
"Heum..." saut Sutra tanpa melepas kenikmatan marsmellow peach milik Kama. Kayaknya minuman boba yang terkenal itupun kalah di buatnya.
Jemari Sutra lantas melanjutkan gerakan. Tugasnya belum selesai. Perintah sang komandan masih harus di teruskan sesuai dengan SOP.
By the way, SOP disini maksudnya dalah standart operating procedure atau disebut juga surat perintah kerja. Bukan SOP buntut, SOP ayam, dll.
Walau sudah terbebas dari tawanan, namun dua buah isinya belum juga keluar. Sutra lantas putar arah, dari posisi belakang ia beralih ke depan lalu menekan gas hingga sampai di tepian puncak salah satu gundukan itu, yakni yang sebelah kanan.
Untuk yang satu ini tampaknya Sutra belajar dari Michael Schumacher, si pembalap profesional asal Jerman, menekan gas menuju puncak surga dunia yang pertama.
Astaga, jadi ketauan author anak taun berapa. Idolanya pembalap old sih.
Kini jari telunjuk dan jempol yang memimpin serangan. Soft and smooth si telunjuk mengitari area tepian lebih dulu sebelum sampai ke pucuknya. Dua hingga tiga kali putaran.
Loh, kenapa gak langsung aja sih? Sabar, gerakan itulah yang di anjurkan oleh pakar hubungan meletup-letup. Seorang laki-laki harus melakukan gerakan yang membuat penasaran lebih dulu sebelum menuju ke inti. Agar apa? Agar pasangan menjadi greget, dan berharap penuh untuk gerakan selanjutnya.
__ADS_1
Kalau masih gak percaya juga, buruan tes di rumah dengan pasangan halalnya masing-masing guys. Tapi inget, harus di tempat tertutup ya, jangan di semak-semak, ntar di cium lintah anunya. Hahaha.
Oke kita balik fokus lagi.
Putaran ketiga sudah selesai, lalu sampailah pada si pucuk cream. Sutra ingat betul dengannya. Mereka sudah lebih dulu berkenalan sejak awal pernikahan dan sekarang mereka di pertemukan lagi setelah babak ketiga pertandingan. Walau belum sampai di step tatap muka, lewat sentuhan hangat pun tak masalah. Karena bentuknya tergambar jelas di ingatan Sutra.
Pluk !
Tiba-tiba si pucuk cream melotot. Yang semula lembek kini ia sudah sedikit mengeras.
Ingat ya, sedikit mengeras! Jangan banyak-banyak, ntar jadi batu.
"Ssshhhh..." lirihan pelan keluar dari mulut Kama di sela-sela pagutan lumer mereka.
Reflek Kama pun ikut melotot. Ia menutup mulutnya dengan kedua tangan lantaran malu. Ciuman hot mereka pun terpaksa harus berhenti.
Sutra paham dengan reaksi begitu karena Kama pernah melakukan hal yang sama. Laki-laki itu hanya menanggapi dengan senyum. Ia tidak menghentikan kegiatan jemarinya sama sekali. Bahkan ia memutar pelan si pucuk cream agar Kama semakin bergetar karenanya.
"Gak apa-apa, Babe ... Nikmatin aja ..." bisik Sutra pelan. Dan benar, Kama menurut. Ternyata indahnya sentuhan tangan Sutra di pucuk cream miliknya jauh lebih besar dari rasa malunya.
Sekarang tangan Sutra yang satunya mendapat perintah dari komandan untuk mendukung aksi teman sebelahnya.
Jemari itu pun ikut masuk ke balik kaos kedodoran Kama.
Entah memang murni perintah atau karena iri hati. Jemari itu melakukan hal yang sama. Ia tancap gas hingga ke tepian gundukan sebelah kiri. Membuat gerakan memutar tiga kali lalu kemudian bersenda gurau dengan kembaran si pucuk cream.
"Sssshhhh ..." lirihan Kama keluar lagi dari bibirnya. Pertanda kalau ia semakin menikmati permainan tangan Sutra.
Sutra lalu menghentikan aksinya sekaligus, menatap lekat wajah merah Kama dan matanya yang sayu.
"Open your shirt, Babe (buka donk bajunya, sayang)..." sautnya pelan dan dalam sembari meraih ujung kaos kedodoran Kama untuk ia tarik ke atas.
"Ma-malu Mas ..." Kama menahan gerakan tangan Sutra.
"Aku kangen istriku, pleaseee ..." pinta Sutra memelas. Pupil matanya melebar, alisnya terangkat, dan deru napasnya kian cepat. Ciri seorang laki-laki yang mulai termakan umpan cinta.
Maksudnya adalah mulai tinggi, sedang menaiki tangga kenikmatan. Kalau gak ngerti juga komen di bawah ya. Tidak bisa di jelaskan secara gamblang, takut di sensor soalnya.
__ADS_1
Wajah mereka berdua sudah sama-sama kacau sekarang. Masing-masing menunjukkan ciri khusus akibat termakan umpan cinta.
Akhirnya Kama tidak sanggup berkata-kata lagi. Otak dan hatinya sepakat menginginkan kelanjutan adegan ini.
Kama pasrah, dan membiarkan Sutra melanjutkan aksinya.
Cukup tiga detik, kaos kedodoran Kama terlepas dan di lempar sembarang. Menyisakan kain penyangga yang tergantung longgar di sana akibat sudah terlepas kaitnya.
Sutra lantas menyingkirkan yang itu juga. Hingga bagian atas Kama sudah polos sekarang.
Oh, Babe ... Aku beneran kangen sama dia ...
Akhirnya Sutra bisa bertatap muka dengan si pucuk cream kembar kembali setelah sekian lama. Ada rasa haru di sana, tak menyangka kalau hari ini ia bisa bertemu dengan si pucuk cream untuk kedua kalinya.
Kalau dalam komik, mata Sutra pasti di gambarkan penuh dengan bintang dengan sedikit bulir kaca, menatap indahnya dua onggok gundukan sintal milik Kama.
Sungguh pertemuan yang menggetarkan. Keindahan dan kecantikan si pucuk cream tak berkurang dari sejak pertama mereka berkenalan. Bahkan hari ini bentuknya semakin menonjol, seolah menantang untuk di cicipi.
Eh tapi tunggu dulu. Jangan curang! Sutra harus adil membagi pemandangan. Secara naluri bukan hanya dia seorang yang ingin menikmati keindahan lekuk orang yang di cinta. Tapi Kama juga.
Dengan tumpukan malu yang berimbang nafsu, Kama menunggu suaminya menunjukkan dada berbulu. Ya, dada berbulu milik Sutra yang bentuknya menggetarkan kalbu.
πππ
Wohooo, omo omo omo....
Adegan apa ini??
Ada pucuk Ada bulu
Makan jeruk minumnya susu
Nah loh, artiin sendiri pantun diatas
Othor udah gak kuaaaat ππ€€
Mending kita kepoin next episode nya π
__ADS_1