When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season 2 - Kado Untuk Chelsea & Dega


__ADS_3

Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas πŸ™πŸ€—πŸ˜˜


-


-


Datuk Emran baru saja masuk ke dalam mobil bersama dengan istrinya. Ia menekan sebuah nomor di ponsel, menghubungi seseorang.


"Hallo, Jalal," ucapnya setelah telepon tersambung.


"Ya, Datuk," jawab seorang laki-laki bernama Jalal di ujung telepon.


"Pi yu kirim paket tu sekarang!" perintahnya.


"Siap, Datuk. Segera saya laksanakan," tegas Jalal lalu mematikan telepon.


Datuk Emran lantas tersenyum. Ia seperti sedang membayangkan sesuatu yang lucu.


"Sape lagi yang Abang telepon tu? Senyum-senyum pula," tanya Ida yang duduk di samping Datuk Emran.


"Anak buah Abang, nak kirimkan paket untuk anak ayam lepas," sautnya asal sembari kembali tersenyum.


"Tak paham lah Ida sama Abang ni. Anak ayam pun di kirimkan paket," saut Ida heran.


"Tak usah Ida paham, cukop Ida cinta Abang je lah ..." Datuk Emran mengedipkan sebelah mata sembari mencubit gemas dagu bulat istrinya. Pertanda kalau ia akan main cangkul-cangkulan setelah mereka sampai di rumah.


"Aish ..., tak nak lah Bang. Ida capek, nak istirahat di rumah!" tolak Ida sembari memalingkan wajah.


Ternya oh ternyata, Datuk Emran masih sempat mikirin jatah setelah pergulatan otak selama beberapa hari ini.


Alahaii, toook Datook. Sabar lah sikit, jangan nak mencangkuuul je kerja! Ingat, lutut pun dah goyang, nak di kasi asupan lebih dulu baru boleh kerja, kata author.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Tok tok tok !


Tepat jam 8 malam ada seseorang yang mengetuk pintu unit apartemen Chelsea saat ia dan Dega sedang asik main kartu Uno. Ya, ini adalah malam keempat Dega menginap di apartemen Chelsea. Mereka berdua sudah seperti pasangan suami istri, berduaan di kamar berhari-hari. Hanya keluar sehari tiga kali untuk mengambil pesanan makanan di loby apartemen.


"Eh, siapa tuh?" bisik Chelsea berlonjak kaget. Seketika wajahnya pucat menatap Dega.


Bagaimana mungkin ada orang yang bisa langsung naik ke lantai kamarnya sementara dia hanya memberikan akses pada Dega seorang. Bahkan orangtuanya pun tidak memiliki akses naik.


"Jangan-jangan, Babe lu tuh Chels," saut Dega pelan. Wajahnya tak kalah panik.


"Papi? Masa sih?" tanya Chelsea balik.


Mati gua! Bakal beneran di bunuh ini! Setdah, Nyak ..., Be ..., ikhlasin Dega ye ... Dega minta maap kalo kagak bise jadi anak soleh bwt Nyak ame Babe, hiikss ....


"Udah buruan kamu ngumpet di kamar aku sekarang!" perintah Chelsea.


Dega segera berlari pelan, bersembunyi di dalam kamar Chelsea. Sementara gadis itu mengintip dari lubang pintu, melihat siapa yang datang.


Tampak seorang laki-laki berseragam teknisi berdiri di depan pintu.

__ADS_1


Petugas gedung? Ngapain ke sini?


Melihat orang tak di kenal, Chelsea tidak berani membuka pintu apartemennya. Dia memutuskan bertanya lebih dulu.


"Siapa ya? Ada perlu apa? " tanyanya dengan suara yang keras.


"Maintenance, Mbak, dari management gedung," laki-laki itu menjawab.


"Loh, saya gak komplain apa-apa, kok. Dan gak ada yang rusak juga," saut Chelsea dari dalam.


"Itu dari kamar lantai atas, ada yang nyangkut salurannya. Saya takut jebol di kamar mandi, Mbak. Jadi saya mohon ijin untuk cek sebentar," jawab laki-laki itu lagi.


Ooh ...


Tanpa curiga lagi Chelsea pun membukakan pintu unit apartemennya. Ia semakin yakin lantaran apartemen yang ia sewa saat ini keamanannya cukup ketat, jadi tidak mungkin sembarangan orang bisa masuk.


Ceklek !


Laki-laki itu lantas masuk dengan membawa kotak perkakas di sebelah tangannya, sementara tangan yang satunya memegang amplop cokelat.


"Permisi, Mbak. Saya langsung cek kamar mandinya ya," pinta laki-laki itu.


"Iya, silahkan, Mas," saut Chelsea.


Laki-laki itu meletakkan amplop cokelat di atas meja makan lebih dulu, lalu ia masuk ke kamar mandi, berkutat dengan keran air dan saluran pembuangan selama sepuluh menit. Selesai dengan pekerjaannya ia lantas pamit.


"Oke, Mbak, sudah selesai. Semuanya aman, tidak ada yang nyangkut. Mohon maaf saya sudah mengganggu waktunya sebentar," ucapnya di ambang pintu.


"Iya, gak apa-apa, Mas," ucap Chelsea.


Seketika Chelsea terbelalak, bagaimana bisa laki-laki itu tau kalau ia tidak hanya sendiri di dalam apartemen.


Ha? Kok dia tau aku gak sendiri?????


"Kalau begitu saya permisi dulu, mari ..." Ia lantas berlalu pergi.


Chelsea segera menutup pintu, menguncinya lalu memanggil Dega.


"Ga ...," teriaknya.


Secepat kilat Dega keluar dari kamar.


"Ape, ape, ape? Lu kagak nape-nape kan?" tanya Dega beruntun.


"Tuh, ada yang nitipin itu buat kita." Chelsea berjalan cepat mendekati Dega sembari menunjuk ke amplop cokelat. Wajahnya tampak gusar. Jantungnya tiba-tiba saja menderu, seperti akan mendapat sebuah kejutan yang tidak enak.


"Buat kite?" tanya Dega heran.


"Kamu aja yang buka, deh. Aku takut." Chelsea bersembunyi di belakang tubuh Dega.


Dengan gaya tengil, Dega langsung meraih amplop dan menyobek, melihat apa isi di dalamnya.


Tampak sebuah flashdisc dan note kecil di sana.

__ADS_1


"Cuma flashdisc ame kertas doank, kok. Ngapain lu takut" Dega mengeluarkan kedua benda itu, lalu meletakkannya di atas meja dekat sofa.


"Apa isi note-nya?" Chelsea meraih kertas itu lalu membacanya.


Tertulis di dalamnya,


Congratulation!


Ini kado saya untuk hari jadi kalian.


From. Emran Ibrahim


"Siapa Emran Ibrahim?" Chelsea mengerutkan dahi, perasaannya sudah mulai tidak enak.


Kado hari jadi? Maksudnya apa? Siapa orang ini??


"Mana siniin laptop lu, Chels. Gua penasaran sama isi flashdisc-nye," pinta Dega.


Cepat-cepat Chelsea melangkah mengambil laptop. Sejujurnya ia sudah merasa takut, namun hatinya masih penasaran dengan isi flashdisc itu.


Mereka berdua sudah duduk di depan laptop sekarang, menunggu file dari flashdisc yang Dega colokkan terbuka. Ada dua buah video di sana. Dega lantas membuka video yang pertama.


Eng ing eng ... ! Cilukba !


"Di kamar aja yuk ..., biar leluasa ..." Di awal video terdengar suara manja Chelsea yang mengajak Dega pindah tempat ke dalam kamar. Sebuah video nyata pergulatan mesra yang mereka lakukan beberapa malam yang lalu.


Ooh, jadi die yang ngajak gua duluan. Entu artinye gua kagak salah-salah banget donk yak? Hehehe...


"Matiin!" sontak Chelsea berteriak, wajahnya memerah, menahan kesal sekaligus malu.


Mau tidak mau Dega menurut. Ia reflek menutup layar laptop agar videonya otomatis terhenti.


Lah, begitu aje ngamuk, Chels. Sabar dulu ngapa, pan gua pengen tau juga pegimane adegan hot kita..


Chelsea malu menonton semua adegan itu. Pasalnya dia pun baru tau kalau ternyata dia sendiri lah yang lebih dulu membuka jalan untuk Dega memaculnya bersama si gundul pacul. Eh astaga, maaf, maksudnya adalah, Chelsea yang membuka jalan untuk Dega melakukan kekhilafan bersama dengannya.


Brak !


"Kurang ajar! Siapa Emran Ibrahim ini??? Jadi dia merekam kita?? Dia pasti taruh kamera di ruangan ini!" Chelsea blingsatan, ia memukul meja sembari mencari kesana kemari. Melihat setiap sudut ruangan yang memungkinkan adanya kamera pengintai.


"Cepet bantuin aku cari kameranyaaaa!!" teriaknya lagi pada Dega.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Ternyata Abah bisa juga main lucu-lucuan..


Mungkin tujuannya untuk bikin Chelsea jera atas segala niat buruk yang mau dia lakukan pada Sutra..


Makanya Chels, jangan main-main sama lahan orang. Cari lahan ndiri ngapa..., tuh udeh ada Dega yang sedia ikhlas hati pengen di garap, 🀣🀣


Eh tapi, baru satu video kan yang di buka Dega. Satu lagi isinya apaaa????


Terus Kama dan Sutra kemana siiiih?????????

__ADS_1


Cekidot di next bab nya kaka πŸ‘‡πŸ€—


__ADS_2