When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season 2 - Kama Curiga


__ADS_3

Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas πŸ™πŸ€—πŸ˜˜


-


-


_flashback on lanjut_


Ternyata Kama sedang tertidur pulas dengan rona bahagia di pipinya. Perempuan itu sudah bekerja keras untuk pertama kalinya sepanjang 16 tahun hidup. Walau pekerjaannya belum selesai, tapi setidaknya ia sudah menikmati separuhnya. Pengalaman luar biasa yang dialaminya tepat di malam pertama mereka.


Ini fakta, dan jelas apa adanya. Bukan hanya karangan belaka. Tidak semua orang yang menikah langsung menikmati penyatuan pertamanya dihari yang sama. Banyak hal bisa terjadi, banyak alasan yang mendasari. Bukan lantas karena sudah sama-sama cinta, kita langsung membuka semuanya. Setiap orang berhak memilih jalan berbeda. Tapi cinta sejati persis seperti Sutra pada Kama. Tidak kecewa namun semakin bertambah rasanya.


Melihat keadaan Kama, otak Sutra langsung bekerja. Ia harus membuat keadaan menjadi tidak ada apa-apa sebelum istrinya membuka mata.


Sutra lantas memakaikan kembali invisible bra di dada Kama. Entah bagaimana caranya yang pasti ia sampai melihat tutorial di youtube agar bisa memasangnya dengan sempurna. Lalu apakah ia serta merta baik-baik saja dengan aktifitas itu?


Tentu saja tidak. Prajurit import, Komodo Lang, otomatis kembali bereaksi. Penyiksaan kedua berlangsung lagi. Dan hanya komandan dan anak buahnya itulah yang paham harus bagaimana mengatasi. Maka itu cepat-cepat Sutra pergi ke kamar mandi lagi. Kita cuma bisa nebak sendiri apa yang terjadi. Hihihi.


Setengah jam berlalu, Sutra kembali membenahi keadaan Kama. Laki-laki itu memakaikan piyama tidur yang sempat dibawa Kama saat ia ingin mandi sebelum semua kejadian panas terjadi. Selanjutnya ia pun menyelimuti Kama, membiarkannya tidur dengan pulas sampai pagi. Tak lupa ia meninggalkan satu kecupan di kening sang istri sembari berbisik,


"I love you, Babe..." lalu beranjak ke sofa dan merebahkan diri. Beristirahat dari aktifitas panjang yang menguras hati namun tak mengurangi cinta sejati.


_flashback off_


Sutra masuk ke dalam kamar menemui Kama. Ia langsung menghampiri Kama yang masih duduk ditepi ranjang sembari duduk disebelahnya.


"Pagi, Babe. Nyenyak tidurnya?" sesantai mungkin Sutra berucap. Ia memiringkan kepalanya menatap Kama.


"Kok kamu gak bangunin aku, Mas?" Kama mulai memperhatikan gelagat suaminya.


"Aku gak tega, kamu pules banget tidurnya" senyum manis tersungging dari bibir Sutra seperti biasa. Laki-laki itu tidak mau membuat Kama curiga dan menanyakan macam-macam padanya.


"Sekarang kamu pasti laper kan, Babe? Aku udah minta pelayan hotel untuk nganterin breakfast kamu kesini" kali ini Sutra mengusap perut Kama.


"Eh, ngapain kamu pegang-pegang perut aku, Mas?" reflek Kama menghindar, ia terkejut. Wajar saja, karena selama ini kedekatan mereka tidak pernah seperti itu.


"Aduh, maaf. Aku gak maksud apa-apa, Babe..." Sutra menggelengkan kepalanya.


Duh, begitu doank kamu udah protes Babe. Gimana kalau kamu tau apa yang kita lakukan tadi malam...? Bisa terancam nyawaku!


"Aku mau tanya, tapi kamu jawab jujur ya!" Kama langsung membahas tujuannya, yang kemudian dijawab anggukan oleh Sutra. Bukan karena apa-apa, tapi ia tidak mau menjawab iya kalau nantinya dia terpaksa membohongi Kama juga.


"Seinget aku, tadi malam aku masih pake gaun pengantin, kok sekarang udah pake piyama? Siapa yang gantiin? Kamu?!" Sutra menelan ludahnya.

__ADS_1


"Masa kamu lupa, Babe. Kan tadi malam kamu yang mandi lebih dulu. Jadi ya pasti kamulah yang ganti baju sendiri. Akuuu, aku cuma bantuin nurunin resleting gaun kamu yang nyangkut kok.." sekali lagi Sutra menelan ludahnya.


"Serius kamu? Gak bohong?!" Kama masih belum percaya.


"M-mana mungkin aku berani bohongin kamu, Babe" senyum semanis mungkin ditunjukkan Sutra pada Kama, menutupi kegugupannya.


Huuh, aku lebih gak berani jujur sama kamu tentang kejadian itu, Babe. Aku gak mau mati muda! Ditelan hidup-hidup oleh macan dan bapak macan. Biarlah aku simpan semua rahasia itu sendirian


"Tapi kok aku ngerasa ada yang aneh ya, Mas?" Kama mulai bingung. Sepanjang yang ia tau Sutra memang tidak pernah berbohong padanya.


"Apanya yang aneh, Babe?" Sutra pura-pura bertanya balik.


"Aku juga gak ngerti sih, tapi kayaknya aku banyak lupa deh. Aku malah baru aja inget kalau kita udah nikah, Mas. Aneh kan..." Kama mengusap-usap kepalanya sendiri, berharap bisa mengingat apa saja yang sudah ia lupakan.


Mungkin next aku bisa pesan lagi wine seperti kemarin. Hihihi. Eh tapi gak jadi deh, ntar dia lupa lagi siapa suaminya. Bahaya!


"Eh tapi, tunggu, tadi malam kamu tidur dimana, Mas? Jangan bilang kita satu ranjang ya!" Kama kembali berucap, ia memicingkan matanya.


"Hehehe, harusnya sih gitu Babe, kan kita udah menikah" Sutra malah menggoda Kama.


Plak !


Sebuah pukulan mendarat dilengan Sutra.


"Maksud aku, memang seharusnya suami istri kan seranjang, tapi kita beda. Tadi malam aku tidur disitu kok" Sutra menunjuk ke sofa.


"Awas ya kalau kamu bohong!" Kama menekan kalimatnya. Lagi-lagi Sutra hanya menjawab dengan senyum.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Tiga hari telah berlalu setelah pernikahan Kama dengan Sutra. Hari ini sesuai permintaan kedua orangtua mereka, Kama akan pindah ke apartemen Sutra. Mereka sudah bersiap membawa barang-barang Kama dari kost menuju apartemen.


"Udah Mas, nih..." Kama menyerahkan dua koper miliknya.


"Yang lain mana?" Sutra memasukkan kedua koper itu ke bagasi mobil. Hari ini mereka menaiki SUV keluaran terbaru hadiah pernikahan dari Datuk Emran.


"Yang lain apa? Gak ada, cuma itu aja kok" Kama mengeluarkan kunci kamar kost dari sakunya.


Serius? Masa dia ngekost barangnya cuma segitu doank?


"Yaudah aku samperin mbak Yoss dulu kedalam ya.." Kama berlalu meninggalkan Sutra.


Dari ambang pintu post jaga, mas Deko sudah memperhatikan mereka. Ia lantas mendekati Sutra.

__ADS_1


"Wah, Mas, makin lengket aja yo.." suara Mas Deko membuat Sutra berpaling kearahnya.


"Ah, iya Mas deko. Doain terus ya" jawab Sutra dengan senyum.


"Yo pasti toh. Kan saya sudah pernah jadi saksi cinta sampeyan" Mas Deko tertawa kecil mengingat kejadian saat Sutra hujan-hujanan bertengkar dengan Kama.


"Eh, iya Mas bener" tak mau kalah Sutra pun ikut tertawa.


"Ngomong-ngomong, iku mbak Kama pindah kemana toh, Mas?" ternyata Mas Deko penasaran juga.


"M... itu Mas, Kama pindah ke rumah kontrakan temen sekelasnya. Biar mereka bisa ngerjain tugas bareng-bareng setiap hari" Sutra pun mengarang alasan. Sesuai dengan permintaan Kama di poin perjanjian pranikah yang ke-4, untuk menutupi status pernikahan mereka.


"Oh, ngono toh. Yo wes, tak doakan semoga mbak Kama apik-apik wae disana" ujar Mas Deko lagi.


Semenit kemudian Kama keluar bersama Mbak Yoss.


"Yaudah Mbak, saya pamit ya. Mohon maaf kalau saya banyak kesalahan selama ini. Dan saya juga mau ngucapin terimakasih untuk semua bantuan Mbak Yoss dan Mas Deko" Kama meninggalkan salam cupika cupiki pada Mbak Yoss.


"Opo toh, Mbak. Mbak Kama ndak ada kesalahan kok sama kita. Mbak Kama baik banget, bayar kostan juga tepat waktu. Apalagi bayar jasa laundry ke saya, selalu dilebihkan. Saya yang mestinya terimakasih" Mbak Yoss mulai terisak. Wanita paruh baya itu sedih melepas kepergian Kama.


"Yaudah kalau gitu, kita sama-sama ya Mbak..." Kama mengusap lembut bahu Mbak Yoss, membuat ia tenang.


"Oke, saya pamit sekarang ya Mbak Yoss. Ayo Mas Deko, saya pamit..." Kama menyusul Sutra yang sudah lebih dulu masuk ke mobil.


"Eh tunggu Mbak..." tiba-tiba Mbak Yoss kembali memanggil membuat Sutra membatalkan laju mobilnya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Loh, kenapa dengan mbak Yoss?


Mau apa dia?


Apakah-apakah...???


Cekidot di next episode gaes


i love you 😘


Oh iya, untuk readers yang kecewa dengan fakta malam pertama Kama & Sutra,


tolong maafkan saya πŸ™πŸ˜Ÿ


Saya hanya sebatas penulis pemula yang belum sanggup membayangkan sampai kesana.

__ADS_1


Tapi jangan kawatir, kedepannya saya akan berusaha menciptakan moment special yang menguras tenaga mereka berdua...


__ADS_2