When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season 2 - Kama Baru Tau


__ADS_3

Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas πŸ™πŸ€—πŸ˜˜


-


-


Satu jam konsultasi di praktek Dr.Friska akhirnya Kama, Ajeng dan Ida pamit pulang. Mereka juga sudah membuat janji untuk pertemuan berikutnya dua minggu ke depan.


Dr.Friska khawatir kalau hasil perbuatan Sutra pada malam itu menyebabkan Kama hamil. Oleh karenanya ia menyarankan menunggu kepastiannya hingga dua minggu ke depan untuk mengecek apakah Kama betul hamil atau tidak.


Namun Dr.Friska juga sempat melihat ketakutan di wajah Kama. Ia buru-buru menenangkan dan mengatakan kalau proses kehamilan juga tidak terjadi dengan mudah. Banyak tahap yang di lewati, salah satunya adalah pertemuan yang tepat antara sper-ma dan sel te-lur. Jadi masih ada kemungkinan Kama tidak hamil.


"Udah sayang, jangan khawatir..." Ida mengusap punggung Kama saat mereka sudah di dalam mobil.


"Iya, pokoknya Kama tenang aja. Adrian gak sehebat itu bisa langsung ngehamilin kamu kok" Ajeng menambahkan agar menantunya lega.


Padahal di dalam benak Ajeng dia juga khawatir. Pasalnya saat pertama ia dan Mr.Will melakukan hubungan, ia langsung hamil. Apa mungkin anak laki-lakinya juga bisa seperti itu? Rasanya saat ini Ajeng jadi ingin mencubiti Sutra sanking kesalnya.


Kama sendiri memang merasa khawatir, tapi ada kegelisahan lain dalam hatinya sejak mereka sampai di prakter Dr.Friska. Hatinya tidak tenang, seolah ada sesuatu yang terjadi yang ia sendiri tidak tau itu apa.


"Kita mampir makan siang dulu ya, Da. Abis itu baru Mbak antar kalian ke apartemen. Gak apa-apa kan?" Ajeng mengajak Kama dan Ida makan siang sebelum pulang.


"Boleh Mbak. Tadi Ida udah titip pesan ke Adrian kok untuk panasin makanan di oven. Bang Emran gak suka makanan dingin soalnya" saut Ida.


"Kamu titip ke Adrian? Memang kamu percaya sama dia?" tanya Ajeng.


"Loh, kenapa Mbak? Bukannya waktu itu Mbak pernah cerita kalau Adrian anak yang mandiri, bahkan bisa masak makanan simple" Ida jadi heran dengan pertanyaan besannya.


"Iya sih memang bener. Tapi Mbak udah susah percaya sama dia sejak..." Ajeng melirik menantunya.


"Dia ngapa-ngapain Kama.." sambung Ajeng lagi dengan mengecilkan suara. Tak ingin Kama mendengar percakapan mereka. Dan Kama bukan hanya tidak mendengar, ia bahkan tidak perduli.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Tokyo - Jepang


"Lapor Tuan, informasi tentang pemuda yang bernama Sutra Adrian Zanyar itu sudah kita temukan. Sejak tadi malam dia berada di Langham Residence, District 8 SCBD - Jakarta" suara seorang laki-laki di telepon.


"Oke, bagus. Kau sudah cek latar belakangnya? Siapa dia sebenarnya sampai Chelsea begitu memaksa ingin tau keberadaan dia?" Tuan Sakamoto bertanya balik pada anak buahnya yang bernama Robin.

__ADS_1


"Dia seorang arsitek muda, Tuan. Usianya sekitar 24 tahun. Memegang perusahan arsitek kecil di Jakarta. Pernah satu kampus dengan nona Chelsea di UI. Dan mereka sempat di gosipkan punya hubungan special. Tapi kenyataan tidak demikian karena pemuda itu baru saja satu bulan menikah" ucap Robin.


"Sudah menikah? Kau yakin? Jadi untuk apa Chelsea ngotot mencarinya?" Tuan Sakamoto sempat bingung.


"Soal itu mungkin bisa Tuan tanyakan langsung pada Nona Chelsea. Tapi saya yakin betul kalau pemuda itu sudah menikah" tambah Robin lagi.


"Apa mungkin Chelsea masih menyukainya walau dia sudah menikah?" Tuan Sakamoto berasumsi.


"Ya, bisa jadi begitu Tuan" Robin membenarkan.


"Lalu kenapa tadi malam kau tidak bisa memberi info ini? Hanya begitu saja kau tidak becus! Anak gadisku sampai merengek-rengek karena menunggu terlalu lama!" Tuan Sakamoto menanyakan perkara kemarin.


"Maaf Tuan, kemarin malam-malam saya benar-benar tidak bisa. Perusahaan telekomunikasi memperlambat urusannya. Mereka tidak mau langsung memberitahu keberadaan pemuda itu walau sudah saya bayar dan saya ancam. Sepertinya ada orang kuat yang melindungi dia" jelas Robin.


"Siapa yang melindungi dia? Huh, sekuat apa sih orang itu, aku mau tau! Memangnya dia siapa sampai begitu penting! Sekarang juga ikuti dia kemanapun dan apapun aktifitasnya! Lalu laporkan padaku! Kalau terjadi hal di luar dugaan, segera ambil tindakan!" Tuan Sakomoto mempertegas bicaranya. Ia jadi tertarik mengetahui siapa sebenarnya pemuda yang telah mencuri hati anak gadisnya sampai seperi itu.


"Baik, Tuan" ucap Robin di akhir telepon.


Huh, aku jadi penasaran! Kita lihat siapa yang lebih kuat aku atau kalian...!!


πŸƒπŸƒπŸƒ


"Kama kenapa, Nak? Kok daritadi Biang liat gelisah begitu?" tanya Ida saat mereka baru saja masuk dalam lift.


"Gak tau Biang, perasaan Kama gak enak daritadi. Mas Adrian juga gak balas wa dan gak angkat telepon Kama" Kama memainkan jari-jarinya pertanda kalau ia sedang gelisah tak menentu.


"Mungkin Adrian lagi tidur siang kali ya..., kamu jangan mikir macem-macem" Ida mengusap lembut punggung Kama, menenangkan kegelisahan hatinya.


"Ya, semoga aja Biang" jawab Kama singkat.


Ting !


Lift pun terbuka, aksesnya langsung masuk ke unit apartemen mewah yang Datuk Emran sewa.


"Assalammualaikum..., Bang..." Ida mengucap salam memasuki apartemen. Sementara Kama langsung melangkah menuju kamar tamu tempat Adrian tidur kemarin malam.


"Ah, ye, waalaikumsalam. Pulang jugee akhirnye" Datuk Emran tampak sedang duduk di sofa bersama dengan laptop di hadapannya.


"Dah makan ke Abang?" tanya Ida.

__ADS_1


"Dah lah, terpakse la Abang makan makanan sejuk tu" jawab Datuk Emran.


"Macemane pula, kan Ida dah minta tolong Adrian untuk panaskan di oven" Ida jadi heran.


Tiba-tiba Kama keluar dari kamar sembari memegang ponsel.


"Mas Adrian gak ada Biang. Ponselnya juga tinggal di kamar" ucap Kama dengan wajah gelisah.


"Abah tau di mana Mas Adrian?" sambung Kama lagi.


"Abah pikir die ikot dengan kalian. Kan tadi die juga turon ke bawah" Datuk Emran mengatakan apa yang dia lihat.


"Jadi Abang daritadi sendiri je di sini?" Ida ikut bertanya.


"Iye lah, sama sape lagi. Ida tengok kan Abang kerja kat sini" Datuk Emran menunjuk laptopnya dengan lirikan mata.


"Mas Adrian gak ikut dengan kita, Abah!" seketika Kama menyentak kalimatnya. Gelisah yang ia rasakan tadi sudah berubah jadi takut. Pantas saja kalau sejak tadi Kama merasa tidak enak hati. Ternyata keberadaan Sutra menghilang entah kemana.


"Eh, ada ape ni?" Datuk Emran jadi terkejut melihat reaksi putri semata wayangnya.


Buru-buru Ida menghampiri Kama, memeluk dan menenangkan anaknya.


"Kama tenang dulu, Nak. Biang yakin Adrian pasti gak kemana-mana. Mungkin dia cuma jalan-jalan di sekitar apartemen"


"Gak Biang, ini pasti ada apa-apa. Perasaan Kama gak enak daritadi! Pasti ada sesuatu yang terjadi dengan Mas Adrian. Lagipula dia kan masih sakit, apa mungkin dia tau jalan kesana-sini?!" dahi Kama berkerut, matanya bergerak kesana kemari, tangannya juga terus mengepal, menandakan kalau ia betul-betul takut perkara Sutra.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Wah, Kama baru tau kalau Sutra hilang gaes..


Ternyata hati tidak bisa berbohong. Ketika sesuatu terjadi pada belahan jiwa kita, hati langsung memberi isyarat. Persis yang di alami Kama dan Sutra sekarang.


Tuan Sakamoto ini tujuannya apa ya gaes??


Ada yang tau gak??


Yuk kita simak di next eps πŸ‘‡


Cekidot !! πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2