
Please jangan lupa tinggalin jempol dan vote nya ya biar authornya makin semangat π€π
happy reading..
--- Ajeng Pov ---
Malam ini, anak laki-laki ku, Sutra, mengundang pacarnya berserta keluarganya makan dirumah. Awalnya aku ingin menolak, tapi ku urungkan niatku. Aku tidak mau membuat Sutra sedih. Apalagi ini pertama kalinya dia membawa seorang gadis yang diakuinya sendiri sebagai pacar.
Jujur aku sempat terkejut, ternyata Sutra mau juga pacaran. Aku pikir dia tidak perduli dengan itu, toh dia selalu dikejar-kejar cewek dari dulu, dan dia selalu menjaga hubungan baik dengan semuanya. Jadi ketika dia mau menikah nanti, dia tinggal pilih saja mau yang seperti apa. Namun kenyataannya, dia sama sekali tidak tertarik dengan semua cewek itu. Dia malah memilih untuk mengejar cewek lain yang jauh dari kategori cantik.
Gadis itu bernama Kama. Ya, nama yang entahlah tidak bisa kujelaskan bagaimana perasaanku ini ketika pertama mendengarnya. Kama dan Sutra. Ingin rasanya kupertanyakan kenapa harus ada gadis bernama Kama didunia ini, yang pada kenyataannya adalah pacar dari anak ku sendiri, lebih tepatnya pacar pertamanya. Tapi, apalah arti sebuah nama kalau rasa sudah menggelayuti jiwa.
Ketika bertemu dengan gadis itu, aku memperhatikannya dari atas sampai bawah. Hmm, ternyata seperti ini selera anak laki-laki ku. Wajah gadis itu Indonesia sekali, kulitnya sama sepertiku, agak cokelat. Wajahnya tidak cantik, namun sangat menarik. Ia memiliki senyum yang unik. Matanya agak sipit ketika ia tersenyum. Bolamatanya cantik berwarna cokelat hazel, nilai plus untuk wanita Indonesia asli. Tinggi badannya juga lumayan, bisa mengimbangi anakku. Dan yang paling aku suka darinya adalah rambut keritingnya itu. Sangat cantik dan unik! Dia memiliki rambut keriting yang alami, sangat cocok dengan bentuk wajah oval nya. Jarang sekali kulihat gadis jaman sekarang yang mau mempertahankan rambut keriting alami seperti itu. Dialah salah satunya.
Sejak dia datang tadi, aku terus memperhatikannya dan Sutra. Memang aku tidak mengajaknya bicara, tapi ekor mataku tidak lepas mengikuti gerak geriknya. Yang kulihat, dia lebih banyak diam, sementara Sutra lebih aktif berbicara. Aku tidak bisa menebak bagaimana karakternya. Auranya terlalu dingin, tapi aku bisa melihat ada kehangatan disorot matanya. Aku jadi penasaran, ingin mengenalnya lebih jauh. Aku ingin tau apa sebenarnya yang membuat anakku jatuh cinta padanya.
πππ
di Malaysia
"You yakin dengan info tu? Ai tak salah dengar ke?" suara Datuk Emran tampak tegas bertanya
"Saye yakin Datuk.." seorang laki-laki dengan kemeja hitam menjawab
"Kenape baru sekarang you bagi tau kat ai?!" Datuk Emran memukul meja kerjanya
"Maaf Datuk.., saye salah.. Saye tak nak buat Datuk makin sibuk, sementara urusan kat office pun buat Datuk penat.." jawab laki-laki kemeja hitam itu lagi
"Stupid! Sekarang ai minta you cari semue info tentang die! Tak bole ade yang telewat! Ai nak tau semuanye! Paham?!" Datuk Emran menekan kalimat terakhirnya, menandakan ia begitu serius dengan kalimatnya.
"Baik Datuk.." laki-laki kemeja hitam itu bergegas pergi.
__ADS_1
"Ai tak bole lagi lepaskan you.. Dah terlalu lame ai buang mase.. Ai mesti dapatkan you!" gumam Datuk Emran sambil memegang sebuah figura kecil
πππ
--- Quiny Pov ---
Huufft! Adrian sudah punya pacar! Pantas belakangan dia tidak perhatian lagi padaku. Menyebalkan! Adrian tidak seromantis dulu. Dulu dia selalu menggendongku ke meja makan, selalu mengajakku kencan setiap hari minggu, yaa walaupun kamu cuma pergi ke taman bermain ataupun timezone, tapi dia selalu menghabiskan waktunya bersamaku. Sekarang semuanya sudah berbeda, huh, aku cemburu! Memangnya cuma dia yang bisa punya pacar. Oke, kita liat aja nanti, aku akan mengenalkan pacarku juga ke ayah dan ibu.
Tapi siapa ya.. Dimana aku bisa mencari pacar yang sebaik dan sekeren Adrian..? Teman-teman sekolah ku gak mungkin! Mana ada yang mau jadi pacarku.., mereka semuanya takut! Aku terkenal cuek dan bermulut kasar disekolah. Beberapa anak laki-laki yang pernah menembakku, habis kumaki didepan semua orang. Huh, anak-anak bodoh itu bermimpi mau jadi pacarku, mana aku mau!!
Tapi sekarang aku ingin punya pacar dan harus punya pacar! Pokoknya dalam waktu dekat ini aku harus sudah punya pacar.
Hoaaahmm, aku sudah ngantuk, aku mau tidur sekarang, besok aku dan Melisa sudah janji akan pergi jalan-jalan ke mall. Kami akan menghabiskan hari Minggu bermain di play land. Yeee, setidaknya aku bisa refreshing sambil memikirkan akan mencari calon pacarku dimana.
πππ
Cahaya mentari pagi menyelip masuk, menembus jendela kamar Kama dari sudut tirai kamar. Jam dinding pun dengan cantik bergerak menunjuk ke angka tujuh tepat.
Bunyi alarm di ponsel Kama menggema saat jam digitalnya kompak dengan jam dinding. Ya, Kama memang sengaja menyetel alarm di angka tujuh hari ini. Gadis itu sudah ada janji kencan dengan pacarnya. Kencan pertamanya setelah resmi berpacaran dengan Sutra, mantan dosennya di kampus.
Kalau diingat-ingat perjuangan Kama untuk resmi pacaran cukup melelahkan juga. Tapi itu berlaku buat Sutra, bukan buat Kama. Empat bulan lamanya Sutra ngekorin Kama dengan segala kegundahan dihatinya. Hah, ngekor? Udah kayak punya buntut aja si Kama diekorin. Padahalkan yang mestinya ada buntut itu si Sutra, eh.., punya gak sih dia buntut?? Monggoo di cek gaes..
Wibawa Sutra sebagai seorang dosen seolah lenyap bersamaan dengan lunturnya logika ketika mengejar cinta. Belum lagi dengan daya pikat Sutra yang diatas rata-rata, seketika sirna tak berbekas saat berhadapan dengan Kama. Bahkan dipandang pun tidak. Aah, sungguh ter-la-lu kau wahai Kama!
Tapi masa-masa galau itu sudah terlewati, sekarang mereka masuk di tahap penjejakan, pengenalan, dan pembinaan hubungan untuk mendapatkan satu kesatuan yang utuh sebagai sepasang kekasih yang saling mencintai satu dengan lainnya. Halaaah, apa sih bahasanya?! Dan, sesuai dengan nasihat orangtua dulu yang mengatakan bahwa, menjaga itu lebih sulit daripada mendapatkan, mungkin tidak terlalu berpengaruh dalam hubungan Kama dan Sutra. Karena semuanya serba sulit, sulit sekali mendapatkan apalagi mempertahankan.
Kama bangkit dari ranjang dan memulai untuk ritual pagi dikamar mandi. Sambil menyikat gigi, gadis itu memandangi wajahnya di depan kaca. Sesekali ia tersenyum hingga busa sisa odol gigi menetes jatuh melewati dagunya. Entah apa yang membuatnya tersenyum, yang pasti dia tampak begitu bahagia menyambut datangnya waktu kencan yang dijanjikan Sutra td malam.
Tidak seperti biasa, kali ini Kama menghabiskan waktu dua puluh menit dikamar mandi. Dia merewind sampai dua kali saat membaluri badannya dengan sponge yang penuh busa. Aroma cokelat memenuhi setiap sudut kamar mandi. Ya, hari ini Kama memakai sabun beraroma cokelat yang kemarin dibelikan oleh tantenya, Lulu.
Selesai urusan dikamar mandi, Kama beralih memilih baju. Milih baju? Emang baju Kama banyak? Jawabannya adalah tidak. Hahaha.
__ADS_1
Ada dua buah dress yang diletakkannya diatas ranjang. Jangan kaget dulu mendengar kata dress, karena ini masih satu paket dengan mini dress yang dikenakan Kama di acara diner tadi malam. Ya, semuanya lagi-lagi ulah Lulu. Saat membawa Kama berbelanja di butik kemarin, ia membelikan Kama tiga macem dress. Satu dress formal dan sisanya adalah dress casual, yang sekarang sedang dipandangi Kama diatas ranjangnya.
Setelah menimbang-nimbang selama lima menit, akhirnya pilihan Kama jatuh pada dress warna hitam dengan motif buah ceri. Buru-buru ia kenakan dress yang dipilihnya itu. Karena menurutnya dress itu sangat cocok dikenakan saat musim panas seperti saat ini. Apalagi dipadukan dengan sepatu kets putih andalannya.
Setelah berpakaian rapi dan membenahi rambut keritingnya, Kama tak lupa menyemprotkan sedikit parfum warisan neneknya di belakang leher, dan pangkal telapak tangan. Lalu gadis itu pun turun kebawah, bergabung dengan aji dan Lulu di meja makan.
"Pagi, tantee.. Pagi, aji.." sapa Kama pada mereka.
"Heum, pagi" saut aji sambil melirik Kama dari atas sampai bawah
"Pagi juga.. Waoww, you look so gorgeous!" puji Lulu, ia terkesan dengan penampilan Kama
"Tante pikir kemaren motifnya terlalu biasa, eh gak tau keren juga kamu pake, Kam.." sambung Lulu lagi
Sambil mengoleskan selai ke roti, Kama tersenyum dengan kalimat Lulu.
"Untung tante beliin lebih, Kama jadi bisa pake baju baru lagi hari ini.. Hehe, makasih ya tante.."
"You are welcome.. Ntar, minggu depan kita wajib shopping lagi, oke..?"
"Gimana, aji? Boleh?" Kama menanyakan persetujuan aji, ia tau kalau semua tagihan belanja mereka adalah tanggungan aji sepenuhnya.
"Hmuuufftt, nambah lagi satu makhluk pencinta shopping dirumah ini! Oh Tuhaaan, Jason cepatlah kau besar nak, temani papi main gokart biar gak pusing mandangin tagihan belanja mereka..!" Aji buru-buru masuk ke kamar, ia mengadu pada baby Jason, anak semata wayangnya. Sontak Lulu dan Kama terkekeh melihat kelakuan aji.
πππ
Hmm.., ternyata cinta bisa mengubah seseorang yang sebelumnya cuek dengan penampilan, menjadi lebih anggun dan manis
Oh Kama.., pelan-pelan lamu bisa berubah juga ternyata..
__ADS_1
Yuuk, kita kepoin kencan pertama mereka di next episode..