When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
VILLA Mr.ED


__ADS_3

Please jangan lupa tinggalin jempol dan vote nya ya biar authornya makin semangat πŸ€—πŸ™


happy reading..


.


.


Kama berkeliling mengunjungi rumah kerabatnya yang lain, Ia terus mencari keberadaan Biang, Aji, dan yang lainnya. Namun hasilnya tetap nihil. Ia juga sempat mampir ke cottage milik biangnya, tapi tempat itu dijaga ketat oleh beberapa orang. Tidak ada yang boleh mendekat. Sepertinya ada hal yang sedang mereka kerjakan didalam cottage, yang tidak bisa dilihat dari luar.


Arya sang bodyguard sempat menawari Kama untuk menerobos masuk ke dalam cottage, namun cepat-cepat ditahan oleh suami Vivi, Mr.Edward.


"Don't do that! Jumlah mereka terlalu banyak! That's like killing your self!" ucap Mr.Edward


Mr.Edward adalah seorang bule asal Australi yang usianya lima tahun lebih muda dari Vivi. Pria paruh baya itu merupakan suami ketiga dari Vivi setelah yang sebelum-sebelumnya meninggal dunia. Dia juga pemilik salah satu villa di daerah Sanur Bali.


Wohoo, laku keras omanya Sutra nih udah tiga kali ganti suami. Make jurus apa ya kira-kira? Kitakan pengen juga dapet suami bule yang tajir.


Dari Jakarta tante Lulu juga sudah beberapa kali menelepon Kama, memberitahukan bahwa suaminya belum juga mengabari keberadaan mereka.


Waktu terus berjalan, hingga tanpa mereka sadari sudah menjelang sore. Dan sampai saat ini Kama belum juga makan, padahal siang tadi mereka sempat mampir direstoran fast food.


"Nak.., kita pulang ke tempat oma dulu ya.. Kamu pasti capek, udah berjam-jam kita keliling mencari ibu kamu tapi belum ketemu juga" Vivi mengelus kepala Kama, ia bisa merasakan kecemasan dihati gadis itu.


Akhirnya satu bulir kristal lolos dari sudut mata Kama, rasa kawatir dan bingung yang luar biasa ditahannya sejak tadi terluapkan juga walau hanya dengan satu tetes. Reflek Vivi memeluk Kama saat itu juga.


"Menangis lah.., oma paham perasaan kamu" ucap Vivi sembari mengelus punggung Kama


"Babe, i'm with you.." Sutra menambahkan


Perasaan dihati Kama berkecamuk, tidak ada satupun kerabatnya yang tau keberadaan Biang dan Aji. Mereka seperti menghilang tak berjejak sedikitpun. Bahkan yang menjemput mereka pagi tadi pun tidak ada yang melihat wajahnya dengan jelas.


Biang dan Aji dimana?? Gimanapun caranya Kama akan cari kalian sampai dapat!


πŸƒπŸƒπŸƒ


Vivi membawa Kama, Sutra dan Arya ke Villa milik suaminya, Mr.Edward. Sebuah villa cantik dengan 10 tipe yang memiliki private pool masing-masing, di daerah Sanur Bali.


Sampai di meja reseptionist, Vivi langsung menanyakan kamar yang kosong untuk mereka bertiga. Sementara Kama, Sutra, dan Arya menunggu di tempat duduk loby.



"Malam Kadek.." sapa Vivi


"Eh ya, malam bu.." Kadek si reseptionist langsung berdiri menyambut bos nya.


"Ada villa dua kamar yang kosong?" tanya Vivi

__ADS_1


"Sebentar ya bu, Kadek cek dulu.." Kadek melihat kelayar lcd di mejanya.


"Yang dua kamar habis bu.. Sisa yang satu kamar saja.., tapi bisa pake extra bed kok" ucap Kadek lagi saat iya melihat data di komputer.


"Yaudah gak apa-apa, tolong siapin kamarnya sekarang ya Kadek, buat cucu saya" ucap Vivi dengan senyum


"Siap bu, ditunggu lima belas menit" jawab Kadek


Vivi lantas menemui Sutra, Kama, dan Arya.


"Kamarnya cuma satu, tapi oma udah minta extra bed kok. Adrian jagain Kama ya.." ucap Vivi sembari melihat arah ke Sutra.


"Dan kamu Arya, kamu ikut oma pulang kerumah. Tidur dirumah oma" sambung Vivi lagi.


"Gak bisa, Nek! Saya gak boleh jauh dari mbak Kama!" bantah Arya


"Nek-nek! Panggil saya oma!" omel Vivi, ia tidak suka Arya memanggilnya Nenek


"Kan tadi sudah saya bilang, kamarnya cuma satu! Lagipula ada cucu saya kok yang jagain Kama, kamu gak percaya?!" sambung Vivi lagi, ia kesal dengan bantahan Arya.


"Memang begitu prosedurnya, Nek. Saya adalah bodyguard mbak Kama saat ini, sekalipun tidur ditanah saya harus tetap berada didekatnya" jelas Arya lagi


"Heh, panggil saya oma! Bukan Nenek!" saut Vivi semakin kesal, namun langsung ditahan oleh Sutra sebelum terjadi keributan yang lebih besar.


"Udah oma.., udah gak apa-apa. Biarin aja dia ikut sama Adrian dan Kama. Ntar gampanglah diatur dia mau tidur disebelah mana" Sutra mengelus-elus lengan omanya, menenangkan emosi Vivi yang sempat terpancing.


"Yasudah! Suru dia tidur dikolam sekalian!" saut Vivi lagi sembari beranjak pergi. Vivi berjalan menuju dapur untuk meminta chef memasak makan malam yang enak untuk Sutra dan Kama. Ia tau kalau sejak tadi Kama belum juga makan.


Pelayan hotel mempersilahkan Kama, Sutra dan Arya masuk ke dalam villa.


Wah, berasa kayak bulan madu dikamar ini



Memang benar kata Vivi, hanya ada satu kamar didalamnya. Namun ada sofa kecil didekat kolam renang, walau tidak cukup besar tapi Arya bisa tidur disitu.


Loh, bodyguard itu tidur disofa yang menghadap ke kamar mandi yang tembus pandang! Gimana kalau Kama yang mandi? Waduh, kacau ini!



Sutra lantas meminta selimut tambahan pada pelayan hotel yang mengantar mereka.


"Mas Arya disofa gak apa-apa kan?" tanya Sutra basa-basi.


"Oke, siap Mas" Arya langsung menuju tempatnya. Sementara Kama dan Sutra langsung menuju ranjang mereka. Kama diranjang atas dan Sutra di ranjang bawah (extra bed).


"Babe, kamu kalau mau pake kamar mandi kasi tau aku ya" ucap Sutra pada Kama, ia masih kepikiran dengan dinding kamar mandi yang tembus pandang mengarah ke sofa.

__ADS_1


"Kenapa Mas?" tanya Kama


"Kamar mandinya tembus pandang, Babe. Kalau kita cuma berdua ya gak apa-apa, tapikan disini ada Mas Arya. Biar aku sama dia keluar kalau kamu pake kamar mandi" jelas Sutra


"Terus kalau kita cuma berdua kamu mau ngintip, gitu?"


"Enggak, bukan gitu Babe. Aku bisa konsisten ngumpet dalam selimut kok kalau kamu lagi di kamar mandi, serius!" tegas Sutra


Ya kalau boleh ngintipin kamu, aku mau banget, hehehe


"Hm.., ya aku percaya"


Sepuluh menit kemudian selimut dan beberapa macam makanan diantar oleh dua orang pelayan kedalam kamar.


"Maaf Bli, ini selimut dan makanannya. Tadi Bu Vivi yang pesan, permisi.." ucap salah seorang pelayan sembari meletakkan satu nampan makanan diatas meja dan satunya lagi diatas meja pantry.


Oma pasti mikirin Kama yang belum makan daritadi sampai pesan makanan sebanyak ini


"Babe, makan dulu yuk.. Kamu belum makan daritadi kan.." Sutra menghampiri Kama yang duduk di tepi ranjang. Tidak ada jawaban dari Kama, gadis itu sedang mengotak-atik ponselnya, mencoba menghubungi ponsel Biang maupun Aji namun tetap tidak tersambung.


"Babe.." kali ini Sutra sudah duduk disamping Kama, ia mendekap bahu Kama dengan erat, menenangkan kegelisahan yang sejak tadi menyelimutinya.


"Aku ngerti perasaan kamu, ngertii banget! Tapi kamu harus makan sekarang. Kalau kamu sakit, besok kita gak bisa cari Biang dan Aji lagi, Babe.." ucap Sutra pelan


"Mas, aku.." Kama menoleh menghadap Sutra


"Aku takut, aku gak bisa kehilangan Biang, Mas.. Pokoknya kita harus cari mereka sampai ketemu!" kembali airmata Kama menetes.


"Pasti! Aku janji sama kamu! Kita akan cari mereka sampai ketemu!" Sutra menghapus sisa airmata dipipi Kama, lalu ia memeluk erat gadis itu, berharap bisa mengambil rasa takut yang Kama rasakan.


Namun sedetik kemudian,


"Ehem.." suara deheman Arya terdengar diambang pintu, membuat Sutra melepaskan pelukannya.


Duh, ngapain sih dia kesini!


"Y-ya Mas, kenapa?" tanya Sutra yang saat itu juga berdiri menghampiri Arya


"Kita kapan makannya, Mas?" Arya bertanya balik


"Oh iya, sekarang kok.. Mas Arya silahkan ambil langsung" Sutra mempersilahkan.


Setelah makan malam selesai dan beres-beres, mereka kembali keranjang masing-masing. Mereka menggunakan pakaian yang sama untuk tidur, tidak terpikir untuk ganti baju lagi karena pikiran mereka tersita dengan rencana mencari Biang dan Aji menjelang pagi besok.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Kemana ya Biang dan Aji menghilang??

__ADS_1


Kasian Kama..


Tapi Sutra menang banyak bisa meluk Kama disaat gadis itu merasa takut dan kebingungan


__ADS_2