When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season 2 - Go To ร…re


__ADS_3

Jangan lupa bantuan LIKE dan VOTE-nya ya guys, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas ๐Ÿ™๐Ÿค—


sarang buruuuung, eh sarangheyo ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


-


-


Sesuai dengan rencana yang telah mereka susun, Kama dan Sutra akan check out dari hotel sehabis sarapan. Mereka akan melanjutkan perjalanan ke tempat wisata lain yang dekat dari Stockholm, yakni sebuah daerah bernama ร…re. Wilayahย dan salah satuย resorย ski terkemukaย di Skandinavia.


Perjalanan ke tempat itu hanya memakan waktu 1 jam dengan pesawat.


Aiman dan yang lainnya sempat heran saat Kama mengubah rencana perjalanan mereka. Namun mengingat suaminya sangat menyukai musim dingin di Swedia, Kama berpikir mengajak Sutra ke resor ski yang terbaik di Swedia. Tempatnya juga tidak jauh dari Stockholm.


Nah, bertepatan dengan kemunculan Chelsea, Kama akan melancarkan adegan romantisnya bersama Sutra di resor itu. Berharap Chelsea menyaksikan hingga rambutnya rontok menahan gondok (cemburu).


"Oh ya, Adrian, kamu hari ini ada rencana mau ke mana? Aku ikut donk ..." Tanpa buang waktu lama, Chelsea yang baru saja bertemu dengan Sutra langsung melancarkan aksinya.


Sutra tak menjawab. Laki-laki itu fokus menghabiskan sarapannya.


"Kita mau main ski, Chel, di ร…re." Kama mengambil inisiatip untuk menjawab.


"Main ski? Wah asik tuh, tapi pegimane ye caranye? Gua belom pernah nyobain." Dega menyahut sambil terus mengunyah.


"Aku ikut donk, Adrian ... Aku bisa main ski. Musim salju di Jepang aku beberapa kali main ski kok. Jadi aku tau caranya." Chelsea terus saja bicara sambil menatap Sutra.


"Yaudah kalau kalian mau ikut. Kita berangkat bareng aja." Lagi-lagi Kama yang menjawab.


Memang Chelsea ini perempuan yang tidak tau malu. Ngomong sama siapa yang jawab siapa, tapi dia malah santai saja, dasar gila!


Pada dasarnya Kama adalah orang yang baik. Ia terbuka dengan siapapun walau susah berkomunikasi lancar. Namun kali ini kebaikannya mengerikan. Ia bersedia mengajak Chelsea si rubah betina untuk ikut dengan mereka ke tujuan berikutnya.


Semoga kebaikan Kama tidak membawa keburukan baginya. Kita doakan sama-sama ya guys.


Selesai dengan sarapan dua pasangan itu lantas naik ke kamar masing-masing untuk berkemas.


Kama mengabari pada Aiman kalau Chelsea dan Dega akan ikut berangkat bersama mereka. Awalnya Aiman sempat menolak, tapi Kama meyakinkan dengan alasan yang kuat hingga akhirnya ia terpaksa setuju.


"Babe, kamu yakin soal ini?" tanya Sutra sembari membenahi kopernya.


"Yakin, Mas." Kama mendekati suaminya.


"Sekarang semua kuncinya di kamu. Kalau kamu beneran cinta sama aku, ikutin alurnya, persis seperti yang kita obrolin kemarin malam," sambung Kama sembari melingkarkan tangan di pinggang Sutra.


"Kalau soal cinta, kamu gak perlu ragu, Babe. Sekalipun dadaku di belah, isinya cuma kamu." Sutra langsung mendekap Kama, memeluknya erat tanpa celah sedikitpun.


"Masa? Mana sini coba aku belah." Kama menyahut dengan senyum.


"Yah, jangan donk. Ntar kamu jadi janda terus nikah lagi. Gak ikhlas aku!" saut Sutra sewot. Pikirannya melenceng kemana-mana.

__ADS_1


"Hehehe ..., cuma kamu laki-laki bodoh yang mau sama aku, Mas." Kama melonggarkan pelukan mereka.


"Apa? Eh, ntar dulu, Babe. Aku gak bodoh, justru aku pintar. Kamu aja yang gak tau berapa banyak laki-laki di luar sana yang mengejar-ngejar kamu. Lagipula aku ini kan mantan dosen kamu, masa aku di katain bodoh?! Tentunya kan dosen lebih pintar dari mahasiswinya." Sutra protes panjang lebar.


"Hm, iya. Sanking pintarnya sampai jatuh cinta dengan mahasiswi yang punya sakit mental," saut Kama.


"Sssttt, ngomong apa sih kamu." Sutra menempelkan jari telunjuknya ke bibir Kama.


"Kamu itu udah sembuh, Babe. Karena akulah obatnya ...," sambung Sutra lagi dengan senyum terhangat miliknya.


Aiiissshh, geleter kaki ku karenamu Sutra. So sweet banget! Jantungku berdendang, ingin mengejarmu sampai ke Swedia. Tapi apalah daya, dompetku berteriak pada kenyataan yang isinya tinggal dua lembar merah. Hahaha, maklum tanggal tua, guys.


"Makasih ya, Mas." Kama mendongakkan kepala, mendekati si jelly pink.


Cup !


Satu kecupan pun mendarat di sana.


"Cepet banget. Lama dikit donk, Babe ...," pinta Sutra dengan penuh harap. Ia menginginkan ciuman yang lebih lama dengan Kama.


"Bang Aiman udah nunggu kita di depan pintu kamar, Mas." Kama menolak melanjutkan.


"Kok kamu tau? Kan dia belum telepon?" Sutra menahan pergerakan Kama, berusaha menyatukan lagi jelly-jelly.


Tapi Kama menunjukkan sebuah alat komunikasi kecil di telinga kanan dan kiri yang tertutup oleh rambut keritingnya.


"Bang Aiman yang suru, Mas. Dia bilang ini permintaan Abah, biar aku bisa terus berkomunikasi dengan mereka," jelas Kama.


"Oh gitu. Bagus sih idenya, keren. Kamu jadi kayak agen rahasia, Babe. Ih, gemesnya aku!" Sutra kembali mendekap Kama, menikmati setiap sentuhan di antara mereka.


"Maaass ...," tegur Kama lagi.


"Ha, iya ... Yaudahlah, yuk kita keluar." Sutra menghentikan aksinya. Dengan berat hati ia pun mengerek dua koper menuju pintu keluar.


Cih, semua gara-gara kedatangan perempuan gila itu! Kalau dia gak muncul, pasti setiap hari aku udah bersatu padu dengan Kama ... Memilin rambut keritingnya yang lucu, ngemutin jelly, minumin teh pucuk, mijet melon, dan makan kerang.


Aaaaaah, paket lengkap, i want it ...!


Batin Sutra berteriak. Laki-laki itu bahkan sampai bergidik, merinding membayangkan apa yang tergambar dalam imajinasinya.


Rrrrrrrrrrrrr ....


"Kamu kedinginan, Mas?" Kama sampai heran melihat reaksi suaminya.


"Hm, dikit," jawab Sutra manja, berharap dapat pelukan dari Kama.


"Pake jaket hangatnya nih." Kama menyerahkan jaket musim dingin milik Sutra yang ada padanya.


Oh, Tuhaaaan. Istriku sungguh tidak paham!

__ADS_1


๐Ÿƒ๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Selama perjalanan menuju bandara Chelsea tak hentinya bicara pada Sutra, mengingat kisah kebersamaan yang pernah mereka lalui saat di Depok. Namun tak satupun dari ucapannya yang di jawab oleh Sutra.


Begitu sampai di bandara, Chelsea juga tanpa sungkan mengikut langkah Sutra di sampingnya, menuju tangga pesawat. Sementara Kama berada di belakang mereka, memantau sembari memikirkan langkah selanjutnya.


Chelsea terlalu bahagia bisa melakukan trip wisata bersama dengan pujaan hatinya, hingga ia lupa kalau membawa Dega ikut serta bersama.


Dega hanya diam dan mengikut langkah mereka di belakang. Penampilan Dega yang apa adanya malah menarik perhatian Kama. Kama kasihan, lalu menyerahkan sebuah jaket hangat dan perlengkapan musim dingin pada Dega saat mereka sudah duduk dalam pesawat. Mereka berempat duduk berhadapan di dalam pesawat.



Pesawat yang mereka naiki adalah private jet yang membawa Kama dan Sutra sejak perjalanan pertama mereka.


Babe, kamu kok care banget sih sama Dega? Aku gak suka.


Ternyata rasa kasihan Kama memancing kecemburuan suaminya.


"Babe, aku mau ngobrol berdua. Ke dalam yuk." Sutra mengajak Kama masuk ke dalam ruang kamar pesawat lalu menutup pintunya. Ia merasa jengah dengan dua manusia yang ikut bersama mereka.


Sudah muak dengan keberadaan Chelsea yang terus saja mengoceh padanya, masih harus di tambah dengan rasa cemburu lantaran perhatian Kama pada Dega.


Di dalam kamar pesawat, Kama terduduk di sofa, menunggu apa yang akan di utarakan suaminya.


"Babe, kamu ngapain sih care banget sama Dega? Aku gak suka liatnya," bisik Sutra. Mereka terpaksa bicara dengan volume kecil agar yang di luar tidak bisa mendengar.


"Mas, fokus dengan rencana kita. Kita kan mau bikin Chelsea cemburu dan patah hati berat, kok belum apa-apa malah kamu yang cemburu." Kama menatap suaminya serius.


"Ya, tapi ..."


"Kamu apa gak liat Dega begitu doank penampilannya? Bisa mati beku dia di sana, Mas, kasihan ..." Kama menambahkan.


"Hm, yaudahlah, lupain soal mereka." Sutra akhirnya bisa memaklumi.


"Tapi kita di dalam sini aja ya, Babe," pinta Sutra.


"Aku males duduk di sebelah Chelsea. Aku mau pelukin kamu aja biar anget." Sutra meraih Kama masuk dalam dekapannya. Mereka lantas berbaring bersama, memanfaatkan waktu satu jam perjalanan untuk saling menyentuh dan memberi getaran.


๐Ÿ‚๐Ÿ‚๐Ÿ‚


Idiiww, Kama dan Sutra lagi ngapain ya kira-kira?? ๐Ÿค”๐Ÿค”


Terus pasti Chelsea lagi gondok tuh luar.. dan siapa lagi bahan pelampiasannya kalau bukan Dega, cowok Betawi yang pasrah dengan garis takdirnya bersama Chelsea..


Yuk ikutin kisah selanjutnya di next eps ๐Ÿ‘‡


Cekidot !


Jangan lupa LIKE dan VOTE Poin dan Koin buat author donk guys, biar aku makin greeeeeenk nulisnya ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2