
Please jangan lupa tinggalin jempol dan vote nya ya biar authornya makin semangat π€π
happy reading..
.
.
Sontak tubuh Sutra terangkat lantaran kerah kemejanya ditarik kencang oleh Datuk Emran.
"Sa-saya minta maaf Datuk. Sumpah saya tidak sengaja waktu itu. I-itu murni kecelakaan. Dan alhamdulillah Kama tidak tersentuh sedikitpun" jelas Sutra terbata-bata. Pelan-pelan Datuk Emran melepas cengkeramannya.
"Kalau sampai yu bikin anak gadis ai lecet sikit je, jangan harap hidop yu tenang!" peringatan dari Datuk Emran begitu jelas.
Ya Allah.., bagaimana kalau aku ceritakan yang lain padanya. Bisa-bisa aku disiksa olehnya
"Sa-saya janji Datuk. Saya akan menjaga Kama sepenuh jiwa saya" jawab Sutra.
"Dah berapa lame relationship ni?" Datuk Emran melanjutkan pertanyaannya.
"Sepuluh hari Datuk" Sutra mengingat jelas kapan ia dan Kama resmi jadian.
__ADS_1
"Ape? Sepuluh hari? Alah-laaah, macem dah lama betol yang bercinta tu!" Datuk Emran menggelangkan kepala. Menganggap remeh usia pacaran Kama dan Sutra yang masih hitungan hari.
"Tapi saya mendekati Kama sudah empat bulan lamanya Datuk.. Saya terpaksa harus berpacaran dengan Kama, karena bukan hanya saya saja yang mendekatinya. Saya tidak mau ada orang lain yang berada didekatnya selain saya" jelas Sutra lagi.
Hm.., empat bulan, bole la.. Mesti anak gadis ai sulit didapat! Idola juga rupa-rupanye..
"Lantas ape tujuan yu dengan Kama? Nape pula yu terpakse?" Datuk Emran ingin tau maksud tujuan Sutra.
Ya Allah.., kumohon bantu aku menjawabnya dengan baik
"Saya, sejujurnya ini pertama kalinya saya pacaran, Datuk. Saya bukan tipe orang yang suka memiliki hubungan menggantung seperti ini. Menurut saya pacaran persis seperti teman dekat, hanya statusnya yang berbeda. Tapi karena ini melibatkan perasaan, sekuat tenaga saya menjaga sikap dan kelakuan saat bersama dengan Kama. Saya sadar betul dengan usia Kama yang masih dibawah umur. Makanya dengan berat hati saya memutuskan untuk pacaran dengan Kama sebelum saya menyesal jika ada orang lain yang lebih dulu mengajaknya pacaran" jawaban Sutra cukup jelas sebenarnya, namun tidak menurut Datuk Emran.
"Saye tanya, ape tujuan yu dengan anak gadis ai yang sebenarnye? Ai nak dengar intinye!" kali ni Datuk Emran lebih tegas bertanya.
Lantas sekarang, jawaban apa yang sebaiknya Sutra ungkapkan pada Datuk Emran. Jika ia menjawab hanya sebatas pacaran, jelas akan ditolak mentah-mentah oleh beliau. Karena sejak awal Datuk Emran bukanlah orang yang suka dengan hubungan yang disebut pacaran. Sekalipun beliau harus bertentangan dengan anak gadisnya.
Namun jika Sutra menjawab jujur dengan keinginannya, apakah Kama akan terima? Apakah Kama bersedia bertunangan dengannya dan menikah di tahun depan?
Sesuai dengan undang-undang tentang perkawinan yang pernah Kama bacakan, disitu jelas tertulis mengubah batas usia perkawinan yang semula 16 menjadi 19 tahun. Artinya harus menunggu waktu tiga tahun lagi untuk Sutra menikahi Kama. Dan dalam waktu selama itu harus disebut apa hubungan mereka yang sesuai dengan kemauan Datuk Emran?
"Lama betol yu berpikir! Ai dah curige yu nak mainkan perasaan-" Datuk Emran sudah tidak sabar. Ia buru-buru menuduh Sutra ingin mempermainkan perasaan Kama. Namun belum selesai ia bicara ucapannya terpotong.
__ADS_1
"Menikah Datuk! Tujuan saya jelas menikahi Kama" Sutra menjawab cepat, ia tidak mau dituduh yang bukan-bukan oleh ayah dari pacaranya. Namun hasilnya deru jantung Sutra seperti hendak melompat ingin keluar. Begitu tegang perasaannya saat ini. Ia sudah tidak tau lagi harus memikirkan jawaban yang lain. Yang keluar dari mulutnya hanya itu, sesuai dengan niat awalnya pada Kama.
Telapak tangan Sutra kembali basah. Perutnya pun ikut mulas. Panggilan toilet campur aduk menghinggapi, seperti ingin buang air kecil dan buang air besar sekaligus. Intinya Sutra sedang stres perut sekarang. Ketakutan membungkusnya tanpa celah. Mulutnya yang menjawab cepat tadi tidak mempertimbangkan lagi segala resiko yang akan dia hadapi kedepannya.
Menikahi anak pengusaha kaya ke 18 di Malaysia yang masih dibawah umur. Apa itu mungkin?
Keringat jagung mulai menetes satu persatu dari kening Sutra. Ternyata menghadapi bapaknya macan sepuluh kali lebih menegangkan daripada anak macan itu sendiri. Apalagi bapak macan yang satu ini taringnya mampu mencakar hingga perut bumi. Belum ada seorangpun yang menang melawannya. Jangankan untuk menang, melihat sosoknya saja orang sudah lari kalang kabut.
Habislah aku kali ini..! Ya Allah..., kumohon tolonglah hamba-Mu ini... Jangan biarkan aku ditelan bapak macan. Biarlah anak macannya aja yang nelan, gak apa-apa, aku ikhlas..
πππ
Perdebatan yang begitu menegangkan..
Selanjutnya bagaimana dengan respon Datuk Emran???
Tapi batin Sutra itu ambigu!
Dia ikhlas ditelan oleh anak macan maksudnya yang sebelah mana???
Pliiis jangan buat reader ngegantung ngayalnyaaa π€£π€£
__ADS_1
Gaes, yuk mampir juga dicerita aku yang baru.. true story loh π