When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season 2 - Stockholm Love Story


__ADS_3

Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas πŸ™πŸ€—πŸ˜˜


-


-


"Eh, kenapa, Babe?" tanya Sutra panik dan langsung mendekat. Ia duduk di samping Kama.


"Ssssshhhh, perih, Mas ...," keluh Kama sembari mengepal tangan menahan sakit.


Berhubung ruangan kamar gelap, Sutra jadi tidak bisa melihat dengan jelas letak bagian tubuh Kama yang sakit. Ia lantas menyalakan lampu.


Tlik !


"Mananya yang sakit, Babe?" Sutra lalu memperhatikan tubuh Kama, mencari letak bagian yang sakit.


Woho, Babeee ... Pucuuuuuk, sluuurph!


Bukannya mengecek, Sutra malah terkesima dengan keindahan lekuk tubuh dan bulatan sintal berpucuk cream milik Kama. Hingga ia hampir meneteskan air liur yang buru-buru di telannya lagi.


Ternyata cahaya lampu memang berbahaya., mampu membangkitkan Komodo Lang yang hampir terlelap tadinya.


"Ad-duh!" keluh Sutra. Cepat-cepat ia menutup matanya dengan sebelah tangan.


"Loh, kamu kenapa, Mas? Aku yang sakit, kok kamu yang aduh?" Kama jadi heran.


"A-aku ..., aku gak kuaaat ...," rengeknya.


"Gak kuat apa?" Kama makin heran.


"Dia bangun lagi, Babe ..., tuh ...," rengek Sutra lagi sembari menunjuk letak Komodo Lang yang berpose dengan gagahnya.


WHAT??? Lagiii??? Oh my God, habis aku di gojrok botol sirop lagi!!


Kama tak bisa berkata apapun. Ia terlalu terkejut dengan apa yang baru saja di lihatnya. Matanya sampai melotot, dan bibirnya pun membulat.


"Udah, gak usah di perduliin, Babe. Biar aja! Memang kurang ajar dia ini! Gak ada kenyangnya!" umpat Sutra pada prajurit tempurnya.


Woi, Komandan. Tega bener ngatain gue kurang ajar. Kalau dapat jatah lagi, kan Komandan juga yang hepi, gimana sih?! Kompak donk ...


Diem lu! Istri gue lagi kesakitan, lu malah bangun. Udah sabar dikit napa sih, jangan mau nyerang terus. Ntar malem kan bisa!


Serius, Ndan, ntar malem? Aseeek, gue tungguin ya. Yayang gue juga udah kangen itu ..., hehehe.


Makanya sekarang lu tidur, jangan nakal!


Siap, laksanakan, Komandan!


Mungkin cuma di sini ada obrolan Komandan dan prajurit tempurnya, yakni Sutra dan Komodo Lang. Menambah kesan kalau penulisnya sudah di luar batas normal.


"A-aku ..., aku gak kuat berdiri, Mas, periih." Konsentrasi Kama kembali pada rasa sakitnya.


"Itu kamu ya?" tanya Sutra memastikan dan Kama mengangguk.


Ya ampun, maafin aku Babe ...


"Yaudah kalau gitu kamu jangan kemana-mana dulu. Rebahan aja sampai perihnya mendingan."


"Tapi mereka kan udah nunggu kita di bawah, Mas," sela Kama.


"Gak apa-apa, biar aku yang kabarin ke mereka." Sutra lantas mengangkat tubuh Kama naik ke tengah ranjang dan merebahkannya.

__ADS_1


Tanpa sengaja mata Sutra menangkap ada bercak tetesan darah di atas sprei.


"Babe, kamu datang bulan?" tanyanya pada Kama sembari menarik selimut, menutupi tubuh Kama.


"Enggak kok," bantah Kama.


"Itu spreinya berdarah." Sutra menunjukkan pada Kama.


"Ha? Kok bisa?" Kama malah terkejut melihatnya, dan Sutra hanya bisa menggeleng bingung.


Pasangan cupu, Kama dan Sutra saling tak memahami apa yang sedang terjadi. Itu pertanda kalau nilai pelajaran biologi mereka anjlok parah saat sekolah. Pantas saja pilihan terakhirnya sebagai arsitek.


"Coba ambilin tisue basah di tas aku, Mas." Kama meminta tolong.


Sepuluh detik kemudian Sutra kembali, ia menyerahkan tisue basah pada Kama.


Langsung Kama mengambil dan menorehkan tiseu itu ke bagian intinya di balik selimut. Di lapnya seputaran itu dengan hati-hati agar tidak terasa perih.


Ternyata benar. Darah itu berasal dari Kerang Simping yang terluka. Hantaman gigi 4 yang di lakukan Komodo Lang tadi, sudah mengoyak bagian terdalam Kerang Simping hingga lecet dan berdarah.


Tapi tenang, itu tidak berbahaya. Hanya sakit beberapa jam saja dan akan sembuh dengan sendirinya.


"Iya, aku yang berdarah, Mas ..." Kama menunjukkan tisue basah bekasnya.


"Gara-gara aku ya?" tanya Sutra khawatir.


"He-eh," jawab Kama.


Oh, shit! Apa aja yang ku lakukan sampai Kama berdarah?!


"Aku minta maaf, Babe. Kita ke dokter sekarang ya. Aku gendong Kamu." Sutra tampak sangat cemas. Hasil perbuatannya malah membuatnya stres sendiri.


"Memang gak perlu di kasi obat ya, Babe?" Sutra belum yakin.


"Enggak, cuma ..." Kama menjeda kalimatnya.


"Cuma apa?" tanya Sutra.


"Kemungkinan aku hamil, Mas ..." Jawaban Kama memang tepat. Sesuai dengan penjelasan dua dokter kandungan yang ia temui kemarin, menjelaskan bahwa kehamilan mungkin akan terjadi padanya setelah pertemuan yang tepat antara Komodo Lang dan Kerang Simping hingga menghasilkan semprotan bubur sumsum di jalur yang tepat.


"Apa? Kamu serius?" Sutra terkejut dan Kama mengangguk.


"Haduuuh, mati aku! Kamu pasti marah kan, Babe ... Biang sama Ibu juga pasti marahin aku." Sutra memijat kepalanya dengan jempol dan telunjuk, menyesali kebablasannya saat penyatuan tadi.


"Aku gak marah kok, gak tau kalau Biang sama Ibu." Kama tersenyum simpul.


"Kamu beneran gak marah? Bukannya kamu takut hamil ya, Babe?" Kama memang tidak bisa di duga. Hanya dia dan Tuhan yang tau kapan dia mau berubah ataupun tetap seperti semula.


Eh, ada satu orang lagi sih yang tau soal Kama. Siapa lagi kalau bukan authornya. Hehehe.


"Dua jam yang lalu sih masih, tapi setelah itu udah enggak," jawab Kama.


"Gimana sih, coba terangin yang jelas. Aku takut salah nangkep," pinta Sutra.


"M ..." Kama meremas ujung selimut yang menutupi tubuh polosnya.


"Waktu aku bilang aku mau ..., itu juga berarti kalau aku siap, Mas ..." Kama menundukkan wajah malu-malu.


"Artinya kamu siap hamil anak kita, Babe??" tanya Sutra antusias.


Kama mengangguk dengan senyum.

__ADS_1


"Gak keberatan sama sekali?" tanyanya lagi.


Kama menggeleng dengan senyum.


Saat itu juga Sutra menghambur memeluk Kama. Ia merengkuh tubuh mungil Kama dengan kedua lengan kekarnya.


"Aku gak tau harus bilang apa, Babe ... Yang jelas aku bahagia, bener-bener bahagia. Makasi ya, Sayang. I love you more, more, and more ..." Setitik cairan bening mengintip di sudut sebelah mata Sutra. Kesabarannya selama ini sungguh berbuah surga, baik surga dunia maupun surga dalam pernikahannya.


"M ..., Mas ...," ucapan Kama menyadarkan Sutra.


"Ya?" Sutra melonggarkan pelukannya.


"Kamu apa gak masuk angin? Dari tadi polos begitu aja. Aku gak tenang, jadi deg-degan terus liat kamu, Mas ..." Kama membuang wajahnya kesamping, menghindar dari senyuman jahil suaminya.


"Oh, iya-ya. Hehehe, yaudah, aku mandi dulu. Kamu istirahat ya, Babe."


Cup !


"I love you ..."


Kecupan mesra lagi-lagi di sematkan Sutra di bibir tipis Kama, sembari ia berlalu ke kamar mandi.


Stockholm love story.


Kota terbesar di negara Swedia yang menjadi saksi bisu penyatuan cinta sepasang kekasih, Kama dan Sutra.


Mereka mengulang sejarah yang pernah di torehkan oleh Mr.William Zanyar dan Ajeng. Terpaut jadi satu di kota tercinta tempat Sutra di lahirkan.


Di sini, di kota ini, tanpa sunset dan tanpa sunrise, hanya di saksikan oleh salju yang turun lebat di awal bulan Maret, Sutra terlahir untuk kedua kalinya




Stockholm, menorehkan sejarah besar di hidupku. Aku lahir dua kali di sini, sebagai seorang anak dari orang tuaku, lalu sebagai seorang suami yang sempurna untuk pujaan hatiku ...


I love you, Kama Leandra Rahayu, more, and more ...


Tidak ada tempat untuk siapapun lagi di hatiku selain untukmu ...



Kama dan Sutra adalah dua raga, tetapi dalam satu jiwa.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Co cweeet ....


Kama gak boleh kemana-mana dulu gaes ..., abis tercabik-cabik soalnya 🀣🀣


Eh tapi, tapi, tapi, jangan lupa like dan vote nya donk buat author, biar aku makin semangat menulis bab yang lebih bombastis lagi 🀣🀣


Nah loh, kita kepoin yuk gimana aksi mereka setelah ini? Dan gimana soal Chelsea dan Dega yang masih menggantung???


Cekidot πŸ‘‡


Oh iya, sekira ada yang mau hidupnya ketularan upnormal seperti aku, monggo silahkan chat ke wa aku di 082165727555


dan akun fb. Sasa Sungkar


Di jamin bakal heran sama penulisnya 🀣🀣

__ADS_1


__ADS_2