
Jangan lupa bantuan LIKE dan VOTE-nya ya guys, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas 🙏🤗
sarang buruuuung, eh sarangheyo 😘😘
-
-
Lunch sudah tersedia lengkap di meja makan. Kama, Sutra, Dega dan Chelsea sudah berkumpul di meja makan, duduk di kursinya masing-masing. Begitupula dengan Aiman dan ketiga anggotanya.
Kebetulan meja makan di lantai bawah lumayan besar, memuat hingga 8 orang.
"Var snäll och ät (silahkan makan)," ucap seorang wanita paruh baya, pramusaji resort pada mereka. Ia menggunakan bahasa Svenska, bahasa yang di gunakan orang Swedia.
"Tack, Mamma (terima kasih, bu)," jawab Sutra dengan bahasa yang sama.
Wanita paruh baya itu tersenyum pada Sutra, merasa tersanjung karena kalimatnya di jawab dengan bahasa yang sama.
"Kom med oss, fru. Vi äter lunch tillsammans
(ayo bergabung dengan kami, Bu. Kita makan siang bersama)," ajak Sutra padanya.
"Wow, du är bra på svenska, son (wow, kau pintar bahasa Svenska ya, Nak)." Wanita paruh baya itu semakin tersenyum lebar.
"Tack för erbjudandet. Men mitt arbete ligger fortfarande mycket efter. Snälla bara äta (terimakasih untuk tawarannya. Tapi tugasku masih banyak di belakang. Silahkan kalian makan)." Ibu itu lantas pamit meninggalkan mereka.
"Kamu keren banget, Adrian. Aku sampai terpana ngeliat kamu bicara bahasa asing. Itu bahasa apa sih?" Chelsea menyahut dari kursinya. Ia duduk bersebelahan dengan Dega.
Sutra bergeming, tidak menjawab dan meneruskan makannya.
"Yaela, Chels, lu pegimane sih. Pan die lahir di mari, Swedia. Pasti bisa lah ngomong bahasa entu." Dega menyambung.
"Apaan sih, Ga! Nyahut aja kamu!" umpat Chelsea kesal sembari melirik sinis sebab ia tidak mengharap Dega yang menjawab ucapannya.
"Varför inte svara, Mas? Dålig, Chelsea (kenapa gak di jawab, Mas? Kasihan Chelsea)." Tiba-tiba saja Kama bicara dalam bahasa asing yang sama di tengah-tengah mereka.
Eh, kok dia nyebut namaku? Rupanya dia juga bisa bahasa itu. Huh, ikut-ikutan! ,batin Chelsea.
Sejujurnya sejak menyadari punya perasaan dengan Sutra, sedikit-sedikit Kama belajar bahasa Svenska.
"Wow, surprising! Kamu bisa bahasa Svenska, Babe?" Sekarang giliran Sutra yang tertegun, matanya membulat, tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar dari mulut Kama. Namun seulas senyum tergambar di bibirnya.
"Bara lite (hanya sedikit saja)." Kama melirik suaminya dengan senyum yang sama. Mereka saling menatap sekarang.
Rencana besar pun di mulai.
"Sen när (sejak kapan)?" tanya Sutra.
__ADS_1
"Eftersom jag älskar dig, Mas (sejak aku mencintaimu, Mas)."
Cup !
Sebuah kecupan manis mendarat di dahi Kama. Sutra begitu tertegun, tak menyangka kalau Kama mau mempelajari bahasa negara kelahirannya. Ini membuktikan kalau Kama serius dengan perasaannya pada Sutra sejak awal hubungan mereka.
Sontak pemandangan romantis itu pun menjadi perhatian 6 pasang mata yang ada di meja makan yang sama. Yakni Chelsea, Dega, Aiman, dan 3 anggota lainnya. Dunia seolah hanya milik pasangan pengantin baru itu.
Baru apanya? Baru berhasil nyoblos kemarin malam sampai berdarah-darah. Aww, sakiiiiit ...
Walau terlihat kaku di depan umum, tapi sesungguhnya Kama dan Sutra punya gaya keromantisan mereka sendiri. Hanya mereka berdua yang paham dengan komunikasi bahasa Svenska yang mereka utarakan tadi.
"Hahaha, setdah ah, gua kayak lagi nonton siaran langsung drama romantis ini." Suara tawa Dega memecah atmosfer yang sempat berubah.
Sementara Chelsea kehilangan selera makan. Wajahnya menyiratkan rasa iri yang tak terbatas.
Awas lo, Kama! Beraninya kalian melakukan ini di depanku! Pasti kalian sengaja kan?!
Selesai acara makan siang, sekarang aktifitas mereka berlanjut ke luar. Masing-masing dari mereka sudah memakai perlengkapan musim dinginnya. Mereka lantas pergi ke arena bermain ski, mendaftar lalu mendapat akses menaiki kereta gantung lebih dulu hingga sampai ke atas bukit.
Pemandangan dari atas kereta gantung sangat indah. Hamparan gunung dan pepohonan yang di berlumur salju terbentang sejauh mata memandang.
"Aku gak nyangka kamu sampai belajar bahasa Svenska, Babe," ucap Sutra di atas kereta gantung. Mereka hanya berdua di dalamnya, sementara yang lain menyusul di kereta belakang.
"Loh, kok gitu? Maksudnya?" Senyum Sutra berubah jadi bingung. Tanda tanya muncul di kepalanya. Apakah Kama menyesal atau bagaimana?
"Arti cinta aja aku gak tau sebelumnya, Mas. Sampai kamu datang dan ngajarin aku, menyentuh hatiku, membuat aku mau dan butuh kamu," jawab Kama.
Kalimat Kama memang aneh, tapi mengandung makna yang dalam. Mau dan butuh bisa bermakna lebih mengikat dari kata cinta. Kalau ada istilah cinta tak harus memiliki, tapi kebutuhan mau tidak mau harus tercukupi.
Begitulah makna yang ingin di ungkapkan Kama pada Sutra sekarang.
Duh, kalimat kamu, Babe. Bahkan setelah menikah pun masih bikin aku naik turun. Hampir aku salah paham. Kadang aku serem dengan gaya bahasa lugas kamu. Seolah tidak perduli tapi sesungguhnya sangat amat menginginkan. Aaah, you are so sexy, my wife ......
Cup Cup Cup !
Tiga kecupan beruntun mendarat di pipi Kama. Sekarang Sutra sudah seperti piaraan yang manis, yang selalu mencium dan bergelayutan pada majikannya.
Cinta memang tak memandang apapun, baik kasta maupun usia. Terbukti dengan kegilaan Sutra terhadap Kama. Laki-laki dewasa yang menggilai seorang remaja.
Tak terasa mereka sampai di atas bukit. Di pandu oleh petugas seluncur, mereka di arahkan untuk mencoba lintasan yang ringan lebih dulu. Kama, Sutra, Dega, dan Chelsea pun memulai permainannya. Sementara Aiman dan ketiga anggota lainnya hanya mengawasi.
Sutra cukup pintar bermain ski, begitu pula dengan Chelsea. Mereka berdua sudah pernah melalui olahraga ini sebelumnya. Hingga bisa beriringan berseluncur. Untuk kali ini Chelsea memimpin puluhan langkah di depan Kama. Kesempatan bagus buatnya untuk melancarkan aksi berdekatan dengan Sutra.
Sementara Kama dan Dega yang masih kaku dan berantakan, tertinggal jauh di belakang. Beberapa kali Kama terjatuh di lintasan dan yang menolongnya adalah Dega. Kama sengaja memerintahkan Aiman dan kawan-kawan hanya untuk mengawasi. Tidak boleh bertindak jika bukan hal darurat, agar Chelsea tidak curiga mereka siapa.
__ADS_1
Brak !
Sekali lagi Kama terjatuh.
"Kam, lu kagak ape-ape? Udeh bolak balik jatoh, noh," ucap Dega yang sudah kesekian kalinya membantu Kama berdiri. Dega memegang tangan Kama, membantunya menepi agar pemain lain bisa melintas.
"Kok susah banget ya, Ga, main ski. Chelsea aja bisa masa aku enggak?" Kama mengeluh. Pantatnya sakit karena sudah berkali-kali jatuh.
"Udehlah kagak usah lu pikirin. Ape jangan-jangan lu cemburu ye ngeliat si Chelsea gondolin Sutra mulu?" tanya Dega.
"Enggak, sih. Cuma kesel aja karena aku gak pinter mainnya dari tadi!" jawab Kama.
"Terus mereka berduaan begitu, masa lu kagak cemburu?" Sekali lagi Dega bertanya hal yang sama.
Kama memandang wajah Dega serius.
"Kayaknya kamu yang cemburu ya, Ga. Keliatan tuh! Wajah kamu kusut, napasnya naik turun dengan cepat, mood berantakan, dan sekarang mau provokasi aku. Bener gak?" Kalimat Kama tepat sasaran. Dega salah kalau menyangka bisa dengan mudah memprovokasi Kama.
Dega terpelongo, namun sedetik kemudian dia tertawa.
"Hahaha ..., pantes sahabat gua kepincut ame lu Kam, ternyata lu cenayang, bisa tau ape yang terjadi ame orang."
Kama dan Dega lantas ngobrol dengan asik di tepi sembari menunggu Sutra dan Chelsea kembali. Lintasan yang mereka lalui tidak panjang, jadi dalam hitungan lima belas menit mereka sudah kembali dengan ski scooter.
Melihat keakraban Kama dan Dega malah memicu kecemburuan di hati Sutra dan Chelsea masing-masing.
Ngapain mereka ngobrol akrab gitu? Babe ..., aku gak suka kamu ketawa-ketawa sama laki-laki lain! Walau Dega sahabatku, tapi tetep aja aku cemburu.
Degaaa! Kurang ajar! Mau lo apa sih sebenarnya, Kama? Semua yang gue punya lo ambil! Masih gak cukup lo ambil Adrian dari gue, sekarang lo juga mau ambil Dega???! Gak akan gue biarin! Awas lo, Kam!
Chelsea mengepalkan tangan menahan emosi. Matanya menatap tajam melihat Kama dan Dega yang tersenyum dalam obrolan.
Gak bisa di biarin. Hari ini juga akan gue balas semua ke lo, Kam!!
🍂🍂🍂
Haaaaaa, si cewek gila mau ngapain tuh guys?? Atuuuut... 🤣🤣
Kita kepoin di next eps deh kalo gitu 👇
Cekidot !
Oh iya, lagi dan lagi author minta dukungan LIKE dan VOTE koin atau poin buat pembaca tercinta, biar author makin semangat nulisnya ...
I love you, all 😍
Cup-cup mwaaah buat kalian semua 😘😘
__ADS_1
Yang gak rela di cup, tos aja deh, biar gak kena ences aku, hahaha 🤣🤣