When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season 2 - Bertemu Dega


__ADS_3

Jangan lupa bantuan LIKE dan VOTE-nya ya guys, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas πŸ™πŸ€—


sarang buruuuung, eh sarangheyo 😘😘


-


-


Stockholm


Chelsea bicara di telepon sembari duduk di loby hotel.


"Papi yakin mereka menginap di hotel ini kan?" tanyanya pada Tuan Sakamoto.


"Yakin, informan dari paman kamu tidak mungkin salah," jawab Tuan Sakamoto dengan senyum licik. Lagi-lagi ia membayangkan kekacauan yang akan di lakukan anak gadisnya di kota bersalju itu.


"Tapi Chelsea gak bisa menemukan mereka di sini, Pi. Gak ada pemesanan kamar atas nama Adrian ataupun perempuan itu." Ternyata Chelsea sudah menanyakan pada resepsionis hotel tempat Kama dan Sutra menginap.


Apa yang di katakan Chelsea memang benar, tidak ada pemesanan hotel atas nama mereka. Karena segala urusan pasangan kekasih itu telah di handle oleh Aiman, orang kepercayaan Datuk Emran.


"Tapi ini info valid, Chels. Tidak sembarangan orang bisa bekerja untuk Yamamoto Ryoma, orang nomor satu Unicharm sekaligus pemilik Sony. Kamu berani meragukan dia? Dia paman kamu!" Tuan Sakamoto menekan kata-katanya. Ia kesal Chelsea meragukan info yang sudah susah payah ia dapatkan.


"Ma-maafin Chelsea, Pi ... Iya, Chelsea percaya ..." Chelsea tergagap, terkejut mendengar nada suara ayahnya.


"Yaudah, kalau gitu Chelsea cari lagi mereka di sini ya, Pi. Bye." Buru-buru gadis itu mematikan telepon sebelum ayahnya lebih marah lagi.


Chelsea lantas menghempaskan tubuhnya ke sandaran sofa yang ia duduki.


"Huuuuuuuuffffftttt ..." Chelsea menghembus napas panjang.


"Kenape lagi lu?" tanya Dega malas.


Sejujurnya Dega kecewa dengan gadis di sampingnya ini. Ternyata ciuman hangat mereka kemarin hanya untuk mengelabuinya, agar ia mau menemani Chelsea mengejar Sutra hingga ke Stockholm sekarang ini.


Sanking terburu-burunya pergi, Dega sampai salah kostum. Dia hanya memakai kaos oblong serta baju hangat biasa. Tanpa sarung tangan, tanpa topi hangat dan perlengkapan musim dingin lainnya.



Kebangetan lu, Chels. Ngadalin gua! Gua kirain ngajak ke Swedia mau holiday, eh gak taunya malah nguber si Adrian. Untuuung gua cinta, kalau kagak udah gua tinggallin lu!


"Aku pusing! Papi bilang Adrian nginep di hotel ini, tapi kok waktu kita tanya ke resepsionis tadi gak ada, aneh kan." Chelsea menatap Dega dengan wajah yang lelah. Penerbangan Jakarta - Stockholm memakan waktu yang cukup lama hingga membuatnya capek. Apalagi mereka menaiki pesawat reguler, bukan private jet seperti yang Kama dan Sutra naiki.


"Terus malam ini kite nginep di mari apa kagak? Gua check in aje ya, lu dah capek banget tuh, istirahat dulu. Besok aje kite cari mereka lagi, pegimane?" Di balik kekesalannya Dega tetap perhatian dengan Chelsea.


"Yaudahlah, terserah kamu. Aku tungguin di sini ya." Chelsea lantas sibuk mengotak-ngatik ponsel sementara Dega beranjak ke resepsionis untuk check in.


"Excuse me, i'd like to book the cheapest room (permisi, aku ingin memesan kamar yang termurah)," ucap Dega pada resepsionis hotel. Ia memesan kamar yang paling murah. Pasalnya melihat dari bentuk hotelnya saja Dega yakin kalau rate harga kamar di sini pasti mahal. Sementara ia tidak punya uang yang banyak.


Sembari menunggu pegawai hotel mengecek persediaan kamar, Dega pun membuka akun banking-nya, mengecek saldo terakhir yang ia miliki. Memastikan kalau uangnya cukup untuk membayar hotel dan keperluan lain selama di Stockholm.


17 juta 8 ratus ribu. Yah, saldo gua tinggal segini. Cukup kagak ya ...


Dega sudah khawatir uang yang ia miliki tidak cukup. Mengingat ini pertama kalinya ia melancong ke negara Eropa.

__ADS_1


Mana mungkin gua ngaku kagak punya duit ame Chelsea. Bisa ancur harga diri gua.


Lagi galau-galaunya Dega berpikir, tiba-tiba saja seseorang menyentuh pundaknya.


Siapa dia??


πŸƒπŸƒπŸƒ


"Babe, aku turun sebentar ya. Aku janji gak akan lama," ucap Sutra yang sudah rapi dengan pakaiannya.


"Iya," jawab Kama singkat. Bagian intinya yang masih perih membuatnya enggan bergerak sana sini.


M ...



Sutra tampak berpikir sebelum meninggalkan kamar.


"Atau aku gak usah nemuin mereka deh, biar aku telepon aja. Kasian kamu sendirian, Babe. Kita pesan makanan ke kamar aja." Sutra berubah pikiran. Ia mendekati Kama dan duduk di tepi ranjang.


"Eh, jangan, Mas. Gak enak, mereka udah sejam lebih nungguin. Lagian aku gak mau mereka ngirain kita abis ngelakuin yang aneh-aneh," bantah Kama.


"Aneh-aneh apanya?" Sutra heran.


"Ya, itu ..., yang tadi." Wajah Kama merona malu.


Uuh, gemesin banget sih kamu, Babe ...


"Hehehe, yaudah aku turun deh kalau gitu. Kamu gak apa-apa kan aku tinggal sendiri?" Sutra tertawa kecil.


"Kiss dulu donk." Sutra langsung mendekatkan bibirnya ke dahi Kama.


Cup !


"Love you," ucap Sutra sembari berlalu pergi keluar kamar.


Semangat laki-laki itu terisi hingga melebihi kapasitas. Penyatuan sempurna yang baru saja ia lakukan bersama Kama, membuat senyumnya tak henti terlukis di wajah. Hatinya juga masih menari-nari mengikuti alunan dendang cinta yang terdengar di otaknya.


Ting !


Lift yang membawa Sutra baru saja terbuka di lantai bawah, loby hotel. Ia lantas berjalan keluar, menoleh ke kiri dan kanan mencari keberadaan Aiman.


Dari arah kiri dengan jarak 10 meter tampak sosok laki-laki yang sepertinya ia kenali. Sutra pun mendekati orang itu.


Puk !


Menepuk bahu laki-laki itu, membuatnya langsung menoleh.


"SUTRA!! Beneran ini elu?" Ternyata laki-laki itu adalah sahabatnya, Dega.


"Eh, Betawi! Ngapain lo di sini? Gak nyangka gue bisa ketemu lo," saut Sutra.


"Ya nyariin lu lah! Eh ..." Dega langsung menutup mulutnya. Ia melirik ke sofa tempat Chelsea duduk lalu menarik Sutra ke tempat yang bisa mengahalangi pandangan Chelsea pada mereka.

__ADS_1


"Napa sih lo narik-narik gue?!" Sutra heran dengan kelakuan sahabatnya.


"Ntar dulu ni, lu bukannye amnesia, ya?" tanya Dega setelah mereka berada di posisi yang aman.


"Udah sembuh," jawab Sutra.


"Serius? Hahaha, cepet amat. Jangan-jangan lu ngadalin Kama, iye kan?" Pantas saja Dega dan Sutra sahabatan. Dia bisa tau kelakuan pura-pura sahabatnya itu.


"Ah, berisik lu, Betawi!" umpat Sutra.


"Hahaha ..., lu kagak bisa ngadalin gua, dodol! Waktu di rumah sakit gua kagak sempet aja ngobrol ame lu, kalau iye pasti gua langsung tau lu cuma pura-pura." Dega kembali terbahak-bahak.


"Udah, diem lo! Banyakan ketawa ntar gigi lo kering! Sekarang lo jawab pertanyaan gue. Kok lo bisa di sini? Sama siapa?" Sutra masih penasaran dengan keberadaan Dega.


"Ame cewek stres! Si Chelsea," jawab Dega malas.


"Chelsea? Ngapain kalian sampe ke sini?" tanya Sutra lagi.


"Nyariin elu! Noh, lu liat di sono noh." Dega menunjuk ke sofa tempat Chelsea duduk.


"Gilak! Tu cewek gak ada kapoknya ya. Sampe nyusulin ke sini." Sutra sampai geleng-geleng kepala dengan kelakuan Chelsea.


"Lo juga, ngapain pake ngikutin dia?!" Sutra melirik Dega sinis.


"Gua di culik, kampret! Ah, pokoknye panjang deh ceritanye. Pusing gua!" keluh Dega.


"Terus tadi lo mau ngapain? Check in?" Sutra bertanya lagi.


"Iye! Tapi saldo gua tinggal dikit nih. Mahal kagak sih ni hotel?" Dega langsung mengutarakan beban pikirannya sejak tadi.


"Ah, gak modal banget sih lo jadi cowok. Makanya jangan maen game mulu, kerja! Cari duit! Hahaha ... Udah, siniin nomer rekening lo, biar gue transfer. Tapi inget, nyampe Jakarta lo gantiin ya." Sutra mengeluarkan ponselnya, bertukar nomor dengan Dega, lalu mentransfer sejumlah uang ke rekening sahabatnya itu.


Selesai dengan urusan itu, Sutra lantas berpamitan.


"Gue masih ada janji sama orang lain, Ga. Gue cabut ya, sebelum majikan lo ngeliat gue," ucap Sutra.


"Dodol, lu kira gua piaraan die! Tapi gua masih mau ngomong banyak ame lu, Sut." Dega menatap sahabatnya gusar. Ia ingin curhat banyak hal yang sudah terjadi padanya seminggu belakangan ini.


"Ntar deh agak maleman kita ketemu di bar hotel. Tapi gue gak janji ya Ga, ntar gue ijin dulu sama Kama," ucap Sutra.


"Tega banget lu, Sut ame gua. Gua beneran ade masalah ini. Berat banget!" rengek Dega.


"Liat ntar deh, Ga. Udahan ya, gue duluan." Sutra buru-buru pergi meninggalkan Dega.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Gimana ya guys?


Apa Chelsea bakalan tau kalau Kama dan Sutra berada di hotel yang sama??


Yuk kita kepoin di next eps πŸ‘‡


Cekidot !

__ADS_1


Oh iya, jangan lupa guys, Like dan Vote-nya kalau boleh πŸ˜πŸ™


__ADS_2