
Please jangan lupa tinggalin jempol dan vote nya ya biar authornya makin semangat π€π
happy reading..
.
.
Empat hari berlalu setelah kencan pertama Kama dan Sutra. Hari ini mestinya Sutra pulang ke Jakarta dengan flight terakhir, tapi Kama melarang. Gadis itu tidak mau melihat Sutra terlalu memaksakan diri hanya untuk menjemputnya.
"Tapi.., saya kangen sama kamu.." ucap Sutra disambungan teleponnya
"Terus kalau mas pulang hari ini, memangnya kita ketemu hari ini juga? Kan enggak.." Kama mencoba memberi pengertian dengan gayanya, yakni gaya cuek yang dia pikir sudah sangat perhatian
"Yaudahlah gak usah maksa!" sambung Kama lagi.
Ini nih kalau Kama ngobrol dengan cowok lain tanpa memahami bagaimana karakternya, udah pasti bertengkar. Kalimat yang keluar dari mulut gadis itu seolah tidak suka atau malas dengan kedatangan Sutra. Namun sebenarnya tidak demikian, mulutnya boleh sepedas cabe tapi hatinya merica. Loh kok lebih parah? Hahaha. Gak kok! Hati Kama persis roti panggang keju cokelat, lemir dan melted di mulut.
Huuh, kalimat kamu yang begini ini yang bikin aku kangen, sayaang.. Apa yang kamu omongin selalu berbeda dengan isi hati kamu.., aku tau itu! Tapi aku memang ditakdirkan untuk mengalah, mengalah sampai akhirnya menang mendapatkanmu..
"Oke, oke.., saya cancel flight malam ini ke besok.. Dan saya tungguin kamu di bandara ya.." kalimat terakhir Sutra sengaja ia tujukan untuk menggoda Kama
"Hah? Maksudnya mas minta jemput, gitu?" tanya Kama heran
"Hehehe.." Sutra tertawa kecil mendengar reaksi Kama
"Yaudah, oke.." diluar dugaan ternyata Kama menyetujui permintaan Sutra
"Jam berapa nyampe nya?" tanya Kama lagi
Loh, kok dia serius nanggepin nya??
"Kamu serius mau jemput saya? Eh, jangaan.., saya cuma bercanda kok tadi" sekarang malah Sutra yang dibuat terkejut
"Bandara kan lumayan jauh dari kampus.. Kamu mau naik apa coba..?" Sutra mulai kawatir dengan Kama akibat ulahnya sendiri
"Taksi online kan ada" jawab Kama santai
"Eh, gak-gak! Kamu sendirian naik taksi online?! Saya gak setuju! Udah kalau gitu biar saya aja yang jemput kamu langsung dari bandara, oke?" ucap Sutra
"Heum, terserah.." Kama memutuskan untuk menurut daripada harus debat panjang lebar dengan pacarnya
__ADS_1
Setelah menutup telepon dari Sutra, Kama keluar dari toilet kampus. Ya, gadis itu bicara lewat telepon dengan pacarnya di dalam toilet. Ia tidak mau ada orang yang mendengar bahkan mengetahui kalau dia dan Sutra sudah resmi berpacaran.
Halah, sampai segitu nya toh mbak ee.., pake sembunyi-sembunyi. Sekalian masuk dalam panci soto ibu kantin, biar gak kelihatan sama sekali.
"Eh, Min, mi goreng gue udah lo pesenin kan?" tanya Kama yang sudah muncul di belakang Mini yang duduk dikantin teknik. Kebetulan saat ini adalah jam istirahat untuk mata kuliah Studio yang menyita waktu mereka seharian. Mata kuliah wajib namun melelahkan.
"Udah kok.. Lama banget sih lo di toiletnya, ngapain? Nge-bom? Hahaha.." Mini tertawa lepas
"Loh, emang ada sabun buat cebokannya disitu?" Reyhan bertanya polos
"Ada.., shampo juga ada kalo lo mau sekalian keramas!" jawab Kama kesal
"Hahahaha.." Mini kembali tertawa lepas diikuti Reyhan.
Mereka berdua memang harus banyak-banyak tertawa sebelum kembali masuk ke kelas Studio yang menyita pikiran serta jiwaraga mereka sampai jam empat sore nanti. Terkecuali Kama, mata kuliah apapun dia tetap santai. Malah kalau terlalu banyak materi dia sampai ngantuk menunggu kelas selesai, karena yang Kama suka adalah tes, baik tertulis maupun langsung.
Waktu terus berjalan hingga akhirnya kelas Studio pun bubar.
"Aaah, akhirnya gue bisa menikmati weekend dengan bahagiaaaa.." teriak Mini setelah dosen keluar dari kelas
"Duh, sampe panas otak gue kepake terus daritadi!" ucap Reyhan sambil memijit-mijit kepalanya
"Huh, cuma lo berdua manusia yang paling stres di kelas Studio" Kama menanggapi reaksi kedua temannya itu
"Loh, dia kenapa emangnya? Sakit?" tanya Mini
"Asam lambungnya naik.., hahaha" Reyhan terkekeh mengingat teman sebelahnya yang biasa duduk paling belakang
"Kalian semua memang aneh. Mata kuliah seru gitu kok jadi bikin stres!" Kama mengomentari keluhan teman-temannya.
"Kebalik Kam.., yang aneh itu lo. Sekelas udah stres malah cuma lo yang santai.." bantah Mini sambil memasukkan semua alat tulisnya kedalam tas
"Hehehe.., bukan gue yang ngomong ya Kam.. Ni si Mini nih.. Jitak aja.." Reyhan menarik lengan baju Mini, takut kalau Kama tersinggung dikatain aneh.
"Aneh? Hehehe, ya mungkin.." Kama hanya tertawa kecil
Tiba-tiba ponsel Kama berdering. Tertulis nama Stella di layar ponselnya.
Mau apa dia?
"Hallo.." Kama mengangkat sambungan telepon Stella
__ADS_1
"Hallo, Kama.. Apa kabar?" saut Stella dari ujung telepon
"Sehat. Ada apa ya Stell?" Kama langsung bertanya tujuan Stella menelepon
"Aku lagi main di Depok nih.., kamu tinggal dimana Kam? Ketemuan yuk.." ajak Stella
"Aku lagi dikampus, baru bubar kelas" jawab Kama
"Di UI ya? Yaudah aku mampir kesitu ya.., kebetulan aku bawa mobil nih. Kamu share lokasi nya ya Kam.." pinta Stella
"Oke" Kama langsung mengiyakan lalu menutup sambungan telepon
Mini yang daritadi mendengar obrolan Kama, langsung kepo.
"Siapa Kam?"
"Temen dari Jakarta" jawab Kama singkat. Namun Mini curiga, dia tidak percaya Kama punya teman di Jakarta karena sejak dia dan Kama baikkan, Kama sudah menceritakan segala hal tentang dirinya pada Mini, termasuk teman dekat yang Kama punya hanya Mini dan Reyhan.
"Eh, by the way, lo besok ke Jakarta gak Kam?" Reyhan mulai bertanya dan Kama mengangguk
"Yaah, padahal gue mau ngajak lo jalan" ucap Reyhan sedikit kecewa
"Udah biar gue temenin lo Rey, mumpung gue jomblo" saut Mini menimpali
"Huh, gimana lo gak jomblo, kan setiap weekend lo bareng gue.." Reyhan mengacak-acak rambut Mini
"Hahaha, sesama jomblo harus saling menemani Rey, biar dapet pahala.." Mini menertawai Reyhan dan dirinya sendiri
Mini dan Reyhan memutuskan untuk menemani Kama menunggu temannya datang. Mereka bertiga duduk di dinding batu pendek dekat parkiran mobil, tempat para mahasiswa menunggu jemputan.
Setelah lima belas menit berlalu tampak sebuah mobil Jeep masuk melewati gerbang kampus dan berhenti tidak jauh dari tempat Kama duduk.
"Kamaa..." teriak Stella memanggil.
Ternyata mobil Jeep tadi membawa Stella di dalamnya. Begitu turun dari mobil, gadis itu langsung meneriakkan nama Kama. Namun ada yang aneh, Stella turun dari kursi penumpang. Itu artinya dia tidak sendiri, ada seseorang yang menyetir di sampingnya.
πππ
Wohoo, siapa tuh gaes yang datang bareng Stella??
Huufft...
__ADS_1
Yuk, kepoin di next episode..