
Please jangan lupa tinggalin jempol dan vote nya ya biar authornya makin semangat π€π
happy reading..
.
.
Tangis Chelsea pecah saat Adrian menjelaskan tentang hubungannya dengan Kama. Ia tak percaya, dihari yang sama saat ia mencium Adrian di apartemen, ternyata itu adalah hari jadian laki-laki itu dengan Kama.
"Huuuu...uuu.., tega kamu Adrian.., tegaaa...! Dari awal aku udah nyatain perasaan sama kamu..., aku selalu perhatian sama kamu.., aku selalu dekat sama kamu.., tapi semua gak ada artinya...! Kamu gak pernah menganggap aku sedikitpun..! Jadi buat apa kamu balas perhatiin aku..?? Buat apa kamu baik sama aku..??" Chelsea terisak sambil memukul-mukul bahu Adrian
"Kamu salah paham Chel.. Kamu yang salah mengartikan semua kebaikan aku.." Adrian menahan tangan Chelsea
"Tapi kamu gak bilang kalau kamu cinta sama perempuan itu.., huuu..." airmata Chelsea terus saja menetes
"Kamu lupa? Sejak kamu nembak aku, aku udah jawab kalau aku suka sama orang lain.., dan orang itu Kama, pacar aku sekarang.." Adrian semakin percaya diri menyebut Kama sebagai pacarnya
"Udahlah Chel.., jangan nangis teruus.. Aku gak tega liat cewek nangis! Kamu harus ikhlas.., kamu gak bisa maksa aku untuk balas perasaan kamu.. Setiap orang kan punya hak masing-masing untuk memilih.."
"Apalagi wajah kamu cantik, kamu bisa dapetin siapapun yang kamu mau, Chel.." Adrian memberi pengertian
"Aku mau kamu.., hiks.." Chelsea mengusap pipinya yang basah karena airmata
"Aku gak mau sama kamu.." raut wajah Adrian seketika berubah, ia takut mendengar kalimat Chelsea
Anak ini, gak ada nyerah-nyerahnya..! Pasti ada lagi yang mau dia lakukan..
"Pokoknya aku mau sama kamu.., cuma kamu.., hiks.." benar dugaan Adrian, Chelsea tiba-tiba menghempaskan badannya memeluk Adrian
"Adu-duuh.., lepas Chel.., lepass..!" Adrian berusaha menarik tangan Chelsea yang melingkar di pinggangnya. Tapi Chelsea memeluknya terlalu erat hingga dia tidak bisa menghindar.
"Chel, aku serius kali ini! Lepaass!" Adrian sudah hilang akal, dia jadi emosi dan membentak Chelsea. Dia terlalu takut kalau-kalau kelakuan Chelsea terlihat oleh Kama hingga jadi salah paham yang lebih jauh lagi.
Chelsea terkejut, ia buru-buru melepas pelukannya. Tanpa suara airmatanya makin deras menetes. Gadis itu tak menyangka Adrian tega membentaknya.
Chelsea mengatur napasnya yang memburu akibat menahan sedih yang teramat.
"Chel.., ya ampuun.. Aduuh, aku bingung cara ngomong sama kamu itu gimana biar enak. Sejujurnya aku gak mau nyakitin siapapun, sumpah! Tapi ini masalah hati.., dan gak bisa dipaksa.. Selama ini aku baik sama kamu karena kamu temen aku, gak lebih.. Dan kamu boleh cek, aku selalu baik ke semua temen perempuanku tanpa maksud apapun" Adrian kembali menjelaskan, airmata Chelsea selalu bisa menahan rasa kesalnya pada gadis itu.
πππ
__ADS_1
Taksi online yang membawa Kama dan Sutra memasuki jalur tol menuju Jakarta. Tidak ada kalimat apapun yang keluar dari mulut Kama sejak mereka berangkat tadi, dan Sutra pun bingung harus memulai darimana. Apalagi setelah Chelsea mengakui padanya kalau dia sudah menunjukkan foto cium pipi waktu itu.
Entah apa yang merasuki Sutra, tiba-tiba dalam keheningan itu dia mencoba meraih tangan Kama untuk digenggam. Namun saat itu juga langsung ditepis oleh Kama tanpa menoleh sedikitpun.
Wah, gawat! Maria Mercedesku ngambek..
Daripada menahan malu Sutra memilih untuk menggenggam tangannya sendiri sambil meremas-remas.
Huuufftt, gimana caranya aku jelaskan padanya..??
Ekor mata Kama menangkap kelakuan Sutra, ia sampai menarik sedikit ujung bibirnya karena merasa lucu.
Ngapain sih dia? Gak dapat tanganku, malah remas tangan sendiri.., aneh..
Jalur tol sudah setengah terlalui, namun mereka masih diam didalam mobil. Makin lama Sutra makin tidak tahan, kalau tidak dibahas secepatnya masalah pasti akan semakin besar, pikirnya.
"Saya.., saya minta maaf.." ucap Sutra sambil terus meremas jemarinya
"Untuk?" tatapan Kama tetap lurus kedepan
"Soal fo-foto.." kening Sutra berkerut kali ini, ia semakin gak tenang menunggu reaksi marah Kama
"Tapi, kamu marah kan?" Sutra makin penasaran, apalagi Kama sama sekali tidak menoleh padanya sejak tadi
"Gak"
"Terus, kok kamu diem gitu?"
"Dari awal kan saya emang kayak gini"
"Iya, tapi.., ee, aduuh.. Gak ini pasti kamu marah.. Saya yakin pasti kamu marah.." Sutra memiringkan kepalanya menatap bolamata hazel Kama dari samping
"Mas mau saya marah?" Kama menggerakkan kepalanya sedikit, menatap Sutra sinis
"Ya enggak.., saya.., itu-itu bukan seperti yang kamu lihat.. Itu bohong! Itu, aaakh.." Sutra mengusap wajahnya kesal, ia bingung bagaimana menjelaskan perkara itu pada Kama. Memang sebuah kesalahan besar karena saat itu dialah yang datang sendiri ke apartemen Chelsea.
Semua gara-gara Chelsea!
"Yaudah gak usah dijelasin!"
Aku mau liat sampe kapan kamu tahan diginiin mas..
__ADS_1
"Babe.., eh, Kama.." Sutra memegang kedua pipi Kama dan menarik pelan menghadapnya
"Sumpah, saya gak pernah khianati kamu.. Jauh sebelum kita jadian, hati saya sudah penuh untuk kamu.. Gak pernah ada perempuan lain.. Selama ini saya gak ngerti pacaran, dan gak berminat untuk pacaran.. Tapi setelah ketemu kamu semuanya berubah.., bukan hanya pacaran, saya bahkan ingin lebih dari itu, terlepas dari berapa usia kamu.." Sutra menatap Kama dalam
"Soal foto itu.., gak seperti yang kamu lihat.. Saya salah paham, saya pikir masalah kamu kemaren dengan Chelsea.., makanya saya datang menemuinya.. Tapi Chelsea-" Kama menghentikan ucapan Sutra dengan menempelkan jari telunjuknya ke bibir laki-laki itu.
Mereka berdua saling menatap beberapa saat. Pelan-pelan hormon cinta pun mulai bereaksi, ditambah aroma parfum Kama yang unik, semakin menambah daya tarik yang mendalam bagi Sutra untuk melakukan hal yang diluar logikanya. Sutra mendekatkan wajahnya sedikit demi sedikit. Kedua tangannya yang masih menempel dipipi Kama memudahkannya untuk meraih wajah gadis itu dan...
"Kamu bodoh, Mas.." ucapan Kama membuyarkan semuanya. Adegan romantis yang hampir terjadi diantara mereka seketika sirna dan tak terpikir lagi oleh Sutra.
Apa? Bodoh? Dia mengataiku bodoh? Hei, aku pernah jadi dosen kamu, loh..!
Sutra menurunkan kedua tangannya, moodnya langsung jelek.
"Maaf.." cuma itu kata yang keluar dari mulut Sutra lalu dia tertunduk
Huh, mulutnya! Bahkan setelah pacaran pun tetap sama.., sadis!
"Tapi kayaknya saya cemburu.." satu kalimat dari Kama mampu merubah mood yang jelek tadi menjadi baik. Sutra kembali menatap Kama.
"Apa? Kamu cemburu..?"
"Jangan ge-er.., cuma sedikit kok! Tapi ya itu tadi, kamu memang bodoh, Mas.." ternyata Kama mengulangi kata itu lagi
"Jatuh cinta sama kamu yang bikin saya jadi bodoh..! Sikap cuek kamu yang bikin saya kacau.., dan daya tarik kamu yang bikin saya jadi gila..!" Sutra kembali menatap Kama dalam
"Pleasee.., jangan marah.., dan jangan cuekin aku lagi.. Aku gak bisa diginiin.." kali ini Sutra menggenggam erat tangan Kama, dia sudah tidak tahan dengan sikap Kama yang makin aneh. Jauh lebih dingin dari sebelumnya, ditambah dengan kalimat yang sadis pula.
Pleaseee, forgive me babe..
"Jadi.., udah manggil aku-kamu nih ceritanya?" Kama tersenyum, ia berhasil membuat Sutra gila hanya dengan kata-kata.
*Hihihi.. R**asain kamu mas..! Makanya jangan macem-macem.. Aku bisa jauh lebih dingin dari puncak himalaya sekalipun!
πππ
Oh my God..!
Kama ini sweet atau aneh ya??
Ada yang tau kah*..???
__ADS_1