When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
DRAMA KOREA VERSI AJI&LULU


__ADS_3

Pukul lima sore, sedan kuning Sutra baru saja sampai di depan pagar rumah aji. Ketika Sutra turun, ia melihat aji sedang merapikan letak pot bunga di teras. Sutra langsung saja mendekat, berniat ingin membantu aji.


"Sore aji.." Sutra berdiri tepat disamping aji


"Eh, mau ngapain kamu dekat-dekat saya?" harap dimaklumi ya, aji memang selalu antipati dengan Sutra


Sutra tidak mengindahkan pertanyaan aji, ia langsung saja mengangkat pot bunga yang ada di hadapan aji.


"Yang ini mau ditaruh sebelah mana, aji?"


"Eh, gak usah gak usah, saya gak butuh bantuan"


"Disejajarin sama yang itu aja, handsome. Biar rapi" suara Lulu menyambung dari ambang pintu, ia berdiri sambil menggendong baby Jason.


Seketika aji menoleh, ia langsung mendekat pada Lulu


"Ayo kita masuk, honey, sekarang! Aku haus, bikinin minum!" ujar aji ketus. Rasa cemburu aji pada Lulu gak ada abis-abis nya. Apalagi tadi Lulu sempat memanggil Sutra dengan sebutan handsome, pasti kesal aji memuncak sampai ke ubun-ubun. Kayaknya aji butuh goyang ubur-ubur nih biar cooling down, hihihii


Sementara itu Sutra menggantikan aji membenahi beberapa pot bunga yang masih tergeletak berantakan. Tak berapa lama Kama muncul diambang pintu, ia melihat Sutra menepuk-nepuk telapak tangan nya yang kotor akibat tanah pot yang lengket.


"Pak.." tegur Kama


"Ah ya, kamu udah siap. Kita berangkat sekarang?" tanya Sutra


"Ituu.." Kama menunjuk ke tangan Sutra


"Gak mau dicuci dulu?"


"Mau, tapi.." Sutra melirik ke dalam rumah, mencari-cari sesuatu


"Aji kamu mana? Ntar dia marah lagi"


"Hihi" Kama tertawa kecil


"Gak papa kok, yuk masuk" ajak Kama


Sutra masuk ke dalam rumah, ia mencuci tangan di westafel yang ada di depan pintu kamar mandi. Setelah selesai, Kama mengajak Sutra terus masuk ke dalam menuju dapur, tempat aji dan Lulu duduk sambil melihat ke arah kolam ikan koi yang dihiasi dengan air terjun mini.


"Aji, tante.." sapa Kama yang di ikuti dengan anggukan dan senyuman Sutra di samping nya


"Kama mau pamit balik ke Depok"


"Ah ya-" Lulu bangkit dari duduk nya, namun aji lebih cepat menempelkan jari telunjuknya di bibir Lulu


"Yaudah, hati-hati ya. Tante lagi sakit gigi, jadi gak bisa ngomong" ujar aji


Kama dan Sutra memandang heran, namun mereka diam saja. Lantas Kama pun menyalami aji dan Lulu bergantian. Tiba giliran Sutra menyalam aji, sikap aji datar, dan ketika Sutra ingin menyalam Lulu, aji segera menarik tangan Lulu dan melingkarkan ke pinggang nya, mirip orang mau ci-pokan, o-oowww sik asiiik!


"Tante lemes, mau sandaran" aji menempelkan kepala Lulu ke dada nya, sekarang posisi mereka persis drama korea Legend Of The Blue Sea, Jun Ji-hyun memeluk dan bersandar di dada Lee Min-ho.


Aaiiiih, Kama dan Sutra pasti ngiri 100%, terutama Sutra, udah geleter-geleter dia pengen niruin yang sama, tapi kapan ya??


Kayak ponsel mode getar yang dikantongin disaku depan celana, pas ada yang nelpon, getaran nya merasuk hingga ke bagian onoh noh, bagian arsip Sutra yang terbengkalai hingga 23 tahun, wakwaaaww, hahaha.


"Udah gak apa-apa, lanjut aja. Aji mau bawa tante ke kamar" sambung aji lagi beralasan.

__ADS_1


Memang ya orang kalo udah cemburu, bisa jadi mesra. Tuh buktinya aji sama Lulu udah tempel-tempelan aja. Jadi, buat yang pengen mesra-mesraan sama pasangan, langsung aja dibikin cemburu. Tapi hati-hati awas putusss.


Kama dan Sutra segera meninggalkan rumah aji. Kama merasa malu sendiri dengan kelakuan norak aji nya.


"Maaf ya pak, soal aji.." ujar Kama di dalam mobil


"Hehe, gak apa-apa. Tapi aji sama tante Lulu seru ya, romantis" Sutra tersenyum mengingat kejadian tadi


Seketika pipi Kama jadi panas, ia merasa canggung mendengar ucapan Sutra. Kama teringat dengan hasil diagnosa Feli siang tadi.


"Ah ya, gimana buku yang saya kasi, udah kamu baca sampai mana?" tanya Sutra kemudian


Haduuh, buku nya! Aku sampai lupa gara-gara kepikiran dia terus.., batin Kama


"Kam, hei.. Kok kamu diam? Kenapa? Laper ya? Sama, saya juga. Kita mampir makan yuk, saya mau solat magrib sekalian" Sutra membrondong Kama dengan pertanyaan yang dijawab nya sendiri. Tapi Kama malas menjawab, ia hanya mengangguk setuju


Mereka mampir di Warung Steak and Shake Bum-Bum yang terkenal itu. Saat semua pesanan sudah diorder, Sutra pamit untuk solat magrib. Lima belas menit berlalu Sutra kembali ke meja tempat ia dan Kama duduk.


"Kelamaan gak? Maaf ya, ngantri tadi.." ujar Sutra


"Gak papa pak"


"Yuk makan yuk, saya udah laper banget" Sutra segera memainkan sendok dan pisau di atas hot plate dihadapan nya


"Hmm, pak.."


"Errnymm, ya" jawab Sutra sambil mengunyah


"Sejak kapan?"


"Perasaan bapak ke saya.."


"Hah? Uhuk.. Uhuuk.." Sutra segera membasahi tenggorokan nya yang seketika tersedak


"Kamu gak makan?" selesai minum, Sutra baru menyadari kalau Kama belum menyentuh makanan nya daritadi


"Kok gak dijawab? Bapak bohongin saya ya?!" Kama mulai kesal lantaran Sutra tidak menjawab, padahal dia sudah setengah mati memberanikan diri untuk bertanya.


"Eh, bukan, bukan gitu! Saya cuma heran liat makanan kamu masih utuh. Soal pertanyaan kamu tadi.., akan saya jawab" Sutra kembali membasahi tenggorokan nya


"Sejak pertama kali kita ketemu di bandara, saya sudah tertarik sama kamu" sambung Sutra setelah tenggerokan nya becek-becek syahdu.


Yang kepo gimana itu becek-becek syahdu? Aaah, jgn ditanya kamu gak akan kuat, cukup aku saja yang melukiskan nya.


"Hah? Di bandara? Bandara mana? Bapak ngarang kan?!" Kama tidak percaya


"Eh, gak! Saya jujur, sumpah demi apapun! Sekitar 3 bulan yang lalu, saya baru aja turun dari flight Bali menuju Soeta. Waktu itu penerbangan malam, delay hampir 2 jam, dan sampai di Soeta pukul sembilan lebih lima belas menit"


(Soeta : bandara Soekarno Hatta)


Kama mencoba mengingat, pertama kali dia berada di bandara Soeta adalah ketika dia baru saja datang ke Jakarta, dan itu memang sekitar 3 bulan yang lalu. Persis seperti pernyataan Sutra kalau pesawat yang Kama naiki juga delay hampir 2 jam. Apa itu berarti mereka naik di pesawat yang sama?


"Terus, kok bapak bisa liat saya, tapi saya gak tau" tanya Kama


"Kamu bukan gak tau, lebih tepat nya gak perduli" Sutra tersenyum

__ADS_1


"Waktu itu, ponsel saya jatuh tepat didepan kaki kamu dan hampir aja kamu injek. Saya langsung teriak, dan kita sempat ngobrol sebentar. Tapi kamu gak perduli, bahkan kamu gak mau ngeliat wajah saya" sambung Sutra lagi


Kama kembali mengingat, sepintas otaknya mulai flashback kejadian di bandara waktu itu. Seingatnya cowok yang menjatuhkan ponsel didepan kaki nya waktu itu memakai topi. Dan wajar saja dia tidak melihat, kan waktu itu dia udah ngantuk berat.


"Cowok yang.., pakai topi itu ya?"


"Iya, itu saya!" Sutra kembali senyum, ia senang Kama bisa mengingat nya


"Huuh, mana saya tau itu siapa, wajah nya gak keliatan jelas kok!"


"Sama, saya juga gak liat jelas wajah kamu waktu itu, kamu buru-buru pergi. Yang saya ingat cuma rambut keriting kamu, daan.."


"Dan apa?" Kama penasaran


"Aroma parfum kamu, unik, sampai saya hafal"


Duuh, mana mungkin kubilang aroma parfum nya memikat, bisa salah paham lagi Kama nanti. Dan bisa-bisa dia kabur lagi kayak kemarin. Aku gak sanggup ngebayangin nya, yang ada tesis ku kutelan bulat-bulat! batin Sutra


Kening kama mengkerut, dia masih heran, apa bisa mengenali seseorang hanya dengan mengingat rambut keriting dan aroma parfum nya saja?? Memang nya di dunia ini yang rambut nya keriting cuma dia?? Yang pake parfum warisan dadong (nenek) cuma dia??


"Terus, kok bapak bisa tau kalau saya murid bapak juga?"


"Saya gak tau sama sekali, semua nya serba kebetulan. Saat pertama saya masuk ke kelas kamu, tanpa sengaja saya menunjuk kamu untuk menolong saya mengambil bahan materi di fotocopy. Kamu berlalu didepan saya, meninggalkan aroma yang saya hafal betul. Saat itu saya ngerasa kalau kamu adalah orang yang sama dengan yang saya temui di bandara. Makanya setelah itu saya tanya siapa nama kamu, dan kamu jawab dengan lengkap. Kama Lendra Rahayu, dan seketika saya tersenyum. Saya baru sadar kalau nama kita begitu unik jika ditautkan"


"Setelah kelas bubar, saya cek data lengkap kamu di kantor jurusan. Saya liat kamu mahasiswa undangan yang berasal dari Bali. Nah, saat itulah saya teringat dengan cewek yang saya temui di bandara saat saya baru turun flight dari Bali"


"Jadi.., bapak tau itu semua dari awal?"


"Ya.." lagi-lagi Sutra tersenyum


"Terus.., sekarang rencana bapak apa?" Kama semakin penasaran. Ia tak menyangka kalau Sutra adalah orang pertama yang mengenal nya saat pertama kali menginjak kan kaki di Jakarta. Ternyata hubungan mereka sudah terjalin sejak awal.


"Saya mau lanjut makan, boleh kan? Saya lapeeer banget. Kamu juga makan dulu tuh, keburu dingin" cacing di perut Sutra udah meronta-ronta, menggeliat, dan mendesah-desah minta di manjain


"Nanti selesai makan, giliran saya yang nanya ke kamu ya" sambung Sutra lagi sambil berkutat dengan sendok dan pisau memotong steak dihadapan nya.


Hah? Gawat! Dia mau tanya apa?? Matiiii aku.. ,batin Kama


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Hihihi


Pusiiing deh si Kama


Manciing duluan sih.., tiba giliran sendiri malah kalang kabut kayak mau dicium Ken Arok, hahaha


Yuuk, kepoin next episode nya


Kira-kira Sutra bakal nanyain apa ya sama Kama??


TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI πŸ˜ŠπŸ™


KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT πŸ€—


JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)

__ADS_1


I Love U 😘


__ADS_2