
Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas ππ€π
-
-
Pertandingan Kama dan Sutra berpindah kering sebelah. Ring yang luas dan empuknya bisa menampung serta menambah seru permainan keduanya.
Main apa? Ya, bisa di bilang main billiard, main bola sodok, main too shoot, atau yang sejenisnya lah, yang mirip-mirip.
Kama duduk di tepi ranjang, namun Sutra sudah paham maksudnya. Ini adalah lampu hijau di mana Kama mengijinkannya untuk melakukan step berikutnya.
Hmmuuuffftt, aku siap Mas...
Sutra melangkah cepat, mematikan lampu kamar dan menyisakan satu lampu tidur yang menempel di kepala ranjang. Hanya cahaya remang-remang yang menemani mereka, dua insan yang saling mencinta di atas peraduannya.
Kenapa harus matiin lampu sih? Harus. Melihat karakter Kama yang aslinya moody, mematikan lampu adalah wajib. Sutra ingin membuat Kama nyaman dan tidak merasa malu-malu lagi.
Dengan senyum lebar yang terpancar serta gelora cinta yang menggebu, Sutra menggendong tubuh Kama naik hingga ke tengah ranjang.
Sekarang Kama sudah tergeletak di atas ranjang dengan Sutra di atasnya. Tubuh Kama sudah hampir polos sempurna, hanya menyisakan kain tipis segitiga yang di kenakan Superman di luar jubah ksatrianya.
Sementara Sutra? Ah, dia curang! Laki-laki itu curang. Sutra hanya bertelanjang dada namun masih mengenakan celana panjang tidurnya. Kenapa tidak di buka?
Ada sesuatu yang berbahaya di dalam sana yang sudah mulai-mulai terusik tidurnya. Ukuran makhluk itu bisa membuat Kama berdecak kaget atau pun pingsan karenanya. Maka dari itu, mematikan lampu juga merupakan siasat bagi Sutra untuk menyamarkan makhluk itu.
Ada yang masih ingat namanya? Ya, siapa lagi kalau bukan the one and only Komodo Lang.
Seperti tidak pernah merasa bosan, marsmellow pink dan marsmellow peach terus memadu kasih. Saling merasa, saling meraba, dan saling bertaut. Lagi dan lagi.
"Babe, i want more..." bisik Sutra di telinga Kama.
"Apaaah?" jawab Kama dengan napas yang tidak beraturan.
__ADS_1
"I want to try this... (aku mau coba ini)" Sutra mencubit pelan si pucuk cream.
"How? (gimana caranya?)" pertanyaan bodoh keluar dari mulut Kama.
Haduh, begini amat ya kalau menikah dengan anak di bawah umur. Rasanya lucu sekaligus gemes.
"Like this... (seperti ini)," Sutra berpindah sedikit ke bawah lalu menjelajahi hal yang di mintanya tadi.
"Sssshhh ..., Mas ..." suara lirihan Kama seketika keluar, berkejar-kejaran dengan deru napasnya.
Ya Tuhan ..., kenapa rasanya begini???
Anugerah terindah yang bisa di rasakan Sutra saat ini. Bergelut mesra dengan perempuan yang di cintainya sepenuh hati dengan penuh kesadaran. Berbagi cinta dan saling menghantarkan getaran.
Ternyata yang disebut namanya tadi bereaksi di detik ini. Sekali panggil langsung menyambar. Dia adalah si prajurit tempur polos yang patuh pada Komandan. Si Komodo Lang.
Tubuhnya bangkit, ototnya mulai berkontraksi, membuat tegangan tinggi yang mengharuskan ia berdiri tegak dan melotot. What? Melotot? Hahaha, iya, tidak salah lagi. Sekian lama ia tertidur tanpa daya dan upaya, sekarang waktunya ia bangkit dan mencari udara segar.
Menit ke menit berlalu, Sutra telah melahap kedua onggok gundukan sintal Kama bergantian sembari tangannya memijat lembut yang satunya dengan gerakan yang membuat basah. Ya, mereka berdua sudah mulai basah sekarang. Basah atas dan bawah.
Nah, recomended ini buat yang mau diet. Silahkan di coba di rumah. Dapat enaknya dapat manfaatnya sekaligus.
Sutra lantas berhenti sejenak, dengan sigap ia menurunkan celana tidurnya sebelum Komodo Lang berteriak-teriak kepanasan di bawah sana. Sementara Kama masih tergeletak pasrah sembari menikmati sengatan-sengatan cinta yang di hantar oleh jari dan lidah Sutra.
Aku benar-benar melakukannya bersama Mas Adrian ...
Sutra lalu menarik bantal, menumpuknya jadi dua sebagai penyangga kepala Kama. Laki-laki itu bersiap-siap dengan serangan berikutnya.
Eksplorasi Sutra di bagian atas Kama sudah selesai. Ia menginginkan yang inti. Otot Komodo Lang pun sudah keluar semua, menandakan kalau ia sudah ready to go, atau siap tempur di medan seberat apapun.
"Babe, boleh?" tanya Sutra sebelum ia melepas penutup terakhir prajurit tempurnya.
Wajah Kama berubah sedikit khawatir, ia ragu untuk menjawab ya, namun juga tak ingin mengecewakan suaminya. Tapi lagi-lagi si pintar Sutra paham dengan kekhawatiran dalam benak Kama.
__ADS_1
"Aku janji bakal pelan-pelan ..." bisik Sutra di telinga Kama sembari menciumnya lembut hingga bulu kuduk Kama merinding.
Ada sengatan listrik setiap kali Sutra mencium telinga Kama, membuat ia merelakan semua tanpa alasan apapun. Persis seperti saat ini, Kama segera mengangguk, mengijinkan permintaan Sutra.
Jalan Sutra begitu mulus layaknya jalan tol. Kesabaran memang tidak pernah mengkhianati hasil. Beberapa kali menemui gangguan ternyata menghasilkan kelancaran yang paripurna bagi Sutra saat ini.
Ia lantas menarik segitiga Superman milik Kama lebih dulu hingga terlepas sempurna. Wow, luarbiasa. Bukan lagi kerang bulu melainkan kerang Simping. Ya, bagian inti Kama mirip seperti kerang simping yang bernilai tinggi dalam dan luarnya.
Cangkangnya berbentuk pipih, berwarna kecokelatan di bagian luar. Dagingnya bertekstur kenyal dan padat. Yang paling istimewa dari kerang ini adalah, aman di makan dalam keadaan mentah karena bebas racun dan bakteri. Persis milik Kama, yang juga bisa di lahap dan di cecap tanpa perlu proses pematangan dan keracunan bagi si penikmat.
Kemolekan kerang Simping itu sampai membuat mata Sutra terbelalak menatapnya. Takjub, terpesona, dan selera, itulah yang ada di benak Sutra sekarang.
Oh, Babe...cantiknyaaa... Aaaahhhhh....hhhhhhh.....
Refleks Kama menarik selimut menutupi bagian intinya. Ia malu melihat Sutra terus saja menatap ke arah situ.
Tapi Sutra malah tersenyum dengan sikap malu-malu Kama, membuatnya ingin masuk ke babak inti pertandingan secepat mungkin.
Dengan sigap Sutra juga melepas segitiga Superman miliknya dan langsung naik ke atas tubuh Kama. Horeee. Komodo Lang akhirnya bisa lepas juga dari persembunyiannya. Sungguh keberuntungan yang luarbiasa bagi Komodo Lang. Di hari kebebasannya ia bisa langsung terjun lapangan menyerang gebetan.
Sutra menyingkirkan selimut yang menutup bagian inti Kama. Sekarang sudah tidak ada lagi sehelai pun yang akan membatasi sentuhan mereka. Ia lantas naik ke atas tubuh Kama dengan bertumpu pada kedua lututnya sembari menunduk tepat di atas wajah Kama. Ini juga merupakan taktik agar Kama tidak memperhatikan betapa kokoh dan sangarnya prajurit temput miliknya.
Kembali french cup menjadi pemanas di antara mereka. Pagutan, dan cecapan kini berlangsung dengan ritme yang lebih cepat. Tekanan darah hebat yang memompa ke jantung membuat gerakan mereka semakin liar dan gerah. Gesekan dan gesekan pun terus terjadi di bawah sana. Walau belum bersatu padu, namun Komodo Lang dan Kerang Simping sudah berkenalan lewat caranya masing-masing.
Semenit berlalu akhirnya hasrat yang sudah memenuhi ubun-ubun kepala Sutra tidak bisa di bendung lagi.
"Aku masukkin sekarang ya ..." Ijin Sutra dengan suara berat dan dalam, menandakan kalau ia sudah sangat butuh memasuki.
πππ
Sesuai permintaan readers, akhirnya Kama akan meniti jembatan menjadi seorang wanita dewasa.
Hanya tinggal membuka pintunya saja, terjadilah sudah penyatuan cinta yang menggelora antara ia dan Sutra...
__ADS_1
Maaf, author bukan bermaksud ingin bertele-tele, tapi karakter kuat Kama yang terlalu cuek sejak awal mengharuskan Sutra kerja keras merobohkan dinding keras itu...
Next, yuk kita kepoin adegan selanjutnya di π