When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season 2 - Bertemu


__ADS_3

Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas πŸ™πŸ€—πŸ˜˜


-


-


Sesuai rencana, Sutra, Aiman, dan yang lainnya berangkat lebih dulu dari Surabaya menuju Kuala Lumpur. Mereka terbang menaiki pesawat pribadi milik kolega Datuk Emran. Pesawat yang biasa di pakai untuk perjalanan jauh, karena tersedia tempat tidur di dalamnya.


Private jet milik Datuk Emran sendiri akan ia gunakan untuk penerbangannya bersama anak dan istrinya dari Jakarta menuju tempat yang sama.


Langit sore yang cerah seolah mendukung pertemuan dua insan yang saling merindu. Sesuai dengan perhitungan waktu dari kedua pilot pesawat, mereka akan tiba bersamaan di Bandar Udara International Kuala Lumpur tepat jam setangah 6 sore.


Private jet milik Datuk Emran baru saja terparkir rapi di apron pesawat khusus, atau disebut juga sebagai pelataran tempat pesawat menurunkan penumpang maupun mengisi bahan bakar. Jarak tempuh Jakarta - Kuala Lumpur membuat mereka sampai lebih dulu daripada pesawat yang di tumpangi Sutra.


"Dah sampai Bang? Jom lah kita turun," ajak Ida pada suaminya.


Tapi Datuk Emran menunjuk ke arah Kama yang diam termenung dengan tatapan matanya.


"Hmuuufft, macem tak tau je lah Abang ni. Ape lagi kalau bukan Adrian. Ingat, Abang dah janji cari menantu kita tu sampai dapat." Ida mengingatkan janji suaminya pada putri mereka.


"Sekejab lagi, sabar lah sikit." Datuk Emran tersenyum lebar.


Banyaknye teka-teki Bang Emran ni... Apa pula yang sekejab-sekejab?


Lima menit berselang private jet yang di naiki Sutra baru saja landing dan bergerak pelan menuju apron yang sama hingga akhirnya berhenti tepat di samping private jet milik Datuk Emran.


Kedua insan yang saling merindu yakni Kama dan Sutra, tidak tau menau pasal ini. Sejak berangkat mereka hanya duduk diam di pesawat sembari terus menikmati siksaan rindu yang melukai setiap sisi hati mereka masing-masing.


"Dah, ni lah waktunye. Jom kita turun," ajak Datuk Emran pada Ida dan Kama.


Tanpa semangat Kama pun terpaksa mengikuti langkah ayah dan ibunya. Harapannya cuma satu, menunggu hingga ayahnya berhasil menemukan Sutra.


Setelah mereka bertiga menuruni tangga pesawat, mereka di giring oleh 6 orang bodyguard menuju pesawat di sebelahnya. Awalnya Kama heran tapi ia sudah tidak punya tenaga lagi untuk memikirkan bahkan sekedar bertanya pada ayahnya. Hati dan pikirannya sudah habis tersita untuk Sutra.


"Mau kemane lagi kita ni, Bang?" tanya Ida kebingungan.


"Tengok je lah dulu," ucap Datuk Emran.


Sementara Kama hanya menurut, ikut melangkah naik ke tangga pesawat di belakang Ibunya.


Aiman dan Azfar menyambut mereka di atas pesawat. Tampak interior pesawat yang memuat 10 orang penumpang, dan ada ruang terpisah di ujung.



"Mane die?" tanya Datuk Emran pada Aiman.

__ADS_1


"Dalam bilik tu, Datuk." Aiman menunjuk ke ruangan di ujung pesawat.


"Oke." Datuk Emran mengangguk.


"Kama, jom masuk situ," perintah Datuk Emran pada anaknya.


"Ape hal ni, Bang? Nak kemane kita?" Ida terus bertanya-tanya. Namun pria paruh baya itu tak menjawab, ia memainkan mata dan menaikkan alisnya seolah mengatakan, "diamlah dulu Da, biar Kama pergi masuk dalam bilik itu"


Lagi-lagi Kama menurut, ia melangkah masuk ke ruangan di ujung pesawat dan,


"M-mas Adrian ...," seru Kama pelan bersamaan dengan menetesnya bulir kristal dari kedua bola mata hazel miliknya.


Ya, Kama menangis sekarang. Pertemuan tak terduga itu terjadi di dalam pesawat. Kama melihat orang yang begitu di cintainya sedang tertidur di single bed yang ada di ruangan itu.



Pelan-pelan Kama melangkah mendekati Sutra. Tubuhnya bergetar, rasa haru dan bahagia menyelimuti dirinya. Tiga hari terpisah dengan Sutra seolah terasa bertahun-tahun baginya. Jiwanya yang sempat linglung kini bisa kembali fokus. Fokus menatap sosok laki-laki tampan dengan brewok yang makin lebat saja lantaran tiga hari tak di cukur.


Sekarang Kama sudah duduk di pinggir ranjang. Ia mengusap pelan lengan Sutra yang sedang tidur memeluk bantal.


Tes !


Kembali airmata Kama menetes tepat di lengan suaminya. Ia menjadi cengeng hari ini. Dingin dan basah membuat Sutra mulai tersadar. Pelan-pelan ia membuka mata.


"Babe," ucapnya.


Sutra membuka matanya semakin lebar. Laki-laki itu menoleh ke kiri dan ke kanan, memastikan keberadaannya masih di tempat yang sama saat sebelum ia tertidur di pesawat. Pasalnya tiga hari ini dia seperti orang gila yang linglung karena berkali-kali terkena hipnotis oleh Azfar. Belum lagi rasa rindu yang terus menyiksanya.


"Aku gak lagi mimpi, kan? Dan gak lagi di hipnotis? Ini beneran Kamu?" tanyanya pada Kama.


Reflek Kama mencubit lengan Sutra.


"Sshh, aaww! Sakit, Babe ...," keluhnya.


"Gak mimpi kan?" tanya Kama balik.


"Iya, enggak," jawab Sutra sembari tersenyum lebar.


Saat itu juga Sutra menarik Kama jatuh di atas pelukannya. Tanpa jeda Sutra langsung menyatukan jelly-jelly mereka. Melepas rasa rindu yang sudah menggerogoti kalbu sembari mengisi daya cinta yang sempat turun drastis setelah perpisahan selama 72 jam.


Bukan sekedar ciuman biasa melainkan ciuman pelepas rindu yang menggunung.


"Ehemm!!" Tiba-tiba suara deheman keras muncul di ambang pintu, membuat jelly-jelly terlepas dengan kompak. Reflek mereka berdua bangkit dari posisinya.


"A-abah ..., B-biang...," ucap Sutra. Ia lantas bangkit dan mencium tangan ayah dan ibu mertuanya.

__ADS_1


"Ya Allah, Adrian ..., Biang udah pikir macam-macam ternyata kamu ada di sini." Ida menepuk lengan menantunya.


Datuk Emran dan Ida lantas masuk ke dalam. Mereka duduk di sofa berhadapan dengan Kama dan Sutra yang duduk di atas ranjang. Di hadapan mereka bertiga Datuk Emran menceritakan semua rencana yang telah ia lakukan. Rencana yang terpaksa harus memisahkan Kama dan Sutra lebih dulu selama beberapa hari.


"Astaga, Bang ...," seru Ida tak percaya. Wanita paruh baya itu sampai geleng-geleng kepala mendengar pengakuan suaminya.


"Abang tak de maksud apa-apa, Da. Hanya nak melindungi anak-anak kita," jelas Datuk Emran.


"Nape Abang tak cerita sama Ida?" tanya Ida.


"Kalau Abang cerita sama Ida, dah tebongkarlah rencane ni semua. Ida kan tak sampai hati. Lagipula Abang tak nak lah bikin Ida tepikir-pikir mase hamil ni," jawab Datuk Emran yang di balas Ida Ayu dengan senyum malu-malu.


Sementara Kama dan Sutra hanya terdiam. Mereka saling berdialog dengan diri sendiri.


Luarbiasa mertuaku! Sanggup memisahkan kami sampai aku hampir lupa apa itu bahagia! Tapi ini semua gara-gara Chelsea! Huh, dasar perempuan gila! Memang gak ada kesempatan sembuh tuh orang! Jadi dia sampai ngadu ke bokapnya. Mck, aku harus kasih dia pelajaran! Tunggu Chels, akan ada jatah buat kamu dari aku!!


Jadi ini semua gara-gara Chelsea? Ternyata dia gak main-main soal ancamannya padaku. Huh, kurang ajar! Rasanya pengen ku tampar wajah sok cantiknya itu!


"Tapi gitu pun, Abah tak nak dengar Adrian dan Kama balas dendam. Tak baek ..., biar Abah yang selesaikan problem ni. Tak usah ribot-ribot, paham ke?" Datuk Emran meminta Kama dan Sutra tidak menaruh dendam. Ia tidak ingin memperbesar masalah.


Hm, memang keren mertuaku. Okelah kalau begitu.


Abah terlalu baik. Pantas kalau Biang begitu mencintainya. Ternyata dia selalu menjaga kami semua diam-diam.


Kama bangkit dan langsung memeluk Abahnya.


"Eh," seru Datuk Emran terkejut. Pasalnya Kama adalah orang yang kaku. Bisa di hitung dengan jari kontak fisik sebagai ayah dan anak yang terjadi di antara mereka. Jadi wajar kalau dia terkejut saat Kama tiba-tiba saja memeluknya seperti ini.


"Makasih ya, Bah ..., Kama sayang sama Abah ...," ucap Kama tanpa melepas pelukannya.


"Iyelah-iyelaaah ..., anak Abah ..." Datuk Emran mengusap lembut puncak kepala Kama.


Selesai dengan adegan mengharu biru di antara mereka semua, Datuk Emran kembali membuat pengumuman.


"Sekarang Abah dan Biang nak pulang ke rumah. Biang mesti rehat," ucap Datuk Emran sembari mengelus perut Ida Ayu.


"Kama dan Adrian lanjut pi ke tempat yang dah Abah tunjuk. Semua dah Abah siapkan, nanti Aiman yang jage kalian di sana," sambung Datuk Emran lagi.


"Loh, kita berdua mau di bawa kemana lagi, Bah?" Kama dan Sutra kompak bertanya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Aaah, aaaah, akhirnya Kama dan Sutra bertemu juga..


Tapi mereka mau di bawa kemana lagi sama Datuk Emran ya gaes???

__ADS_1


Cekidot yuk di next eps πŸ‘‡


__ADS_2