When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
DITOLAK?


__ADS_3

--- Sutra Pov ---


Kama udah bertanya begitu banyak, bikin tenagaku habis sampai ke dasar. Dia pikir, bicara serius dengan nya gak butuh tenaga?? Aaah, dia gak tau aja kalau aku udah GELETERRAN sejak dirumah aji tadi. Melihat adegan aji dan tante Lulu seromantis itu, air liur ku hampir jatuh, untung sempat ketelan lagi!


Sekarang aku harus menghabiskan makanan ku dulu, setelah itu akan kubalas dia dengan pertanyaan juga. Hahaha, tunggu ya Esmeralda, eh Mariaa, abang ngunyah dulu niih..


Lima menit berlalu, makanan ku habis, segera kuhabiskan juga sebotol air mineral yang kupesan tadi, dan botol yang kedua untuk berjaga-jaga, jika salah satu dari kami ada yang tersedak.


"Kok gak dihabisin makanan nya? Kamu gak suka ya? Atau mau pesan yang lain?" kulihat steak di hotplate Kama cuma habis setengah nya saja


"Gak, pak. Saya udah kenyang"


"Oooh.." apa mungkin dia kenyang mendengar jawaban ku tadi?


"Jadiii, gimana-"


"Kita jalan sekarang yuk, pak. Takut kemalaman nyampe Depok" yaaaah, dia ngajak balik! Okelah, demi kau Maria, aku nurut. Ntar aku gass aja dia di mobil, biar makin berasa feel nya.


Aku mengangguk dan beranjak pergi bersama Kama.


Tapi kok kayaknya dari kemarin aku cuma bisa ngobrol serius sama Kama di mobil ya, huufft, ntah dimana letak romantisnya aku ini. Dega pliiis help me, gue butuh ide be-gok lo!


Jalan tol menuju Depok lumayan ramai malam ini, mungkin karena besok hari Senin, orang-orang sudah kembali bekerja setelah weekend.


Aku bingung harus mulai ngobrol darimana, kulihat Kama hanya diam sejak tadi. Dia seperti termenung menghayalkan sesuatu. Yaah, daripada sepi mendingan aku nyalain tape mobil lah, siapa tau ada lagu yang bikin Kama senyum nanti.


Aku menekan tombol play, dan langsung terdengar lagu Faded by Alan Walker yang sudah sampai di penghujung musik. Setelah itu musik berlanjut dengan lagu lain,


irama nya santai karena hanya dimainkan dengan gitar acoustic, entah lagu siapa aku tak tau, tapi aku suka dengan lirik nya.


I like your eyes you look away


when you pretend not to care


(kusuka matamu saat seolah kau berpaling)


I like the dimples on the corners


of the smile that you wear


(kusuka lesung pipimu ketika kau tersenyum)


I like you more ,the world may know


but dont be scared


(ku semakin menyukaimu seluruh dunia mungkin tahu, tapi jangan takut)


Cause i'm falling deeper


baby be prepared


(karena aku jatuh cinta lebih dalam, sayang bersiaplah)


I like your shirt, i like your finger


love the way that you smell


(ku suka bajumu, ku suka jemarimu, suka aroma tubuhmu)


To be your favorite jacket


Just so i could always be near


(kuingin jadi jaketmu, agar ku selalu dekat)


I loved you for so long


sometimes it's hard to bear


(ku cinta padamu, kadang menyiksaku)


But after all this time,


I hope you wait and see


(tetapi setelah sekian lama kuharap kau menunggu dan melihat)


Love you every minutes

__ADS_1


every second


(ku mencintaimu setiap menit, setiap detik)


Love you everywhere


and any moment


(ku mencintaimu kapanpun, dimanapun)


Always and forever i know,


i can't quit you


(selalu dan selamanya kutau aku tidak bisa meninggalkan mu)


Cause baby you're the one,


i don't know how


(karena kaulah orangnya, aku tak tau mengapa)


Love you till the last


of snow disappears


(ku mencintaimu sampai salju yang terakhir menghilang)


Love you till a rainy day


becomes clear


(ku mencintaimu sampai hari hujan menjadi cerah)


Never knew a love like this


now i can't let go


(tak pernah kutau cinta seperti ini, sekarang aku tidak bisa melepaskan nya)


I'm in love with you


and now you know


(aku jatuh cinta padamu dan sekarang kau tau)


you're the cure, my love


(meski kadang hidup membuatku sedih, kau adalah obatnya, cintaku)


In a bad rainy day


you take all the worries away


(di hari hujan yang buruk, kau hilangkan semua kekhawatiranku)


In a world devoid of life


you bring colour


(di dunia tanpa kehidupan, kau membawa warna)


In your eyes


i see the light, my future


(di matamu aku melihat cahaya masa depanku)


Always and forever i know


i can't let you go


(selalu dan selamanya kutau aku tak bisa melepaskan mu)


I'm in love with you


and now you know


(aku jatuh cinta padamu dan sekarang kau tau)

__ADS_1


Aku terus saja senyum menikmati lirik dan musik dari lagu itu. Isinya persis dengan yang kualami pada Kama sekarang.


"I'm in love with you.., and now you know.." tanpa sadar kalimat itu keluar dari mulut ku bersamaan dengan sampai nya kami di depan pagar kost Kama. Tapi dasar si Maria keriting ini, dia cuek tak perduli!


"Udah sampe, pak. Makasih ya" Kama bergegas ingin membuka pintu mobil, tapi aku menahan nya, aku menarik pelan sebelah tangan nya, seraya mematikan tape, agar tidak mengganggu obrolan kami.


"Tunggu, Kam.." Kama menoleh kearah ku, mata cokelat nya sungguh indah.


"Ada apa, pak?" ini dia bertanya polos atau pura-pura ya? Aiiih, tatapan matanya! Jangan sampai aku lupa dengan tujuan ku!


"Jangan panggil bapak donk, kan saya udah bukan dosen kamu lagi" huuft, kebodohan ku mulai lagi, ngapain aku bahas yang gak penting. Ayo Sutraaa, be smart!!


"Terus saya harus panggil apa?"


"Terserah kamu. Emm, mungkin 'mas Adrian' juga boleh"


"Apa??" kening Kama mengkerut, kayaknya dia mulai marah lagi


"Udah ah, saya mau turun!"


Reflek aku menekan tombol lock agar pintu kembali terkunci, dan Kama tidak bisa membukanya.


Grek..!


"Kok dikunci sih? Bukain, cepetan!" seru Kama kesal


"Tunggu dulu"


"Bapak mau ngapain?! Jangan macem-macem ya! Saya teriak niii.." Kama mulai panik dan mengancamku. Haduuuh, kok jadi gini sih!


"Gak, saya gak mau ngapa-ngapain, Kam! Saya cuma mau ngobrol sama kamu"


"Ngobrol apa?!"


"Ya, kamu tenang dulu. Jangan marah-marah terus. Saya jadi takut sama kamu"


"Enak aja! Bapak yang lebih nakutin! Ini mobil pake dikunci segala!"


"Huuft, kita nyalain lampu nya ya. Biar orang diluar sana bisa ngeliat saya ngapain sama kamu" aku menyalakan lampu kabin mobil


"Gak usah!" Kama mematikan nya lagi


"Nanti mas Deko merhatiin terus, itu dia lagi di pos jaga kostan" Kama menunjuk ke post tempat penjaga kost nya duduk sambil menunggu jam malam.


Kami berdua lantas diam untuk beberapa saat, memandang ke depan. Aku meremas stir, berusaha menguatkan diri untuk kembali mengutarakan perasaanku pada Kama. Untung stir nya gak hidup, kalo idup, dia bisa teriak keenakan, eh kesakitan!


"I'm in love with you.., and now you know.." aaah, akhirnya aku bisa mengulangi kalimat ku tadi walau nyontek dari lirik lagu.


Kama menoleh ke arah ku dengan tatapan tidak percaya. Ya Allah, aku salah lagi?? Kenapa aku selalu salah di mata nya sih?


"Udah? Cuma itu yang mau diomongin? Ngapain bapak nyanyi-nyanyi di depan saya?!" Shit! Rasanya ingin kugigit bibir judes nya itu! Sebegitu sulit nya mencintai cewek seperti Kama. Apa di Bali dia selalu makan daging kambing ya? Kok hari-hari ngegass mulu..


"Saya gak nyanyi, Kama. Emang kamu dengar ada nada yang keluar dari mulut saya? Saya ngomong serius, sangat serius! I'm in love with you, and now you know!" tatapan Kama berubah aneh, ia menarik pandangan nya dariku seolah menyembunyikan sesuatu.


"Saya.., saya jatuh cinta sama kamu, dan sekarang kamu tau" aku memberanikan diri menyentuh dagu nya, membawa nya kembali menatap padaku. Jantungku bergemuruh, seperti ada pertunjukkan drumband disana.


Deg-Deg-Deg.. Deg-Deg-Deg.. !


Kami saling menatap beberapa saat. Kulihat wajah Kama semakin menarik,


bolamata cokelat nya bercahaya seperti kristal. Bibir tipis nya tampak basah berwarna peach. Rambut keriting nya, uuuh jangan ditanya lagi, manggil-manggil minta kubelai. Kutahan-tahan keinginan ku untuk kembali menyentuh wajah nya. Tapi semakin kutahan, eeh malah kaki ku mulai geleteran, aiisshh, aku udah mulai gila seperti nya!


Gemuruh jantungku seperti mau meledak menahan rasa cintaku pada Kama saat ini. Ingin rasanya kucurahkan semua nya, tapi aku yakin Kama pasti takut, dan sejujurnya aku pun juga takut dosa.


Tanpa sadar tanganku meraih jemari Kama yang tergeletak di samping porsneling. Begitu kugenggam tangan nya, geletaran di kakiku berhenti. Aaah, kurang ajar ni kaki! Lebih pinter dari yang punya!


Tak sampai sepuluh detik, Kama melepas lembut genggaman tanganku. Ini artinya apa ya? Apa aku ditolak?


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Wadduuuh, apakah cinta Kama & Sutra akan segera bersatu??


Kok Kama melepas genggaman Sutra sih??!


Yuuk, cekidot di next episode


TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI πŸ˜ŠπŸ™


KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT πŸ€—

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)


I Love U 😘


__ADS_2