
Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas ππ€π
-
-
Bukannya melanjutkan permintaan Kama, Sutra malah menghindar dari istrinya itu. Ia beranjak menyalakan shower lalu mengguyur wajah serta kepalanya berulang kali. Sampai kemeja yang dikenakan pun ikut basah. Utung saja ia sudah melepas jas lebih dulu.
"Kamu kenapa sih, Mas? Aneh..." walau kelihatan bingung, tapi Kama membawakan handuk untuk Sutra.
"Ntar masuk angin loh. Bajunya sampe basah gitu. Nih, keringin!" Kama mematikan kran shower sembari menyerahkan handuk.
Dengan wajah melongo dan tetesan air yang masih memenuhi kepalanya, Sutra menerima handuk itu.
Ternyata guyuran barusan tidak mampu menghilangkan efek alkohol yang sedikit demi sedikit mulai menguasai. Halusinasinya mulai bermain, menatap indahnya lekuk tubuh Kama dengan gaun melorot serta punggung setengah terbuka. Di matanya saat ini Kama sedang tersenyum menggoda padanya.
Buru-buru Sutra menggelengkan kepala berkali-kali. Mencoba sadar dari halusinasi kotor yang ingin menjerumuskan dirinya.
Gak, gak bisa! Aku gak boleh! Aku harus sadar! Harus sadar!
Sementara Kama kembali mendekati bathtub. Adegan saling tak memahami diantara mereka masih terus berlangsung.
Yang perempuan stres lantaran resleting gaun nyangkut sementara badannya sudah gerah ingin mandi. Yang laki-laki stres dengan halusinasi serta birahinya yang kian menjadi-jadi. Hah, lengkap pembukaan malam pertama mereka kali ini.
Sanking gerahnya Kama yang begitu polos itu malah ikut menenggak gelas berisi wine yang satunya lagi dipinggir bathtub. Sepertinya niat dan rencana Lulu berjalan mulus.
Pasangan bodoh bin polos itu masuk dalam perangkapnya. Bukan bermaksud apa-apa, Lulu hanya merencanakan malam pertama romantis untuk keponakannya yang aneh itu. Berharap sikap Kama bisa berubah setelah melaksanakan tugasnya sebagai seorang istri.
Tenggorokan Kama terasa panas setelah segelas wine habis ia telan. Bukan menghilangkan gerah, ia malah semakin bertambah gerah saja.
"Mas, cepetan bukain donk..." Kama kembali menghampiri Sutra. Ia merengek sembari menarik-narik bajunya sendiri.
Saat ini kesadaran Sutra sudah tersisa 50 persen. Ia menarik tubuh Kama kasar lalu membalikkannya, membuka paksa resleting gaun Kama dengan sekali hentakan hingga turun sampai kepinggang.
Zreep!
Tampak sudah punggung eksotis Kama seluruhnya. Mulus, licin tanpa satu goresan pun. Sontak birahi Sutra berkumpul diujung kepalanya. Ia sudah tidak bisa lagi berpikir jernih. Keinginan menyentuh dan menikmati Kama sudah penuh dibenaknya.
"Yaaah, rusakkan jadinya!" tapi suara Kama yang kencang menarik sedikit kesadaran Sutra.
__ADS_1
Ha, a-aduuh! Enggak! Aku gak boleh! Aaarrrkh..., punggung kamu Babe... Aku bahkan bisa liat celana dalam kamu sekarang
Sutra bergelut dengan batin dan pikirannya sendiri. Ia dapat melihat jelas setiap inci punggung eksotis Kama hingga ke celana dalamnya.
"Mas gimana sih?! Kok ditarik kenceng begitu!" Kama berbalik sambil terus mengomel. Sebelah tangannya ia letakkan di dada, menahan agar gaunnya yang sudah terbuka tidak melorot ke lantai.
Kama sendiri sebenarnya sudah mulai tidak karuan sekarang. Tubuhnya makin terasa gerah layaknya berjemur dipadang pasir. Hingga dia sudah tidak perduli lagi dengan punggungnya yang terbuka didepan Sutra.
Tapi semua terlambat! Alkohol sudah menguasai 75 persen diri Sutra. Otak dan batinnya sudah sepakat ingin melakukan hal yang lebih. Apalagi ia tau betul kalau perempuan yang ada dihadapannya saat ini sudah sah menjadi istrinya, terlepas dari semua aturan yang mengikat mereka. Toh mereka bersama juga karena cinta kan. Hanya takarannya saja yang berbeda untuk masing-masing.
Reflek Sutra merengkuh pinggang Kama, persis saat ia menyanyi dipenutupan wedding party mereka tadim Namun kali ini dengan posisi dan hasrat yang berbeda. Hayalan liarnya bermain. Ia kembali menyalakan shower dan menarik Kama tepat dibawah guyuran air yang gemericik deras.
Entah kenapa Kama mengikuti setiap gerakan suaminya. Ia bahkan menikmati kucuran air yang sudah membasahi kepala hingga tubuhnya sekarang. Seperti menemukan penawar dari rasa gerah luar biasa yang melandanya saat ini. Mungkin ini yang dinamakan berkah wine tadi.
Rambut keriting Kama yang basah semakin menambang nafsu membara dipandang mata Sutra. Ia teringat dengan pemeran tokoh Maria Marcedes yang selama ini selalu dianggapnya mirip dengan Kama. Dan ternyata hayalan itu terwujud malam ini.
Kulit mulus eksotis, bolamata hazel, hidung serta bibir Kama yang mungil menjadi satu paket dengan body aduhai dan buah dada ranum miliknya.
Pelan tapi pasti tangan Sutra yang bebas memegang lembut tangan Kama yang menahan gaunnya, hingga gaun itu turun melewati dada hingga berhenti dipinggang Kama. Tak hanya sampai disitu, Sutra meletakkan tangan Kama didadanya sendiri, sembari mengatakan,
"I love you my wife..." dengan suara berat penuh desahan yang dibarengi dengan sedikit kecupan dibibir Kama.
Semenit kemudian giliran Kama yang beraksi. Bukan lagi 75 persen, mungkin alkohol sudah menguasainya 100 persen. Karena perempuan yang semula polos dan galak itu tiba-tiba jadi pintar dan jinak sekarang.
Kama menengadahkan kepalanya, jari jemarinya seperti bergerak sendiri membuka kancing kemeja Sutra yang basah satu persatu. Ia bahkan menarik perlahan kemeja yang terselip masuk didalam celana suaminya hingga tanpa sengaja makhluk langka dibawah sana tersentuh oleh tangannya dari sisi luar celana.
"Itu apa Mas?" tanya Kama lugu dengan semu merah dipipinya, menandakan kalau ia sudah benar-benar diluar kesadaran.
"Ha, m..., jangan liat, nanti kamu kaget" apa yang dikatakan Sutra memang benar. Siapa yang tidak terkejut melihat ada komodo didalam sana?
Sekarang mereka berdua resmi bertelanjang dada satu sama lain. Eh tunggu dulu. Ternyata Kama mengenakan invisible bra warna kulit yang dikait pada kedua dadanya agar terangkat naik ketika menggunakan gaun kerah sabrina itu. Bra tanpa tali atas dan samping yang transparan seperti silikon yang melekat didada layaknya kaki cicak yang lengket di dinding.
Kalau gak paham juga bentuknya bagaimana, silahkan search di google.
Yah, gak bisa nyentuh dadaku seluruhnya donk... Gagal deh ngerasain ujung dadanya Kama
Plak ! Terpaksa author nabok Sutra.
Sabar! Mohon pelan-pelan! Udah dikasi bonus wow langsung dimalam pertama, mbok ya tau diri Sut.. Jangan mau sekalian banyak! Itu untung ada wine yang bikin otak Kama jadi gila, kalau tidak dijamin kamu ngilu-ngilu sampai pagi.
__ADS_1
Sutra lalu mematikan shower. Tampaknya mereka sudah basah sempurna. Ia lantas menarik Kama berpindah tempat mendekati bathtub.
"Ssshhhh..." tiba-tiba Sutra mendesah kesakitan. Sempit celananya sudah tidak bisa dikompromi. Leher komodo sudah pegel menunduk terus, tapi bosnya sangat tidak pengertian.
"Kenapa Mas?" si lugu mulai bertanya lagi.
"Kejepit.." keluh Sutra.
"Apanya?" si lugu makin penasaran.
Oh Tuhaaaan.., kucinta diaaaa, kusayang diaaaa, ingin diaaaaa, sekarang jugaaaaaaa
Makin lugu Kama malah semakin membuat Sutra bernapsu padanya.
"Ini.." Sutra menunjuk ke celananya yang menonjol.
"Hah, apa sih itu? Buka aja biar gak kejepit.." jawaban Kama semakin membuat otak Sutra terbakar.
Aaaaah....Babe.....
Dua insan yang sedang dimabok wine itu berlanjut dengan saling menanggalkan pakaian luar mereka masing-masing.
πππ
Uwaaaauuuwwww... gak kuat akutuu π€¦π
Mohon maap readers, ini pertama kalinya othor nulis cerita orang kawin, dan ini juga karya pertama othor.
Sebenarnya Othor masi lugu seperti Kama tapi othor kasian sama Sutra. Ingin rasanya othor gantiin Kama saja dimalam pertamanya..
Hahaha, maap-maap terbawa suasana ππ€£
Tapi serius, othor susah payah menulis adegan plus-plus ini dengan gaya penulisan gokil othor sendiri, hingga jadinya seperti yang diatas. Mohon dimaklumi ya gaes..
Kalau suka sukur, tapi kalau gak suka pliiiss suka dooonk (π€£ tetep maksa)
Ah, kepanjangan curhat jadinya!
Next kita sambung adegan hot campur gokil pasangan Kama & Sutra ya..
__ADS_1
cekidot ππ