When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season 2 - Love is real, not just fiksi


__ADS_3

Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas πŸ™πŸ€—πŸ˜˜


-


-


Satu jam lebih tertidur pulas, Kama pelan-pelan mulai terbangun. Rasa dingin yang sempat menusuk kulitnya tadi seketika hilang, berganti dengan kehangatan yang luar biasa nyaman hingga bulir-bulir keringat pun keluar satu persatu.


Kama membuka matanya dengan lebar lalu sedetik kemudian berubah menjadi melotot.


Dada bulu? Loh, kok?


Ternyata Kama baru sadar kalau sekarang posisinya sedang berada dalam dekapan sang pujaan hati.


Mas Adrian ...


Kama mulai mengingat-ingat. Ia baru sadar kalau satu jam yang lalu tubuhnya terserang demam dengan panas badan yang sangat tinggi, hingga Sutra mengambil inisiatif untuk melakukan skin to skin contact sebagai pertolongan pertama.


Reflek Kama menunduk, melihat tubuh bagian atasnya yang polos sempurna tanpa sehelai benang pun, menempel pasti di dada berbulu milik Sutra.


Ha, ya ampuuun ...


Namun gerakan cepat kepala Kama malah membangunkan Sutra yang ikut tertidur sambil memeluk pujaan hatinya.


"Kamu udah bangun, Babe?" Sutra melonggarkan pelukan. Kepalanya menunduk, menatap kekasih hati yang sudah membuatnya panik beberapa saat yang lalu.


Dengan wajah memerah Kama pun mengangguk.


"Kok pipinya merah, apa masih panas ya?" Sutra menempelkan telapak tangannya di atas dahi Kama. Di dapatinya suhu normal di sana.


Ooh, hehehe ..., pasti kamu malu ya, Babe ... Ih, gemesin banget sih.


Begitu lucunya wajah polos Kama. Rona pipinya bisa langsung muncul saat ia merasa malu, membuat Sutra tidak kuat menahan keinginan untuk melakukan yang lebih.


Sutra lantas mengangkat dagu Kama sedikit mendongak. Tampak jelly peach tersipu malu, begitu menggoda dengan tatapan lembut tuannya. Tanpa berlama-lama jelly peach pun bertemu dengan teman hidupnya, si jelly pink. Mereka adalah sahabat sehidup semati yang di ciptakan untuk selalu bersama.


Cup !


Sebuah kecupan hangat terjadi di iringi dengan tatapan lembut penuh mesra. Sutra mengusap keringat yang mengalir di dahi Kama.

__ADS_1


"Aku khawatir banget tadi ..., tiba-tiba badan kamu panas dan kita gak sedia obat, jadi aku inisiatip untuk lepas semuanya. Biar panas badan kamu pindah ke aku. Maaf ya ...," ucap Sutra tanpa melepas pandangan mereka.


"Lebih baik aku yang sakit daripada aku harus liat kamu yang sakit, Babe ...," sambungnya lagi.


Hati Kama seolah di siram embun pagi, yang semula panas menjadi sejuk karena kalimat penuh perhatian dari sang suami.


Mas Adrian, kamu terlalu baik dan terlalu mencintaiku. Tapi aku bahkan belum memberikan hak mu sepenuhnya, Mas ...


Seketika mata Kama berkaca-kaca. Sifat egoisnya menurun ke dasar yang paling bawah. Kama tiba-tiba saja sadar kalau ia belum menjadi istri yang sempurna untuk seorang Sutra Adrian Zanyar yang begitu mencintainya. Kebucinan Sutra bahkan melebihi dalamnya sungai ciliwung di Jakarta.


Ada yang tau berapa dalamnya sungai ciliwung? Next kita akan bikin jadi kuis ya guys. Hadiahnya adalah kecupan dari author di mimpi kalian masing-masing. Hiii, pasti kalian jijiiiiik, hahaha.


"Kamu ..., kamu terlalu baik, Mas ..." Suara Kama bergetar mengucapkan kalimat itu.


"Kok gitu, aku kan suami kamu. Aku bertanggung jawab penuh atas kamu, Babe. Dan lagi kamu adalah pemilik hatiku sepenuhnya. Bahagiaku dan sedihku, semua ada di kamu ..., kamu yang bisa menentukan soal itu." Sutra membenarkan anak rambut yang menutupi wajah Kama.


"Tapi ..., aku belum bisa bikin kamu benar-benar bahagia, Mas ..." Manik mata Kama mulai berkabut. Ia terharu dengan perasaan terdalam yang berulang kali di ungkapkan Sutra pada dirinya.


"Kata siapa? Selama kamu selalu di samping aku, aku pasti bahagia, Babe ..." Kembali Sutra mengecup dahi Kama dan merengkuhnya masuk dalam pelukan.


Ya Allah, Mas Adrian ...


Aku tau kamu selalu ragu dan bingung, Babe. Aku juga tau kamu selalu berpikir kalau otakku penuh dengan kegesrekkan. Namun, itu semua cuma bumbu, yang membuat aku semakin menggilai kamu.


Ketika kita di cintai begitu besar oleh seseorang, bukan lagi bahagia yang di dapat melainkan perasaan haru biru yang tak henti bergejolak di dalam dada. Banyak pertanyaan muncul di benak kita. Pantaskah cinta sebesar itu di berikan padaku? Dan mampukah aku membalas dengan cinta yang besarnya sama?


Tidak. Bukan itu pointnya. Jangan terbebani dengan pertanyaan, cukup lakukan yang terbaik sebisa dan sejauh mana kau mampu.


Hapus pertanyaan dan gantikan dengan penghargaan. Karena sesuatu yang berharga pasti akan kau simpan sebaik mungkin di tempat yang khusus.


Allah tidak akan memberi yang tidak sesuai ataupun tidak pantas untuk kita. Allah memberi apa yang kita butuh, bukan apa yang kita minta.


Pantas kalau Kama mendapat cinta yang begitu besar, karena ia butuh perasaan itu untuk tetap hidup. Kama butuh rasa dan butuh cinta dari seorang Sutra. Cinta yang tidak memiliki dasar, cinta yang tak terukir, dan cinta yang tak berbatas.


I love you, Mas ...


Kama lantas mendongakkan kepala. Dengan wajah sembab ia berani meraih bagian kenyal di wajah Sutra. Rasanya sedikit asin bagi Sutra. Jelly peach Kama bercampur dengan tetesan air mata.


"I love you, Mas ..." ucap Kama di sela-sela ciuman mereka.

__ADS_1


"I love you more ...," jawab Sutra.


"Maaf kalau aku belum bisa jadi istri yang sempurna untuk kamu ...," ucap Kama.


"Tapi ..., hari ini aku mau ..." Suara Kama mengecil. Ia mengucapkan kalimat itu dengan sadar bercampur malu.


Mau apa, Babe?


Cup !


Tanpa menunggu jawaban Sutra, Kama kembali menikmati pagutan mereka. Bagian atas dan bawah jelly pink menjadi awal penjelajahannya. Ya, Kama yang mengawali permainan rasa di antara mereka.


Ternyata ini yang disebut cinta. Tanpa pancingan apapun, hanya rasa yang menggerakkannya.


Kama semakin memperdalam ciuman mereka. Sutra yang awalnya bingung menerima dengan senang hati. Laki-laki itu bukan bingung karena di cium, melainkan karena kalimat ambigu Kama yang mengatakan, 'hari ini aku mau'. Membuatnya bergetar dan ser-seran. Detak jantungnya bergejolak, otaknya membayangkan kemana-mana.


"Tunggu, Babe ...," ucap Sutra di sela-sela ciuman mereka. Kali ini giliran Sutra yang jadi bodoh.


"Kenapa, Mas?" tanya Kama. Rona merah wajahnya semakin tebal saja.


"Aku takut salah duga. Maksud kamu mau, itu mau apa?" Pertanyaan bodoh terlontar dari mulut Sutra berikut tatapan berbinar dari manik mata abunya. Persis seperti anak kecil yang menunggu jatah es krim kesukaannya.


"Ih, pake tanya-tanya sih! Yaudah kalau Mas gak mau!" Kama membuang pandangan kesal, merasa di tolak atas penyerahan dirinya.


Tapi Sutra buru-buru menariknya kembali dan,


"MAU, MAU, MAU, BABE, AKU MAUUU ..." Sutra berteriak di depan wajah Kama sanking takutnya hal yang di maui Kama batal.


"Maasss ..., ya ampun ludah kamu nempel di wajahku!" Kama melotot. Ternyata teriakan Sutra di iringi dengan semburan hujan air ludah di wajah Kama.


"Eh, maaf-maaf, Babe. Aku takut gak jadi itunya, m ..., aku mau bangeeet, please ..." rengek Sutra sembari mengusap wajah Kama.


Hih, Mas Adrian, dasaaarrrr .........


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Lah si Kama gimana sih, di tanyak marah, gak tanya ntar salah, hadeeeuh...


Next, kita kepoin yuk jurus pacul memacul mereka... hanya di next eps πŸ‘‡

__ADS_1


cekidot gaes 😘


__ADS_2