When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
DIA TIPEKU


__ADS_3

--- Sutra Pov ---


Aku melewati fakultas Teknik pagi ini dengan mobilku, namun kulihat ada kerumunan di pinggir jalan. Lantas aku berhenti, dan melihat apa yang terjadi, siapa tau ada yang butuh bantuan ku.


Ada kecelakaan, seorang mahasiswi jatuh dari motor nya dan luka lecet lumayan parah. Kasihan sekali dia.


Beberapa langkah dari situ aku melihat cewek yang sangat cantik, eh bukan, lebih tepat nya sexi, dengan rambut keriting nya yang setengah basah tergerai indah, apalagi mata nya berwarna cokelat, mirip bintang telenovela Maria Marcedes yang sedang adegan lari-lari di pantai, hahaha, imajinasi ku jadul banget!


Tapi kayak nya wajah cewek itu gak asing buat ku, hmmm..., ooh iya, dia Kama, Kama Leandra Rahayu, mahasiswiku.


Oh Tuhaaan, tidak ku sangka dia terlihat begitu sexi. Astaghfirulloh!! Apa-apaan otak ku pagi ini?!


Eh, airmata nya menetes? Pasti itu teman nya, aku harus menolongnya!


"Kama.. kamu Kama kan? Mahasiswi saya?" aku segera memanggilnya


"I-iya pak"


"Kamu bantu saya ya, kita bawa dia ke poliklinik UI" tapi kulihat dia sedikit bingung, mungkin masih shock melihat teman nya kecelakaan.


"Ayo, segera bawa masuk ke mobil saya! Kita ke poliklinik UI" ucap ku lagi meyakinkannya


Sampai di klinik, Kama langsung membantu teman nya turun. Sementara aku memarkirkan mobil.


Namun ketika aku masuk ke dalam, kulihat Kama menangis dan buru-buru menghapus airmata nya. Kasihan, si Maria Mercedes benar-benar sedih atas kecelakaan teman nya.


Kuhampiri dia,


"Itu temen kamu ya?"


"Eh, bukan pak" jawab nya singkat namun aneh menurut ku, lantas kenapa dia menangis ya?


"Tapi disana tadi saya lihat airmata kamu menetes, saya kira dia temen kamu"


"Oh e, itu tadi mata saya kemasukan pasir pak" seperti nya dia menjawab asal, karena kulihat mata nya baik-baik saja, tidak merah sama sekali


"Kamu yakin kemasukkan pasir? Soal nya barusan saya lihat kamu juga nangis" aku hanya mencoba membuat nya nyaman, karena menurutku menangisi orang terdekat itu hal yang wajar.

__ADS_1


Tapi seperti nya dia kesal dengan pertanyaan ku, apa salah ku ya??


"Iya pak, saya yakin!" dia melirik ku kesal sambil menggigit bibir nya


Aku kaget, ya Allah, apa yang dilakukan nya? Ngapain dia bereaksi begitu? Menggigit bibir... Uhh, benar-benar sexi! Aku gak menyangka kalo Kama bisa semenarik ini. Maria Marcedes pun lewat di buat nya.


Mungkin sudah lima menit aku terdiam, mencoba menenangkan imajinasi konyol ku tentang nya.


Tiba-tiba dia bangkit dari tempat duduk nya dan,


"Maaf pak, saya ada kelas sebentar lagi. Saya pamit duluan ya" dia buru-buru pergi melewati ku, tapi kaki nya malah tersangkut dengan kaki ku. Masya Allah, pinter banget ni kaki senggol-senggolan.


Hampiiir saja dia terjerambab ke lantai, namun segera kutarik dia ke arahku, bermaksud menolong nya.


Tak kusangka dia malah terduduk di pangkuan ku sekarang. Perfecto, dari ujung ke ujung kaki ku menang banyak.


Deg..


Deg..


Seketika dia langsung melompat bangkit dari pangkuan ku,


"Eh, m-maaf pak, maaf" jawab nya dengan sedikit terbata dan semu merah dipipi. Dan lagi-lagi dia menggigit bibir nya, kali ini dengan memejamkan mata.


Astagaaaa!! Bayangan Maria Marcedes kembali berlari-lari di otak ku. No, no, no! Kama pliiiisss, jangan terlalu sexi!! Aku gak kuat!


Aku berusaha tenang dengan banyak istighfar, dan kemudian menjawab


"Gak papa, itu tadi kaki saya yang salah. Tapii.."


"Kenapa kaki nya pak? Keinjek ya?" eeh dia malah kawatir pada kaki ku. Tapi aku sungguh sudah gak tahan melihat nya menggigit bibir terus seperti itu. Kasihan bibir nya..


"Bukan. Tapi itu.." aku menunjuk wajah nya


"Jangan di gigit terus, nanti luka.." sambung ku lagi


Yesss! Akhir nya ku katakan juga, walau aku harus menahan malu. Astaghfirullooooh! Bisa-bisanya aku senorak itu!! Tapi kelakuan nya benar-benar menggoda ku. Jika tidak kukatakan, aku takut tidak bisa menahan diri!

__ADS_1


Menahan diri untuk apa? Untuk menggigit kunci mobil ku sanking selera nya! Huuuufffttt......!!!


Setelah urusan di poliklinik selesai, aku meminta ijin mengantarkan nya kembali ke fakultas, dan dia mengangguk setuju. Tapi sepanjang jalan dia hanya diam. Apa mungkin dia marah pada ku soal bibir tadi ya?


Itu salah nya sendiri sih. Seorang cewek dengan rambut keriting setengah basah yang tergerai, menggigit-gigit bibir di depan pria normal. Siapa yang tidak tergoda melihat itu! Untung aku yang melihat nya, kalau cowok lain bisa gawat situasi nya.


Baru kusadari hari ini, selain sifat nya yang menarik, dia benar-benar cantik dan sexi. Dia TIPEKU!


Kami sudah sampai di gerbang fakultas sekarang,


"Udah sampai.."


"Ya, terimakasih pak.." dia bergegas keluar dari mobil ku. Oh tidak! Aku gak mau hanya berakhir seperti ini..!


"Kama.."


"Ya, pak?" panggilan ku membuat nya kembali menoleh


"Saya.., bisa minta kontak kamu?"


"Mak-sud-nya?" dia sedikit menekan intonasi nya.


Waaah, gawat, kayak nya aku terlalu buru-buru. Aku harus cari alasan!


"Em, selasa ini saya ada urusan, mungkin akan telat setengah jam. Jadi saya bermaksud memberi tugas untuk mengisi kelas saya, lewat kamu. Bisa kan?" ini pertama kali nya aku mengarang alasan hanya karena cewek. Tapi setidak nya alasan ku masuk di akal, dan terpaksa selasa nanti aku sengaja datang telat.


"Oh, bisa pak. Kontak saya, 08139633****.."


YESS.. aku dapat kontaknya...!!


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI πŸ˜ŠπŸ™


KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT πŸ€—


JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)

__ADS_1


__ADS_2