When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
KAMASUTRA PART II


__ADS_3

Efek bertemu dengan Kama malam ini membuat tenaga Sutra ke charge full sampe ke ubun-ubun.


Begitu sampai di rumah orang tua nya, Sutra bukan nya segera istirahat melainkan ia langsung berkutat dengan laptop dan buku-buku


untuk menyelesaikan tesis nya yang hanya tinggal sedikit lagi. Tinggal finishing lah sebutan nya.


Hati Sutra di penuhi kebahagiaan malam ini, tampak dari cara nya mengetik tanpa henti dengan senyum yang terus tersungging di bibir nya.


Hahaha, begini amat sih Sutra yang lagi fall in love. Kalau bahasa preman nya disebut, 'gedebuk lope' , gedebuk itu jatuh, lope itu cinta. Ahaaaayy


Sutra merasa girang sendiri karena beranggapan kalau Kama sudah mengetahui isi hati nya


dan tau bahwa sudah sejak lama ia taksir. Itu artinya langkah untuk memiliki hubungan lebih dekat dengan Kama sudah di depan mata.


Yaaah semoga saja itu nyata, bukan hanya fatamorgana, di dunia yang fana, penuh dengan bunga dimana-mana, berkeliling naik sepeda, sama papa mama, ahahaha.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Pagi ini setelah selesai solat subuh, Sutra meminta ijin ke ayah dan ibu nya untuk pergi berolahraga.


Tapi aneh nya Sutra pergi dengan sedan kuning dari rumah. Olahraga kemana pagi-pagi sampe bawa mobil?


Jawaban nya cuma satu, olahraga bareng si rambut keriting, Kama. Olahraga hati dan jiwa raga.


Tepat jam enam pagi Sutra sudah sampai di depan pagar rumah aji. Security komplek aja sampai kaget dengan kedatangan Sutra sepagi itu, apalagi Kama nanti.


Sutra segera membuka layar ponsel nya dan menekan nama kontak Kama


Tuuut...


Tuuut...


Tuuut...


Tuuut...


Begitu terus bunyi nya sampai nada sambung berubah menjadi suara operator,


artinya Kama tidak mengangkat panggilan telepon nya.


Dan bukan Sutra nama nya kalau ia menyerah begitu saja, ia terus mengulangi hingga empat kali, dan di sambungan yang kelima Kama terpaksa mengangkat.


"Hallo.." ujar Kama lirih lantaran ia baru saja terbangun akibat suara dering ponsel yang tak kunjung berhenti sejak tadi


"Hallo, Kama.."


"Heum, ada apa pak?"


"Kamu baru bangun ya? Saya nungguin di luar nih" sontak Kama bangkit, terduduk di ranjang. Mata nya terbuka lebar mendengar kalimat Sutra barusan.


"Hah?! Jam berapa sih ini?!" tanya Kama kaget

__ADS_1


"Jam enam lebih sepuluh menit" jawab Sutra santai


"Bapak becanda kan? Duuh, saya lagi males di becandain pak" gimana mau becanda, ngomong baik-baik aja Kama bisa tiba-tiba marah,


apa iya aku bisa becanda sama dia? batin Sutra


"Saya belum pernah bercanda sama kamu. Mungkin next akan saya usahain biar kamu bisa ketawa di deket saya" apa sih dia ini?! Pagi-pagi udah ngaco aja! batin Kama seraya mengintip keluar dari jendela kamar nya.


Dan ia mendapati mobil sedan kuning Adrian terparkir di depan pagar rumah aji.


"Bapak gak lagi ngigau, kan? Ini baru jam berapaaa?"


"Gak, saya sadar kok datang kesini. Memang nya kamu gak pernah bangun pagi ya?" oo-ooww, pertanyaan yang memancing emosi Kama nih.


"Setiap hari juga saya bangun pagi! Tapi ini kan weekend, gak ada alasan buat saya bangun pagi!" ujar Kama kesal


"Kalau gitu hari ini ada.., ada saya. Saya pencet bel rumah aji atau saya tunggu kamu disini?" aaaciee ciee, Sutra makin pinter aja nih sama kata-kata nya.


Bikin Kama pengen nabok, gak papa sih kalau nabok nya pake cinta, uhuuuyy.


"Terserah bapak deh, saya gak perduli. Saya ngantuk mau tidur lagi." Kama menjawab acuh


"Oke, kalau gitu saya tungguin kamu di mobil sampai bangun" kayak nya Sutra udah makin paham aja ngadepin Kama. Gak perlu di sambut emosi, tapi tetep di pepeti.


"Huuuh, yauda deh, tungguin bentar saya keluar!" Kama menghela nafas kasar.


Sepeluh menit berlalu akhirnya Kama tampak keluar dari rumah, ia segera menghampiri Sutra.


"Yaudah cepetan bilang, ada urusan apa sampe pagi-pagi bapak ke sini?!" Kama langsung bertanya pada inti nya ke Sutra


Kening Kama berkerut, ia menggigit bibir nya menahan kesal mendengar kalimat Sutra.


"Eh, aduuuh, jangan di gigit terus, bisa luka bibir kamu. Udah jangan kesal terus pagi-pagi, pamalih, ntar hari kamu jadi berantakan" ujar Sutra


"Kalau emang iya, itu gara-gara bapak!" Kama menjawab kesal


"Kalau gitu, saya yang tanggung jawab" ujar Sutra gak mau kalah


Tiba-tiba,


"Kamaaa, kamu ngobrol sama siapa itu?" suara aji dari depan pintu


Kama menoleh, dan terpaksa menjawab


"E-eee, ma-mas Adrian, aji" Sutra tersenyum mendengar jawaban Kama ke aji. Mau tidak mau ia harus menyebut 'mas Adrian', karena begitulah yang di ketahui aji dan tante Lulu sampai detik ini.


Aji segera datang menghampiri mereka dengan gaya detektif nya.


"Eh, kamu rupanya. Ngapain kamu datang pagi-pagi?" tanya aji


Sutra menyalami aji lebih dulu baru ia menjawab,

__ADS_1


"Pagi aji. Saya datang kesini janjian dengan Kama. Kami berencana pergi sarapan bersama, ijin ya aji"


Kama langsung menoleh ke Sutra, ia sedikit melotot, tidak percaya dengan pengakuan Sutra barusan.


"Bener, Kama? Kamu janjian sama si jelek ini?!" belum juga Kama menjawab, tante Lulu tampak berdiri di ambang pintu


"Honey, siapa yang datang?" tanya tante Lulu


"Yaudah, buruan kalian pergi. Tapi jangan kejauhan sarapan nya!" sambung aji lagi sambil menyuru Kama dan Sutra masuk ke dalam mobil dan buru-buru pergi sebelum Lulu istri nya datang memghampiri.


Ahahaha, muluuuus jalan Sutra berkat aji. Selain nyebelin, ternyata aji juga nguntungin buat Sutra.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Sedan kuning Sutra melaju meninggalkan komplek rumah aji.


"Kamu pengen makan apa?" Sutra membuka pembicaraan di mobil


"Makan bapak!"


"Hah? Hahaha.., gagal niat saya pengen bikin kamu ketawa, malah kamu duluan yang bikin saya ketawa" kekeh Sutra


"Huh, gak lucu!" ujar Kama acuh, dia makin kesal dengan tawa Sutra barusan.


"Kalau gitu saya minta maaf ya, jangan kesel terus, kita sarapan aja dulu. Kamu pengen makan apa?"


Akhirnya Kama setuju untuk berhenti bermain dengan emosi gak jelas nya. Ia lantas memilih sarapan dengan bubur ayam pinggir jalan bersama Sutra


Baru saja mereka duduk di warung bubur ayam paling enak di daerah Jakarta Utara, seorang cewek cantik tinggi semampai berkulit putih bersih menghampiri mereka.


"Sutraaa" tegur cewek itu ke Sutra


Hahh?? Apaa?? Siapa maksud nya?? Kama bertanya-tanya sendiri


"Eh, Angel" jawab Sutra pada nya


"Eh, ntar dulu. Maksud nya siapa nih? Siapa Sutra?" seketika Kama menyela dengan suara pelan ketika Sutra menjawab sapaan cewek yang bernama Angel itu.


Perasaan Kama mulai gak enak, dia ingin meyakin kan siapa sebenarnya yang di panggil cewek itu dengan sebutan Sutra.


Sutra tersenyum melihat Kama yang duduk di depan nya, ia pikir Kama sedang bercanda hingga bertanya begitu.


"Sutra Adrian Zanyar. Gue masih inget nama lengkap lo. Apa kabar lo, Sut?" sambung cewek bernama Angel.


Hah?? Sutra?? Jadii?? Pak Adrian itu, Sutra?? Dia Sutra?? Oh Tuhaaaan......!! Aku Kamaaa, dia Sutraaa. Teruuss yang aku denger waktu itu?? Yang di panggil bersamaan dengan nama ku waktu ituuuu, itu dia?? Kama dan Sutra??? Kamasutra???? Gak mungkiiiiiin!!!!


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Kira-kira akan bagaimana ya reaksi lebay Kama selanjut nya?? Kama bakalan ngamuk atau malah jadi sakit??


TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI πŸ˜ŠπŸ™

__ADS_1


KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT πŸ€—


JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)


__ADS_2