
Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas ππ€π
-
-
Hati-hati, ada adegan menggetarkan !!
-
-
"Ada yang lebih penting dari warna, Mas ...," ucap Kama.
"Apa?" tanya Sutra.
"Isinya ...," jawab Kama dengan wajah yang merah padam menahan malu. Tampaknya roh Maria Ozawi bintang hot dari Jepang, memang sudah merasuki Kama.
Sungguh keberuntungan luar biasa bagi Sutra setiap mereka akan mempertemukan pasangan fenomenal dua alam, yakni Komodo Lang dan Kerang Simping.
Oh, Babe ..., i wan't it!
Birahi Sutra semakin bertambah saja setelah mendengar jawaban Kama. Ia langsung mendaratkan ciuman mesra yang di bumbui dengan hasrat penuh cinta.
Kama memejamkan mata, membiarkan sang pujaan hati melakukan aksi pertamanya.
Sutra mengeksplore setiap sudut di bibir Kama. Jelly pink dan jelly peach kembali reuni. Kali ini bukan sekedar senggol-senggolan, namun saling mengait, timpa menimpa body kenyal keduanya, bersatu padu terpaut jadi satu. Atas dan bawah silih berganti tersesapi. Kama bahkan membuka sedikit mulutnya, memberi jalan untuk Sutra menikmati lebih dalam.
Deru napas mereka saling bertukar dengan tarikan yang lebih cepat dari biasanya, sebab jantung mereka terus berpacu. Ini memang bukan ciuman yang pertama bagi mereka, bukan juga posisi aktifitas pertama, namun kepolosan serta rasa cinta yang membuncah satu sama lain selalu membuat jantung mereka tidak bisa tenang.
"I love you, Babe ...," lirih Sutra di sela-sela ciuman mereka.
Reflek tangan Kama melingkar di leher Sutra, seolah menguncinya untuk tidak kemana-mana.
French Kiss, begitulah sebutannya yang sedang jelly-jelly itu lakukan. Kalau mengikuti napsu, mungkin Kama sudah gelagapan menerima serangan buas Sutra. Namun tidak, that's not his style (itu bukan gayanya). Soft and smooth seperti sudah terpatri di dalam diri anggota keluarga Zanyar. Membuat lawan mainnya tidak bisa lupa dan merasa sangat di hargai serta di cintai sepenuh hati.
Persis yang di rasakan Kama sekarang. Jelly pink menjadi candu buatnya. Bukan hanya karena rasa tapi gerakannya seolah tidak menuntut namun begitu memikat hingga si penerima ikhlas memberi semuanya.
Tanpa melepas kenikmatan jelly-jelly, jari jemari Sutra perlahan mencari pelabuhannya. Ia tau betul dimana letak pintu surga dunia yang pertama tanpa harus melihat, yakni di dua onggok bola setengah lingkaran milik Kama. Bentuknya mungkin sama dengan kebanyakan wanita lain, tapi yang ini seperti narkoba, candunya luar biasa. Semok, padat, dan mantul yang di balut dengan kulit eksotis hadiah dari Sang Pencipta, menambah kesan sexi di pandangan mata Sutra.
Ya, Sutra memang pencinta wanita berkulit eksotis. Pantas kalau mimpi basahnya berawal dengan adegan lari-larian di tepi pantai dengan seorang wanita latin, Maria Marcedes, yang selalu di lihatnya mirip dengan Kama.
Jari jemari itu lantas melakukan aktifitas favoritnya, yakni memijat lembut dan sesekali memelintir si pucuk cream yang selalu membuat Sutra menelan saliva. Warnanya yang cream menambah daya tarik special baginya, berbeda, dan begitu menggoda.
__ADS_1
"Hmmmnnhh ..." desahan halus yang pertama keluar dari mulut Kama di sela-sela pagutan mereka. Suara itu seolah menjadi theme song di otak Sutra, membuat hatinya berbunga, merasa berhasil membuat sang pujaan hati menikmati sentuhannya.
Semenit kemudian Sutra melepas ciuman mereka. Ia memandang wajah cantik istrinya dengan jarak yang begitu dekat. Tampak manik mata hazel Kama yang menatap sayu.
"Kenapa, Mas?" tanya Kama lirih. Suaranya tertelan habis oleh hasrat.
"I'm so happy, Babe," jawabnya.
"Why?" tanya Kama lagi.
"Because of you ..." Senyum paling tampan terlukis di wajah Sutra. Ia bahagia, betul-betul bahagia. Wanita yang menyita perhatiannya sejak awal bertemu, ternyata adalah jodoh yang di berikan Tuhan padanya saat ini.
Kama lantas menyambut dengan senyum yang sama. Hatinya berbunga-bunga, bahkan saat bergelut napsu pun Sutra masih bisa mengangkatnya tinggi dengan kalimat cinta. Membuat Kama terbuai dan begitu di hargai olehnya.
"Kalau aku ..., lebih dari sekedar bahagia, Mas ..." Kama menyambut kalimat suaminya.
"Kenapa?" Sutra gantian bertanya.
"Karena besarnya rasa cinta kamu buat aku ...," jawab Kama dengan senyum.
"Aku gak pinter berkata-kata Mas, tapi aku pastiin semua yang aku punya cuma buat kamu ...," sambung Kama lagi.
Kama memang tidak pintar berkalimat romantis, namun apa yang ia ucapkan mengandung arti yang jauh lebih dalam, hingga membuat makhluk langka milik Sutra tak kuasa ingin mengoyak-ngoyak Calvin Klein.
Tanpa sengaja pergolakan Komodo Lang di bawah sana menekan paha Kama. Ia bergerak ke sana ke mari, seolah demo ingin keluar dari persembunyiannya.
"Eh, Mas," spontan Kama berucap.
"Hmm ...," jawab Sutra singkat sembari menahan kerusuhan yang di ciptakan Komodo Lang di bawah sana.
"Bangun ya?" tanya Kama.
"Daritadi, Babe ..., tapi sekarang dia udah rusuh banget minta keluar ...," jawab Sutra polos. Memang benar kalimat yang mengatakan jodohmu adalah cerminanmu. Persis seperti pasangan cupu satu ini. Kepolosan Kama tak jauh berbeda dengan Sutra.
"Yaudah keluarin aja ...," ucap Kama pelan. Keegoisannya sudah terbang entah kemana. Kama betul-betul menjadi istri yang soleha kali ini. Ia sudah siap jiwa raga melayani sang suami.
Yes. Gayung bersambut. Ternyata tak hanya Komodo Lang yang rusuh, tapi Kerang Simping yang kalem pun juga. Simping melakukan protes lewat denyutan-denyutan kecil di bodynya. Janji bertemu mereka di simpang cinta sudah memasuki waktunya. Mau tidak mau tuannya harus mempertemukan mereka, kalau tidak segalanya bisa kacau.
Secepat kilat Sutra melepas pertahan terakhirnya, membuang Calvin Klein ke sembarang tempat agar Komodo Lang bisa bernapas lega. Begitu pula dengan Kama. Roh Maria Ozawi yang merasukinya membuat dirinya jadi pintar bergerak sendiri melepas kain renda warna merah.
Sekarang keadaan mereka sudah polos sempurna. Sutra yang begitu gagahnya semakin tampan dengan tambahan Komodo Lang besertanya. Sementara Kama semakin menggoda dengan tampilan Kerang Simping yang menyertainya.
"Boleh sekarang, Babe?" tanya Sutra dengan tatapan penuh harap di atas tubuh Kama.
__ADS_1
"He-eh," jawab Kama singkat sembari mengangguk. Ruang kamar yang gelap tidak mampu menutupi wajah Kama yang malu tapi mau.
What? Kama mau? Serius itu? Iyaaaa! Ih, gak percayaan banget sih, guys. I know, pasti reader heran, kok Kama jadi mau sih? Apa yang mengilhaminya hingga berubah open seperti itu? Hanya ada satu alasan terbaik, yakni 'because of love'. Kayak lagunya Joy Tobing yang berjudul Semua Karena Cinta.
semua karena cinta ...
semua karena cinta...
tak mampu diriku dapat berdiri tegar ...
terima kasih cinta ....
πππ
Yuk ah kita nyanyi dulu, guys ...
Hari ini... Adalah lembaran baru bagiku
Ku disini... Karna kau yang memilihku
Tak pernah kuragu akan cintamu
Inilah diriku dengan melodi untukmu
Reff :
Dan bila aku berdiri tegar sampai hari ini
Bukan karna kuat dan hebatku
Semua karena cinta, semua karena cinta...
Tak mampu diriku dapat berdiri tegar, terima kasih cinta
Inilah diriku dengan melodi untukmu
Dan bila aku berdiri tegar sampai hari ini
Bukan karna kuat dan hebatku
Semua karena cinta, semua karena cinta...
Tak mampu diriku dapat berdiri tegar, terima kasih cinta
__ADS_1
Terima kasih cinta...