
Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas ππ€π
-
-
Sutra menjadi orang pertama yang terbangun dari tidur. Ia membuka mata dan melihat tubuh Kama yang masih dalam pelukannya. Di longgarkannya pelukan untuk menatap wajah cantik sang pujaan hati, namun bukan kebahagiaan yang ia dapat, melainkan keterkejutan.
Baju hangat yang di kenakan Sutra penuh dengan darah. Begitu pula dengan baju hangat Kama.
Ada apa ini? Reflek Sutra pun melotot, mencari asal munculnya darah itu. Ternyata darah mengalir dari hidung Kama. Ya, Kama mimisan dan wajahnya yang semula merah kini sudah berubah jadi orange dan bentol-bentol.
Suhu yang sangat dingin ternyata membuat tubuh Kama terkejut dan bereaksi lebih. Hidungnya menjadi begitu sensitif hingga berdarah. Pantas saja sejak tadi malam wajah Kama memerah. Ternyata itu adalah tanda awal Kama alergi dingin.
Suhu di kamar Icehotel berkisar -5 derajat C sampai -8 derajat C. Sangat dingin untuk kulit orang Indonesia.Β
Sutra lantas menggoyangkan tubuh Kama.
"Babe, bangun, Babe ...," panggilnya pelan dalam kepanikan.
"Hemnnnhh ...," saut Kama malas. Kantuknya belum hilang.
"Babe, bangun, Babe ... Hidung kamu berdarah ...," panggilnya lagi.
"Ha, hmmnnhh ...," saut Kama di sela-sela kesadarannya.
Hidungku berdarah ..., apa????
"Apa, Mas?" sedetik kemudian mata Kama pun terbuka lebar.
Ia melihat baju hangat Sutra lalu beralih melihat bajunya sendiri.
"Loh, kok bisa?" Kama segera duduk dan meraih ponselnya, berkaca di sana.
Di dapatinya bentol-bentol di wajah yang sudah berubah jadi orange.
"Ha??? Kok mukaku jadi gini???" seru Kama histeris. Seumur hidup baru kali ini ia melihat wajahnya yang aneh, mirip seperti hewan citah.
Sutra lalu menarik lengan baju hangat Kama, mengecek kulit tangannya dan hasilnya pun sama. Bentol-bentol juga terlukis jelas di sana.
"Kamu alergi dingin, Babe?" Sutra curiga kalau Kama alergi.
__ADS_1
"Gak tau, Mas. Aku gak pernah kayak gini sebelumnya." Kama masih panik. Ia bahkan memoto wajahnya lalu mencari tanda yang sama lewat ponsel, mencari info tentang apa yang terjadi.
"Yaudah, gak apa-apa. Kamu di sini aja tiduran dulu. Jangan duduk, kemungkinan darahnya bisa keluar lagi." Sutra merebahkan tubuh Kama. Ia lalu turun dan membuka koper, mengambil baju ganti yang baru untuknya dan Kama.
"Biar aku minta air panas untuk bersihin darah kamu. Aku juga mau telepon Aiman, kita check out hari ini," sambungnya lagi.
"Kenapa, bukannya Bang Aiman bilang kita dua hari di sini?" tanya Kama.
"Aku yakin kamu alergi dingin, Babe, dan gak baik kalau kita terus menginap di ice hotel. Kamu gak bakal tahan. Aku gak mau kamu kenapa-kenapa." ucap Sutra sembari membuka baju dan menukar dengan baju hangat yang baru.
Mas, kamu terus mikirin aku ...
"Tapi, Mas, kamu kan juga masih mau liat aurora malam nanti ..." Kama teringat dengan hal yang begitu di sukai suaminya.
"Impianku sudah terwujud tadi malam dan itu sudah lebih dari cukup. Sekarang kondisi kamu adalah prioritas buatku," jawab Sutra.
"Yaudah, aku subuh dulu, ya. Abis itu aku benahin kamu." Sutra beranjak meninggalkan Kama.
Selesai dengan solatnya Sutra segera menekan line telepon meminta air panas lalu memesan sup panas dan minuman panas untuknya dan Kama.
Berselang 5 menit air panas dalam wadah dan sebuah handuk kecil pun datang, sementara makanan dan minuman menyusul. Tidak butuh waktu lama menunggu air yang semula panas menjadi hangat. Sutra segera membersihkan darah yang mengering di wajah Kama perlahan.
"Ganti bajunya, ya," ucapnya pada Kama.
"Gak usah, Babe. Biar aku yang bantuin." Sutra langsung membuka baju hangat Kama perlahan. Selesai dengan itu, ia beralih ke kaos yang Kama kenakan.
Eh ...
"A-aku bisa sendiri, Mas ... Gak apa-apa, kok, aku bisa ...," ucap Kama terbata. Ia jadi gugup kalau Sutra yang membuka bajunya hingga lapisan terakhir.
Hmuuufft, lagi sakit pun masih sempetnya malu-malu kamu, Babe ...
"Kamu balik badan dulu. Jangan ngintip ya!" pinta Kama dan Sutra menurut.
Namun saat Kama duduk dan ingin membuka kaos, darah di hidungnya kembali mengalir.
"Eh ...," seru Kama terkejut membuat Sutra reflek berbalik.
"Tuh kan bener yang aku bilang, Babe." Sutra kembali merebahkan tubuh Kama. Mengambil handuk dan membersihkan bercak darahnya. Ia juga mengompres kepala Kama dengan air hangat, agar darahnya segera berhenti.
Perubahan suhu yang begitu drastis membuat tubuh Kama terkejut. Pada iklim dingin banyak terjadi infeksi saluran pernapasan serta kelembapan juga naik turun secara drastis. Membuat hidung Kama rentan terhadap perdarahan.
__ADS_1
"Biar aku yang gantiin baju kamu, ya ... Aku janji gak bakal ngapa-ngapain, cuma bantuin kamu doank." Sutra meyakinkan.
Ragu-ragu namun terpaksa Kama mengangguk.
Dalam hitungan detik kaos Kama sudah terlepas sempurna, menyisakan kain berenda yang menutupi dua buah lampu sorot berpucuk cream yang kembar. Sutra buru-buru menelan ludahnya sebelum sempat menetes.
Oh my God! Pucuuuuuuk, i miss you ...
"Mas ...," tegur Kama menyadarkan Sutra yang terpelongo sesaat.
"Ha, i-iya ...," jawab Sutra terbata.
"Katanya gak ngapa-ngapain, tapi kok matanya kesini terus." Kama menutup dadanya dengan tangan.
"Lah, kan cuma ngeliat, Babe, gak megang ..." Sutra buru-buru membantah.
"Yaudah, buruan pakein baju aku," saut Kama.
"Oh, iya-ya ..." Sutra mengambil kaos yang baru dan mulai memakaikannya pada Kama.
Hm, Mas Adrian, mukanya sampe melongo gitu!
Selesai memakai baju dan semua atribut musim dingin, makanan dan minuman panas pun datang. Pendarahan di hidung Kama juga sudah berhenti dan Kama bisa menikmati sarapannya dengan lahap.
Sutra juga tak lupa mengabari Aiman untuk rencana check out mereka.
Tepat jam 10 pagi mereka pun check out dari ice hotel.
"Kita balik ke Jakarta, Bang?" tanya Sutra pada Aiman dalam perjalanan ke bandara.
"Tak lah, Bang. Kita ke destinasi berikutnya," saut Aiman enteng.
Ha? Mau kemana lagi nih? Hehehe, mertuaku bener-bener memberikan kejutan special untuk kami, batin Sutra.
Sementara Kama,
Awas aja kalau Abah bawa aku dan Mas Adrian ke tempat aneh kayak tadi! Aku minta pulang!
πππ
Kira-kira di bawa kemana lagi Kama dan Sutra gaes??
__ADS_1
Kama gak kuat di tempat dingin, hidungnya langsung keluar fanta π€£π€£
Yuk, kepoin di next bab π