When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
KAMA PERGI


__ADS_3

Please jangan lupa tinggalin jempol dan vote nya ya biar authornya makin semangat πŸ€—πŸ™


happy reading..


.


.


Kama, Sutra dan Arya baru saja dijemput dengan mobil van berwarna silver dari villa milik Mr.Ed. Didalam mobil sudah ada Aji Wayan. Kama duduk dikursi samping Aji sementara Sutra dan Arya duduk dibelakang.


"Ajii..." reflek Kama langsung memeluk Ajinya.


Wayan tersenyum dan mengusap lembut kepala keponakannya itu. Supirpun melajukan mobilnya.


"Aji kenapa gak ngabarin Kama sih dari awal?!" omel Kama setelah melepas pelukan.


"Biang yang minta Aji untuk gak kasi tau kamu" jelas Wayan


"Apa-apaan sih?! Kama kan anaknya masa gak boleh tau masalah ibunya!" Kama masih terus mengomel.


"Ya karena kamu begini, sewot! Jadi wajar kalau Biang gak kasi tau kamu, daripada kamu ribut!" Wayan mencubit pipi Kama.


"Aji! Gak lucu!" ucap Kama ketus sembari menunjukkan tinjunya ke hadapan Wayan.


"Hahaha, kasian Adrian.., pacar kamu ternyata pemain tinju.." Aji terkekeh dan menoleh kebelakang melihat Sutra.


Sontak Kama meninju lengan Wayan, ia malu ditertawakan sekaligus dikatai oleh ajinya.


"Aaww..!" Wayan mengaduh kesakitan.


"Hahaha..." Wayan, Sutra dan Arya yang kaku pun ikut tertawa dengan tingkah Kama.


Aduh! Kok aku jadi ikut-ikutan ketawa!


Sedetik kemudian Sutra tersadar,


"Babe, buatku kamu tetap cute kok.." sautnya dari belakang. Sutra tidak mau dicuekin Kama lagi lantaran ia kelepasan ikut tertawa.


"Apa? Hahaha, galak begitu dibilang cute. Pantes kamu jatuh cinta sama dia Adrian.., ternyata otak kamu terbalik, hahaha.." Wayan tak henti-hentinya terkekeh.

__ADS_1


Wayan betul-betul bahagia hari ini. Selain berita baik yang disampaikan kakaknya tadi pagi, ia juga bisa bertemu dengan keponakannya saat ini. Apalagi beberapa jam kedepan istri, anak serta baby sitter anaknya juga akan berkumpul bersama mereka di Bali.


Datuk Emran yang sebentar lagi akan menjadi Abang iparnya sudah menyuruh anak buahnya menjemput mereka dengan private jet ke Jakarta.


"Aji, udah cukup ketawanya!" tegas Kama.


"Sekarang ceritain, Kama mau tau soal masalah cottage!" tanpa basa-basi Kama lantas meminta penjelasan tentang cottage milik biangnya.


"Oh, cottage aman kok, gak ada masalah lagi" Wayan menjawab setelah berhenti tertawa.


"Udahlah, Aji gak perlu nutup-nutupin! Kemarin Kama udah liat sendiri ke cottage, banyak preman disana! Mereka udah kuasai cottage kita kan..?" wajah Kama berubah khawatir.


"Iya benar Aji, saya dan Mas Arya juga liat orang-orang itu" sambung Sutra dari belakang.


"Jadi kalian udah liat kesana.. Yaudah bagus, kita tinggal nunggu hasilnya beberapa minggu ini" jawab Wayan santai sambil menatap lurus kedepan.


"Gimana sih Aji?!" Kama tidak habis pikir melihat reaksi santai ajinya. Gadis itu lantas memukul lengan Wayan lagi.


"Aaww..! Sakit Kam.., kamu kok hobi banget mukul sih! Harusnya kamu yang jadi bodyguard, bukan Arya!" Wayan mengaduh kesakitan. Pria berusia 28 tahun itu heran dengan kelakuan keponakannya.


"Kamu harus tahan banting ya Adrian, kalau mau punya istri kayak dia" sambung Wayan lagi sembari melirik kebelakang sekilas. Sutra tak berkomentar, ia hanya diam, tapi sepintas ia membayangkan suatu saat nanti pasti akan dipukul juga oleh Kama.


Cinta sudah benar-benar membutakan Sutra. Ia malah berharap bisa semakin mencintai Kama ketika tiba giliran dirinya yang dipukul suatu saat nanti. Hahaha, ternyata jadi bucin bisa lebih gila lagi dari orang gila beneran. Hiiii...


"Makanya Aji jawab yang bener! Masa Aji bisa santai begitu sementara cottage kita diambil orang lain?!" ucap Kama menggebu-gebu.


"Astagaaa, gak ada mau ngambil cottage kita kok, Kamaa! Itu mereka cuma mau renovasi.." jelas Wayan lagi.


"Loh, terus mafia tanah yang duplikat sertifikat cottage kemarin?" Kama makin kebingungan.


"Oh, enggak.. Itu cuma salah paham aja kemarin. Ternyata mereka semua adalah anak buah abah kamu" jelas Wayan lagi.


Apa???


"A-abaah..?" seketika Kama tergagap, susah payah ia berucap. Suaranya yang semula ngegas berubah jadi parau. Ia tak menyangka akan mendengar kata itu.


A-abah?? Apa itu maksudnya adalah orang yang melukai biang dulu? Orang yang meninggalkan biang hingga tergeletak pingsan diteras cottage.. Orang yang menjadi sebab aku menderita kelainan psikologi hingga saat ini..


"Iya, abah kamu! Sekarang dia ada di Bali, menunggu kita sampai di villa bersama biangmu juga" Wayan bercerita dengan semangat. Ia sudah tidak tahan ingin membagi berita bahagia tentang rencana pernikahan ulang ayah dan ibu kandung dari keponakannya itu.

__ADS_1


Kama tak lagi bersuara, tenggorokannya seketika kering. Ia begitu terkejut mengetahui kalau saat ini dia akan bertemu dengan ayahnya lagi. Orang yang menjadi sebab segala permasalahan dalam hidupnya.


A-abah.. Apa aku siap bertemu dengannya? Apa aku siap melihat wajahnya lagi? Ku akui rasa benciku padanya sudah memudar, aku sudah terima dengan semua penjelasan Biang tentangnya, tapi.., tapi aku gak yakin aku siap bertemu dengannya sekarang. Ini terlalu cepat!


Empat puluh lima menit berlalu akhirnya mobil van yang membawa mereka semua memasuki jalan kecil yang agak menanjak. Diujung tanjakan itulah villa yang mereka tuju, tempat dimana ayah dan ibu Kama sudah menunggu kedatangan mereka.



Perasaan dihati Kama semakin berkecamuk. Tidak lama lagi gadis itu akan bertemu dengan ayahnya. Perlahan detak jantung Kama bertambah kencang, napasnya mulai naik turun. Ia seperti sedang jogging padahal kenyataannya ia tidak sedang melakukan aktifitas apapun.


Seketika telapak tangan gadis itu pun mulai basah. Efek dari rasa bingung, takut, terkejut yang luar biasa bercampur jadi satu. Kama terus mengepalkan kedua telapak tangannya, menahan rasa campur aduk yang menguasai hati dan otaknya saat ini. Tipis-tipis peluh di keningnya pun ikut muncul. Begitu kacaunya Kama saat ini, namun tidak ada seorangpun yang tau. Bahkan Sutra sekalipun.


Mobil van berhenti tepat di depan villa. Mereka sudah sampai. Perlahan pintu mobil terbuka otomatis kiri dan kanan. Tampak sosok Biang berdiri diteras villa dengan jarak enam meter dari mereka, melambaikan tangan dengan senyum cantiknya yang merekah.



Aji Wayan turun lebih dulu dari pintu sebelah kiri, disusul oleh Arya yang duduk dibelakang kursinya. Saat Kama menoleh menatap ke arah Biangnya, dari belakang muncul sosok pria paruh baya berkacamata.


Itu pasti dia!


Seketika ingatan Kama tentang peristiwa sepuluh tahun yang lalu mulai flashback, entah kenapa perutnya jadi mual, seperti ingin muntah. Ditahannya perasaan itu, hingga menjadikan peluh dari keningnya semakin banyak menetes.


"Ayo turun, Kam.." panggil Wayan dari luar mobil, tapi Kama tetap diam.


"Babe.., ayo.." tegur Sutra lagi dari kursi belakang. Laki-laki itu menunggu Kama turun lebih dulu baru ia menyusul.


Tapi yang terjadi diluar dugaan. Kama turun dari pintu sebelah kanan lalu berlari kencang. Sontak Sutra terkejut,


"Babe..!" ia buru-buru mengejar Kama, diikuti oleh Arya selaku bodyguard Kama.


Sekuat tenaga Kama berlari menjauh dari mereka semua. Ternyata dirinya belum siap bertemu dengan ayah kandungnya. Sambil terus berlari airmata Kama menetes tanpa henti. Entah apa kesedihan yang harus ia tangisi, ia pun bingung. Karena seharusnya ia bahagia bisa bertemu dengan ayahnya. Namun tidak demikian.


Peluh dikening gadis itu serta detak jantung yang makin cepat seolah terbayar lunas dengan larinya yang kencang, seperti sedang mengikuti kontes lari jarak jauh. Padahal sesungguhnya Kama adalah orang yang santai dan cuek, tapi hari ini semua sifatnya itu luntur seiring dengan ketidaksiapan fisiknya bertemu dengan ayah kandungnya itu.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Kemana Kama pergi?


Apakah Sutra atau Arya yang bisa menemukan Kama nanti?

__ADS_1


Dan bagaimana dengan rencana pernikahan ulang Datuk Emran dengan Ida Ayu???


__ADS_2