
Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas ππ€π
-
-
Aroma tubuh Kama yang begitu menggoda menarik Sutra meninggalkan jejaknya di sana. Laki-laki itu meninggalkan tanda kepemilikan atau biasa disebut kissmark, di leher Kama. Bibir Sutra yang nakal menjejaki leher Kama di posisi agak kebelakang.
Reflek, Kama mendorong badannya.
"Ngapain kamu, Mas?" pertanyaan itu terlontar dari mulut Kama. Apa yang Sutra lakukan barusan adalah hal asing bagi Kama. Jangankan melakukan, mengetahui infonya saja Kama belum pernah.
Lagi asik-asiknya ngenyot malah di dorong. Siapa yang tidak terkejut dengan perlakuan itu? Untung Sutra tidak terjerembab.
"Bikin stempel kepemilikan." Entah ide dari mana tapi Sutra bisa menjawab demikian. Ia tidak protes sama sekali dengan reaksi Kama.
"Maksudnya?" Kama segera meraba lehernya dengan tangan.
"Iya, biar semua orang tau kalau kamu punya aku." Tanpa merasa bersalah Sutra menjawab demikian.
"Jadi ini ninggalin bekas?" Wajah Kama berubah khawatir.
Namun dengan bangganya Sutra mengangguk sembari tersenyum.
"Ih, apa-apaan sih?! Nanti kalau kelihatan orang gimana?" Kama jadi kesal dengan kelakuan Sutra.
"Memangnya kenapa? Kamu kan istri aku. Ntar kalo ada yang tanya, biar aku yang jawab." Dengan santainya Sutra menjawab demikian.
Untung saja sandiwara amnesia banyak menolong Sutra sekarang. Ia bisa berkata-kata dengan santai tanpa harus memikirkan kemarahan Kama.
Tapi wajah Kama belum juga normal. Yang ada di otaknya adalah bagaimana nanti kalau sampai ada yang lihat tanda merah itu.
Sutra kembali mendekat, ia menelusup ke tengkuk leher Kama sembari memeluk pinggang istrinya itu.
"Pasti dulu aku yang ngejar-ngejar kamu ya, Babe ..." ucap Sutra pelan.
"Kamu udah ingat Mas?" Kama tertegun dengan kalimat Sutra, membuatnya lupa dengan kekesalannya barusan.
__ADS_1
Wah-wah, memang luar biasa best actor kita satu ini. Ia pintar membuat topik yang baru agar Kama melupakan kesalnya.
Tolong kalau ada sutradara yang baca, segera teken kontrak exclusive stripping buat Sutra. Fee 25% buat othor ya, hahaha.
"Belum, tapi aku ngerasa kalau aku jatuh cinta banget sama kamu ..." Untuk yang satu ini Sutra tidak berbohong. Memang benar adanya, setiap hari Sutra seolah mengulang rasa jatuh cintanya pada Kama.
Betapa beruntungnya jadi seorang Kama yang di cintai sepenuh hati, setiap hari tanpa henti oleh seorang Sutra.
Mas ..., bahkan lagi sakit pun kamu selalu berkata-kata semanis ini. Maafin aku yang belum menjadi istri sempurna buat kamu Mas ...
Kama lantas membalas pelukan Sutra. Ia melingkarkan tangannya ke bahu laki-laki itu sembari menghirup aroma maskulin tubuh Sutra lebih dalam. Ada perasaan yang mengelitik di hati Kama.
Hormon dalam tubuhnya sedikit demi sedikit terpancing.
Aku punya kamu, kamu punya aku, kalimat Sutra kembali terngiang di otak Kama.
Apa itu artinya, dari kepala sampai kaki aku milik Mas Adrian? Dan dari kepala sampai kaki Mas Adrian milikku? Duuh, kok jadi sampe kesitu-situ sih. Aku gak nyangka kalau menikah bisa seribet ini. Itu artinya aku haruuuuss....., begituan?????
Kama masih terus bergulat dengan pikirannya. Sementara Sutra terus melancarkan aksi. Ia sengaja meniup-niup kecil telinga Kama, memancing reaksi protein tinggi yang baru saja mereka makan tadi.
Ayo donk Babe...
Tapi Mas Adrian kan udah janji, tidak akan melakukan hubungan suami istri sampai aku siap. Dan aku juga belum tau kapan aku siap. Cumaaaa, mana mungkin dia ingat, dia kan masih sakit... Apa harus kuingatkan? Aku takut buat dia terkejut dan kecewa. Pasalnya sampai detik ini dia berpikir kalau hubungan kami begitu harmonis layaknya pasangan dewasa.
Akuuu..., aku bingung harus gimana. Aku mencintai Mas Adrian setulus hati, tapi aku takut melakukan hubungan itu... Aku takut sakit, takut lecet, takut, akh pokoknya aku takut...
Aku bukan orang bodoh, aku pernah belajar soal itu di sekolah dulu. Walau aku tidak perduli, tapi aku paham tata caranya. Hanya tinggal memasukkan punya Mas Adrian ke punya ku sampai dia muntah bubur sumsum, begitu kan?
Apa aku harus merelakan dia melakukan itu malam ini?
Aku juga takut gimana nanti kalau aku sampai hamil. Aku masih mau kuliah, aku belum sanggup melahirkan dan mengasuh anak.
Atau..., aku berpura-pura ngantuk saja ya, pasti dia gak akan marah. Paling-paling dia cuma diam, tapi aku gak tau apa isi hatinya. Bisa-bisa setelah itu dia akan menghubungi Chelsea..., atau Chelsea yang akan menggodanya lagi. Gak! Aku gak mau itu terjadi!
Aaah, segini sulitnya jadi istri....!!
Ternyata godaan Sutra berhasil seiring dengan rasa takut di pikiran Kama atas kehadiran Chelsea kembali.
__ADS_1
Ya, memang benar, Kama tidak salah. Chelsea bukan lawan yang enteng. Walau terlihat lemah, tapi Chelsea itu perempuan gila. Dia bisa saja berbuat hal aneh pada Sutra mengingat keadaan Sutra yang amnesia.
Kama lantas melepas pelukan mereka, menatap serius manik mata abu milik Sutra.
Hmuuuufffttt, baiklah aku ikutin mau kamu Mas, tapi...
"A-aku tau kamu mau apa, Mas..." Kama memberanikan diri berbicara.
Sutra hanya tersenyum dengan mata sayu seolah sudah sangat mengingankan istrinya.
Let's get started, Babe...
(mari kita mulai, sayang)
"Tapi jangan sammm, hmmmm--" ucapan Kama terhenti seiring dengan menempelnya daging pink kenyal milik Sutra, atau kita sebut namanya marsmellow pink.
Laki-laki itu sudah tidak sanggup menahan hasratnya lebih lama. Ia ingin Kama, benar-benar ingin Kama dengan segenap jiwa raganya.
Tiga detik Sutra menikmati bibir tipis Kama dengan lembut seperti ice cream di atas cone, lalu ia lepas. Dan mengulanginya lagi sampai Kama membuka mulutnya, pertanda kalau ia boleh masuk lebih dalam.
Ya. Pertandingan babak ketiga di mulai. Ayo siapa kubu Kama dan siapa kubu Sutra? Tolong tinggalkan komennya di bawah ya guys!
Ciuman hot Kama dan Sutra kembali berlangsung. Kali ini tidak boleh ada seorang pun lagi yang mengganggu. Titik.
Begitulah yang ada di benak Sutra sekarang. Ia ingin kusyu' menikmati getaran cinta yang membara antara ia dan Kama.
Sementara Kama? Siapa sih yang bisa menolak permainan soft and smooth bule bermata abu itu? Entah kenapa marsmellow pink Sutra membuat Kama terus merasa ketagihan. Ia tidak bisa menolak, bahkan ingin sekali menikmatinya terus menerus walau malu.
Dejavu di otak Kama mengatakan kalau sebelumnya ia begitu menyukai jelly pink milik sutra yang sudah seperti candu baginya. Entah dimana dan kapan itu, Kama masih belum ingat.
πππ
Ternyata sesungguhnya bukan Sutra yang lupa ingatan, melainkan Kama
Kama yang melupakan adegan panas malam pertama mereka, sementara Sutra mengingat semuanya tanpa terkecuali
Lagi menuju panas gini, kok di potong lagi sih thorrrr????
__ADS_1
Aah, sabar gaes, othor tarik napas dulu yang dalam, biar kuat nulisnya... ππ
Tungguin ya, lagi di kebut kok ini...