
Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas ππ€π
-
-
Satu jam telah berlalu tapi tiga paket seafood yang di pesan Sutra belum juga habis. Kama hanya sanggup menghabiskan seperempat porsi saja. Itupun karena permintaan Sutra yang terus memaksa.
"Mas, aku udah gak sanggup lagi. Sumpah!" ucap Kama begitu ia selesai mengunyah lobster dalam mulut.
"Yaudah, cuci tangan gih sana," akhirnya Sutra mengijinkan Kama berhenti makan, sementara ia membenahi meja, menyimpan sisanya kedalam tempat tertutup dan mengumpulkan sampah makanan ke dalam kantungan.
Saat Kama keluar dari kamar mandi, semuanya sudah beres. Meja juga sudah bersih dari bekas tumpahan kuah makanan tadi.
Loh, udah beres semuanya ya. Baru kali ini aku liat Mas Adrian semangat banget
Sutra juga sudah mencuci tangannya di westafel. Sekarang ia berencana untuk sikat gigi sebelum melanjutkan rencana di otaknya.
Selagi Sutra di kamar mandi, Kama meraih ponselnya lalu mengecek notifikasi wa yang masuk. Ada pesan dari Mini, Biang, Tante Lulu dan juga Reyhan.
Reyhan? Tumben...
-Reyhan-
β’ Kam, maaf ya kalau di kampus tadi gue kaku sama lo
β’ Apa yang lo bilang mungkin benar, cinta datang karena terbiasa, dan gue sudah terbiasa bareng Mini. Doain gue awet ya sama dia, dan gue juga doain lo bahagia sama pak Adrian.
β’ Tapi kalau sampai dia bikin lo gak bahagia, gue pastiin dia bakalan nyesel seumur hidup
Hehehe. Reyhan, ada-ada aja. Gue tau lo cowok baik Rey, dan lo juga lucu, makasih udah mau jadi sahabat gue. Tapi sory, hati gue udah di ambil sama Mas Adrian
-Kama-
Hehehe, makasih Rey
Setelah itu Kama membuka pesan dari Mini.
-Mini-
Kam, weekend ini kita holiday bareng yuk, nginep di Puncak, lo bisa gak?
Gue gak diijinin mama nginep kalau cuma berdua sama Reyhan.
Ayo donk Kam, gue pengen banget naik paralayang niiih, pleaseee
Kama belum bisa membalas pesan Mini, ia ingin bertanyakan pada Sutra lebih dulu apakah Sutra mau pergi berlibur dengan mereka.
-Tante Lulu-
β’ Kam, Adrian gimana kabarnya?
β’ Oh iya, lusa dinner di restoran papa tante yuk, mumpung Abah dan Biang kamu masih di Jakarta. Sekalian ajak mertua kamu juga
Ah iya bener. Udah lama Tante Lulu ngajak ke restoran papanya, tapi batal terus
__ADS_1
-Kama-
β’ Mas Adrian sehat, Tante. Tapi amnesianya masih
β’ Besok Kama kabarin ke mereka deh kalau gitu.
β’ Oh ya, titip cium buat Jason ya Tante
Lalu pesan terakhir dari Biang
-Biang-
β’ Lagian ngapain Nak? Gimana keadaan menantu Biang?
β’ Oh ya, ada berita baik yang mau Biang sampaikan ke Kama. Kapan kita ketemu?
-Kama-
β’ Kama lagi nginep di Depok, Biang. Mau ngurus cuti kuliah.
β’ Mas Adrian juga ikut nemenin Kama disini
β’ Lusa Tante Lulu ngajak Abah dan Biang dinner di restorannya. Kita ketemu disana aja yuk Biang, bisa kan?
Ternyata sejak tadi Sutra sudah duduk di samping Kama. Perempuan itu tidak menyadari karena sibuk membalas pesan di ponselnya.
"Eh, Mas ..." Kama menoleh ke samping, dan terhirup aroma parfum maskulin dari tubuh Sutra.
Kok dia wangi banget? Pake parfum ya? Jam segini mau kemana? Apa mau keluar?
Memang benar apa yang Kama bilang. Sutra menyemprotkan parfum ke badannya saat di kamar mandi tadi. Ia tidak ingin bau seafood masih menempel agar acara ulek-ulekannya dengan Kama nanti bisa berjalan dengan baik.
"Banyak Mas. Dari Biang, Tante lulu, Reyhan dan Mini" ucap Kama sembari meletakkan ponselnya diatas pangkuan.
Apa katanya tadi? Reyhan? Si bocah tengil itu?!
Sutra ingat betul dengan sosok Reyhan. Bocah tengil yang menurutnya menjadi pengganggu hubungannya dengan Kama. Ingin sekali ia protes soal Reyhan, tapi apa boleh buat. Sandiwara amnesianya harus terus ia perankan dengan baik.
"Ooh ..."
"Mas, tadi tante Lulu bilang kalau lusa dia ngajak orangtua kita dinner di restoran papanya." Kama mengabari soal undangan Lulu.
"Ooh..."
"Terus tadi Biang juga bilang, ada kabar baik yang mau di sampein ke aku"
"Ooh ..." Sutra malas menanggapi ucapan Kama setelah tau kalau Reyhan juga mengirim pesan.
Kok tiba-tiba Mas Adrian jadi bete gitu?
"Mas, kamu kenapa sih?" Kama segera bertanya.
"Reyhan itu siapa?" Bukannya menjawab, tapi Sutra bertanya balik.
"Kamu cemburu?" Kama menaikkan alisnya.
__ADS_1
"Dia siapa? Laki-laki kan?" tanya Sutra lagi.
Kama tersenyum dan menyadari kalau sifat cemburuan Sutra tidak berubah sama sekali walau ia sedang amnesia.
"Dia sahabat aku, Mas ... Pacarnya Mini," jelas Kama.
Hmm, apa iya Mini dan Reyhan sudah pacaran? Tapi baguslah kalau memang gitu, aku gak perlu khawatir.
"Dia kirim pesan apa ke kamu?" Sutra masih penasaran dengan isi wa Reyhan.
"Ucapan selamat karena kita udah nikah, sekaligus doain kamu cepat sembuh. Kan kamu pernah jadi dosennya juga waktu dulu," jelas Kama lagi.
"Hm, gitu ...," jawab Sutra senyum. Ia merasa lega mendengar penjelasan Kama.
"Terus satu lagi, pesan dari Mini belum aku balas Mas." Kama menghadap ke suaminya.
"Weekend nanti Mini ngajak kita liburan bareng ke Puncak. Kamu mau gak? Kalau gak mau juga gak apa-apa, biar aku kabarin ke Mini sekarang." Kama menunggu jawaban Sutra.
Puncak? Kebetulan banget! Tapi kenapa kita gak pergi berdua aja sih Babe. Yaudahlah, gak apa-apa. Ntar disana bisa pisah kamar kok.
Seketika Sutra melingkarkan tangannya ke pinggang Kama. Mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah Kama sembari berucap,
"Asalkan sama kamu, aku mau ..." Hembusan napas Sutra menyapu bagian wajah Kama.
Iih, apaan sih?! Lagi-lagi bikin ge-er...
"Babe ..." ucap Sutra pelan.
"Heum ..." saut Kama. Jantungnya kembali berdendang. Kupingnya panas, pipinya panas, dan otaknya pun ikut panas.
"Kita lanjut yang tadi yuk ..." bisik Sutra di telinga Kama. Deru napasnya menyapu bagian sensitif semua perempuan yakni area telinga. Membuat tubuh Kama sedikit menegang, tersengat aliran listrik volume rendah.
Sayup-sayup bulu halus di tengkuk dan bagian punggung atas Kama berdiri. Ya, perempuan satu ini memiliki beberapa area yang di tumbuhi bulu halus yang lebat.
Maassss....
Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Kama hingga Sutra menganggap bahwa Kama setuju dengan ajakannya.
Sutra lantas mendaratkan hidungnya di leher Kama, menghirup aroma tubuh Kama yang selalu membuat dia tergila-gila. Semakin dalam ia hirup ia semakin ingin menjelajahi area itu. Pelan-pelan di sentuhnya kulit mulus eksotis Kama dengan bibir.
Satu kecupan, dua kecupan, tiga kecupan dan,
Mass, kamu ngapain???
πππ
Idiiiiwww, mau ngapain itu si Sutra??? π±
Apa yang dia lakukan gaes??
Aku gak tau iiiih...
Kita kepoin aja di next eps nya yuk...
Cekidot π
__ADS_1