When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season 2 - Minta Bantuan Abah


__ADS_3

Eh eh guys pencet LIKE dan VOTE-nya dulu donks, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas πŸ™πŸ€—


sarang buruuuung, eh sarangheyo 😘😘


-


-


Kuala Lumpur


Selesai sarapan dengan keluarga Ibrahim, Kama dan Sutra meminta waktu untuk ngobrol serius dengan Datuk Emran. Beliau menyetujui lalu membawa mereka ke ruang kerjanya.


"So, nak cerita ape ni?" tanya Datuk Emran begitu mereka hanya tinggal bertiga di ruangan.


"Abah, Kama mau minta tolong serius." Kama langsung ingin ke inti masalah.


"Maaf Abah, Sutra potong." Sutra menyanggah lalu menatap lekat istrinya.


"Gak gitu, Babe. Kamu gak bisa langsung to the point. Aku gak setuju. Kita harus tau cerita dari Abah lebih dulu soal ayah Chelsea." Nada bicara Sutra tenang, namun tatapannya tidak main-main. Ia tidak mau Kama gegabah dan langsung menekan ayahnya untuk menolong Chelsea sementara mereka tidak tau apa permasalahan yang sudah terjadi diantara kedua orang tua itu.


"Aku gak perduli soal itu, Mas. Yang aku tau, aku cuma mau bantuin Dega dan Chelsea sekarang." Tapi Kama tidak menangkap maksud Sutra. Yang ia tangkap malah sebaliknya. Kama pikir Sutra masih kesal pada Chelsea hingga menahan dirinya untuk tidak bicara langsung pada Datuk Emran.


Ternyata penyakit Kama belum sepenuhnya sembuh. Sifat egoisnya sesekali masih dominan. Ia masih tidak perduli dan hanya fokus pada tujuannya saja. Padahal permasalahan yang terjadi semua saling terkait, tidak bisa di pisah satu persatu.


"Ape pula ni? Tak paham, Abah. Kenape jadi korang berdebat?" Suara Datuk Emran memecah ketegangan pasangan muda itu. Namun mata Sutra belum lepas menatap Kama. Ia bahkan menggenggam tangan istrinya.


Good, ai suke gaya yu Adrian. Yu pintar jinakkan anak ai. Tenang but tegas.


Sebagai seorang suami Sutra merasa harus mampu membimbing istrinya bersikap bijak. Melihat masalah secara keseluruhan, hingga tau apa sebab akibatnya kelak. Membuang jauh egois dan mencari jalan terbaik untuk kedua belah pihak.


"Tapi ini gak baik, Babe. Ketidakperdulian kamu itu justru akan menambah masalah. Jadi sekarang kita urut dulu masalahnya dari awal, baru kita bisa minta tolong ke Abah, oke?" Sutra memberi pengertian, dan Kama terpaksa mengiyakan. Padahal sejujurnya Kama masih ingin membantah. Ya, begitulah aslinya Kama. Keras kepala dan hanya tau apa yang dimauinya saja.


"Maaf, Bah, tadi Adrian sama Kama salah paham sedikit." Kemudian Sutra beralih menatap mertuanya.


"Gina, Bah. Kita mau tanya soal permasalahan antara Abah dengan ayahnya Chelsea," sambung Sutra.


"Maksud yu orang Jepang tu?" Datuk Emran meyakinkan, dan Sutra mengangguk.


"Hehehe, end. Tak de lagi masalah." Datuk Emran tertawa kecil.


"Tapi teman kita masih terlibat dalam masalah itu, Bah. Kita gak tega dan merasa harus menolong dia," ucap Sutra.

__ADS_1


"Siape lagi?"


"Dega, Bah. Orang yang bersama Chelsea di video terlarang itu," sambar Kama.


"Oh budak tu. Hehehe, betuaaah die dapat gratis." Kembali Datuk Emran tertawa kecil mengingat video hot Dega dan Chelsea.


Oh astaga, Abaaah, aku mau liat juga donk videonya ...


"Tapi Dega mau tanggung jawab, Bah. Dia mau nikahin Chelsea," sambung Kama lagi.


"What? Baek betul budak tu, kan bukan salah die, jadi buat ape die nak kawen?" Datuk Emran jadi heran.


"Mereka saling mencintai, Bah," jawab Kama.


"Halah, cakap cinte pula. Jadi untuk ape budak Jepang tu kejar Adrian hingga celakakan anak Abah?" Nada suara Datuk Emran mulai berubah, emosinya mulai terpancing.


"Enggak, Abah salah paham, Chelsea gak celakakan Kama sama sekali." Kama terus berusaha menutupi kesalahan Chelsea.


"Abah tak stupid lah Kama! Abah tak suke rencane Kama macam tempo hari tu! Ampir Abah bunuh Aiman sebab pasal tu!" Datuk Emran menekan kalimatnya.


"Babe, please, no debat! He is your father." Sutra menegur Kama. Laki-laki itu tidak mau melihat Kama bertengkar lagi dengan ayahnya.


Memang sejak awal komunikasi Kama dan ayahnya tidak pernah lancar. Mungkin karena sifat mereka yang sama-sama keras, tidak mau kalah satu sama lain.


"Huuuuufffttt ..., yaudah aku ngalah, Mas. Aku tunggu di luar. Kamu aja yang ngobrol sama Abah." Kama menghela napas panjang, lalu kemudian pergi meninggalkan Sutra bersama ayahnya.


Sepeninggal Kama, Sutra menjelaskan semua dengan caranya. Pengalaman menjadi bawahan Datuk Emran membuat laki-laki itu terbiasa berkomunikasi lancar dengan beliau. Sutra juga pintar memilih kata-kata yang tepat agar Datuk Emran mau berpikir untuk menolong hubungan Dega dengan Chelsea.


"Jadi macem tu niat korang?" tanya Datuk Emran.


"Iya, Bah. Abah mau bantu, kan? Kasihan mereka, Bah. Sampai sekarang Dega gak bisa komunikasi dengan Chelsea, ponselnya mati. Jadi kami gak tau gimana keadaan dia," terang Sutra.


"Yu yakin budak Jepang tu dah berobah?" Datuk Emran masih curiga pada Chelsea.


"Insya Allah, Bah," jawab Sutra sok yakin, padahal diapun tidak sepenuhnya percaya dengan Chelsea. Tapi semua demi Dega, sahabat kental manis yang terpaksa dia ikhlaskan hutangnya.


"Okelah kalau macam tu." Datuk Emran lantas mengangkat gagang telepon ruang kerjanya untuk menghubungi seseorang.


"Hallo, Azizah," ucapnya setelah telepon tersambung. Ternyata ia menghubungi asisten pribadinya.


"Hubungi Sakamoto sekarang. Ai nak cakap dengan die." Datuk Emran memberi perintah lalu meletakkan gagang telepon.

__ADS_1


Sembari menunggu, Datuk Emran bertanya sesuatu pada Sutra.


"Hei Adrian,"


"Ya, Bah?" tanya Sutra.


"Macemane yu boleh jinakkan anak ai tu? Keras betol, nak belage je dengan ai." Ternyata Datuk Emran menanyakan soal itu.


Waduuh ..., Abah gak tau aja kalau dari dulu aku udah kenyang makan hati, makan jantung, makan usus, dan semuanya.


"Abah tengok sejak mule kalau dengan yu, die patoh. Ape rahasianye?" Datuk Emran makin penasaran.


"M ..., hehehe, anu Bah, m ..." Sejujurnya Sutra pun tidak tau harus menjawab apa. Kalaupun tadi Kama membantahnya dia pasrah, berarti tatapan matanya yang serius pada Kama tidak mempan. Tapi nyatanya alhamdulillah berhasil.


"Anu? Anu ape ni? Tapi Abah tengok tak hamil juganya anak Abah tu. Tak hebatlah anu tu ..." Datuk Emran melirik ke celana menantunya.


Astaga Abaaaaaah????!!!


"Ah, hehehe ..., Abah bisa aja becandanya." Sutra pura-pura tertawa, padahal dia kesal.


Hadeeh, untung mertua kalau bukan udah gue tunjukin prajurit tempur gue biar dia kaget sekalian!


"Tak gune besar kalau tak de hasil. Tengok ni macem Abah, dah ada bukti." Datuk Emran seolah tau apa yang ada di pikiran menantunya sekaligus tersenyum membanggakan dirinya yang telah berhasil menghamili Ida Ayu.


Apaaa??? Dia bisa baca pikiranku??? Waaah bahaya ini!


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Ahahahaha ..., keok si Sutra.


Betul kata Datuk Emran, "tak gune besar kalau tak de hasil" 🀣🀣


Mak jleb! Sadis dan menusuk hingga ke jantung.


Guys, ada sedikit pengumuman nih !


Mohon maap guys, author gak bisa nepatin janji untuk mengakhiri cerita WKMS dengan 5 episode. Karena ternyata episodenya lebih dari 5, πŸ€¦πŸ™


Soalnya kisah Dega sama Chelsea juga banyak cobaannya, jadi harus di ungkap juga. Apalagi sudah banyak yang mencintai pasangan CINTA SATU MALAM itu. Jadi author putusin untuk lanjut tanpa peduli dengan mata-mata yang berkeliaran πŸ˜‚βœŒοΈ


So, selamat menikmati guys πŸ€—πŸ˜˜

__ADS_1


Jangan lupa dukungan LIKE dan VOTE koin ataupun poin buat author. Makasiiii...


Sarang beooo, eh salah, sarang heyooo 😘


__ADS_2