
"So, weekend ini kita berangkat ke Malaysia. Are you ready, boy? Ayah booking tiket nya hari ini" ucap ayah
"Ok ayah"
Itu percakapan terakhir Sutra dengan ayah nya di telfon barusan. Mereka berencana berangkat ke Malaysia hari Jumat nanti untuk menemui Datuk Emran Ibrahim selaku klien baru mereka.
Sutra tampak sangat bahagia setelah berbicara di telfon dengan ayah nya. Begitu bahagia nya dia dan tak lupa bersujud syukur di teras musholla tempat ia duduk saat ini. Sutra tak menyangka konsep design yang di buat nya dapat menarik perhatian orang Malaysia itu. Padahal awal nya Sutra tidak pede untuk mengikuti tender nya,
sebab ini pertama kali nya ayah Sutra menyuruh nya ikut dalam tender proyek besar, dan bersaing dengan arsitek profesional lain nya.
Saat itu, kira-kira 6 bulan yang lalu, Sutra baru saja selesai berenang di kolam renang rumah nya, dan ingin mengering kan badan sejenak. Ia duduk di kursi santai yang terbuat dari anyaman rotan di pinggir kolam renang. Tak berapa lama Mr.William datang menghampiri, di iringi dengan Quiny yang membawa 2 gelas teh hangat untuk ayah dan kakak nya. Mr.William duduk di kursi santai satu nya lagi
"Thank you, baby" ucap Mr.William ke Quiny setelah Quiny meletak kan 2 gelas teh hangat yang di bawa nya di atas meja kecil di dekat tempat mereka duduk.
"Thank you, my Quin.. eh, skalian cemilan nya donk, hihihi.." ucap Sutra ke adik nya Quiny. Namun Quiny tidak menjawab,
ia hanya melirik dan mencebik kan bibir nya ke Sutra dan segera meninggal mereka berdua.
"Hehehe..." Mr.William tertawa melihat kelakuan kedua anak nya
Semenit kemudian Quiny kembali lagi dengan membawa piring yang berisi kentang goreng dan nugget. Ia meletak kan piring itu dengan cibiran,
__ADS_1
"Nih.., buat anak kesayangan ibu!" oceh Quiny
Namun ibu mereka menyahut dari dapur, kebetulan letak dapur bersebelahan dengan kolam renang,
hanya di pisah oleh pintu kaca besar yang bisa di dorong hingga terbuka lebar.
"Dua-dua nya anak kesayangan ibu kok" ucap ibu yang di sambut gelak tawa Sutra dan ayah nya.
"Hahahaha....."
Setelah mereka semua selesai tertawa, Mr.William lantas membuka obrolan serius dengan Sutra.
"Boy.., i have a big project for you"
"Proyek besar? Jangan ayah.. Sutra belum pantas" jawab Sutra seraya tersenyum ke ayah nya.
"No, you have to try.. menang atau kalah itu urusan belakang" (Tidak, kau harus coba.. menang atau kalah itu urusan belakang), ucap Mr.William meyakin kan anak nya.
Sejenak Sutra tampak diam dan berpikir, lalu ia bertanya pada ayah nya,
"..... ini proyek apa ayah?"
__ADS_1
"Resort.., a luxury resort in Malaysia" (Resort, sebuah resort mewah di Malaysia), jawab Mr.William
Sutra kembali berpikir, ia tidak begitu yakin apakah ia mampu membuat konsep nya. Apalagi tidak ada ide apapun yang terlintas di kepala nya saat ini. Sebuah resort mewah di Malaysia, apa mungkin aku bisa membuat nya? gumam Sutra
"Come on, boy.., i trust you" (Ayolah nak, aku percaya kau), Mr.William kembali meyakinkan anak nya
Sutra menarik nafas panjang,
"Hmmmuuuuuhhh.. ok, bismillah.. Sutra ikut ayah" jawab Sutra seraya tersenyum pada ayah nya.
Entah kekuatan dari mana, yang pasti Sutra sudah meng-iya kan pada ayah nya untuk ikut dalam tender proyek resort mewah itu.
πππ
O-oooww, bakalan pergi jauh nih Jorge Louis ninggalin Maria..
TERIMAKASIH READERS YANG UDAH BACA SAMPAI PART INI ππ
KASI JEMPOL DAN TINGGALIN KOMEN YANG MANIS YA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT π€
JANGAN LUPA VOTE NYA JUGA (he..he..he)
__ADS_1
I Love U π