
Please jangan lupa tinggalin jempol dan vote nya ya biar authornya makin semangat π€π
happy reading..
.
.
"I.. i really love you, babe.." ucap Sutra lembut dengan keningnya yang menempel pada Kama.
Kama dan Sutra saling bertukar napas untuk beberapa detik. Tidak ada jawaban dari Kama, namun tak bisa dipungkiri jantungnya berdetak cepat, perasaan demi perasaan yang ada di hati Sutra tersalur penuh kedalam relung hati Kama. Begitu besar rasa cinta Sutra untuk Kama hingga mengalahkan segala ego Kama yang biasanya menjadi garis batas diantara mereka.
"Ja-jam.. berapa seka..rang..?" dengan susah payah Kama berucap, hanya kalimat itu yang bisa keluar dari mulutnya.
Reflek Sutra menarik badannya, membuat jarak diantara mereka kembali normal. Semua hasrat yang sempat bergejolak dalam diri Sutra ditekannya habis-habisan. Ia tidak mau melakukan tindakan yang diluar dari prinsip sebelum ada ikatan yang jelas diantara mereka, sekalipun bagian-bagian penting didirinya sudah hampir out of control, mengetuk-ngetuk minta disayangi.
Sadar Sut.., sadaaaar... Jangan sampe kelepasan!
Sutra melirik jam tangan nya,
"Lima menit lagi tepat jam tiga.." ucap Sutra sambil mengatur napas yang ritmenya naik dua kali lipat, serta debaran jantung yang terpacu kencang melebihi kecepatan Lamborgini nya om Hotman Paris.
Ahaha, tolong jangan dibayangin pas Lamborgini nya lagi tancap gas ya, bisa mati mendadak Sutra. Ini pas kebetulan lagi mogok, udah setahun gak diservis.
__ADS_1
"Yaudah yuk jalan.." Kama mengajak Sutra pergi menuju dermaga. Mereka berjalan dengan tetap bepegangan tangan.
Sampai di dermaga mereka kembali bertemu dengan Daniel and the genk. Satu persatu dari mereka naik ke speed boat yang sudah terparkir disitu, dan pegangan tangan Kama dan Sutra pun terpaksa dilepas agar bisa naik ke kapal. Mereka duduk berhadapan. Dikursi sebelah kanan ada Raisa, Daud dan Daniel, sementara disebelah kiri ada Vino, Stella, Sutra dan Kama.
"Gak berasa ya, cepet banget udah jam balik aja.." ujar Stella yang duduk bersebelahan dengan Sutra
Kapal pun pelan-pelan jalan meninggalkan Pulau Tidung.
"Iyaa, padahal kita belum explore tempat lain, baru sampe Jembatan Cinta dan Pulau Tidung Kecil" saut Vino
"Sayang, ntar kalau kita balik kesini, kita nginep ya.." ucap Raisa yang bergelayut manja dilengan pacarnya, Daud
Sesungguhnya Raisa adalah gadis yang manis. Ia tampak begitu mencintai pacarnya Daud, namun tanpa ia sadari Daud terus saja mencuri-curi pandang ke arah Kama. Sementara Kama hanya diam, ia tidak perduli sama sekali dengan orang-orang yang ada disekitarnya kecuali pada Sutra.
Mata Daud yang liar memperhatikan Kama sudah diketahui oleh Sutra sejak awal. Tidak jauh berbeda dengan Daniel yang sekarang memilih duduk berhadapan dengan Kama, yang berpura-pura sibuk dengan ponselnya.
"Eh bro, kalau kita mau main ke Tidung lagi, bareng aja yuk.." ucap Daniel menimpali yang diarahkannya pada Sutra
"Lumayan kan ongkosnya bisa berbagi.." sambung Daniel lagi.
Cih! Dalam mimpi lo! Mata sipit lo yang daritadi nyuri pandang ke cewek gue, udah mau gue colok, tau!
"Iya bener tuh, tapi kita explore pulau lain lah Dan.., kayak Pulau Pari, Pulau Harapan, dan pulau-pulau yang lain" giliran Vino menimpali
__ADS_1
"Iya bener tuh kata Vino.. Eh ya, gue minta nomor kontak Kama donk, sapa tau ntar bisa main bareng lagi.." ucap Stella seraya tersenyum pada Kama
Kama melirik kemudian dia pun mengeluarkan ponselnya, mengetik nomor kontaknya sendiri di panggilan telepon lalu menunjukkan pada Stella. Gadis itu malas meladeni mereka bicara, itulah sebabnya dia hanya menunjukkan nomornya lewat ponsel.
Stella langsung mencatat nomor Kama di ponselnya.
"Makasi ya Kam.., kapan-kapan gue boleh kan ngubungin lo.." ucap Stella dan Kama hanya mengangguk pelan dengan senyum.
Ternyata rencana meminta nomor ponsel Kama sudah dibicarakan oleh Daniel beberapa jam sebelumnya. Bahkan Daniel barusan mengingatkan Stella lagi lewat pesan wa. Cowok bermata sipit itu sengaja menyuruh Stella agar Sutra tidak curiga padanya.
Pertemuan pertama Daniel dengan Kama di atas speed boat membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.
Ada sesuatu dalam diri Kama yang begitu menarik hingga membuatnya begitu antusias ingin lebih dekat lagi walaupun dia tau kalau Kama sudah punya pacar, yakni Sutra. Keinginan Daniel mendekati Kama jauh lebih besar dari rasa tidak tau malunya. Bahkan Daniel sudah menyiapkan banyak rencana dikepalanya agar dia bisa kembali bertemu dengan Kama nanti.
Benar kata Sutra, sesungguhnya Kama begitu menarik. Setiap cowok normal pasti akan tertarik pada Kama, walaupun sikapnya datar dan dingin sedingin es lilin kacang ijo yang banyak dijual di sekolah SD. Hihihi..
πππ
Jiahaha, si Daniel belom tau siapa Kama..
Dia pikir semudah itu menaklukkan Kama??
Cocoknya diapain yah gaes si Daniel ini??
__ADS_1
Yuk kepoin next episode...