
Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas ππ€π
-
-
Ida dan Ajeng sudah didepan pintu kamar Sutra sekarang. Mereka saling bertatapan, memainkan mata satu sama lain.
"Gimana? Kita ketuk sekarang pintunya?" Ajeng berbisik pelan pada Ida.
"Jangan Mbak! Nanti kalau mereka lagi begituan, kan malu... Apa kita intip aja dulu, mastiin mereka lagi ngapain" saran Ida juga dengan berbisik.
Di lantai bawah Mr.Will dan Datuk Emran baru menyadari kalau istri mereka sudah tidak kelihatan lagi. Mr.Will lantas bertanya pada asisten rumah tangganya, dan diberitahukanlah bahwa kedua wanita paruh baya itu ada di lantai atas.
"What are they doing there? To Adrian's room?" Mr.Will terkejut.
"Iya Pak" jawab Retno, asisten rumah tangga keluarga William.
"Macemane pula? Nak mengintip ke?" Datuk Emran tak kalah terkejut.
Mr.Will dan Datuk Emran saling pandang, mereka lalu sepakat untuk menyusul keatas.
Sampai di lantai atas, Mr Will dan Datuk Emran mendapati istri-istri mereka sedang membungkuk didepan pintu kamar Sutra, berusaha mengintip lewat celah lubang kunci.
"Astaghfirulloh..., Ida! Ape pula yang Ida buat ni?!" pekik Datuk Emran pada istrinya. Ia malu melihat kelakuan tidak sopan Ida.
"Darling, what are you doing?!" pekik Mr.Will yang juga tak kalah malu melihat kelakuaan Ajeng.
Sontak Ida dan Ajeng pun kompak menegakkan badan. Wajah mereka tak karuan, seperti habis tertangkap satpol PP.
"Tak baek lah macam tu, Da! Mengintip, pula! Apenya Ida ni..." Datuk Emran kembali berseru, namun kali ini dengan suara yang lebih rendah dari sebelumnya.
Ida Ayu hanya bisa menggeleng-geleng seperti boneka pajangan mobil.
"Sayang, tunggu, ini gak seperti yang kamu pikirin..." Ajeng mendekati suaminya, berusaha menjelaskan apa yang sesungguhnya mereka lakukan.
"So, what?" tanya Mr.Will.
Mendengar keributan didepan kamarnya, pelan-pelan Sutra membuka matanya. Ia terbangun dari tidur bersamaan dengan Kama yang juga tertidur akibat kelamaan menahan tegang.
Mohon maaf, maksud tegang disini, adalah ketegangan jiwaraga Kama yang diapit oleh suaminya. Bukan tegang yang lain seperti tersengat listrik, atau terci-pok (tercium) komodo.
__ADS_1
Ngomong-ngomong soal komodo, dia masih lelah karena komandannya pun sedang lelah. Jadi tolong jangan ditanya-tanya, ntar kalau dia bangun bisa repot urusannya. Paham kan ya?
Sutra mendongakkan kepalanya yang masih berada diatas dada Kama.
"Makasih ya Babe. Walau cuma sebentar, tapi aku nyenyak banget" senyum simpul menghiasi wajah tampan Sutra.
Kama tidak berkata apa-apa, ia menjawab dengan senyum yang sama.
Sutra lantas bergeser posisi, menaruh kepalanya diatas bantal.
"Kepalaku berat gak?" tanyanya.
Kali ini Kama menjawab dengan senyum paksa, menyatakan kalau dadanya sudah pegal ditimpa kepala besar Sutra.
"Tapi enak banget bobo disitu, nyaman..." tambah Sutra lagi dengan suara manja.
Duileee, yang abis kelonan, bangun-bangun udah seger, pake sok manja pula! Tapi kok gak perduli dengan keributan didepan pintu kamarnya.
"M-mas, i-itu kamu denger gak?" ternyata Kama tidak budeg, ia menunjuk ke pintu kamar, asal keributan terjadi.
"Denger kok, makanya aku kebangun. Itu suara orangtua kita kan" saut Sutra santai. Sesungguhnya ia menyayangkan keributan itu disaat ia sedang menikmati tidur nyenyaknya.
"Biarin aja Babe. Paling juga mereka mau ngintip kita" pantas Sutra bisa ngibulin Kama. Ternyata ia memang pintar sampai sudah tau apa yang dilakukan orangtua mereka.
"Tapi, Maaasss...." Kama heran melihat reaksi suaminya. Bisa-bisanya Sutra sesantai itu sementara ayah ibu mereka sedang ribut-ribut di luar.
"Kenapa? Kamu mau aku ngecek mereka? Lagian orangtua kita aneh-aneh aja sih pake ngintip. Kayak mau sidak pasangan mesum aja!" keluh Sutra. Pelan-pelan ia bangkit dari rebahannya.
Sutra membuka kemeja yang ia kenakan, menyisakan dada bidang berbulu miliknya. Ia berjalan menuju pintu hendak membuka. Kama yang melihat kelakuan suaminya langsung melotot.
Bukan karena keindahan dada kemoceng milik Sutra, melainkan ia takut kalau orangtua mereka akan mengira mereka baru saja melakukan hal yang enak,
eh maksudnya hal yang halal dan bikin merinding kedua belah pihak. Contohnya kelitikan bulu ketek atau bulu hidung. Ah, bukan! Tapi yang itu, penyatuan jiwaraga yang membara atas nama cinta. Kalau kata orang bule, making love.
Eh, ngapain Mas Adrian buka baju segala? Gawat! Nanti mereka pasti mikir ke....
Buru-buru Kama menyusul Sutra ke pintu, namun telat. Pintu sudah terbuka dan ditarik oleh Sutra tepat disaat Kama sampai dan menabrak dada kemoceng miliknya. Rambut Kama yang berantakan serta kerah bajunya yang miring seolah kompak dengan penampilan Sutra saat ini.
"Ibu, Ayah, Abah, dan Biang, ngapain disitu?" tanya Sutra.
Kompak kedua pasang orangtua itu menoleh dan menyaksikan penampilan anak-anak mereka yang berantakan.
__ADS_1
Mr.Will dan Datuk Emran menjadi yang pertama memalingkan wajah, tidak mau berlama-lama menyaksikan pemandangan dihadapannya. Mereka berdua seperti paham dengan apa yang baru saja dilakukan Kama dan Sutra. Persis seperti hobi mereka setiap malam, dengan tambahan bonus weekend dan bonus bulanan. Mirip kuota internet ya. Hahaha.
"Darling, I will wait for you in the living room, now!" tegas Mr.Will sembari berlalu meninggalkan mereka semua.
"Abang juga tunggu Ida dibawah!" sambung Datuk Emran, lalu mengikuti langkah Mr.Will.
"Aduh Mbak..., mereka jadi salah paham sama kita Mbak..." keluh Ida khawatir.
"Ada apa sih sebenarnya Bu?" Sutra kembali bertanya.
"Biang, enggak, ini bukan seperti yang Biang pikirin..." Kama buru-buru membantah dengan versinya.
Alhasil mereka berenam berasumsi dengan pikiran masing-masing.
Mr.Will dan Datuk Emran menyangka kalau istri-istri mereka sedang mengintip Kama dan Sutra yang sedang bercocok tanam. Sementara Ajeng dan Ida hanya ingin memastikan kelakuan anaknya sebelum mereka menerobos masuk untuk membicarakan hal penting soal Kama.
Dan Kama sendiri khawatir kalau orangtuanya mengira ia baru saja selesai dicangkul oleh Sutra.
Untuk Sutra sendiri, ya begitulah siasat si bule berdada kemoceng itu. Ia sengaja membuat orangtua mereka salah paham. Tujuannya hanya satu, agar para orangtua tau kalau dia adalah seorang pejantan tangguh yang sehat dan siap tempur kapanpun ia mau. Sihiiiiiy.
Walau pada kenyataannya tidak demikian. Komodo Lang masih trauma untuk nongol setelah insiden kejepit kolor celana di kamar mandi rumah sakit tempo hari akibat ulah Kama.
Intinya Komodo Lang ngambek. Dia minta dibujuk, dielus, diusap, diremas, ditampol, dijitak, dicubitin, di..., eh bukan! Bukan! Tolong bukan itu! Jangan lakukan itu, Kama! Please, stop! Jangaaaaaaaan! Masih banyak yang menampung Sutra Adrian Zanyar kalau Kama membuangnya. Ini serius! Camkan itu, Kama!
πππ
Oh my God!!
Gemes liat Kama!
Tolong lepaskan saja Sutra kalau memang gak mau! Othor udah gak kuat ingin menyabet Sutra saat ini juga π€€π€€π€€
Kalau Sutra nyimpen Komodo, othor akan siapkan lubang buaya biar cukup nampung body Komodo nya π€£π€£π€£π€£
Astaga, aku sudah gilaaaaaaaaa
aaaaaaaaaaaarrrrrkkkhhhh, tidak adalah No dan ya adalah yes.
Kamu pilih yang mana gaes??
Yuk, cekidot aksi greget mereka selanjutnya
__ADS_1