
Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas ππ€π
-
-
Kama, Sutra, dan kedua orang tua Sutra sampai dirumah keluarga Sutra dengan suasana yang tidak enak.
Ajeng dan Mr.Will pun buru-buru masuk ke kamar, mereka tidak ingin obrolan mereka didengar lebih jauh oleh anak-anak.
"Mas.., ibu kamu kenapa?" tanya Kama sembari duduk di meja makan, space favorite keluarga Zanyar yang menghadap ke kolam renang.
"Gak tau.., aku juga bingung" Sutra mengangkat kedua bahunya pertanda tidak mengerti.
"Mbak Ret, bikinin hot chocolate donk.." Retno, asisten rumah tangga Sutra, baru saja turun dari lantai atas menuju dapur.
"Si mbak nya minum apa?" Retno lalu menanyakan Kama.
"Samain aja mbak, makasih.." jawab Kama sopan.
"Terus kita batal foto studionya donk.." sambung Kama lagi pada Sutra.
"Hm.., sayang sih kalau aku gak fotoan, mumpung toganya masih dipinjemin kampus. Tapi gak mungkin juga pergi ibu sama ayah lagi begitu" Sutra memikirkan cara lain.
"Apa aku telepon fotographernya aja ya, minta mereka yang dateng kesini.." sambung Sutra lagi.
__ADS_1
"Pasti mahal itu biayanya, Mas.." saut Kama sembari mengucapkan terimakasih pada Retno yang mengantarkan hot chocolate untuknya.
"Mahal dikit, daripada enggak sama sekali, Babe.." Sutra segera mengitak atik ponselnya, mencari nomer telepon temannya yang photographer.
Sementara itu, didalam kamar, Ajeng menghempaskan tubuhnya diatas ranjang. Airmata yang sejak tadi ia tahan akhirnya tumpah juga.
"Darling, pleaseee.. Don't be sad.. (Sayang, tolooong.. Jangan sedih..)" bujuk Mr.Will. Pria paruh baya itu mengusap lembut punggung Ajeng yang rebahan membelakanginya.
"I don't even care, why you think about it..? (Aku saja sudah tidak perduli, kenapa kau masih memikirkannya?)" sambung Mr.Will sembari bertanya.
"Aku malu sayang, maluuu.. Aku belum bisa melupakan kejadian itu.." dengan suara terisak Ajeng menjawab.
"Kenapa kita harus bertemu dengan orang itu lagi diacara wisuda Sutra..?? Wajahnya mengingatkanku dengan semua kejadian duluuuu.." sambung Ajeng.
"The past stays the past and already goes to long. For what you remember? Don't tell me you still have feelings for him..! (Masa lalu tetap masa lalu dan sudah berlalu begitu lama. Untuk apa kau ingat lagi? Jangan bilang kalau kau masih punya perasaan padanya..!)" sikap Ajeng malah membuat Mr.Will jadi curiga.
"Are you crazy?? I hate him! He hurt me so deeply! (Apa kau gila? Aku membencinya! Dia menyakitiku begitu dalam!) Dan kau tau betul bagaimana ceritanya!" bentak Ajeng, ia mendorong tubuh Mr.Will kesal dengan airmata yang terus menetes.
"Justru karena itu, please forget it..! I accept you for who you are, and i always love you till now.. I don't care about anything, i just know that i love you so much, Ajeng.. (tolong, lupakan itu..! Aku menerimamu apa adanya, dan aku selalu mencintaimu hingga sekarang.. Aku tidak perduli dengan apapun, yang kutau adalah aku sangat mencintaimu, Ajeng..)" Mr.Will menarik tubuh Ajeng dalam pelukannya, walau Ajeng sempat menolak tapi ia mendekap erat istrinya hingga diam tanpa perlawanan.
"Please darling.., forget it..! Don't think about that, just think about us.. Aku mencintaimu karena kau adalah wanita yang kuat.." bujuk Mr.Will dalam dekapnya.
"Ingat bagaimana aku mengejarmu tapi kau tidak perduli padaku..? Ingat apa saja hal bodoh yang aku lakukan agar kau mau melihatku..?"
Ajeng tertawa kecil, ia memukul dada Mr.Will lembut.
"Huh, pria bule yang bodoh..!" saut Ajeng pelan sembari mengusap airmatanya.
__ADS_1
"You know that, aku bukan hanya bodoh tapi gila.." Mr.Will melonggarkan pelukkannya. Ia menarik wajah Ajeng perlahan hingga sejajar.
"I'm crazy in love with you.." Mr.Will mendaratkan ciu-mannya perlahan, menumpahkan rasa cintanya ditumpukan daging kenyal berlipstik merah milik Ajeng. Jari jemarinya dengan lihai membuka kancing kemeja lengan panjangnya sendiri satu persatu hingga terbuka sempurna dan dibuangnya disembarang tempat. Sekarang ia sudah bertelanjang dada.
Tubuh Mr.Will yang sedikit berisi serta dadanya yang berbulu mendekap hangat tubuh Ajeng. Pria paruh baya itu menopang kepala istrinya dengan sebelah tangan dan pelan-pelan merebahkan istrinya kembali diatas ranjang tanpa melepas ciuman mereka. Soft and smooth, begitulah style bule Swedia pada umumnya, awal keromantisan mereka yang tidak bisa dilupakan oleh wanita manapun yang pernah merasakan sentuhannya.
"We do it know? But don't be angry if I make your makeup fall apart..(Kita lakukan sekarang? Tapi jangan marah kalau aku membuat riasanmu berantakan..)" tanyanya sembari memohon dan menunjukkan wajah memelas.
Siapa yang bisa menolak wajah tampan dan sikap lembut yang demikian. Terlalu sulit untuk dilewatkan walau hanya tersedia waktu setengah jam diantara mereka. Cinta kasih, pengertian serta sikap romantis Mr.William patut diacungi jempol. Tidak salah Ajeng menerimanya setelah dua tahun pria itu mengejar Ajeng seperti orang gila.
Namun rasa tidak percaya diri Ajeng belum sepenuhnya hilang. Masa lalunya yang buruk sesekali masih menghantui wanita paruh baya itu. Diperkosa oleh pacarnya sendiri menjadi trauma yang mendalam buatnya. Beruntung kehadiran Mr.William bisa mengubah seratus persen hidupnya yang kelam menjadi terang. Mr.Will bahkan mengetahui setiap bagian dari cerita masa lalu Ajeng, karena mantan pacar Ajeng juga merupakan teman dari pria paruh baya itu.
"Let we started.." Ajeng membalikkan punggungnya dengan senyum mengembang, meminta Mr.Will membuka resleting baju yang ia kenakan. Satu persatu apa yang melekat ditubuh mereka ditanggalkan. Body Ajeng yang berisi karena sudah melahirkan dua anak, semakin menambah gairah dipandang mata Mr.Will.
Mohon maaf, berisi disini bukan kayak galon isi ulang yang gak ada lekukannya kecuali dileher. Hahaha. Body Ajeng mirip mbak Sarah Azhari loh. Siapa yang sanggup nahan coba? Lampu sorot dan bemper belakang bulat sempurna, bersaing berat dengan body Land Cruiser tahun tinggi. Ah, hayanlanku gak kuat.
Mr.Will menikmati permainannya. Walau usia mereka sudah tidak muda lagi, Ajeng 47 tahun dan Mr.Will 54 tahun, namun hasrat cinta mereka tidak berkurang sedikitpun. Sentuhan, kecupan, bahkan tumbukan-tumbukan cinta pasangan suami istri rutin mereka lakukan. Apalagi disaat tegang seperti ini, hasrat mereka jadi dua kali lipat menggelora. Pokok e jempoooolllllll.
Seandainya Sutra diijinin ngintip sama emak bapaknya, pasti komodonya langsung lepas dari kandang, melotot, memberontak ingin mencari mangsa. Ahahaha, KOMODO??? Oh my God, ternyata Sutra miara komodo dibawah sana, uaurrrrggghhhhhh....
πππ
*Uhmm...yang halal yang paling poooolllll..
Yang belom halal mohon bersabar, ini ujiaaaannnn...
Next, kita kepoin kelakuan Kama dan Sutra dilantai bawah yuk*...
__ADS_1