When Kama Meet Sutra 1&2

When Kama Meet Sutra 1&2
Season 2 - Masa lalu Ajeng?


__ADS_3

Welcome to Season 2 - When Kama Meet Sutra 😊😊


Jangan lupa bantuan jempol dan votenya ya gaes, biar aku makin semangat nulis, kamsiaaa, arigato gozaimas πŸ™πŸ€—πŸ˜˜


-


-


Beberapa hari telah berlalu sejak pernikahan kedua dari ayah dan ibu Kama berlangsung. Keadaan pun semakin baik saja.


Kama, Sutra, Wayan beserta keluarganya diantar pulang ke Jakarta dengan private jet milik Datuk Emran. Sementara ia dan istrinya masih berada di Bali untuk tiga hari ke depan. Ida Ayu meminta waktu pada suaminya untuk mengatur management cottage dan segala urusan lain sebelum ia ikut diboyong ke Malaysia oleh suaminya. Untuk berjaga-jaga, Datuk Emran juga menaruh satu orang kepercayaannya agar mengawasi renovasi cottage sampai selesai.


Sementara itu Kama diantar balik ke Depok dengan supir pribadi yang sudah disiapkan oleh ayahnya sejak mereka sampai di bandara Soeta. Supir itu ditugaskan untuk selalu stand by jika anak gadisnya butuh tumpangan kemana pun.


"Abah!" ucap Kama begitu teleponnya tersambung ke Datuk Emran. Gadis itu buru-buru menelepon saat ia sampai di kost dan supir yang mengantarnya tidak kunjung pergi. Semula ia berpikir kalau itu hanya supir sewaan, namun ternyata itu adalah supir yang sengaja disiapkan ayahnya untuk mengantar Kama sekaligus menjaga Kama dari segala hal.


"Astaghfirulloh..., terkejooot Abah. Police pun kalah garang dengan Kama ni.." saut Datuk Emran diujung telepon. Pria paruh baya itu memang masih terkaget-kaget dengan sikap naik turun anaknya.


"Ah ya, maaf. Assalammualaikum Abah!" Kama membenarkan kalimatnya.


Hahaha. Itu belum seberapa dibanding dengan sikap Kama ke Sutra. Datuk Emran kan tidak tau bagaimana horornya Kama. Mak lampir saja kalah sadis dibanding anak gadisnya itu.


"Waalaikumsalam.., macem ni lah baru anak gadis Abah.." senyum kecil tersungging dibibir Datuk Emran.


"Abah kenapa sih harus siapkan supir pribadi buat Kama?" pertanyaan protes Kama akhirnya terlontar dari mulut Kama.


"Untok Kama lah, untok jaga kan anak gadis Abah. Abah tak nak ada ape-ape kat Kama tu" jawab Datuk Emran sembari mencium lengan istrinya yang baru saja membuatkan teh untuknya.


"Tapi Kama gak butuh! Kama bisa jaga diri kok! Kama juga gak kemana-mana, jadi gak perlu pake supir!" tegas Kama


"So macemane Kama nak ke Jakarta nanti?" tanya Datuk Emran.

__ADS_1


"Kan ada Mas Adrian.." jawab Kama enteng.


"Alah lah.., remok lah budak tu. Patot die nak balek tiap weekend, rupanye untok jempot anak gadis Abah. Tak kasihan ke Kama kat die?" ucapan Datuk Emran memang benar. Sutra harus menjemput Kama lagi ke Depok dari bandara setiap pulang dari KL.


"Yaudah lah terserah Abah" Kama segera menutup teleponnya.


Diujung telepon Datuk Emran kembali ternganga. Dia sampai geleng-geleng kepala menghadapi sikap seenaknya Kama.


"Macem tu lah anak gadis kite Bang, tak usah lagi Abang heran" Ida Ayu mengusap dada suaminya penuh senyuman, memberi pengertian atas sikap Kama yang demikian.


"Besukor emaknye lawa macem ni, syahdu balek hati Abang.." ucap Datuk Emran sembari menangkap dan mencium tangan istrinya.


Untungnya Sutra sudah pulang ke Jakarta, kalau belum dia pasti iri setengah mati melihat kemesraan pasangan jaman lampau itu. Eh, bukan hanya iri sih, tapi berdenyut-denyut sampai kesitu. Alat tempur terbengkalai tiga tahun, komandaaaaan, wkwkwk.


πŸƒπŸƒπŸƒ


Sesampainya di rumahnya, Sutra menceritakan segala hal yang ia alami kepada ayah dan ibunya dirumah, terkecuali dengan rencana menikahi Kama yang sudah ia ungkapkan pada Datuk Emran.


"Iya ayah, sangat. Sutra menyaksikannya sendiri. Bahkan ayah dan ibu Kama sudah menikah lagi untuk yang kedua kalinya. Perpisahan mereka selama sepuluh tahun membuat mereka bercerai menurut agama" terang Sutra di meja makan pada ayah dan ibunya.


"Woww.., amazing! Like the novel" seru Mr.Will terkagum.


"Masya Allah.., ibu gak nyangka. Jadi kamu pacaran dengan anak bos kamu donk kalau gitu. Beliau gak apa-apa tuh? Apa kamu gak di introgasi disana, Sut?" ternyata Ajeng lebih sensitif, ia langsung curiga dengan apa yang terjadi.


"Kok ibu tau?" tanya Sutra sembari senyum dan mengunyah kroket kentang buatan ibunya.


"Ibu sudah bisa bayangin, Datuk Emran pasti konglomerat. Dia saja bisa membangun resort mewah di sebuah pulau di Malaysia. Lantas apa mungkin dia begitu saja membiarkan anak gadis satu-satunya pacaran sama kamu?" ucapan Ajeng masuk diakal.


"Why not? Keluarga kita juga cukup mapan kan.." Mr.Will menyahut ucapan istrinya.


"Tidak semudah itu, Sayang. Indonesia dan Malaysia tidak seperti di negara kamu. Bibit, bebet, bobot, dan semua latar belakang keluarga akan jadi pertimbangan besar untuk orangtua pasangan" jelas Ajeng.

__ADS_1


"Huh, too complicated! (Terlalu rumit!)" kali ini Mr.Will berkomentar kesal.


"Bener yang Ibu bilang, Datuk Emran memang menanyai Sutra macam-macam, sampai baju Sutra basah keringat dingin. Tapi pertanyaannya hanya seputar hubungan kami kok bu. Tidak sedikitpun menyinggung soal keluarga kita" terang Sutra.


"Dan Sutra juga denger kalau dia minta anak buahnya cari tau semua info dan latar belakang keluarga kita" sambung Sutra lagi.


"Tuh kan, bener dugaan Ibu" saut Ajeng cepat. Wajah wanita paruh baya itu sedikit berubah.


"Let him check our family background. He won't find anything wrong (Biarkan dia memeriksa latar belakang keluarga kita. Dia tidak akan menemukan sesuatu yang salah)" sambung Mr.Will santai. Namun Ajeng meliriknya, memberi kode lewat tatapan seolah mengatakan, "Bagaimana kalau dia tau masa lalu burukku dulu, Sayang?"


"Iya ayah bener. Gak ada yang perlu kita khawatirkan kalau gitu" jawab Sutra sembari mengambil tissue mengelap mulutnya yang belepotan serpihan kroket kentang.


"Kalau gitu Sutra ke atas dulu ya, Bu. Mau liat Quiny yang lagi ngerjain pe-er" Sutra lalu beranjak meninggalkan kedua orang tuanya.


Sepeninggal Sutra, Ajeng menampakkan wajah gusarnya pada suaminya.


"Sayang, bagaimana kalau Datuk Emran tau masa laluku yang itu..?" Ajeng meremas tangan suaminya.


"Forget it! It's not your fault, you were framed last time (Lupakan! Itu bukan salahmu, kau dijebak waktu itu)" ucap Mr.Will menenangkan.


"Are you sure he's not gonna talk about it? (apa kau yakin dia tidak akan membahasnya?)" Ajeng masih belum tenang. Bayangan masa lalu buruknya terekam ulang dikepalanya saat ini.


"If he talked about it, i'll protect you! (Jika dia membicarakan tentang itu, aku akan melindungimu!)" Mr.Will menggenggam erat jemari Ajeng sembari mengeluarkan senyum terbaiknya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Hmm.., ape pula mase lalu Ajeng tu? Nak kepo ai jadinye.. 🀣


Semoga gak berakibat buruk untuk hubungan Kama dan Sutra kelak ya gaes


Yuk kita kepoin di next bab

__ADS_1


__ADS_2